
Jihyun terbangun di malam hari saat mendengar suara dering ponselnya.Jihyun segera mengangkat telepon,Jihyun terkejut saat mendapat telepon dari rumah sakit yang memberitahukan jika lucaa mengalami kecelakaan.Jihyun sangat terkejut,jihyun segera bangkit dari tempat tidur, mengambil jaket lalu keluar dari kamarnya menuju kamar minhyun.
"Minhyun oppa ireona."
Ujar jihyun sambil menggedor pintu kamar,tak lama minhyun keluar dari kamar.Minhyun mengucek kedua matanya,Terlihat jihyun yang berdiri di depan pintu kanar.
"Weyo jihyun ah.?"
"Oppa,antar kan aku ke rumah sakit."
"Memang nya ada apa?"
"Lucas masuk rumah sakit.
"Tapi aku belum punya sim."
"Sudahlah tidak apa oppa,ini keadaan darurat
aku tidak mungkin membangunkan appa."
"Baiklah tunggu sebentar."
Minhyun kembali kedalam kamarnya,tak lama minhyun kembalu,Minhyun terlihat sudah lebih fresh, mereka pin segera menuruni anak tangga menuju parkiran.Sesampai di parkiran minhyun dan jihyun segera masuk kedalam mobil audy hitam,mobil pun melaju.Setengah jam kemudian mereka pun sampai di rumah sakit,Jihyun segera memasuki rumah sakit.Minhyun menyusul di belakang.
"Suster pasien kecelakaan motor dimana?"
"Pasien sedang ditangani di ruang ugd."
"Gomawo."
Jihyun segera menuju ruang ugd,sesampai di ruang ugd lutut jihyun terasa lemas,Jihyun tertunduk di depan pintu ugd.Tangis jihyun pecah,jihyun sangat mengkhawatiekan lucas Tak lama minhyun menghampiri jihyun,Minhyun memeluk jihyun mencoba menenangkan jihyun.Sebagai saudara kembar minhyun memiliki ikatan batin dengan jihyun,Sehingga minhyun merasakan apa yang jihyun rasakan.
"Uljima."
"Aku takut oppa."
"Aku yakin lucas pria yang kuat."
Tak lama pintu ugd terbuka,jihyun segera menghampiri dokter.
"Bagaimana keadaan lucas uisanim?"
"Pasien sudah melewati masa kritis,akan
segera di pindahkan ke ruang inap."
"Kamsahamnida uisanim."
Tak lama sebuah blankar keluar dari ruang ugd,jihyun segera mengikuti blankar menujubruang inap.
"Jika butuh sesuatu tekan saja tombol ini."
"Ne suster, kamsahamnida."
Suster pun meninggalkan ruangan itu,jihyun menarik kursi lalu duduk di dekat blankar.Sementara minhyun tidur di sofa.keesokan harinya lucas pun sadar,Lucas terkejut saat melihat jihyun yang sudah tertidur di samping blankar sambil memegangi tangannya,Menyadari pergerakan lucas jihyun pun terbangun.
"Lucas apa ada yang sakit? aku panggilkan dokter ya?"
"Tidak usah chagi,aku baik-baik saja."
"Kamu baru saja siuaman lucas,tunggu
sebentar,aku akan memanggilkan dokter."
Jihyun bangkit dari tidurnya,lalu bergegas meninggalkan ruangan itu.Tak lama mimhyun pun bangun,Minhyun bangkit dari tidurnya lalu menghampiri lucas.
"Sudah baikan.,?"
"Ne hyung."
"Kamu membuat adikku khawatir."
"Mianhae hyung."
"Apa kamu serius dengan jihyun?"
"Ne hyung,aku serius pada jihyun."
"Awas saja ya jika kamu menyakiti
jihyun,aku tidak akan mengampunimu."
"Ne hyung,aku tidak akan berjanji tapi
aku akan memberikan bukti."
"Aku harap kamu benar-benar membuktikan
perkataanmu."
Tak lama jihyun kembali ke ruang inap bersama dokter,Dokter segera memeriksa keadaan lucas.
"Bagimana keadaan nya uisanim."
"Pasien sudah stabil,hanya perlu waktu beberapa
minggu untuk menyembuhkan tulang lengan nya
yang retak."
"Kamsahamnida uisanim."
"Jika butuh sesuatu panggil saja dokter."
"Ne uisanim."
"Ji ayo kita pulang."
"Oppa pulang saja,hari ini aku akan izin sekolah."
"Baiklah,nanti aku akan mengabari teman sekelasmu."
"Gomawo oppa."
"Kalau begitu oppa pulang dulu ya."
"Ne."
Minhyun pun keluar dari ruang inap lucas, sekarang hanya ada lucas dan jihyun di dalam ruang inap itu.
"Lucas makan dulu ya."
"Shireo, makanan rumah sakit tidak enak."
"Lalu kamu mau makan apa?"
"Apa saja,yang penting bukan makanan rumah sakit."
"Baiklah,tunggu sebentar aku pesankan."
"Ne chagi."
Jihyun mengambil ponsel pintarnya dari dlaam saku, lalu jihyun segera memesan makanan cepat saji.Setengah jam kemudian kurir pengantar makanan pun mengetuk ruang inap lucas.
"Tok tok tok deliverly makanan."
Ujar kurir pengantar makanan,jihyun bangkit dari duduknya lalu membukakan pintu.Jihyun mengambil pesanan lalu kembali menghampiri lucas,Jihyun memasangkan meja pasien.lalu meletakan makanan di atas meja.
"Cha makanlah."
"Akkh,tanganku sakit."
Ujar lucas berpura-pura kasakitan sambil memegangi tangannya,Jihyun segera mengambil sumpit bersiap menyuapi lucas.
"Baiklah aku akan menyuapimu."
"Gomawo chagi."
Jihyun mulai menyuapi lucas,lucas makan demgan lahap.Selesai makan,jihyun membantu lucas minum obat.
"Chagia,baju ku sudah basah dengan keringat bisakah kamu membantuku mengganti pakaian?"
"Itu bukan tugasku,aku akan panggilkan suster."
"shireo,aku tak ingin wanita lain melihat tubuhku."
"Yasudah aku panggilkan perawat pria saja."
"Shireo,aku tidak mau kamu saja ya."
"Ya sudah,aku akan membntumu."
Lucas tersenyum penuh kemenangan,jihyun membuka satu persatu kancing baju rumah sakit, tanpaklah abs lucas.Jihyun memalingkan pandangan ke arah lain,Jihyun segera mengambil baju ganti,Lalu memakaikan pada lucas.Jihyun bernafas lega saat selesai mengganti pakaian lucas, abs lucas terlalu menggoda iman.
"Sudah selesai,sekarang istirahatlah."
"Jihyun bisakah tetap disini?jangan tinggalkan aku."
"Ne,istirahat saja aku tidak akan kemana-mana."
Lucas pun berbaring, beberapa menit kemudian rasa kantuk mulai lucas rasakan.Lucas pun tertidur, jihyun duduk di samping blankar sambil memperhatikan wajah tanpan lucas saat sedang tertidur.Pandangan jihyun tertuju pada bibir tebal lucas,Entahbmendapat dorongan dari mana tiba-tiba saja jihyun mendekatkan wajahnya bibir mereka pun bertemu.Jihyun memejamkan mata bibirnya menyampu bibir lucas.Jihyun terhanyut oleh permainanya sendiri,Suara ketukan pintu mengembalikan kesadaran jihyun.Jihyun menghentikan kegiatanya lalu,kembali ke posisi duduk seperti semula.
"Tok tok tok."
"Silahkan masuk."
Tak lama jackson ( ayah lucas ),memasuki ruang inap lucas.Pria itu berjalan menghampiri blankar,jihyun segera menyapa pria itu.
"Annyeonghasinika ajusshi,kenalkan aku jihyun."
"Apakah kamu kekasih putraku?"
"Ne ajusshi."
"Bisakah kamu menjauh dari putraku?"
"Memangnya kenapa ajusshi.?"
"Aku tidak sudi memiliki menantu dari keluarga cho,menjauhlah dari putraku selagi aku masih bersikap baik padamu."
"Memangnya ada apa dengan keluargaku.?"
"Kamu tidak perlu tau,tugasmu hanya
menjauhi putraku,Jika kamu tetap bersikeras
berhubungan dengan ptraku,aku akan menghancurkan perusahaan ayahmu."
"Baiklah aku akan menjauhi putramu tapi tolong,jangan gangu perusahaan ayhaku."
"Baiklah,kita sudah membuat kesepakatan aku harap kamu tak melanggarnya.
Jihyun melnggang pergi meninggalkan
ruang inap itu,Jihyun memilih pergi ke kantin menunggu ayah lucas pergi.Jackson menatap kepergian jihyun,jihyun sangat mirip dengan hyera bukan hanya wajahnya saja,tetapi sifat nya juga sama.sehingga jackson tidak ingin putra sulung nya berurusan dengan keluarga cho.
To be continue..........