You're My Destiny

You're My Destiny
Curiga 1



Lea sudah sampai ke rumah mewahnya, tetapi belum terlihat mobil Daddy-nya membuatnya bingung.


Nasi goreng yang dia pesan malah dia bagi-bagi kepada pelayan di rumah itu karena dia masih kenyang.


'Sebaiknya tidur ajadeh, atau nunggu Daddy pulang dulu baru tidur" Lea menatap jam yang kini menunjukkan pukul 12 malam


Lea memilih menunggu tuan Gofran pulang tetapi hingga dia tertidur tuan Gofran belum juga pulang.


Lea membuka matanya saat merasakan elusan pada kepalanya, mata bulatnya terbuka melihat sosok ayah sekaligus ibu untuknya.


'Daddy" panggil Lea dengan nada manja kemudian memeluk tuan Gofran dengan erat


'Daddy baru pulang?" tanya Lea sambil melihat jam yang kini sudah menunjukkan pukul 1 malam


Lea mengerutkan keningnya, hampir satu jam dirinya tertidur di sofa dan Daddy-nya baru saja pulang, memangnya pekerjaan apa yang di kerjakan oleh Daddy-nya tengah malam begini? dan juga mengapa Daddy-nya bau obat atau itu cuma perasaannya saja?.


'Daddy darimana saja sih, lama bener?" keluh Lea menatap tuan Gofran bingung


'Tadi Daddy ada urusan sebentar My Princess, apa Daddy membuatmu menunggu lama?" tuan Gofran menatap putrinya dengan tatapan yang sulit di jelaskan


'Umm... tidak terlalu lama Dad, ngomong-ngomong Daddy kok nggak bilang mau pergi duluan, kan Lea nggak bingung jadinya" Lea cemberut membuat tuan Gofran mengecup kening putri kesayangannya itu


'Maafin Daddy sayang, tadi pekerjaannya mendadak jadi tidak sempat Daddy bilang, apa Leon mengantar kamu pulang, tadi Daddy meminta tolong padanya" tuan Gofran tersenyum hangat pada Lea yang kini mengerutkan keningnya


Andai Daddy-nya tau bagaimana perlakuan Leon padanya tadi, apakah Daddy-nya akan marah? tentu saja jawabannya akan sangat marah karena putri kesayangannya di perlakukan sedemikian rupa, bayangkan tuan Gofran membesarkan putrinya dengan segenap jiwa dan raganya, menjadikan perannya menjadi dua yaitu seorang ayah dan ibu, anak yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang malah di perlakukan layaknya hewan, bagaimana bisa tuan Gofran diam.


Lea rasanya mau mengadu tetapi itu bukanlah sifatnya, terlebih jika dirinya mengamuk maka Daddy-nya akan menghabisi Leon dan kemungkinan besar Leon akan semakin membencinya, cukup sudah Leon membencinya sekari jangan sampai bertambah.


'Tentu saja kak Leon mengantarkan Lea Dad" Lea memilih berbohong saja daripada mendapatkan masalah lagi


'Baguslah, sebaiknya kamu tidur sayang" tuan Gofran memberikan ciuman selamat malam pada Lea layaknya seorang ayah kepada putrinya


'Tunggu Daddy" panggil Lea membuat tuan Gofran menghentikan langkah kakinya


'Kenapa sayang?" tanya tuan Gofran


'Mengapa di leher Daddy ada darah? tunggu itu darah atau pewarna?" Lea berdiri dan menghampiri tuan Gofran yang kini menegang


'Oh ini pewarna sayang, sebaiknya kamu tidur, Daddy juga sudah mengantuk" tuan Gofran menutupi lehernya menggunakan jas nya


'Daddy dapat pewarna darimana? Apa Daddy habis nge date sama seorang gadis?" tanya Lea sembari menggoda Daddy-nya itu


'Yang benar saja Daddy berkencan, umur sudah bau tanah juga" kekeh tuan Gofran


'Bisa jadi kan, Daddy juga belum tua-tua amat, tapi request ya Dad, calon Mommy-nya harus cantik dan baik hati" gurau Lea


'Sudah, kamu ini ada-ada saja sebaiknya kamu tidur, selamat malam my princess" tuan Gofran pergi meninggalkan Lea yang masih bingung


'Daddy sepertinya benar-benar punya calon istri, bagus deh setidaknya Daddy tidak sendirian nanti" guman Lea menatap kepergian Daddy-nya dengan tatapan sedih


***


Lea menatap tanggal yang kini menunjukkan tanggal merah membuatnya tersenyum bahagia, Lea berencana akan berkencan dengan Daddy-nya seperti biasa.


Lea keluar dari kamarnya masih menggunakan piyama tidurnya, tujuannya sekarang adalah kamar Daddy-nya.


TOK


TOK


TOK


'Daddy, ini Lea, apa Lea boleh masuk?" panggil Lea dari luar


'Apa mungkin Daddy mandi? tadi ini sudah jam 9 pagi masa Daddy masih mandi, DADDY..... Lea boleh masuk nggak?!" Lea kembali memanggil tetapi tidak ada sahutan juga membuatnya cemberut


'Masa Daddy marah dan ngambek saat ku goda semalam, masa sih ngambek" gumannya kembali


'Daddy, Lea buka nih kalau tidak di jawab" Lea masih berusaha mendapatkan jawaban dari Daddy-nya


Meski dirinya sangat di manjakan tetapi Lea masih tau aturan dan sopan santun, jika Daddy-nya tidak memperbolehkan dirinya untuk masuk maka Lea akan menurutinya tetapi sampai sekarang Daddy tidak pernah melarangnya


'Aku buka ajadeh" putus Lea


CEKLEK


Lea masuk ke dalam kamar tuan Gofran dan berjalan melewati belokan agar sampai pada tempat tidur tuan Gofran.


'Daddy dimana? kok nggak ada disini sih" Lea menatap sekeliling hingga tatapan tertuju pada sebuah kaki yang tergeletak di lantai


Dengan cepat Lea memutar posisi, matanya membulat melihat tuan Gofran tergeletak di lantai.


'DADDY!" panik Lea langsung bergegas mendekat


Lea mengangkat kepala tuan Gofran, dirinya kembali di kejutkan dengan darah yang mengalir dari hidung Daddy-nya.


'DADDY HIKS... DADDY... BANGUN HIKS.. DADDY..." teriak Lea sambil terisak


Jantung Lea serasa copot melihat kondisi Daddy-nya yang masih belum sadarkan diri.


'Daddy!" panggil Lea kembali sambil menepuk-nepuk pipi tuan Gofran


Lea mencoba mengangkat tubuh Daddy-nya ke atas ranjang, meski dengan susah payah akhirnya Lea berhasil membaringkan tubuh Daddy-nya dengan sempurna di atas ranjang.


Dengan linangan air mata Lea memencet tombol yang ada di dekat pintu yang merupakan tombol untuk memanggil pelayan kemudian menelepon dokter pribadi keluarganya.


Tidak lama kemudian Mbok Wiwin datang dengan tergopoh-gopoh.


'Mbok hiks... hiks.. Daddy" isak Lea berhambur ke dalam pelukan Mbok Wiwin


'Tenang ya non, tuan besar pasti akan baik-baik saja, apa dokter Peter sudah di hubungi?" tanya Mbok Wiwin sambil mengelus bahu Lea


'Sudah Mbok, Lea takut Daddy kenapa-kenapa, hidungnya berdarah hiks.. hiks.. nanti seperti di film-film, hidung mimisan karena mengidap penyakit gimana Mbok" Lea terlihat kacau pagi ini


'Huss, nggak boleh ngomong gitu, tuan besar pasti baik-baik saja kita tunggu dokter Peter saja, hapus dulu atuh non air matanya nanti jelek loh" Mbok Wiwin menghapus air mata Lea


Akhirnya dokter Peter datang juga langsung memeriksa tuan Gofran yang masih belum sadarkan diri.


Lea dan Mbok Wiwin menunggu di luar sesuai perkataan dokter Peter.


Setelah memeriksa tuan Gofran akhirnya dokter Peter membuka pintu membuat Lea dan Mbok Wiwin langsung masuk tanpa perintah.


'Paman, Daddy kenapa? apa Daddy baik-baik saja? tadi hidung Daddy mimisan hiks... apa Daddy baik-baik saja?" tanya Lea secara beruntun membuat dokter Peter hanya menggelengkan kepalanya


'Tuan baik-baik saja, hanya kurang istirahat saja dan harus banyak mengkonsumsi kacang merah agar staminanya kembali bagus, satu lagi bilang sama Daddy mu itu untuk segera datang ke kerumah sakit buat di periksa ulang" jelas dokter Peter membuat kening Lea mengerut


'Untuk apa Daddy ke rumah sakit? bukannya Paman bilang jika Daddy hanya kurang istirahat?" tanya Lea bingung dan pertanyaan itu membuat dokter Peter terdiam


🌫️🌫️🌫️


Kira-kira tuan Gofran kenapa yaaa? ada yang tau nggak? jika ada komen di bawah yaaa...


riri-can