You're My Destiny

You're My Destiny
Season 2 Move on



Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa


usia kehamilan hyera sudah memasuki


bulan ks 5. semenjak itu, hyera menjadi


semakin menempel pada khyuhyun.


hyera tak ingin di tinggal oleh khyuhyun


meskipun hanya untuk bekerja, sehingga


khyuhyun mengerjakan pekerjaannya


di rumah.


Saat ini khyuhyun membuat sarapan untuk


hyera dan anak-anaknya, mengingat hyera


mengidam ingin khyuhyun yang menyiapkan


sarapan, hyera tak mengizinkan ahjuma lee


membatu khyuhyun. untungnya khyuhyun


bisa memasak, sehingga ia tidak terlalu


kesulitan.


"oppa, apakah masih lama?


"sebentar lagi matang chagi"


"baiklah"


Khuuhyun mematikan kompor, ia menaruh nasigoreng kimchi kedalam beberapa piring


setelah otu menaruhnya di atas meja.


"chagi, tunggu sebentar ya, aku panggil


anak-anak dulu"


"ne oppa"


Khuuhyun melepas apron, lalu ia melenggang pergi meninggalakan dapur. khyuhyun menaiki anak tangga menuju kamar anak-anak yang berada di lantai 2. khyuhyun mendatangi kamar yeonjun, mengingat


anak bungsunya suka bangun telat.


"tok tok tok, yeonjun ah sarapan sudah siap"


"tunggu sebentar appa, aku sedang ganti


pakain"


"baiklah, appa tunggu di meja makan"


"ne appa"


Khyuhyun pun berjalan menuju kamar minhyun, khyuhyun baru saja akan mengetuk


pintu, tetapi minhyun sudah keluar lebih dulu.


minhyun sudah rapih mengenakan seragam


sekolah.



"ada apa appa?


"sarapan sudah siap nak"


"ne appa, aku ke bawah dulu"


Minhyun pun menuruni anak tangga menuju


dapur, ya seperti itulah sifat putra pertamanya


sifat minhyun menurun dari khyuhyun, minhyun tipikal orang yang irit bicara & terkesan dingin, ia akan bersikap hangat


hanya pada orang terdekatnya.


Khyuhyun berjalan menuju pintu kamar jihyun, khyuhyun mengetuk pintu terlebih


dahulu.


"tok tok tok jihyun ah"


"ne appa, chakaman"


Tak lama, jihyun keluar dari kamarnya jihyun


sudah rapih mengenakan seragam sekolah nya.



Jihyun mewarisi kecantikan hyera, diantara


ke 3 anak-anaknya jihyun lah yang sangat


mirip dengan hyera, orang-orang mengira


jika jihyun & hyera adik kakak, maklum saja


hyera usianya tak jauh dari jihyun mengingat


hyera menikah di usia yang terbilang muda.


"wah putri appa cantik sekali, seperinya


ada yang sudah move on"


"tentu saja appa, aku sudah move on


lagi pula untuk apa bersedih karena namja itu"


"good giril, putri appa ternyata sudah besar"


Kata khyuhyun sambil mengacak surai kecoklatan jihyun, jihyun memasang wajah


cemberut, karena khyuhyun mengacak


tatanan rambutnya.


"geumanhae appa, rambutku jadi berandakan"


"mian sweet heart, kajja kita sarapan"


"ne appa kajja"


Khyuhyun & jihyun menuruni anak tangga menuju dapur, sesampai disana mereka


menarik kursi lalu duduk.


"anak anak berdoa dulu"


"ne appa"


Mereka berdoa dengan khidmat, setelah berdoa, mereka menikmati sarapan dengan


tenang. selesai sarapan, anak-anak pamit.


"appa,eomma, aku aekolah dulu" minhyun


"ia sayang, belajar yang rajin"hyera


Minhyun meninggalkan dapur terlebih dahulu,


sementara jihyun & yeonjun masih berada


di dapur. seperti biasa, sebelum pergi mereka


akan menyapa baby cho terlebih dahulu.


"baby, nuna sekolah dulu ya"


kata jihyun sambil mengelus perut buncit hyera


"nuna cepat, aku juga ingin menyapa baby cho"


"ia sebentar"


Jihyun pun berhenti menglus perut hyera,


yeonjun langaung menyapa baby cho sambil


mengelus perut buncit hyera.


"good mooring baby cho, ini yeonjun


oppa mu, cepat lahir ia nanti oppa


membelikanmu boneka"


Kata yeonjun sambil mengelus perut buncit


hyera, tiba-tiba baby cho menendang, seketika yeonjun pun heboh.


"appa, eomm, baby cho menendang"


"dia menyapamu prince"


"baby cho, jangan nakal kasian eomma


oppa sekolah dulu ya"


Kata yeonjun sambil kembali mengelus perut buncit hyera, setelah itu jihyun & yeonjun pergi ke sekolah diantar oleh supir khyuhyun.


setelah menempuh perjalanan kurang lebih


setengah jam, mobil pun berhenti di depan


gerbang shinhwa high school.


"nuna sekolah dulu, kamu belajar yang rajin"


"ne nuna araseo"


Jihyun turun dari mobil, taknlama mobil pun


kembali melaju menonggalkan aera sekolah


jihyun menuju sekolah yeonjun. Jihyun berjalan menuju pintu gerbang, sesampai


disana jihyin berpapasan dengan lucas.


"good moorning jihyun"


"mau ke ke kelas ya, bareng yuk"


"ah ne kajja"


Jihyun berjalan lebih dulu, sementara lucas mengikuti dari belakang. sesampai di kelas


jihyun segera duduk, di tempat duduknya.


lucas menarik kursi, lalu duduk di samping


jihyun mengingat mereka teman sebangku.


"jihyun, kamu sudah mengerjakan pr


mtk?


"sudah, memangnya kenapa?


"ada yang tidak ku mengerti, maukah


kamu mengajariku?


"ah ne, tentu saja"


Lucas mengeluarkan buku dari dalam tas ransel nya, lucas memberi tahu jihyun soal


yang tidak dia pahami. dengan sabar, jihyun


mengajari lucas, untungnya lucas cepat


menyerap apa yang ia pelajari. tak lama bel


berbunyi menandakan jika pelajaran akan


segera di mulai.


"selamat pagi anak-anak"


"pagi ssem"


"ssem hampir lupa, cepat kumpulkan


pr kalian"


"ne ssem"


Jaehwan selalu ketua kelas mengambil buku-buku murid, mengumpulkannya di meja guru.


setelah selesai, guru lee pun mulai menjelaskan materi pelajaran.


pergantian pelajaran. pelajaran ke 2 yaitu


olahraga, siswa-siswi bergegas untuk betganti pakaian. selesai berganti pakaian,


mereka bergegas menuju lapangan.


"baiklah anak-anak, sebelum kita berolahraga


kita berdoa terlebih dahulu" ujar siwon ssem


"ne ssem"


Mereka berdoa menurut kepercayaan masing-


masing, selesai berdoa dilanjutkan dengan


pemanasan & bermain volly. tim yeoja dibagi


menjadi 2 kelompok, masing-masing memiliki


ketua kelompok, jihyun dipilh menjadi ketua


kelompok sehingga ia berada di barisan palung depan.


"pritttttttt"


Pertandingan volly putri pun dimulai, pertandingan berlangsung cukup sengit.


mengingat lawan jihyun, merupakan geng


yang tidak menyuakai anak-anak yang kurang


gaul seperti dirinya & teman kelompoknya.


tetapi walau pun begitu, kelompok joihyun


mampu mengimbangi lawan, meningat


mereka sangat kompak, sekor mereka pun


imbang.


Di putaran terakhir, ketua kelompok lawan


metencanakam stratrgi licik untuk memenangkan pertandingan, disaat jihyun


lengah mereka sengaja melempar bola ke


arah kepalan jihyun.


"jihyun awas"


Brukk bola volly mengenai kepala jihyun,


pandangan jihyun memburam, jihyun terjatuh


tak sadarkan diri.


"jihyun"


Orang-orang mengerubungi jihyun, dari kejauhan lucas melihat ada kerumunan,


lucas yang sedang bermain basket menghentikan kegiatannya lalu menghampiri


kerumunan. lucas terkejut saat melihat jihyun yang tak sadarkan diri, lucas yang panik langaung menggendong jihyun ala bridal


style.


"minggir kalian! teriak lucas marah


Mereka pun memberi jalan, lucas segera membawa jihyun menuju uks. sesampai


di sana, lucas membaringkan jihyun di atas


blankar, dokter pun segera memeriksa jihyun.


"bagimana uisanim?


"pacar kamu pingsan"


"apakah lukanya serius?


"memarnya akan hilang jika di kompres


dengan es batu"


"ah ne uisanim"


Dokter pun pergi, kini hanya ada lucas & jihyun di ruangan uks itu. lucas menarik


kursi, lalu duduk. ia memperhatikan jihyun


yang masih belum sadar, tak lama jihyun


pun sadar.


"euh dimana aku?


"kita di uks ji"


"auh kepalaku pening sekali"


"ini minum dulu"


Lucas mengambil botol air mineral dari atas nakas, memberikan air itu pada jihyun.


jihyun mengambil air itu, lalu meminumnya.


"sudah mendingan?


"lumayan, lucas kamu ke kelas saja sana"


"tidak ji, aku ingin menemanimu disini"


"aku sudah lebih baik, kamu ke kelas saja"


"baiklah, nanti saat pulang aku kesini lagi"


Lucas melenggang pergi meninggalkan uks,


jihyun kembali tidur mengingat kepala nya


masih terasa pusing. waktu berlalu begitu


cepat bel pulang sekolah berbunyi tepat


pada pukul 17.00, siswa-siswi berhamburan


meninggalkan kelas,lucas kembali ke uks


sambil membawa tas jihyun.


"ji ayo pulang"


"kamu duluan saja, aku menunggu


supir menjemput"


"aku akan mengantarmu, kajja"


Jihyun pun menurut, karena percuma saja


menolak, sekalipun menolak lucas akan


tetap memaksanya. saat ini jihyun & lucas


sudah berada di parkiran, lucas memasangkan helm pada jihyun.


"kajja kita naik"


"ah ne"


Mereka pun menaiki motor, jujur saja jihyun


agak takut, mengingat ini pengalaman


pertamanya menaiki sepeda motor.


"peganganlah pada pinggangku, aku akan


ngebut"


"ah ne"


Jihyun menuruti perkataam lucas, ia meletakan lenganya di pinggang lucas.


lucas tersenyum di balik helmnya, tak lama


motor pun melaju meninggalkan sekolah.


lucas menjalankan motor dengan kecepatan


tinggi, jihyun mengeratkan pelukannya karena


takut jatuh. setengah jam kemudian, motor


lucas pun berhenti di depan gerbang mansion


jihyun. kebetulan, khyuhyun baru saja keluar


dari manison. khyuhyun segera menghampiri


jihyun, saat ia melihat jihyun diantar pulang


oleh seorang namja jangkung.


"astaga jihyun, jidat kamu kenapa?


tanya khyuhyun heboh saat melihat jidat


jihyun yang membiru


"terkena bola volly appa"


"kamu ceroboh sekali"


"mian appa"


"sudah masuk sana, appa ingin


mengobrol dengan teman mu dulu"


"ah ne appa"


Jihyun pun berjalan memasuki gerbang,


meninggalkan lucas dengan khyuhyun.


khyuhyun mentap lucaz dengan tatapan


tajam & mwngintimidasi, lucas terdenyum kikuk, ia segera memperkenalkan diri pada khyuhyun.


"annyeonghaseo abonim, kenalkan aku lucas"


"apakah kamu teman jihyun?


"ah ne, saya teman sebangku jihyun"


"oh begitu, seperinya kamu menyukai


putriku?


"ah ne abonim, jika abonim mengizinkan


aku ingin berpacaran dengan jihyun"


"jika kau benar-benar menyukai puriku


jangan pernah menyakitinya"


"ah ne abonim, aku janji tidak akan menyakiti


jihyun"


"aku tidak butuh janji, karena seseorang


pernah tak menepati janjinya, jika kamu


sungguh-sungguh buktikanlah"


"ah ne abonim"


"sudah sore, pulanglah"


"ah ne abonim, saya pamit dulu"


Lucas kembali meniki motornya, motor pun


melaju meninggalkan mansion keluarga cho.


khyuhyun menatap kepergian lucas, mungkin


khyuhyun terkesan posessif, ia seperti itu


karena tak ingin jihyun kembali terluka.


To be continue............


Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa


usia kehamilan hyera sudah memasuki


bulan ks 5. semenjak itu, hyera menjadi


semakin menempel pada khyuhyun.


hyera tak ingin di tinggal oleh khyuhyun


meskipun hanya untuk bekerja, sehingga


khyuhyun mengerjakan pekerjaannya


di rumah.


Saat ini khyuhyun membuat sarapan untuk


hyera dan anak-anaknya, mengingat hyera


mengidam ingin khyuhyun yang menyiapkan


sarapan, hyera tak mengizinkan ahjuma lee


membatu khyuhyun. untungnya khyuhyun


bisa memasak, sehingga ia tidak terlalu


kesulitan.


"oppa, apakah masih lama?


"sebentar lagi matang chagi"


"baiklah"


Khuuhyun mematikan kompor, ia menaruh nasigoreng kimchi kedalam beberapa piring


setelah otu menaruhnya di atas meja.


"chagi, tunggu sebentar ya, aku panggil


anak-anak dulu"


"ne oppa"


Khuuhyun melepas apron, lalu ia melenggang pergi meninggalakan dapur. khyuhyun menaiki anak tangga menuju kamar anak-anak yang berada di lantai 2. khyuhyun mendatangi kamar yeonjun, mengingat


anak bungsunya suka bangun telat.


"tok tok tok, yeonjun ah sarapan sudah siap"


"tunggu sebentar appa, aku sedang ganti


pakain"


"baiklah, appa tunggu di meja makan"


"ne appa"


Khyuhyun pun berjalan menuju kamar minhyun, khyuhyun baru saja akan mengetuk


pintu, tetapi minhyun sudah keluar lebih dulu.


minhyun sudah rapih mengenakan seragam


sekolah.



"ada apa appa?


"sarapan sudah siap nak"


"ne appa, aku ke bawah dulu"


Minhyun pun menuruni anak tangga menuju


dapur, ya seperti itulah sifat putra pertamanya


sifat minhyun menurun dari khyuhyun, minhyun tipikal orang yang irit bicara & terkesan dingin, ia akan bersikap hangat


hanya pada orang terdekatnya.


Khyuhyun berjalan menuju pintu kamar jihyun, khyuhyun mengetuk pintu terlebih


dahulu.


"tok tok tok jihyun ah"


"ne appa, chakaman"


Tak lama, jihyun keluar dari kamarnya jihyun


sudah rapih mengenakan seragam sekolah nya.



Jihyun mewarisi kecantikan hyera, diantara


ke 3 anak-anaknya jihyun lah yang sangat


mirip dengan hyera, orang-orang mengira


jika jihyun & hyera adik kakak, maklum saja


hyera usianya tak jauh dari jihyun mengingat


hyera menikah di usia yang terbilang muda.


"wah putri appa cantik sekali, seperinya


ada yang sudah move on"


"tentu saja appa, aku sudah move on


lagi pula untuk apa bersedih karena namja itu"


"good giril, putri appa ternyata sudah besar"


Kata khyuhyun sambil mengacak surai kecoklatan jihyun, jihyun memasang wajah


cemberut, karena khyuhyun mengacak


tatanan rambutnya.


"geumanhae appa, rambutku jadi berandakan"


"mian sweet heart, kajja kita sarapan"


"ne appa kajja"


Khyuhyun & jihyun menuruni anak tangga menuju dapur, sesampai disana mereka


menarik kursi lalu duduk.


"anak anak berdoa dulu"


"ne appa"


Mereka berdoa dengan khidmat, setelah berdoa, mereka menikmati sarapan dengan


tenang. selesai sarapan, anak-anak pamit.


"appa,eomma, aku aekolah dulu" minhyun


"ia sayang, belajar yang rajin"hyera


Minhyun meninggalkan dapur terlebih dahulu,


sementara jihyun & yeonjun masih berada


di dapur. seperti biasa, sebelum pergi mereka


akan menyapa baby cho terlebih dahulu.


"baby, nuna sekolah dulu ya"


kata jihyun sambil mengelus perut buncit hyera


"nuna cepat, aku juga ingin menyapa baby cho"


"ia sebentar"


Jihyun pun berhenti menglus perut hyera,


yeonjun langaung menyapa baby cho sambil


mengelus perut buncit hyera.


"good mooring baby cho, ini yeonjun


oppa mu, cepat lahir ia nanti oppa


membelikanmu boneka"


Kata yeonjun sambil mengelus perut buncit


hyera, tiba-tiba baby cho menendang, seketika yeonjun pun heboh.


"appa, eomm, baby cho menendang"


"dia menyapamu prince"


"baby cho, jangan nakal kasian eomma


oppa sekolah dulu ya"


Kata yeonjun sambil kembali mengelus perut buncit hyera, setelah itu jihyun & yeonjun pergi ke sekolah diantar oleh supir khyuhyun.


setelah menempuh perjalanan kurang lebih


setengah jam, mobil pun berhenti di depan


gerbang shinhwa high school.


"nuna sekolah dulu, kamu belajar yang rajin"


"ne nuna araseo"


Jihyun turun dari mobil, taknlama mobil pun


kembali melaju menonggalkan aera sekolah


jihyun menuju sekolah yeonjun. Jihyun berjalan menuju pintu gerbang, sesampai


disana jihyin berpapasan dengan lucas.


"good moorning jihyun"


"mau ke ke kelas ya, bareng yuk"


"ah ne kajja"


Jihyun berjalan lebih dulu, sementara lucas mengikuti dari belakang. sesampai di kelas


jihyun segera duduk, di tempat duduknya.


lucas menarik kursi, lalu duduk di samping


jihyun mengingat mereka teman sebangku.


"jihyun, kamu sudah mengerjakan pr


mtk?


"sudah, memangnya kenapa?


"ada yang tidak ku mengerti, maukah


kamu mengajariku?


"ah ne, tentu saja"


Lucas mengeluarkan buku dari dalam tas ransel nya, lucas memberi tahu jihyun soal


yang tidak dia pahami. dengan sabar, jihyun


mengajari lucas, untungnya lucas cepat


menyerap apa yang ia pelajari. tak lama bel


berbunyi menandakan jika pelajaran akan


segera di mulai.


"selamat pagi anak-anak"


"pagi ssem"


"ssem hampir lupa, cepat kumpulkan


pr kalian"


"ne ssem"


Jaehwan selalu ketua kelas mengambil buku-buku murid, mengumpulkannya di meja guru.


setelah selesai, guru lee pun mulai menjelaskan materi pelajaran.


pergantian pelajaran. pelajaran ke 2 yaitu


olahraga, siswa-siswi bergegas untuk betganti pakaian. selesai berganti pakaian,


mereka bergegas menuju lapangan.


"baiklah anak-anak, sebelum kita berolahraga


kita berdoa terlebih dahulu" ujar siwon ssem


"ne ssem"


Mereka berdoa menurut kepercayaan masing-


masing, selesai berdoa dilanjutkan dengan


pemanasan & bermain volly. tim yeoja dibagi


menjadi 2 kelompok, masing-masing memiliki


ketua kelompok, jihyun dipilh menjadi ketua


kelompok sehingga ia berada di barisan palung depan.


"pritttttttt"


Pertandingan volly putri pun dimulai, pertandingan berlangsung cukup sengit.


mengingat lawan jihyun, merupakan geng


yang tidak menyuakai anak-anak yang kurang


gaul seperti dirinya & teman kelompoknya.


tetapi walau pun begitu, kelompok joihyun


mampu mengimbangi lawan, meningat


mereka sangat kompak, sekor mereka pun


imbang.


Di putaran terakhir, ketua kelompok lawan


metencanakam stratrgi licik untuk memenangkan pertandingan, disaat jihyun


lengah mereka sengaja melempar bola ke


arah kepalan jihyun.


"jihyun awas"


Brukk bola volly mengenai kepala jihyun,


pandangan jihyun memburam, jihyun terjatuh


tak sadarkan diri.


"jihyun"


Orang-orang mengerubungi jihyun, dari kejauhan lucas melihat ada kerumunan,


lucas yang sedang bermain basket menghentikan kegiatannya lalu menghampiri


kerumunan. lucas terkejut saat melihat jihyun yang tak sadarkan diri, lucas yang panik langaung menggendong jihyun ala bridal


style.


"minggir kalian! teriak lucas marah


Mereka pun memberi jalan, lucas segera membawa jihyun menuju uks. sesampai


di sana, lucas membaringkan jihyun di atas


blankar, dokter pun segera memeriksa jihyun.


"bagimana uisanim?


"pacar kamu pingsan"


"apakah lukanya serius?


"memarnya akan hilang jika di kompres


dengan es batu"


"ah ne uisanim"


Dokter pun pergi, kini hanya ada lucas & jihyun di ruangan uks itu. lucas menarik


kursi, lalu duduk. ia memperhatikan jihyun


yang masih belum sadar, tak lama jihyun


pun sadar.


"euh dimana aku?


"kita di uks ji"


"auh kepalaku pening sekali"


"ini minum dulu"


Lucas mengambil botol air mineral dari atas nakas, memberikan air itu pada jihyun.


jihyun mengambil air itu, lalu meminumnya.


"sudah mendingan?


"lumayan, lucas kamu ke kelas saja sana"


"tidak ji, aku ingin menemanimu disini"


"aku sudah lebih baik, kamu ke kelas saja"


"baiklah, nanti saat pulang aku kesini lagi"


Lucas melenggang pergi meninggalkan uks,


jihyun kembali tidur mengingat kepala nya


masih terasa pusing. waktu berlalu begitu


cepat bel pulang sekolah berbunyi tepat


pada pukul 17.00, siswa-siswi berhamburan


meninggalkan kelas,lucas kembali ke uks


sambil membawa tas jihyun.


"ji ayo pulang"


"kamu duluan saja, aku menunggu


supir menjemput"


"aku akan mengantarmu, kajja"


Jihyun pun menurut, karena percuma saja


menolak, sekalipun menolak lucas akan


tetap memaksanya. saat ini jihyun & lucas


sudah berada di parkiran, lucas memasangkan helm pada jihyun.


"kajja kita naik"


"ah ne"


Mereka pun menaiki motor, jujur saja jihyun


agak takut, mengingat ini pengalaman


pertamanya menaiki sepeda motor.


"peganganlah pada pinggangku, aku akan


ngebut"


"ah ne"


Jihyun menuruti perkataam lucas, ia meletakan lenganya di pinggang lucas.


lucas tersenyum di balik helmnya, tak lama


motor pun melaju meninggalkan sekolah.


lucas menjalankan motor dengan kecepatan


tinggi, jihyun mengeratkan pelukannya karena


takut jatuh. setengah jam kemudian, motor


lucas pun berhenti di depan gerbang mansion


jihyun. kebetulan, khyuhyun baru saja keluar


dari manison. khyuhyun segera menghampiri


jihyun, saat ia melihat jihyun diantar pulang


oleh seorang namja jangkung.


"astaga jihyun, jidat kamu kenapa?


tanya khyuhyun heboh saat melihat jidat


jihyun yang membiru


"terkena bola volly appa"


"kamu ceroboh sekali"


"mian appa"


"sudah masuk sana, appa ingin


mengobrol dengan teman mu dulu"


"ah ne appa"


Jihyun pun berjalan memasuki gerbang,


meninggalkan lucas dengan khyuhyun.


khyuhyun mentap lucaz dengan tatapan


tajam & mwngintimidasi, lucas terdenyum kikuk, ia segera memperkenalkan diri pada khyuhyun.


"annyeonghaseo abonim, kenalkan aku lucas"


"apakah kamu teman jihyun?


"ah ne, saya teman sebangku jihyun"


"oh begitu, seperinya kamu menyukai


putriku?


"ah ne abonim, jika abonim mengizinkan


aku ingin berpacaran dengan jihyun"


"jika kau benar-benar menyukai puriku


jangan pernah menyakitinya"


"ah ne abonim, aku janji tidak akan menyakiti


jihyun"


"aku tidak butuh janji, karena seseorang


pernah tak menepati janjinya, jika kamu


sungguh-sungguh buktikanlah"


"ah ne abonim"


"sudah sore, pulanglah"


"ah ne abonim, saya pamit dulu"


Lucas kembali meniki motornya, motor pun


melaju meninggalkan mansion keluarga cho.


khyuhyun menatap kepergian lucas, mungkin


khyuhyun terkesan posessif, ia seperti itu


karena tak ingin jihyun kembali terluka.


To be continue............