
Lea sudah sampai di Mansion dengan selamat, kedatangan dirinya di sambut bahagia oleh semuanya.
'Akhirnya ada yang habisin masakan Mbok" Mbok Wiwin memeluk Lea dengan pelukan kasih sayang
'Rindu banget deh sama Mbok" Lea membalas pelukan Mbok Wiwin
'Memangnya hanya Mbok saja yang rindu sama Nona Lea, kita kan juga rindu lagian masakan Mbok kan kita yang habisin juga" seorang pelayan berusia 27 tahun bernama Maya menatap Mbok Wiwin kesal
Lea menatap Maya dengan tatapan tulus, Maya juga begitu baik padanya ralat maksudnya seluruh penghuni Mansion sangat baik padanya, entah kebaikan apa yang Daddy-nya lakukan dulu tetapi Lea begitu bangga pada Daddy-nya.
'Lea juga kangen banget sama kalian semua, bagaimana nanti malam kita barbeque di halaman depan, Mbok Wiwin yang bayar" ucap Lea membuat semuanya senang kecuali Mbok Wiwin
'Kok Mbok yang bayar?" tanya Mbok Wiwin bingung
'Kan Mbok banyak duit, sekali-kali bayarin kami dong Mbok yang miskin ini, iyakan semuanya" Lea tersenyum nakal pada Mbok Wiwin
Mbok Wiwin hanya menggelengkan kepalanya, Nona mudanya itu memang cukup sulit untuk di tebak, kekayaan mendiang tuannya tidak akan habis 7 turunan sekalipun apalagi Lea bukanlah gadis yang suka menghamburkan uang, Lea juga sering menyumbangkan sedikit rezeki untuk panti asuhan dan juga orang-orang yang kurang mampu, Nona mudanya cukup di senangi oleh kalangan kurang mampu karena sifat dermawan nya, Lea kurang aktif dengan sosialita kalangan atas karena menurutnya itu hanya perkumpulan ajang memamerkan harta milik orang tua saja, Lea adalah anak didikan Tuan Gofran, manja dan lembut di luar tetapi dalamnya di latih sekuat mungkin agar tidak ada yang berani menginjak-injak harga dirinya tetapi apalah daya jika berhadapan dengan perasaan, siapapun akan jatuh jika salah menaruh perasaan pada orang yang salah dan Lea berada pada posisi itu dan beruntungnya Lea perlahan mulai bangkit.
'Baiklah malam ini kita barbeque dan Mbok yang bayar" Mbok Wiwin merasa senang melihat senyuman manis Lea dan dia tidak mau merusaknya dan lagipula dirinya tidak punya siapapun lagi di dunia ini jadi semua uang gajinya tidak tau mau di kemana kan
Lea akhirnya memilih istirahat karena jam masih menunjukkan pukul 9 pagi dan nanti siang Ke akan ikut belanja untuk persiapan barbeque ke salah satu swalayan yang ada di pusat kota dan kebetulan Lea sudah sering ke sana.
Lea pun tertidur karena memang sangat lelah setelah perjalanan yang panjang.
Sedangkan di tempat lain dimana Leon tengah memandangi sebuah foto kepulangan Lea, senyumnya terbit melihat senyuman manis Lea, jujur Leon sangat merindukan senyuman itu di berikan padanya.
'Sebentar lagi kita bertemu istriku" ucapnya dengan senyuman yang mengembang
Sedangkan Tio yang berada di depannya bergidik ngeri melihat senyuman tuannya itu, Tio lebih memilih melihat wajah sangar Leon ketimbang wajah penuh damba itu.
'Setelah ini saya mendapat berita jika nanti malam Nona dan seluruh pelayan mengadakan barbeque, Nona ikut berbelanja nanti jam 4 sore di swalayan Bulan" terang Tio
Setelah menikah dengan Lea, Derrick dan Leon bekerjasama untuk memajukan perusahaan mendiang Tuan Gofran, apalagi hak atas Lea sudah Leon pegang membuat perusahaan besar itu berada di tangan Leon.
Bahkan Leon kerap datang ke Mansion Tuan Gofran jika rindu pada Lea karena bau badan Lea tertinggal di dalam kamar membuatnya sering tidur di sana.
'Kosongkan jadwal ku untuk hari ini" Leon mengambil jas nya
'Tapi tuan, jam 11 nanti ada jadwal pertemuan dengan perusahaan Berlian, kita sudah berjanji untuk hadir" Tio menatap Leon dengan tatapan tidak suka
'Aku tidak perduli, urus semuanya, aku ingin pulang melihat wajah cantik istriku" Leon pergi begitu saja meninggalkan Tio yang marah
'Ujung-ujungnya aku yang repot, jika tidak bisa memilih lebih baik tidak usah berjanji mengatakan pada perusahaan itu untuk makan siang, sungguh menyebalkan" kesal Tio membereskan berkasnya
Akhir-akhir ini Leon tengah bucin pada Lea, kepergian Lea membuatnya uring-uringan, bahkan Leon kadang lupa makan jika tidak di ingatkan.
Perubahan Leon nampak kentara bahkan Leon sudah memutuskan pertunangannya dengan Gelany, tentu Gelany tidak terima tetapi Leon mengancamnya dengan mengatakan akan membuat Gelany di penjara jika masih ingin mengganggunya, hal itu membuat Gelany takut dan mundur meski dalam hati Gelany begitu gelap dan ingin sekali menghancurkan Lea.
Leon sungguh tidak sabar melihat istri kecilnya itu, pasti lebih cantik nyatanya daripada foto yang sering Leon lihat dari pengawal yang dia suruh berjaga di negara Rusia.
Mobilnya memasuki gerbang mansion dan nampak beberapa pengawal dan pelayan memberi hormat padanya.
'Nona ada di kamar Tuan" jawab Mbok Wiwin
'Nona?" tanya Leon dengan nada tidak suka
'Sekarang panggil dia Nyonya, dia istriku sekarang, kalian mengerti!" tekan Leon dan di angguki oleh semuanya
Leon pergi meninggalkan semua pengawal dan pelayan, terlihat beberapa pelayan tidak menyukai Leon.
'Cih, andai bisa ku tonjok sudah sedari dulu aku menonjok nya!" kesal Nina pelayan bagian dapur
'Iya, dulu jahat banget sama Nona sekarang sok baik banget, pasti dia pengen harta Nona saja" balas Fina mencebikkan bibirnya
'Huss kalian ini, tidak baik membicarakan Tuan seperti itu dan ingat tadi kata Tuan, mulai sekarang kita harus mengganti panggilan untuk Nyonya, kalian mengerti kan?" tanya Mbok Wiwin dan di iyakan semuanya
'Sebaiknya kita kembali kerja untuk menyiapkan acara nanti malam" Mbok Wiwin mengetahui kehidupan Leon dari Derrick makanya dia mau saja menerima Leon sebagai suami dari putri mendiang majikannya
Leon membuka pintu kamar milik Lea dan mendapati Lea tertidur lelap di atas kasur.
Leon berjalan mendekat dan menatap wajah cantik Lea nan menawan, Leon sedari dulu mengetahui kecantikan Lea yang begitu luar biasa hanya saja karena sudah terlanjur sering membuat Lea sakit hati membuatnya ragu untuk mengatakan perasaannya, Leon terlalu gengsi mengungkapkan perasaannya pada Lea, bahkan Leon dengan jahatnya melamar Gelany hanya untuk membuat Lea cemburu, sungguh kejam.
Tidak tahan dengan perasaan rindunya, Leon ikut berbaring di atas ranjang dan memeluk Lea dengan erat. Leon menghirup aroma tubuh Lea membuatnya merasa nyaman, wangi Lea sejak kecil tidak pernah berubah.
'Aku merindukanmu" ucapnya sambil mengecup kening Lea
Lea yang pada dasarnya mudah terbangun langsung pasang posisi karena merasa terancam.
'Siapa kamu?!" tanya Lea sambil mendorong tubuh Leon
Leon duduk dan menatap Lea dengan tatapan menahan rasa rindu membuat Lea terkejut, Lea berpikir jika dirinya tengah bermimpi.
'Apa aku begitu merindukan Kak Leon, bahkan di dalam mimpi aku juga memikirkan dia" guman Lea tidak percaya
'Kamu bangun?" tanya Leon senang
Lea tersadar, tidak mungkin dirinya bermimpi, memikirkan itu membuat Lea kaget.
'K...kak Leon?" tanya Lea tidak percaya
'Ini aku sayang, apa di tinggal di Rusia membuat kamu melupakan aku?" tanya Leon sedih
Lea sungguh tidak percaya, apa benar di depannya ini adalah Leon? setahunya Leon adalah pria yang irit bicara dan sekali bicara begitu sarkas tetapi kenapa orang di depannya ini begitu berbeda, atau jangan-jangan Leon sedang sakit? banyak pertanyaan yang ada di otak Lea dan orang yang membuatnya berpikir keras adalah Leon.
🌸🌸🌸
Pokoknya author mau buat Lea bermain tarik ulur nanti biar Leon kelabakan sendiri, siapa suruh mengabaikan perasaan Lea dulu.
Yang setuju kasih dukungan buat author dong hehehe...
riri-can