
Lea memasuki mansion itu dengan berat hati, terlalu banyak kenangan di Mansion ini.
CEKLEK
Lea membuka pintu Mansion yang tidak di kunci, semuanya masih normal tidak ada yang berubah hanya saja hawa keberadaan Daddy-nya kini telah hilang.
'Non" panggil Mbok Wiwin
Lea tersenyum lebar melihat wanita paruh baya itu, sudah seminggu dirinya tidak bertemu dengan wanita yang berperan besar dalam membesarkannya.
'Bagaimana kabar non?" tanya Mbok Wiwin melepaskan pelukannya menatap putri mendiang majikannya dengan tatapan penuh kasih
'Lea baik, ada yang mau Lea bicarakan dengan Mbok" ucap Lea serius
'Ada apa non?" tanya Mbok Wiwin penasaran
'Kita duduk dulu yuk" ajak Lea menuju ruang santai
'Lea berniat pergi ke luar negeri Mbok" ujar Lea tiba-tiba membuat Mbok Wiwin melototkan matanya
'Non, tuan besar tidak akan setuju dengan keputusan nona" ucap Mbok Wiwin dengan raut wajah khawatir
'Mbok, Lea hanya sebentar, Lea butuh tempat baru dan suasana baru, Lea hanya melanjutkan sekolah saja" Lea menatap Mbok Wiwin dengan tatapan penuh harapan
'Tapi non...
'Biarkan Lea melampaui batas Mbok, Lea sudah besar dan tau mana yang terbaik buat Lea, hanya 5 tahun, Lea meminta waktunya 5 tahun setelah itu Lea akan pulang ke sini" Lea berharap jika Mbok Wiwin merestui kepergiannya
'Baiklah non, tetapi setelah itu nona harus pulang" Mbok Wiwin membawa Lea ke dalam pelukannya sambil meneteskan air matanya
'Tetapi bagaimana dengan tuan Leon, sekarang dia sudah menjadi suami non?" tanya Mbok Wiwin bingung
'Dia hanya orang luar Mbok, Lea tidak perlu mendapatkan persetujuannya, kali ini jangan bertanya lagi Mbok, Lea tidak mau lagi kecewa, Lea ingin menghilang dari kehidupannya Mbok, sudah cukup Lea jadi benalu di hidupnya" Lea menunduk merasa berat mengatakannya
'Baiklah non, jadi kapan nona akan berangkat?" tanya Mbok Wiwin
'Malam ini Mbok, Lea akan meminta tolong pada Uncle Derrick, bantu Lea buat bersiap Mbok" pinta Lea
'Baiklah non" Mbok Wiwin menatap sendu majikannya itu
***
Lea menyeret kopernya di bantu Mbok sawi membawa koper yang satu lagi.
Di depan mansion terlihat Derrick yang merupakan asisten Daddy-nya dulu.
'Uncle" panggil Lea dengan suara manjanya
Derrick menatap Lea dengan senyum terpaksa, keputusan Lea menurutnya sangat berani meninggalkan semuanya dan memilih pergi.
'Apa kamu tidak akan menyesal nak?" tanya Derrick
'Tidak Uncle, Lea sudah mantap dengan pilihan Lea" ucap Lea dengan tegas
'Baiklah nak, pesawatnya sudah menunggu di bandara nak, tinggal menunggu kedatangan kamu" Derrick membantu Lea memasukkan kedua koper Lea
Pesawat itu adalah milik Daddy-nya yang kini sudah berada atas namanya, kekayaan Daddy-nya begitu banyak, ternyata Daddy-nya bekerja keras selama ini supaya ada pegangan untuknya saat Daddy-nya pergi, Daddy-nya sudah berpikir sejauh itu.
'Maafkan Lea Daddy, Lea menjadi anak durhaka" batin Lea
Sesampainya di bandara, Lea berjalan beriringan dengan Mbok Wiwin dan Derrick.
'Nona" Isak Mbok Wiwin memeluk Lea dengan linangan air mata
'Mbok baik-baik disini yaa... doakan Lea sukses di sana" Lea menghapus air mata Mbok Wiwin
'Nak, ini adalah data-data apartment kamu di sana, semuanya sudah di urus, setelah sampai di sana akan ada yang menjemput mu, tenang saja dia adalah salah satu penjaga yang Uncle tugaskan menjaga mu selama di sana" Derrick menyerahkan beberapa lembar kertas pada Lea
'Dan soal keuangan akan Uncle kirim setiap bulannya, belajarlah dengan baik di sana jangan mengecewakan Daddy mu dan Uncle" Derrick mengelus kepala Lea
***
Disinilah Lea sekarang, yaitu negara Rusia menjadi pilihannya.
Lea mengedarkan pandangannya mencari penjaga yang di tugaskan menjaganya.
'Nona" panggil seseorang membuat Lea kaget
Lea menatap pria di depannya yang Lea perkiraan berusia 30 tahun, wajahnya sangat tampan meski di tutupi oleh beberapa brewok.
'Saya bawa barangnya nona" pria itu mengambil alih kedua koper Lea
Pria itu menuntun Lea menuju mobil, Lea menatap mobil sport keluaran terbaru itu.
'Silahkan masuk nona" pria itu membukakan pintu mobil untuk Lea
'Siapa nama mu?" tanya Lea sambil memasang sabuk pengaman
'Saya Rauff nona" balas pria bernama Rauff itu
'Baiklah apa aku boleh memanggil dengan panggilan Kakak?" tanya Lea berharap
'Saya tidak berhak mendapatkan panggilan itu nona" Rauff masih fokus dengan jalanan yang terlihat ramai
'Tentu saja berhak, apa Kakak sudah menikah?" tanya Lea kepo
'Baiklah nona, suatu kehormatan bagi saya di panggil kakak oleh nona, dan saya sudah menikah dan memiliki seorang putra yang kini berusia 5 tahun" Rauff menjelaskan dengan detail membuat Lea mengangguk mengerti
Akhirnya mobil mewah itu memasuki kawasan apartemen mewah setelah cukup lama di jalan.
Rauff membawa koper Lea memasuki lift setelah melapor ke bagian penjaga jika Lea adalah anggota baru, Lea juga mendapatkan serangkai pemeriksaan berupa foto sebagi tanda pemilik apartment agar tidak ada kekeliruan.
Mereka berhenti di lantai 5 dengan nomor 118.
Setelah membuka pintu dengan kartu akhirnya Lea bisa masuk juga.
'Semuanya sudah di siapkan oleh tuan Derrick nona, jika masih ada yang kurang lagi, nona bisa mengatakan pada saya" Rauff menyerahkan kartu masuk itu
'Nona tenang saja, masalah sekolah nona sudah saya daftarkan, nona istirahat saja dan cobalah berbaur dengan suasana negara ini, 3 hari lagi saya akan menjemput nona, saya pamit nona" pamit Rauff
'Terimakasih Kak" ucap Lea
Setelah kepergian Rauff, Lea memilih membereskan semua barang bawaannya dan langsung istirahat setelah cukup lama perjalanan.
***
Lea membuka matanya setelah tidur panjangnya, Lea menggerakkan tubuhnya supaya lebih baikan.
Setelah mandi Lea memilih masak, awalnya Derrick menolak keinginannya untuk tidak menyediakan pelayanan di apartment itu tetapi karena permohonan Lea dengan sungguh-sungguh akhirnya Derrick memperbolehkan dengan catatan akan ada pelayan yang tugasnya membersihkan apartment setiap 3 hari sekali.
Lea hanya memasak omelette dengan campuran daun bawang dan beberapa sayur lainnya, Lea sangat menyukai telur yang di campur daun-daun sayur karena rasanya lezat.
'Ku harap setelah kepergian ku ini bisa membuatnya bahagia di sana" guman Lea
Apartment yang pilih oleh Rauff begitu bagus, dari jendela balkon terlihat pemandangan kota yang begitu indah di sinari oleh lampu.
'Sebaiknya aku tidur saja, besok baru jalan-jalan sambil menghafal jalan" Lea membereskan piring kotornya
🌫️🌫️🌫️
Author pengen banget deh ke negara Rusia, ahh.. pasti menyenangkan...
Semoga kalian suka yaaa... jangan lupa untuk Like, Komen and Vote yaa... Kasih hadiah juga buat author hehe..
riri-can