
Lea masih tidak percaya dengan sosok di depannya, Lea merasa jika Tuhan kembali mempermainkannya.
Sudah 2 jam lamanya Lea berada di kamar bersama Leon tetapi Leon tak kunjung melepaskan dekapannya, jika di tanya maka Leon hanya diam saja membuat Lea kesal.
'Apa kamu merindukan aku sayang? tentu saja kamu rindu soalnya aku adalah orang yang tampan" Leon berbicara setelah 2 jam diam
Tetapi sekali berbicara membuat Lea menganga, Lea merasa jika Leon tengah kerusakan rob iblis.
Sedangkan Leon tersenyum manis menatap Lea membuat Lea takut.
Leon sudah menyimpulkan jika dirinya mulai sekarang akan memperlihatkan perasaan cintanya pada Lea, jika Xavier berani mengapa dirinya tidak.
Xavier yang umurnya jauh di atas Lio bisa hidup bahagia bersama sedangkan dirinya yang masih muda bisa kalah telak dari Xavier yang umurnya sekarang bisa di katakan mendekati 40 tahun sedangkan dirinya yang berusia 26 tahun, hal itu membuat Leon tidak terima, mulai sekarang Leon akan berubah bucin pada Lea, biarkan Lea tidak suka tetapi Leon suka hal itu, Leon tetaplah Leon yang egois.
'Apa sudah puas melihat pria tampan ini?" tanya Leon kembali membuat Lea berdecak kesal
Dengan sekali dorong tubuhnya lepas dari dekapan Leon, sedari tadi Lea ingin lepas tetapi Lea juga sangat merindukan Leon makanya dia membiarkan Leon mendekapnya tetapi kesadaran Lea kembali, dia harus membalas perbuatan Leon padanya, sudah cukup dirinya mengemis cinta pada Leon, biarkan saja Leon yang mengemis padanya sekarang.
'Keluar dari kamarku!" usir Lea menampilkan wajah datarnya membuat Leon kaget
'Apa maksud mu sayang, aku kan suami kamu jadi ini juga kamarku" Leon terlihat tebal muka padahal sudah jelas jika Lea tengah marah padanya
'Siapa yang jadi suami? dengarkan aku Tuan Prayuda yang terhormat, sejak kepergian ku ke negara Rusia maka saat itu juga kita bercerai, lagian kita tidak saling mencintai jadi silahkan keluar!" Lea menatap Leon tajam
Leon terkejut mendengar perkataan Lea yang mengatakan jika mereka telah bercerai, padahal Leon baru saja mau memulai.
'Kita belum bercerai sayang, kamu pergi hanya untuk kuliah saja, bukankah kamu mencintaiku?" tanya Leon merasa sakit mendengar perkataan Lea
'Itu dulu sebelum kamu mematahkan perasaan ku, lagian aku sudah punya kekasih jadi tidak perlu berpura-pura baik padaku, aku tau kamu hanya ingin mengejekku, kamu tenang saja Tuan, sekarang kamu bebas bersama tunangan mu itu, aku tidak akan mengusik hidup kalian" Lea bangkit dari ranjang menuju sofa
Leon masih terdiam di atas ranjang sambil memikirkan perkataan Lea, jika mereka bercerai bagaimana nantinya hidupnya, memikirkan itu membuat Leon tidak tahan.
Leon beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju Lea yang menggenggam ponselnya.
Lea membulatkan bola matanya melihat Leon bersimpuh di kakinya, sepertinya dirinya memang benar tengah bermimpi, bagaimana bisa Leon yang egois dan apatis bersimpuh di kakinya, jika memang ini mimpi biarkan Lea menyiksa Leon dan jika ini memang bukan mimpi maka Lea akan senang karena rasa sakit hatinya sedikit terobati.
'Bagus, kamu memang pantas bersimpuh di kaki ku!" Lea tersenyum sinis melihat Leon yang mendongak menatapnya dengan tatapan terluka
DEG
Lea merasa sakit melihat tatapan itu, sepertinya dia memang sudah terjerat akan cinta Leon, bagaimana bisa dirinya sedalam ini mencintai Leon, sungguh tidak adil jika hanya dirinya yang berjuang sedangkan Leon hanya bersikap acuh saja.
'Maafkan aku sayang, berikan aku satu kali kesempatan, aku akan berubah" mohon Leon mencium kaki Lea
Sontak Lea menarik kakinya ke atas sofa, Lea masih merasa jika ini adalah mimpi, Leon terlihat berbeda malam ini, mata yang biasanya memancarkan tatapan tajam berganti dengan tatapan memuja dan sedih, mulut yang biasanya berucap kasar padanya malah berubah menjadi permohonan, apa Leon sudah berubah? tetapi mengapa Lea merasa jika Leon hanya memperolok-olok dirinya.
'Apapun, apapun akan aku lakukan agar bisa mendapatkan maaf darimu" Leon menatap Lea merasa bersalah
Leon akui jika dirinya sangatlah kejam, apalagi sampai mengatakan jika Lea adalah seorang *******, mengapa dirinya begitu jahat pada Lea, padahal perasaan Lea tulus untuknya.
'Keluar dari kamar ku!" usir Lea pada akhirnya
Leon mengambil bungkus rokok dari saku jas nya dan mulai menghidupkan bahan ber zat nikotin itu, Leon merasa jika pikirannya cukup membaik tetapi hatinya begitu hancur, Lea dengan terang-terangan menolaknya.
'Apa seperti ini yang kamu rasakan saat dulu?" monolog Leon
'Jika iya maka aku meminta maaf padamu, mengapa aku tidak bisa melawan rasa egois ku dulu" sesal Leon kembali meng*hisap rokok miliknya
Sedangkan di dalam kamar Lea masih memikirkan bagaimana bisa Leon berada di dalam mansion peninggalan Daddy-nya.
Apa selama ini Leon tinggal disini dan menghuni kamarnya? jika memang begitu apa motif Leon sebenarnya.
'Sebaiknya aku bertanya pada Mbok Wiwin atau Uncle Derrick" putus Lea
Lea menelpon Derrick untuk menanyakan bagaimana bisa Leon berada di dalam mansion.
'Bagaimana bisa Kak Leon tinggal di mansion Uncle?" tanya Lea to the point membuat Derrick di ujung sana terdiam
'Uncle, apa Uncle mendengar ku?" tanya Lea kembali saat tidak mendengar suara Derrick
'Maaf Nona saya tidak memberitahukan hal ini karena permintaan Tuan Leon" balas Derrick di ujung sana
'Maksudnya apa Uncle?" tanya Lea semakin bingung
'Saat Nona menikah dengan Tuan, saat itu juga seluruh harta di wariskan kepada Nona, tetapi karena usia Nona yang masih belum cukup membuat harta warisan harus di pegang oleh wali Nona dan wali Nona adalah Tuan Leon yang sudah menjadi suami Nona, dan saat Nona pergi ke negara Rusia saat itu juga Tuan Leon turut membantu saya mengelola perusahaan, terkadang Tuan Leon datang ke Mansion guna untuk menghilangkan rasa rindunya pada Nona" jelas Derrick membuat Lea terdiam
'Apa maksud semua ini Uncle?" tanya Lea menitikkan air mata
'Maafkan saya Nona, tetapi sejujurnya Tuan Leon sangat mencintai Nona" balas Derrick
'Jika dia mencintaiku sudah pasti dia mengungkapkan cinta untukku" isak Lea tidak percaya jika Leon mencintainya
'Terkadang apa yang kita lihat belum tentu nyata Nona, sikap seseorang tidak bisa di nilai dari cara bicaranya, Nona bahkan sudah mengenal Tuan Leon sejak kecil karena Nona selalu menempel pada Tuan Leon" Derrick menghela nafas di ujung sana
'Jika seandainya Nona yang berada di posisi Tuan Leon maka apa yang akan Nona lakukan, seorang Pria mendekati Nona saja sudah pasti Nona kesal, itulah yang Tuan Leon rasakan saat itu, dirinya di liputi oleh perasaan kesal pada Nona sehingga terbentuk sifat egois untuk Nona" terang Derrick membuat Lea terdiam
Lea masih menangis mengingat betapa jahatnya dirinya saat masih kecil terhadap Leon, wajar saja Leon marah padanya karena dirinya seperti parasit yang begitu jahat.
'Maaf" sesal Lea
🌸🌸🌸
Author jadi bingung semuanya ini jadi salah siapa? Keduanya sama-sama memiliki alasan.
Jujur saja jika berada di posisi Leon juga pasti sangat kesal, kalian bayangkan saja jika ada ada seseorang yang terus mengikuti mu kemana saja sudah pasti kamu risih dan kesal, bayangkan semasa remaja, Leon menghabiskan waktunya untuk Lea kecil yang begitu apatis dan suka seenaknya pasti kesal kann... Jadi apa masih ingin menyalahkan Leon?
Semoga kalian suka yaaa...
riri-can