
Tepat satu Minggu setelah Lea pulang ke Indonesia dan satu Minggu ini Leon tidak pernah pulang lagi setelah perdebatan mereka hari itu.
Lea cukup malu untuk meminta maaf apalagi Lea mengingat perlakuan Leon selama ini padanya, siapa yang tidak dendam jika di perlakukan sedemikian rupa.
Tetapi hari ini Leon pulang dengan wajah kusutnya membuat Lea bertanya-tanya melihat penampilan Leon yang berantakan.
'Apa dia tidak mandi seminggu ini?" guman Lea melihat Leon yang tidur di sofa kamarnya
'Lebih baik aku keluar saja" putus Lea
Baru juga akan keluar tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada yang memanggil, senyum Lea terbit melihat penelepon via video call.
Tanpa buang waktu Lea langsung menekan tombol hijau dan terlihat jelas wajah anak kecil berusia 5 tahun yang tidak lain adalah Michael putra dari Rauff dan Nada.
'Halo sayang, apa kabar?" tanya Lea begitu girang
Leon yang tadinya menutup mata langsung membuka matanya melihat Lea yang tersenyum manis pada ponselnya.
Hatinya sakit mendengar kata yang keluar dari mulut Lea, pikirannya langsung buntu dan berpikir jika Lea memang memiliki seorang kekasih.
Leon tidak mau melihat Lea yang bermesraan langsung keluar, Lea memang bersikap biasa saja tetapi dirinya terbakar api cemburu.
Sedangkan Lea masa bodo dengan kepergian Leon, fokusnya kini pada Michael yang begitu imut, Lea merindukan anak tampan itu.
'Aunty, kapan pulangnya?" tanya Michael di seberang sana
'Sepertinya Aunty tidak pulang lagi deh" balas Lea seraya menggoda Michael
'Yaaaahhhh... Aunty jahat, padahal Ael kangen sama Aunty" Michael menampilkan wajah sedihnya membuat Lea gemas
'Aunty cuma bercanda kok, tunggu saja Aunty balik, nanti kita ke zoo lihat zebra" Lea juga merindukan Michael yang sudah dia anggap sebagai keponakannya
'Beneran Aunty, Horeeee... cepat pulang yaaa, Daddy jahat selalu marahin Ael, katanya Ael nakal" adu Michael mendapatkan deheman dari Rauff yang berada di sampingnya
'Nanti kita marahin Daddy yaa, sekarang kan sudah malam di sana, kenapa belum tidur kesayangannya Aunty?" tanya Lea menampilkan wajah garangnya
Tetapi jujur saja bukannya terlihat menyeramkan tetapi malah terlihat menggemaskan, tetapi karena Michael adalah tipe anak yang penurut langsung mematikan panggilannya untuk tidur setelah berpamitan pada Lea.
Lea merasa bahagia kenal dengan Rauff dan Nada, keduanya begitu baik padanya, jujur saja Lea belum pernah merasakan yang namanya persaudaraan karena dia adalah anak tunggal.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam tetapi Lea masih belum mengantuk, pikirkan Lea bercabang tetapi semuanya tertuju pada satu orang yaitu Leon.
'Sepertinya otakku butuh di cuci, masa hanya Leon saja isinya" keluh Lea sambil menggelengkan kepala
Sedangkan di tempat lain terlihat Leon yang tengah minum minuman beralkohol.
Leon terlihat kacau setelah mendengar Lea bertelepon tadi, hatinya sakit padahal dia sudah berencana akan berubah tetapi ternyata Lea sudah melupakannya.
'Hentikan Leon, kamu sudah minum banyak malam ini!" Tio merebut botol minuman dari tangan Leon
'Kembalikan sia*lan! aku masih ingin minum!" amuk Leon mencoba merebut minumannya tetapi Tio menahannya
Tio yang tadinya sibuk dengan berkas kantor mendadak menghentikan pekerjaannya saat Leon meneleponnya untuk datang ke sebuah bar dimana dirinya berada.
Sudah berjam-jam mereka berada di bar tetapi Leon bukannya berhenti malah semakin bringas saja saat minum padahal ginjal Leon butuh perlindungan ekstra setelah dirinya operasi dulu.
'Mengapa dia tidak mencintai ku lagi, padahal aku sudah mau berubah!" Leon berbicara sendiri dan Tio hanya mendengarkan karena dia paham maksud Leon
'Aku mencintainya hiks... bahkan aku tidak pernah sedikitpun ingin menduakan nya" Leon kembali meneguk minuman kerasnya setelah merebut dari tangan Tio
'Aku tau aku salah tetapi aku tidak bisa mengungkapkan perasaan secara langsung padanya!" marah Leon
'Siapa suruh egois, sekarang nyesel kan?" ejek Tio
'Aku mencintai nya Tio, katakan padanya hiks... mengapa begitu sakit" isak Leon menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak
'Apa aku mati saja" ucapnya asal mendapat pukulan dari Tio
'Mulutnya!" Tio menepuk bibir Leon
'Jika kamu memang cinta padanya yaa buktikan dong, kamu lupa berapa tahun istri mu itu menunggumu, coba tanya padanya bagaimana selama ini pengorbanannya, ku rasa usahamu hanya sebutir pasir saja" Tio sangat tau bagaimana kehidupan Leon sejak dulu
'Aku mencintai nya" Leon merasa ucapan Tio ada benarnya
'Makanya pulang sana dan minta maaf, aku sarankan minta maaf yang tulus, istrimu itu sudah terlanjur sakit hati jadi baik-baik untuk membujuknya" Tio membantu Leon berdiri
Akhirnya setelah membujuk Leon dengan susah payah mereka berdua pun pulang, Tio tidak mau mengantar Leon pulang ke mansion Lea karena dia tau jika Lea kini pastinya sudah tertidur.
'Aku mau bertemu istriku sia*lan!" maki Leon memberontak
'Kamu mau istrimu melihat wajah mengerikan ini?" tanya Tio sabar menghadapi Leon yang terlihat kacau
'Tapi aku rindu padanya" balas Leon manja
'Jika kamu rindu pasti kamu tidak akan minum, sekarang tidur saja di kamar hotel" Tio membaringkan tubuh Leon di atas ranjang
'Lepaskan aku sia*kan! aku ingin bertemu istriku, apa kamu tuli!" teriak Leon kuat
'Sudah baik aku membantu mu sia*lan! makanya jadi cowok egonya jangan tinggi, lama-lama gue rebut juga bini lo!" ancam Tio
BUGH
'BRE*NGSEK!" maki Leon memberikan Bogeman pada Tio
'Lio hanyalah milikku, jangan coba-coba untuk merebutnya, aku akan membunuhmu jika kamu beran...
BRUK
Leon jatuh ke lantai setelah Tio memukulnya untuk membuat Leon pingsan, padahal Tio hanya bercanda, mana mungkin dia merebut istri dari sahabatnya.
'Akhirnya tidur juga, bacot sih kan gue kesel" Tio mengangkat Leon dan membaringkannya ke atas ranjang
'Aku tau kamu pasti nyesel tapi mau gimana ini bro, ini resiko dari perbuatan mu" Tio kasihan pada Leon
'Ku harap kamu dan istrimu segera berbaikan" dia Tio
Tio yang sedari dulu bersama Leon saat di negara P, mereka adalah sahabat layaknya seorang saudara, keduanya saling melengkapi satu sama lain.
'Aku berjanji akan membantumu bro, semoga kamu bisa bersama istrimu" ucapnya kembali
Tio juga membaringkan tubuhnya di atas kasur karena dia begitu lelah setelah bekerja seharian di perusahaan karena Leon fokus untuk mendapatkan maaf dari Lio jadinya Tio yang harus mengurus semua kegiatan perusahaan.
🌸🌸🌸
Tio tipe sahabat idaman, author jadi pengen punya sahabat, ada yang mau tidak jadi sahabat author, jika mau yukk kita buat grup di wa, jika mau silahkan ketik aja no wa nya nanti author masukin deh ke grup wa, nanti kita bisa kontek-kontekan di grup wa, kalian bisa tau kehidupan sehari-hari author.
Nah kalian juga boleh request author buat novel dengan tema yang begitu menarik, semoga kalian suka yaa.
riri-can