You're My Destiny

You're My Destiny
Menjelang Ujian Kelas



Mentari pagi kembali menyinari bumi,hari ini jihyun kembali bersekolah seperti biasanya. sebelum berangkat jihyun menikmati sarapan,Bersama keluarganya.Mereka menikmati sarapan dengan khidmat,Sudah menjadi kebiasaan di keluarga cho jika sedang makan tidak ada yang membuka percakapan.Selesai sarapan, jihyun pamit mengingat suara motor lucas terdengar.


“Appa, eomma aku pergi dulu."


“Ne, hati-hati di jalan.”


Setelah berpamitan, jihyun melenggang pergi meninggalkann ruang makan.Jihyun berjalan menuju pintu utama mansion.Sesampai di luar mansion,Jihyun segera menghampiri lucas yang sudah menunggu nya di teras.


“Bagiamana tidurmu?’’


“Nyenyak sekali.”


“Apkah semalam memimpikanku?’’


“Entahlah aku tidak ingat.”


“Selalu saja bgitu.”


“Sudahlah kita berangakat saja.”


“Baiklah”


Lucas memberikan helem pada jihyun, jihyun segera memakai helm itu.Jihyun naik ke atas motor,Lucas pun menjalankan mansion menuju sekolah.Suasana jalanan di pagi masih lengang,Jihyun sangat menikmati perjalanan mereka.Pepohonan dijalan sudah berubah warna mengingat saat ini sudah memasuki musim gugur.Biasanya pepohonan akan berubah warna dengan warna yang cantik,Tetapi setelah itu akan berguguran sehingga keindahanya hanya sebentar saja.Setengah jam kemudian,mereka pun sampai di sekolah.


Lucas dan jihyun turun dari motor,Mereka berjalan menuju kelas.Suasana kelas masih sepi mengingat mereka datang jam 6 pagi,Basanya siswi-siswi kan berdatangan jam 7 pagi mengingat pelajaran akan dimulai pukul delapan pagi.Lucas dan jihyun duduk di bangku mereka,jihyun mengeluarkan buku pelajaran dari dalam tasnya,Lalu jihyun mulai serius membaca buku.


‘’Aigoo pacarku rajin sekali,pagi-pagi sudah belajar.”


“Minggu depan ujian,sebaik nya kamu belajar.”


“Aku lapar chagi,mana bisa aku konsentrasi.”


Jihyun menghentikan kegiatan membaca bukunya, lalu jihyun mengeluarkan kotak bekal dari dalam tas nya.Jihyun memberikan kotak bekal itu pada lucas, seketika senyum lucas terbit.


“Gomawo chagi,kamu memang sangat pengertian.”


Ujar lucas sambil memberikan finger heart pada jihyun, jihyun memasang wajah dasar menyembunyiakan debaran jantung nya.Jihyun pun kembali focus membaca buku pelajaran.Sementara lucas segera membuka kotak bekal itu,Mata lucas berbinar saat melihat sandwich favorite nya.


Lucas memakan sandwich dengan lahap, tanpa lucas sadari diam-diam jihyun memperhatikanya jihyun sangat senang mengingat lucas menyukai sarapan buatan ibunya.Semenjak resmi berpacaran dengan lucas,Jihyun sering membuatkan bekal untuk lucas mengingat lucas tidak suka menikmati sarapan di rumahnya,Karena tak nyaman denngan keberadaan ayahnya.Selesai memakan sandwich,Lucas mengembalikan kotak bekali itu pada jihyun.


“Gomawo chagi.”


“Ne.”


Jawab jihyun singkat, jihyun menaruh kembali kotak bekal itu kedalam tas ransel nya. Jihyun kembali membaca buku pelajaran,Sementara lucas asik memaikan game online di ponsel pintarnya.Satu persatu siswa-siswi mulai memasuki kelas,Lalu duduk di bangku masing-masing.Tak lama bel berbunyi menandakan pelajaran akan segera di mulai.Sore harinya sepulang sekolah jihyun & lucas segera menuju tempat les mengingat hari itu jadwal les matematika.Sebenarnya lucas malas sekali mengikuti les itu,Tetapi demi jihyun lucas pun mengikuti nya.


“Selamat sore anak-anak.”


“Sore ssem.”


“Hari ini kita kedatangan murid baru


silahkan masuk.”


Tak lama seorang siswi memasuki kelas,Siswi laki-laki terpesona akan kecantikannya.Siswi itu memperkenalkan diri.


"Annyeonghaseyo kenalkan aku yuqi


pindahan dari jepang mohon bantuanya


Ujar yuqi sambil sedikit membungkuk, setelah itu ssaem menyuruh yuqi menempati tempat duduk kosong yang berada di sebelah lucas & jihyun.Yuqi pun bergegas menuju tempat duduk,Yuqi menoleh ke arah lucas sambil tersenyum,Sementara lucas hanya memasang wajah datarnya,Hal itu membuat yuqi merasa sedih.


"Baiklah kita mulai saja les hari ini,


ssaem akan menjelaskan materi


terlebih dahulu."


“Ne ssaem.”


Tutor matematika mulai menjelaskan soal di papan tulis, jihyun focus memperhatikan penjelasan tutor,Sementara lucas enggan memperhatikan penjelasan matematika yang mebuat nya pusing.Lucas memilih untuk memperhatikan jihyun yang terlihat sangat menggemaskan dengan wajah serius.Setelah menjelaskan materi,Tutor memberikan soal tatihan,seketika lucas menjadi panik.Lucas bernafas lega saat melihat soal itu,Untung saja lucas masih ingat rumus yang di ajarkan jihyun,Sehingga lucas bisa mengerjakan soal itu.Dua jam kemudian,Les matematika pun selesai,Siswa-siswi segera meninggalkan kelas.


“Lucas aku ingin lihat nilai soal latihan mu.”


“Ini chagi,lumayankan aku dapat nilai 75.”


Ujar lucas sambil memperlihatkan kertas


itu pada jihyun,Jihyun tersenyum kecil mengingat lucas sudah ada sedikit kemajuan setalah sering mengikuti les dan belajar bersama,


“Cukup bagus,lain kali jika ssem menjelaskan


Perhatikan dengan baik,agar mengerti,”


“Ne chagi araseo.”


“Kajja kita ke perpus sekarang.”


Saat akan pergi ke perpustakaan,yuqi memanggil lucas,Lucas pun menghentikan langkahnya.Tak lama yuqi menghampiri lucas dan jihyun.


"Jihyun,kalian mau pergi kemana?"


"Kami ingin lanjut belajar di perpus."


"Aku boleh ikut?"


"Gomawo jihyun."


Yuqi menggandeng jihyun,mereka pun berjalan menuju gerbang sekolah.Lucas berdecih kesal,Lucas segera menyusul jihyun dan yuqi yang meninggalkannya.


“Yakk chagi tunggu.”


LucaMereka melanjutkan perjalanan menuju perpustkaan yang berada di pusat kota seoul mengingat perpustakaan itu merupakan perpustakaan terbesar dan terlengkap.Sesampai di sana,jihyun yuqi & lucas memasuki perpustakaan.Suasana perpus belum terlalu ramai,mengingat saat baru jam 6 sore biasanya perpustakaan akan mulai ramai saat memasuki jam 8 malam.


“Lucas aku dan yuqi kesana dulu,ada buku yang aku butuhhkan.”


“Ne,aku ja akan mencari buku ke sebelah sana.”


Jawab lucas,mereka berpencar mencari buku yang mereka butuhkan.Setelah mendapatkan buku yang di butuhkan,Mereka segera menempati meja kosong tampa sekat yang bisa ditempati oleh dua orang.


“Sudah dapat bukunya?”


“Ne.”


“Baiklah, kita mulai saja belajarnya.


Mereka pun mulai belajar,Jihyun mengajari lucas pelajaran matematika terlebih dahulu,Mengingat kelemahan lucas di pelajaran matematika.Setelah memberi penjelasan,jihyun menyuruh lucas untuk mengerjakan 5 soal yang jihyun buat.


Rasa iri yuqi rasakan saat melihat kedekatan jihyun dan lucas,Yuqi meremas rok nya menahan rasa sesak di dada.Seandainya bisa memutar waktu,Yuqi ingin kembali ke masa smp,Disaat masih berpacaran dengan lucas.


"Yuqi jika ada yang sulit,kata kan saja


nanti kita kerjakan bersama."


"Ne jihyun."


Yuqi membuka buku lalu mencoba fokus memahami materi,Sementara jihyun menuliskan beberapa rumus fisika.


berhubung mood lucas sedang bagus lucas berhasil mengerjakan soal itu dengan cepat.Jihyun segera memeriksa jawaban lucas,Jihyun sedikit terkejut saat mengetahui jika semua jawaban lucas benar,Rumus yang lucas pun sesuai dengan yang jihyun ajarkan.


“Bagaimana chagi?’’


“Sudah mulai bagus,aku harap kamu konsisten.”


“Ne chagi,aku akan lebih rajin lagi apalagi jika


Belajar terus denganmu,aku semakin bersemangat.”


“Berhenti menggombal,


kita lanjut ke pelajaran fisika.”


“Astaga otaku bisa meledak jika terus berhitung,”


“Belajar fisika atau aku tidak akan belajar dengan mu lagi.”


“Baiklah;baiklah.”


Lucas pun mengalah,jihyun mulai menjelaskan materi pelajaran fisika. Kepala lucas terasa pening saat jihyun menyuruh nya menghafal rumus fisika.Setelah menjellaskan materi, jihyun menyuruh lucas mengerjakan 5 soal fiksika.Dengan malas lucas mengerjakan soal itu, setelah selesai,Lucas memeriksa jawaban lucas.Dari 5 soal hanya 3 soal jawaban yang benar.


“Kenapa 2 soal ini jawabnnya tidak pakai rumus?


“Rumus nya terlalu rumit,aku tidak ingat chagi.”


“Kamu harus menghafal rumusnya,


Kemungkinan aka nada di ujian minggu depan.”


“Baiklah,akan ku usahakan.”


Mereka pun kembali belajar, mempelajari mata pelajaran lain.Waktu berlalu begitu cepat jam menunjukan pukul 22.30.Berhubung sudah malam lucas segera mengajak jihyun pulang.jihyun pun setuju,Mengingat jihyun sudah tidak mood belajar.Lucas & Jihyun meminjam beberapa buku, setelah petugas perpustakaan mencatat buku yang mereka pinjam,Mereka pun segera keluar dari perpustakaan.Sesampai di parkiran,Lucas & Jihyun segera menaiki motor.Tak lama,motor pun melaju meninggalkan tempat itu.Lucas menjalankan motor dengan kecepatan sedang, mengingat jalanan cukup licin karena baru turun hujan.Setengah jam kemudian motor lucas pun sampai di depan mansion keluarga cho.Lucas segera membangunkan jihyun, mengingat selama dalam perjalalanan pulang jihyun tertidur.Lucas merasakannya,karena jika jihyun tertidur dia akan mengeratkan pelukannya.


“Chagi kita sudah sampai.”


“Eunghh.”


Jihyun melepas pelukannya lalu turun dari motor, jihyun mengucek kedua matanya. Lucas terkekeh meilihat jihyun yang terlihat masih mengantuk.Jihyun segera melepas helm lalu memberikan helem itu pada lucas.


“Ini helm nya, aku masuk dulu.”


“Ne chagi, aku pulang dulu.”


“Hati-hati, jangan ngebut.”


“Ne araso.”


Jihyun masuk kedalam gebrang, setelah itu lucas kembali menjalankan motor meninggalkan mansion keluarga cho.


“Ting nong ting nong.”


Jihyun menekan bel, tak lama khyuhyun membukakan pintu. Sedari tadi khyuhyun menunggu kepulangan jjihyun,Meskipun jihyun Bersama lucas tetap saja sebgai seorang ayah khyuhyun m67666677767676666676655686677696886556676756696666767565556755567755775765796756775567585776769767756755667555566755655576676?86756655888p,,enghawatirkan anak gadis nya.


‘’Appa kenapa belum tidur?’’


“Appa menunggumu,masuklah.”


Jihyun pun memasuki mansion,jihyun yang sangat mengantuk segera menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.Setelah memastikan jihyun memasuki kamarnya, khyuhyun kembali ke kamarnya.To be continue…….