You're My Destiny

You're My Destiny
Terbawa Suasana



Beberapa hari kemudian...


Lea tengah membantu nyonya Erika merapikan beberapa cemilan karena sebentar lagi Lio dan suaminya akan segera datang.


'Apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Leysa menatap jengah sang mama dan adik iparnya


Sejak pagi tadi semuanya sibuk mempersiapkan kedatangan Lio yang akan datang dari negara Paris, Leysa bukannya cemburu hanya saja dirinya kesal karena harus ikut menyiapkan beberapa mainan untuk kedua keponakannya itu, padahal ada begitu banyak pelayan tetapi nyonya Erika malah memarahinya.


'Diam saja Leysa, sejak tadi kamu mengeluh terus. Mama bosan mendengarnya, lihat nih menantu cantik Mama biasa saja, mengapa kamu begitu cerewet!" kesal nyonya Erika pada putri sulungnya itu


Leysa mencebikkan bibirnya, sejak tadi malam dirinya belum istirahat setelah di gempur habis-habisan oleh Kellan dan paginya harus menyusui Mayra sang putri, terus mempersiapkan kebutuhan kedua putranya untuk sekolah, dan sekarang dirinya harus membantu mempersiapkan kebutuhan Lio dan keluarganya yang akan datang dari Paris, tidak bisakah dirinya istirahat sebentar saja?.


'Ayolah Ma, aku ingin istirahat sebentar saja, badanku rasanya mau ringsek begini, tidak kasihankah padaku?" tanya Leysa dengan wajah lelahnya


Nyonya Erika menatap putri sulungnya itu, nampak kantong mata yang lumayan besar dengan lingkaran hitam yang menghiasinya membuatnya tersenyum kecil, Leysa dan Lio sudah berbaikan sejak Leysa tengah hamil Mayra dan keduanya kini sudah dekat layakkah seorang kakak dan adik meski sering rebutan kasih sayangnya dan tuan Alfa.


'Aku belum tidur sejak dari semalam" keluh Leysa memeluk sang mama


'Kenapa kakak tidak tidur?" tanya Lea penasaran


'Aku di babat habis oleh Kellan, badanku remuk semua" ucap Leysa tanpa di filter tanpa tau jika adik iparnya itu lumayan polos dan belum mengerti apapun soal urusan suami istri dimalam hari


'Tapi Lea lihat kakak baik-baik saja, tidak ada luka sedikit pun" ucap Lea polos membuat Leysa sedikit jenggel


'Diamlah, anak kecil tidak perlu tau" ejek Leysa saat mengetahui jika adik iparnya itu belum di sentuh Leon secara menyeluruh


'Lea kan cuma bertanya" ucap Lea cemberut


'Sudahhhh.... Kalian ini, pergilah istirahat nanti kalau Mayra bangun biar Mama yang urus, pergilah sayang" ucap nyonya Erika pengertian pada putrinya itu


Biar bagaimanapun dirinya pernah merasakan posisi Leysa saat dirinya masih muda dan harus tetap melayani tuan Alfa saat dirinya kelelahan.


'Apa kamu juga tidak lelah sayang?" tanya nyonya Erika pada Lea yang begitu semangat


'Tidak Ma, Lea sangat senang kalau kak Lio pulang" ucap Lea begitu antusias


'Sebaiknya kita bersih-bersih dulu, mungkin sebentar lagi mereka akan tiba di bandara dan di jemput oleh pengawal" ucap nyonya Erika saat melihat keringat di pelipis menantunya itu


'Baiklah Ma, kalau ada apa-apa lagi bilang saja sama Lea, Lea ke atas dulu ya Ma" pamit Lea pada ibu mertuanya


Nyonya Erika menatap kepergian Lea dengan senyuman manis, sepertinya pernikahan anak bungsunya itu akan baik-baik saja untuk kedepannya dan seterusnya.


Di dalam kamar Lea tengah memilih pakaian yang cocok untuk dirinya pakai dalam menyambut kedatangan kakak iparnya, yaitu Lio. Tanpa tau jika sedari tadi ada yang menatapnya dengan tatapan lapar sejak dirinya keluar dari dalam kamar mandi.


'AAAAA....!" teriak Lea heboh saat seseorang memeluknya dari belakang


'Diamlah sayang" ucap Leon dengan suara seraknya


DEG


Jantung Lea rasanya mau copot, kenapa dirinya tidak tau jika Leon sudah pulang, dirinya hanya memakai handuk saja sebagai penutup tubuhnya itupun handuknya tidaklah panjang. Lea tidak pernah seperti ini di depan Leon.


'Kakak" cicit Lea takut


'Hmmm" balas Leon mencium wangi tubuh Lea yang begitu memabukkan


'Lepas dulu, Lea mau pakai baju" ucap Lea pelan


'Nanti saja sayang, aku sangat suka jika kamu seperti ini" bisik Leon dengan suara beratnya membuat tubuh Lea bergetar


'AAAA!" teriak Lea kaget saat Leon mengangkat tubuhnya dan menggendongnya bagaikan bayi koala


'Kak, turunkan Lea" ucap Lea panik


'Diamlah sayang, aku tidak akan menjatuhkan mu" balas Leon menenangkan sang istri


Leon membawa tubuh ringkih Lea keluar dari ruang ganti menuju meja rias sang istri yang dia siapkan beberapa hari yang lewat.


Leon mendudukkan tubuh Lea di atas meja dan mengurung tubuh sang istri dengan menatap wajah Lea dengan tatapan sendu.


CUP


Leon mengecup bibir Lea, karena merasa tidak ada penolakan dari Lea membuatnya semakin berani untuk lebih dalam mencium bibir merah merona itu.


Lea merasa pasokan oksigennya mulai habis karena Leon mencumbunya begitu menggebu-gebu, tidak membiarkan dirinya untuk mengambil nafas sejenak.


Leon menatap wajah cantik alami Lea, hatinya deg-degan melihat wajah yang dulu dirinya selalu hina, dan selalu dia ejek.


'Kamu sangat cantik sayang" bisik Leon sensual membuat Lea merinding


CUP


Leon mulai mencium Lea kembali dan kali ini ciumannya lebih menuntut dari ciuman sebelumnya bahkan tangannya mulai bergerak kesana kemari, sedangkan Lea mulai terbawa suasana dengan sentuhan-sentuhan Leon yang begitu menggodanya.


'Aakhhh....!" tanpa sadar Lea mengeluarkan suara yang begitu membuat jiwa kelakian Leon naik


Jemari Leon mulai membelai paha istrinya hingga semakin naik ke arah **** ***** sang istri, karena Lea tidak memakai pakaian membuatnya semakin bebas bergerak.


'AAAAA!" teriak Lea saat Leon berhasil memasukkan jari tengahnya ke dalam milik sang istri


Leon langsung membungkam bibir sang istri dengan ciuman basah, sedangkan di bawah sana jarinya mulai bergerak tidak menentu.


Perlahan ciuman Leon mulai turun ke leher Lea dan memberikan jejak ciuman disana, handuk yang Lea pakai kini telah jatuh kelantai sehingga memperlihatkan tubuh polosnya.


Leon nampak tidak sabaran dan langsung melebarkan kedua kaki Lea sehingga memperlihatkan bentuk organ intim sang istri yang membuat dirinya menggila.


Tanpa ba-bi-bu Leon menenggelamkan wajahnya pada area tersebut membuat Lea menjerit karena kaget dengan perbuatan Leon.


'Kakak" ucap Lea sedikit berteriak sambil mencoba mendorong kepala Leon yang menj*ilati area intimnya


Leon semakin merapatkan kepalanya dan menusuk-nusuk lubang kenikmatan itu sambil mengh*ispnya membuat Lea kalang kabut


Suara-suara aneh mulai keluar dari tubuhnya bahkan tubuhnya bergetar saat merasa akan ada yang keluar dari bawah sana.


'Kakak, lep akhhh...asss.... Lepas akhhh... Lea mau pipis aaakhhh..." de*sah Lea tidak menentu


'Keluarkan sayang, tidak apa-apa" balas Leon semakin meningkatkan permainan lidahnya


Tiba-tiba cairan hangat tumpah dari **** ***** Lea membuat Leon melepaskan tautan lidahnya dari sana, matanya menatap ingin sang istri yang kini terlihat lemah. Baru saja akan kembali memulai kesadarannya kembali saat mendengar isak tangis istrinya membuatnya panik.


💕💕💕


Apa yang terjadi nih, Kenapa Lea menangis? Hayoloh Leon tanggung jawab.


Semoga kalian suka ya..


riri-can