You're My Destiny

You're My Destiny
Luka yang Menganga



'Apa kamu tidak berencana menggodaku seperti saat kamu masih kecil, biar ku katakan, saat itu ada seorang gadis kecil, dia merasa jika dirinya adalah seorang putri nyatanya dia adalah ja*lang yang menggoda banyak pria, bukankah cerita ini begitu menarik?" kekeh Leon merasa puas melihat Lea yang terisak karenanya


'Ahhh... namanya adalah Azzura Leanne Gofran, dan sepertinya nama kalian sama, jangan-jangan gadis jal*ang itu adalah kamu?" ejek Leon


Lea menunduk merasakan batinnya yang terguncang, mengapa Tuhan menciptakan pria seperti Leon? dan parahnya mengapa dia jatuh hati pada pria jahat di depannya.


'Sudah cukup kak hiks..hiks.." Lea menatap Leon dengan tatapan mata yang menyimpan kesedihan


'Aku... aku minta maaf karena dulu menyukaimu, mulai saat ini aku tidak akan menyukai pria seperti kamu, Daddy selalu mengatakan jika orang yang baik akan berjodoh dengan orang baik pula, dan sepertinya karena kakak adalah orang baik dan aku adalah seorang ja*lang murahan maka kita tidak akan berjodoh, aku mulai sekarang akan membuang perasaan cinta ini dan kuharap kakak juga membuang perasaan benci itu" isak Lea


'Dan biar ku katakan, perasaan itu akan berubah menjadi rasa benci, ku harap kakak mendapatkan gadis yang sempurna" Lea segera pergi setelah mengatakan itu


Leon terdiam mendengar ucapan Lea, hatinya terasa berdenyut padahal ini yang dia harapkan tetapi entah mengapa hatinya menolak itu.


Lea memperbaiki penampilannya dan kembali bergabung bersama Simon yang terlihat khawatir.


'Lama yaaa..." Lea menampilkan senyum palsunya


'Kamu tidak apa-apa kan Lele?" tanya Simon khawatir


'Tidak apa-apa, aku hanya berbincang sebentar dengan kak Leon" Lea kembali melanjutkan makannya yang tertunda meski hatinya sakit tetapi dia tidak mau memperlihatkan pada orang lain termasuk itu Simon yang sekarang menjadi kekasihnya


'Oh iya rencananya setelah lulus nanti kamu mau kuliah di universitas mana?" tanya Simon


'Entahlah, aku belum kepikiran, kalau kamu mau kuliah di universitas mana?" tanya Lea balik


Simon menghela nafas berat, rasanya dia begitu berat menceritakannya pada Lea yang merupakan kekasihnya.


'Tidak perlu di jawab" ucap Lea mengetahui jika Simon begitu berat menceritakan


'Aku akan kuliah di Singapura sekalian belajar bisnis di sana" jawab Simon dengan raut wajah sedihnya


'Benarkah? bukannya seharusnya kamu bahagia bisa kuliah di universitas yang kamu mau kenapa malah sedih begini?" tanya Lea bingung


'Aku... aku merasa tidak ingin meninggalkan kamu disini Lele" jawab Simon dengan nada putus asa


'Jangan menjadikan aku sebagai hambatanmu Sayang, kamu tau bukankah kamu bagus jika belajar bisnis, jangan menjadikan aku sebagai alasan kamu tidak mau kuliah di Singapura" Lea menatap Simon dengan tatapan tulusnya


Jujur saja Lea sudah mulai merasakan nyaman di dekat Simon karena Simon begitu perhatian padanya, wanita mana yang tidak jatuh hati jika diperlakukan sedemikian rupa dan betapa bod*ohnya dia dulu menyukai Leon yang begitu kejam.


'Kamu benar, kamu masih bisa menunggu aku kan nantinya?" Simon menatap Lea dengan tatapan berharap


Lea hanya bisa menjawabnya dengan senyuman karena tidak bisa menjanjikan.


'Aku tidak bisa berjanji Sijo, tapi aku akan berusaha untuk menunggumu" balas Lea membuat Simon lega karena setidaknya dia bisa lebih tenang nantinya di Singapura


'Aku juga akan berusaha disana supaya cepat lulus dan pulang kembali, atau kita bisa menikah setelah lulus nanti" kekeh Simon menatap Lea dengan tatapan memuja


'Memangnya kamu sanggup untuk membiayai hidupku?" kekeh Lea


'Ya... meskipun aku belum semapan pemilik restoran ini tapi setidaknya aku masih bisa menanggung hidupmu dan anak kita nantinya" rayu Simon membuat Lea tersenyum lucu mendengarnya


'Ternyata kamu bisa merayu juga" Lea tertawa lucu melihat wajah malu Simon


'Jangan mengejekku Lele, aku sedang berusaha menjadi pria idaman mu" balas Simon dengan wajah cemberutnya


'Jangan memaksakan diri, bagiku kamu seperti ini sudah cukup, jadilah dirimu sendiri" Lea tersenyum manis membuat Simon meleleh melihatnya


Simon begitu tergila-gila pada Lea, dia merasakan hatinya berbunga-bunga melihat Lea yang semakin hari semakin hangat padanya.


'Jangan mengatakan seperti itu, aku yang seharusnya mengucapkan terimakasih sudah mau menerima aku padahal kamu tau saat itu hatiku sedang hancur" Lea menatap Simon dengan tatapan terimakasih


'Lebih baik kita lanjutkan makan saja, kamu belum makan banyak kan?" Simon menyuapi Lea membuat Lea tersenyum bahagia


Sedangkan di tempat lain terlihat Leon yang tengah menghancurkan barang-barang yang ada di ruangan itu.


'BERANINYA! BERANINYA MENGABAIKAN AKU!" teriak Leon menonjok dinding karena kesal di hatinya


'SIA*LAN!" makinya kembali


Entah kenapa ucapan Lea terngiang-ngiang di kepalanya dan rasanya sangat sulit di hilangkan.


'Kenapa aku merasa tidak rela jika dia tertawa begitu, harusnya dia sedih, mengapa harus bahagia?" Leon menjambak rambutnya sendiri merasakan pusing di kepalanya


Leon menghela nafas panjang dan buru-buru memperbaiki penampilannya karena tamu undangannya masih menunggunya dan juga tunangannya masih di sana sendirian.


Saat akan menuju tempat keluarganya Leon melihat jika Lea tengah bermesraan dengan Simon yang kini merupakan kekasih Lea.


***


Lea yang tengah mengambil kue red Velvet terkejut saat seseorang menabraknya dari belakang.


Lea membalikkan tubuhnya dan melihat anak kecil berusia sekitar 4-5 tahunan yang kini menatapnya tajam.


'Apa kamu baik-baik saja dek?" tanya Lea khawatir


Anak kecil itu bukannya menjawab malah merampas kue miliknya.


'Heii... kue itu milikku" Lea mencoba meraihnya tetapi segera dia tahan karena sekarang moodnya sedang tidak baik


'Baiklah buatmu saja" Lea memilih mengalah pada anak kecil itu


Setelah Simon pergi karena urusan keluarga kini Lea sendiri, di acara itu tidak ada yang seumuran dengannya, memang ada hanya saja tidak cocok dengannya.


'Sebaiknya aku ke taman saja" putus Lea


Lea duduk sendiri sembari menatap awan.


'Boleh duduk disini?" tanya seseorang membuat Lea mengalihkan pandangannya


Lea membulatkan bola matanya melihat sosok di sampingnya yang tengah memangku seorang bayi perempuan.


'Apa boleh?" tanya wanita itu kembali


'Tentu saja boleh kak, silahkan" Lea masih takjub dengan wanita cantik di sampingnya


'Kamu semakin cantik saja" ujar wanita itu membuat Lea tersipu


'Kak Lio juga semakin cantik saja, apa dia putri kakak?" tanya Lea dengan wajah berbinar


Yup, wanita di samping Lea adalah kembaran Leon yang bernama Liora, terakhir kali mereka bertemu sekitar hampir 6 tahun yang lalu saat dia ikut ke negara P bersama Leon. (Disarankan membaca novel 'Ketika Tuan Muda yang Kejam Jatuh Cinta" biar kalian nggak bingung saat membaca novel ini).


🥀🥀🥀


Silahkan cek yaaa di profil author novel sebelumnya agar kalian tidak bingung.


riri-can