
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa
usia kehamilan hyera sudah memasuki
bulan ks 5. semenjak itu, hyera menjadi
semakin menempel pada khyuhyun.
hyera tak ingin di tinggal oleh khyuhyun
meskipun hanya untuk bekerja, sehingga
khyuhyun mengerjakan pekerjaannya
di rumah.
Saat ini khyuhyun membuat sarapan untuk
hyera dan anak-anaknya, mengingat hyera
mengidam ingin khyuhyun yang menyiapkan
sarapan, hyera tak mengizinkan ahjuma lee
membatu khyuhyun. untungnya khyuhyun
bisa memasak, sehingga ia tidak terlalu
kesulitan.
"oppa, apakah masih lama?
"sebentar lagi matang chagi"
"baiklah"
Khuuhyun mematikan kompor, ia menaruh nasigoreng kimchi kedalam beberapa piring
setelah otu menaruhnya di atas meja.
"chagi, tunggu sebentar ya, aku panggil
anak-anak dulu"
"ne oppa"
Khuuhyun melepas apron, lalu ia melenggang pergi meninggalakan dapur. khyuhyun menaiki anak tangga menuju kamar anak-anak yang berada di lantai 2. khyuhyun mendatangi kamar yeonjun, mengingat
anak bungsunya suka bangun telat.
"tok tok tok, yeonjun ah sarapan sudah siap"
"tunggu sebentar appa, aku sedang ganti
pakain"
"baiklah, appa tunggu di meja makan"
"ne appa"
Khyuhyun pun berjalan menuju kamar minhyun, khyuhyun baru saja akan mengetuk
pintu, tetapi minhyun sudah keluar lebih dulu.
minhyun sudah rapih mengenakan seragam
sekolah.
"ada apa appa?
"sarapan sudah siap nak"
"ne appa, aku ke bawah dulu"
Minhyun pun menuruni anak tangga menuju
dapur, ya seperti itulah sifat putra pertamanya
sifat minhyun menurun dari khyuhyun, minhyun tipikal orang yang irit bicara & terkesan dingin, ia akan bersikap hangat
hanya pada orang terdekatnya.
Khyuhyun berjalan menuju pintu kamar jihyun, khyuhyun mengetuk pintu terlebih
dahulu.
"tok tok tok jihyun ah"
"ne appa, chakaman"
Tak lama, jihyun keluar dari kamarnya jihyun
sudah rapih mengenakan seragam sekolah nya.
Jihyun mewarisi kecantikan hyera, diantara
ke 3 anak-anaknya jihyun lah yang sangat
mirip dengan hyera, orang-orang mengira
jika jihyun & hyera adik kakak, maklum saja
hyera usianya tak jauh dari jihyun mengingat
hyera menikah di usia yang terbilang muda.
"wah putri appa cantik sekali, seperinya
ada yang sudah move on"
"tentu saja appa, aku sudah move on
lagi pula untuk apa bersedih karena namja itu"
"good giril, putri appa ternyata sudah besar"
Kata khyuhyun sambil mengacak surai kecoklatan jihyun, jihyun memasang wajah
cemberut, karena khyuhyun mengacak
tatanan rambutnya.
"geumanhae appa, rambutku jadi berandakan"
"mian sweet heart, kajja kita sarapan"
"ne appa kajja"
Khyuhyun & jihyun menuruni anak tangga menuju dapur, sesampai disana mereka
menarik kursi lalu duduk.
"anak anak berdoa dulu"
"ne appa"
Mereka berdoa dengan khidmat, setelah berdoa, mereka menikmati sarapan dengan
tenang. selesai sarapan, anak-anak pamit.
"appa,eomma, aku aekolah dulu" minhyun
"ia sayang, belajar yang rajin"hyera
Minhyun meninggalkan dapur terlebih dahulu,
sementara jihyun & yeonjun masih berada
di dapur. seperti biasa, sebelum pergi mereka
akan menyapa baby cho terlebih dahulu.
"baby, nuna sekolah dulu ya"
kata jihyun sambil mengelus perut buncit hyera
"nuna cepat, aku juga ingin menyapa baby cho"
"ia sebentar"
Jihyun pun berhenti menglus perut hyera,
yeonjun langaung menyapa baby cho sambil
mengelus perut buncit hyera.
"good mooring baby cho, ini yeonjun
oppa mu, cepat lahir ia nanti oppa
membelikanmu boneka"
Kata yeonjun sambil mengelus perut buncit
hyera, tiba-tiba baby cho menendang, seketika yeonjun pun heboh.
"appa, eomm, baby cho menendang"
"dia menyapamu prince"
"baby cho, jangan nakal kasian eomma
oppa sekolah dulu ya"
Kata yeonjun sambil kembali mengelus perut buncit hyera, setelah itu jihyun & yeonjun pergi ke sekolah diantar oleh supir khyuhyun.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih
setengah jam, mobil pun berhenti di depan
gerbang shinhwa high school.
"nuna sekolah dulu, kamu belajar yang rajin"
"ne nuna araseo"
Jihyun turun dari mobil, taknlama mobil pun
kembali melaju menonggalkan aera sekolah
jihyun menuju sekolah yeonjun. Jihyun berjalan menuju pintu gerbang, sesampai
disana jihyin berpapasan dengan lucas.
"good moorning jihyun"
"mau ke ke kelas ya, bareng yuk"
"ah ne kajja"
Jihyun berjalan lebih dulu, sementara lucas mengikuti dari belakang. sesampai di kelas
jihyun segera duduk, di tempat duduknya.
lucas menarik kursi, lalu duduk di samping
jihyun mengingat mereka teman sebangku.
"jihyun, kamu sudah mengerjakan pr
mtk?
"sudah, memangnya kenapa?
"ada yang tidak ku mengerti, maukah
kamu mengajariku?
"ah ne, tentu saja"
Lucas mengeluarkan buku dari dalam tas ransel nya, lucas memberi tahu jihyun soal
yang tidak dia pahami. dengan sabar, jihyun
mengajari lucas, untungnya lucas cepat
menyerap apa yang ia pelajari. tak lama bel
berbunyi menandakan jika pelajaran akan
segera di mulai.
"selamat pagi anak-anak"
"pagi ssem"
"ssem hampir lupa, cepat kumpulkan
pr kalian"
"ne ssem"
Jaehwan selalu ketua kelas mengambil buku-buku murid, mengumpulkannya di meja guru.
setelah selesai, guru lee pun mulai menjelaskan materi pelajaran.
pergantian pelajaran. pelajaran ke 2 yaitu
olahraga, siswa-siswi bergegas untuk betganti pakaian. selesai berganti pakaian,
mereka bergegas menuju lapangan.
"baiklah anak-anak, sebelum kita berolahraga
kita berdoa terlebih dahulu" ujar siwon ssem
"ne ssem"
Mereka berdoa menurut kepercayaan masing-
masing, selesai berdoa dilanjutkan dengan
pemanasan & bermain volly. tim yeoja dibagi
menjadi 2 kelompok, masing-masing memiliki
ketua kelompok, jihyun dipilh menjadi ketua
kelompok sehingga ia berada di barisan palung depan.
"pritttttttt"
Pertandingan volly putri pun dimulai, pertandingan berlangsung cukup sengit.
mengingat lawan jihyun, merupakan geng
yang tidak menyuakai anak-anak yang kurang
gaul seperti dirinya & teman kelompoknya.
tetapi walau pun begitu, kelompok joihyun
mampu mengimbangi lawan, meningat
mereka sangat kompak, sekor mereka pun
imbang.
Di putaran terakhir, ketua kelompok lawan
metencanakam stratrgi licik untuk memenangkan pertandingan, disaat jihyun
lengah mereka sengaja melempar bola ke
arah kepalan jihyun.
"jihyun awas"
Brukk bola volly mengenai kepala jihyun,
pandangan jihyun memburam, jihyun terjatuh
tak sadarkan diri.
"jihyun"
Orang-orang mengerubungi jihyun, dari kejauhan lucas melihat ada kerumunan,
lucas yang sedang bermain basket menghentikan kegiatannya lalu menghampiri
kerumunan. lucas terkejut saat melihat jihyun yang tak sadarkan diri, lucas yang panik langaung menggendong jihyun ala bridal
style.
"minggir kalian! teriak lucas marah
Mereka pun memberi jalan, lucas segera membawa jihyun menuju uks. sesampai
di sana, lucas membaringkan jihyun di atas
blankar, dokter pun segera memeriksa jihyun.
"bagimana uisanim?
"pacar kamu pingsan"
"apakah lukanya serius?
"memarnya akan hilang jika di kompres
dengan es batu"
"ah ne uisanim"
Dokter pun pergi, kini hanya ada lucas & jihyun di ruangan uks itu. lucas menarik
kursi, lalu duduk. ia memperhatikan jihyun
yang masih belum sadar, tak lama jihyun
pun sadar.
"euh dimana aku?
"kita di uks ji"
"auh kepalaku pening sekali"
"ini minum dulu"
Lucas mengambil botol air mineral dari atas nakas, memberikan air itu pada jihyun.
jihyun mengambil air itu, lalu meminumnya.
"sudah mendingan?
"lumayan, lucas kamu ke kelas saja sana"
"tidak ji, aku ingin menemanimu disini"
"aku sudah lebih baik, kamu ke kelas saja"
"baiklah, nanti saat pulang aku kesini lagi"
Lucas melenggang pergi meninggalkan uks,
jihyun kembali tidur mengingat kepala nya
masih terasa pusing. waktu berlalu begitu
cepat bel pulang sekolah berbunyi tepat
pada pukul 17.00, siswa-siswi berhamburan
meninggalkan kelas,lucas kembali ke uks
sambil membawa tas jihyun.
"ji ayo pulang"
"kamu duluan saja, aku menunggu
supir menjemput"
"aku akan mengantarmu, kajja"
Jihyun pun menurut, karena percuma saja
menolak, sekalipun menolak lucas akan
tetap memaksanya. saat ini jihyun & lucas
sudah berada di parkiran, lucas memasangkan helm pada jihyun.
"kajja kita naik"
"ah ne"
Mereka pun menaiki motor, jujur saja jihyun
agak takut, mengingat ini pengalaman
pertamanya menaiki sepeda motor.
"peganganlah pada pinggangku, aku akan
ngebut"
"ah ne"
Jihyun menuruti perkataam lucas, ia meletakan lenganya di pinggang lucas.
lucas tersenyum di balik helmnya, tak lama
motor pun melaju meninggalkan sekolah.
lucas menjalankan motor dengan kecepatan
tinggi, jihyun mengeratkan pelukannya karena
takut jatuh. setengah jam kemudian, motor
lucas pun berhenti di depan gerbang mansion
jihyun. kebetulan, khyuhyun baru saja keluar
dari manison. khyuhyun segera menghampiri
jihyun, saat ia melihat jihyun diantar pulang
oleh seorang namja jangkung.
"astaga jihyun, jidat kamu kenapa?
tanya khyuhyun heboh saat melihat jidat
jihyun yang membiru
"terkena bola volly appa"
"kamu ceroboh sekali"
"mian appa"
"sudah masuk sana, appa ingin
mengobrol dengan teman mu dulu"
"ah ne appa"
Jihyun pun berjalan memasuki gerbang,
meninggalkan lucas dengan khyuhyun.
khyuhyun mentap lucaz dengan tatapan
tajam & mwngintimidasi, lucas terdenyum kikuk, ia segera memperkenalkan diri pada khyuhyun.
"annyeonghaseo abonim, kenalkan aku lucas"
"apakah kamu teman jihyun?
"ah ne, saya teman sebangku jihyun"
"oh begitu, seperinya kamu menyukai
putriku?
"ah ne abonim, jika abonim mengizinkan
aku ingin berpacaran dengan jihyun"
"jika kau benar-benar menyukai puriku
jangan pernah menyakitinya"
"ah ne abonim, aku janji tidak akan menyakiti
jihyun"
"aku tidak butuh janji, karena seseorang
pernah tak menepati janjinya, jika kamu
sungguh-sungguh buktikanlah"
"ah ne abonim"
"sudah sore, pulanglah"
"ah ne abonim, saya pamit dulu"
Lucas kembali meniki motornya, motor pun
melaju meninggalkan mansion keluarga cho.
khyuhyun menatap kepergian lucas, mungkin
khyuhyun terkesan posessif, ia seperti itu
karena tak ingin jihyun kembali terluka.
To be continue............
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa
usia kehamilan hyera sudah memasuki
bulan ks 5. semenjak itu, hyera menjadi
semakin menempel pada khyuhyun.
hyera tak ingin di tinggal oleh khyuhyun
meskipun hanya untuk bekerja, sehingga
khyuhyun mengerjakan pekerjaannya
di rumah.
Saat ini khyuhyun membuat sarapan untuk
hyera dan anak-anaknya, mengingat hyera
mengidam ingin khyuhyun yang menyiapkan
sarapan, hyera tak mengizinkan ahjuma lee
membatu khyuhyun. untungnya khyuhyun
bisa memasak, sehingga ia tidak terlalu
kesulitan.
"oppa, apakah masih lama?
"sebentar lagi matang chagi"
"baiklah"
Khuuhyun mematikan kompor, ia menaruh nasigoreng kimchi kedalam beberapa piring
setelah otu menaruhnya di atas meja.
"chagi, tunggu sebentar ya, aku panggil
anak-anak dulu"
"ne oppa"
Khuuhyun melepas apron, lalu ia melenggang pergi meninggalakan dapur. khyuhyun menaiki anak tangga menuju kamar anak-anak yang berada di lantai 2. khyuhyun mendatangi kamar yeonjun, mengingat
anak bungsunya suka bangun telat.
"tok tok tok, yeonjun ah sarapan sudah siap"
"tunggu sebentar appa, aku sedang ganti
pakain"
"baiklah, appa tunggu di meja makan"
"ne appa"
Khyuhyun pun berjalan menuju kamar minhyun, khyuhyun baru saja akan mengetuk
pintu, tetapi minhyun sudah keluar lebih dulu.
minhyun sudah rapih mengenakan seragam
sekolah.
"ada apa appa?
"sarapan sudah siap nak"
"ne appa, aku ke bawah dulu"
Minhyun pun menuruni anak tangga menuju
dapur, ya seperti itulah sifat putra pertamanya
sifat minhyun menurun dari khyuhyun, minhyun tipikal orang yang irit bicara & terkesan dingin, ia akan bersikap hangat
hanya pada orang terdekatnya.
Khyuhyun berjalan menuju pintu kamar jihyun, khyuhyun mengetuk pintu terlebih
dahulu.
"tok tok tok jihyun ah"
"ne appa, chakaman"
Tak lama, jihyun keluar dari kamarnya jihyun
sudah rapih mengenakan seragam sekolah nya.
Jihyun mewarisi kecantikan hyera, diantara
ke 3 anak-anaknya jihyun lah yang sangat
mirip dengan hyera, orang-orang mengira
jika jihyun & hyera adik kakak, maklum saja
hyera usianya tak jauh dari jihyun mengingat
hyera menikah di usia yang terbilang muda.
"wah putri appa cantik sekali, seperinya
ada yang sudah move on"
"tentu saja appa, aku sudah move on
lagi pula untuk apa bersedih karena namja itu"
"good giril, putri appa ternyata sudah besar"
Kata khyuhyun sambil mengacak surai kecoklatan jihyun, jihyun memasang wajah
cemberut, karena khyuhyun mengacak
tatanan rambutnya.
"geumanhae appa, rambutku jadi berandakan"
"mian sweet heart, kajja kita sarapan"
"ne appa kajja"
Khyuhyun & jihyun menuruni anak tangga menuju dapur, sesampai disana mereka
menarik kursi lalu duduk.
"anak anak berdoa dulu"
"ne appa"
Mereka berdoa dengan khidmat, setelah berdoa, mereka menikmati sarapan dengan
tenang. selesai sarapan, anak-anak pamit.
"appa,eomma, aku aekolah dulu" minhyun
"ia sayang, belajar yang rajin"hyera
Minhyun meninggalkan dapur terlebih dahulu,
sementara jihyun & yeonjun masih berada
di dapur. seperti biasa, sebelum pergi mereka
akan menyapa baby cho terlebih dahulu.
"baby, nuna sekolah dulu ya"
kata jihyun sambil mengelus perut buncit hyera
"nuna cepat, aku juga ingin menyapa baby cho"
"ia sebentar"
Jihyun pun berhenti menglus perut hyera,
yeonjun langaung menyapa baby cho sambil
mengelus perut buncit hyera.
"good mooring baby cho, ini yeonjun
oppa mu, cepat lahir ia nanti oppa
membelikanmu boneka"
Kata yeonjun sambil mengelus perut buncit
hyera, tiba-tiba baby cho menendang, seketika yeonjun pun heboh.
"appa, eomm, baby cho menendang"
"dia menyapamu prince"
"baby cho, jangan nakal kasian eomma
oppa sekolah dulu ya"
Kata yeonjun sambil kembali mengelus perut buncit hyera, setelah itu jihyun & yeonjun pergi ke sekolah diantar oleh supir khyuhyun.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih
setengah jam, mobil pun berhenti di depan
gerbang shinhwa high school.
"nuna sekolah dulu, kamu belajar yang rajin"
"ne nuna araseo"
Jihyun turun dari mobil, taknlama mobil pun
kembali melaju menonggalkan aera sekolah
jihyun menuju sekolah yeonjun. Jihyun berjalan menuju pintu gerbang, sesampai
disana jihyin berpapasan dengan lucas.
"good moorning jihyun"
"mau ke ke kelas ya, bareng yuk"
"ah ne kajja"
Jihyun berjalan lebih dulu, sementara lucas mengikuti dari belakang. sesampai di kelas
jihyun segera duduk, di tempat duduknya.
lucas menarik kursi, lalu duduk di samping
jihyun mengingat mereka teman sebangku.
"jihyun, kamu sudah mengerjakan pr
mtk?
"sudah, memangnya kenapa?
"ada yang tidak ku mengerti, maukah
kamu mengajariku?
"ah ne, tentu saja"
Lucas mengeluarkan buku dari dalam tas ransel nya, lucas memberi tahu jihyun soal
yang tidak dia pahami. dengan sabar, jihyun
mengajari lucas, untungnya lucas cepat
menyerap apa yang ia pelajari. tak lama bel
berbunyi menandakan jika pelajaran akan
segera di mulai.
"selamat pagi anak-anak"
"pagi ssem"
"ssem hampir lupa, cepat kumpulkan
pr kalian"
"ne ssem"
Jaehwan selalu ketua kelas mengambil buku-buku murid, mengumpulkannya di meja guru.
setelah selesai, guru lee pun mulai menjelaskan materi pelajaran.
pergantian pelajaran. pelajaran ke 2 yaitu
olahraga, siswa-siswi bergegas untuk betganti pakaian. selesai berganti pakaian,
mereka bergegas menuju lapangan.
"baiklah anak-anak, sebelum kita berolahraga
kita berdoa terlebih dahulu" ujar siwon ssem
"ne ssem"
Mereka berdoa menurut kepercayaan masing-
masing, selesai berdoa dilanjutkan dengan
pemanasan & bermain volly. tim yeoja dibagi
menjadi 2 kelompok, masing-masing memiliki
ketua kelompok, jihyun dipilh menjadi ketua
kelompok sehingga ia berada di barisan palung depan.
"pritttttttt"
Pertandingan volly putri pun dimulai, pertandingan berlangsung cukup sengit.
mengingat lawan jihyun, merupakan geng
yang tidak menyuakai anak-anak yang kurang
gaul seperti dirinya & teman kelompoknya.
tetapi walau pun begitu, kelompok joihyun
mampu mengimbangi lawan, meningat
mereka sangat kompak, sekor mereka pun
imbang.
Di putaran terakhir, ketua kelompok lawan
metencanakam stratrgi licik untuk memenangkan pertandingan, disaat jihyun
lengah mereka sengaja melempar bola ke
arah kepalan jihyun.
"jihyun awas"
Brukk bola volly mengenai kepala jihyun,
pandangan jihyun memburam, jihyun terjatuh
tak sadarkan diri.
"jihyun"
Orang-orang mengerubungi jihyun, dari kejauhan lucas melihat ada kerumunan,
lucas yang sedang bermain basket menghentikan kegiatannya lalu menghampiri
kerumunan. lucas terkejut saat melihat jihyun yang tak sadarkan diri, lucas yang panik langaung menggendong jihyun ala bridal
style.
"minggir kalian! teriak lucas marah
Mereka pun memberi jalan, lucas segera membawa jihyun menuju uks. sesampai
di sana, lucas membaringkan jihyun di atas
blankar, dokter pun segera memeriksa jihyun.
"bagimana uisanim?
"pacar kamu pingsan"
"apakah lukanya serius?
"memarnya akan hilang jika di kompres
dengan es batu"
"ah ne uisanim"
Dokter pun pergi, kini hanya ada lucas & jihyun di ruangan uks itu. lucas menarik
kursi, lalu duduk. ia memperhatikan jihyun
yang masih belum sadar, tak lama jihyun
pun sadar.
"euh dimana aku?
"kita di uks ji"
"auh kepalaku pening sekali"
"ini minum dulu"
Lucas mengambil botol air mineral dari atas nakas, memberikan air itu pada jihyun.
jihyun mengambil air itu, lalu meminumnya.
"sudah mendingan?
"lumayan, lucas kamu ke kelas saja sana"
"tidak ji, aku ingin menemanimu disini"
"aku sudah lebih baik, kamu ke kelas saja"
"baiklah, nanti saat pulang aku kesini lagi"
Lucas melenggang pergi meninggalkan uks,
jihyun kembali tidur mengingat kepala nya
masih terasa pusing. waktu berlalu begitu
cepat bel pulang sekolah berbunyi tepat
pada pukul 17.00, siswa-siswi berhamburan
meninggalkan kelas,lucas kembali ke uks
sambil membawa tas jihyun.
"ji ayo pulang"
"kamu duluan saja, aku menunggu
supir menjemput"
"aku akan mengantarmu, kajja"
Jihyun pun menurut, karena percuma saja
menolak, sekalipun menolak lucas akan
tetap memaksanya. saat ini jihyun & lucas
sudah berada di parkiran, lucas memasangkan helm pada jihyun.
"kajja kita naik"
"ah ne"
Mereka pun menaiki motor, jujur saja jihyun
agak takut, mengingat ini pengalaman
pertamanya menaiki sepeda motor.
"peganganlah pada pinggangku, aku akan
ngebut"
"ah ne"
Jihyun menuruti perkataam lucas, ia meletakan lenganya di pinggang lucas.
lucas tersenyum di balik helmnya, tak lama
motor pun melaju meninggalkan sekolah.
lucas menjalankan motor dengan kecepatan
tinggi, jihyun mengeratkan pelukannya karena
takut jatuh. setengah jam kemudian, motor
lucas pun berhenti di depan gerbang mansion
jihyun. kebetulan, khyuhyun baru saja keluar
dari manison. khyuhyun segera menghampiri
jihyun, saat ia melihat jihyun diantar pulang
oleh seorang namja jangkung.
"astaga jihyun, jidat kamu kenapa?
tanya khyuhyun heboh saat melihat jidat
jihyun yang membiru
"terkena bola volly appa"
"kamu ceroboh sekali"
"mian appa"
"sudah masuk sana, appa ingin
mengobrol dengan teman mu dulu"
"ah ne appa"
Jihyun pun berjalan memasuki gerbang,
meninggalkan lucas dengan khyuhyun.
khyuhyun mentap lucaz dengan tatapan
tajam & mwngintimidasi, lucas terdenyum kikuk, ia segera memperkenalkan diri pada khyuhyun.
"annyeonghaseo abonim, kenalkan aku lucas"
"apakah kamu teman jihyun?
"ah ne, saya teman sebangku jihyun"
"oh begitu, seperinya kamu menyukai
putriku?
"ah ne abonim, jika abonim mengizinkan
aku ingin berpacaran dengan jihyun"
"jika kau benar-benar menyukai puriku
jangan pernah menyakitinya"
"ah ne abonim, aku janji tidak akan menyakiti
jihyun"
"aku tidak butuh janji, karena seseorang
pernah tak menepati janjinya, jika kamu
sungguh-sungguh buktikanlah"
"ah ne abonim"
"sudah sore, pulanglah"
"ah ne abonim, saya pamit dulu"
Lucas kembali meniki motornya, motor pun
melaju meninggalkan mansion keluarga cho.
khyuhyun menatap kepergian lucas, mungkin
khyuhyun terkesan posessif, ia seperti itu
karena tak ingin jihyun kembali terluka.
To be continue............