You're My Destiny

You're My Destiny
Kuat



Lea menutup matanya melihat jasad Daddy-nya perlahan tertutup oleh tanah, rasanya Lea tidak ikhlas, siapa yang ikhlas ketika orang yang berharga dan berpengaruh dalam hidupnya pergi meninggalkannya maka jawabannya tidak ada, jikalau pun dia mengucapkan dirinya ikhlas tetapi jauh di lubuk hati yang terdalam tidak akan ikhlas.


'Sabar ya sayang" nyonya Erika memeluk Lea yang masih terdiam menahan Isak tangisnya


Lea mencoba menepati janjinya pada sang Daddy jika dirinya tidak akan pernah untuk menangis.


Tidak jauh dari Lea terlihat Leon yang menunduk entah apa yang berada di otak tampannya itu.


Cukup lama mereka berada di pusaran sang Daddy hingga akhirnya Lea memilih untuk pulang saja karena merasa tidak kuat melihat Daddy-nya sudah terkubur dengan tanah.


'Mommy.... sekarang kita gantian, Mommy Yang sekarang berkuasa akan Daddy, Maaf jika Lea lama bersama Daddy, sekarang Mommy dan Daddy sudah bersama, Lea akan sendirian disini tanpa ada kalian, bantu Lea dari sana, Lea akan kuat menghadapinya sendirian" Lea bermonolog dalam hatinya sambil memejamkan mata


'Sampai kapan pun Lea menyayangi Daddy, terimakasih atas semuanya Daddy" batinnya lagi kemudian beranjak pergi


'Semuanya kembali ke awal, baiklah, aku akan berusaha, Lea akan membuktikan pada Daddy dan Mommy jika Lea kuat" Lea menghela nafas panjang dan membuka matanya menatap langit yang terlihat mendung


                                ***


Di kediaman tuan Alfa terlihat Lea yang duduk termenung di ranjang milik Leon, pandangannya kosong karena merasa jiwanya hilang setelah kepergian sang Daddy.


CEKLEK


Lea mengalihkan pandangannya melihat Leon yang baru saja datang dari lantai bawah.


'Mandilah jangan mengotori kamarku" ucap Leon


Lea memutar bola matanya kesal, andai membunuh orang tidak berdosa dan tidak di penjara maka Lea akan memilih membunuh Leon.


Tanpa menjawab ucapan Leon, Lea segera mengambil pakaian ganti dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setengah jam Lea berada di kamar mandi karena tidak kuasa dengan hatinya Yangs sakit, berulang kali Lea menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak hingga lebih baik.


Lea keluar dari kamar mandi dan melihat kamar yang kosong, setelah merapikan penampilan Lea memilih keluar dari kamar melihat jam yang kini sudah masuk waktunya makan malam.


Sudah dua Minggu lebih setelah kepergian sang Daddy tetapi Lea merasa masih merasa jika Daddy-nya masih di sekitarnya.


Surat wasiat juga sudah di bacakan, dimana berisi penyerahan seluruh harta sebanyak 60% milik Lea dan 40% akan di sumbangkan kepada yang kurang mampu.


Lea tidak memikirkan tentang harta, baginya harta tidaklah penting karena menurutnya keluarganya lebih penting dari segalanya.


Pernikahannya dengan Leon masih seperti biasanya, dimana Leon yang masih suka mengatai-ngatainya, Lea tidak mau ambil pusing masalah Leon karena menurutnya Leon tidak lebih dari sekedar orang luar saja, perasaan cintanya sudah terkubur saat dimana Leon melafalkan kabul saat pernikahan mereka waktu itu, sekarang yang ada hanya perasaan biasa saja apalagi mengingat status Leon di seluruh dunia masih tunangan Gelany.


Saat akan menuju ruang makan terdengar Leon dan nyonya Erika yang tengah berdebat, Lea bukannya bermaksud menguping tetapi namanya juga di bawa-bawa membuat jiwa keponya naik.


'Kamu ini bagaimana Leon, sekarang Mama meminta kamu putuskan hubunganmu dengan Gelany, sekarang kamu sudah punya istri" nyonya Erika terlihat memijit pelipisnya


'Tidak bisa Ma, Aku menikahi dia hanya karena wasiat sedangkan aku dan Gelany saling mencintai, aku tidak akan memutuskan pertunangan kami bahkan aku akan mempercepat pernikahan kami" ucap Leon begitu keras kepala 


'Kamu sudah tidak waras Leon, pikirkan bagaimana perasaan istrimu saat kami akan menikah lagi, kamu pikir wasiat itu main-main? dengarkan Mama, sampai kapan pun Mama tidak setuju kamu menikah dengan Gelany, Mama tidak suka dengan sifat arogannya itu" terang nyonya Erika menatap Leon nyalang


PLAK


'Kamu keterlaluan Leon, Mama kecewa padamu" ucap nyonya Erika sambil meneteskan air matanya menatap Leon penuh kekecewaan


'Terserah Ma" Leon memilih pergi meninggalkan nyonya Erika yang masih menangis sedih


Nyonya Erika awalnya berpikir jika dirinya sudah merubah semua sifat egoisnya dulu maka hidupnya akan bahagia tetapi nyatanya putranya malah berulah sekarang.


Nyonya Erika menatap telapak tangannya yang baru saja menampar pipi putranya, perasaan bersalah menghantuinya tetapi rasa kecewanya begitu besar dengan keputusan Leon.


Leon melangkah pergi tetapi langkahnya terhenti melihat Lea yang berdiri dengan tatapan kosong, Leon merasa sesuatu menghimpit jantungnya melihat Lea yang tersenyum manis.


Leon berpikir jika Lea sudah mendengar perdebatannya dengan nyonya Erika tadi, tanpa sadar Leon merasa tidak nyaman melihat Lea yang tersenyum menatapnya.


'Aku han...


'Tidak apa Kak, anggap Lea tidak dengar apa pun, Kakak benar jika Lea hanya benalu yang datang ke dalam kehidupan Kakak, Lea cuma mau mengatakan selamat nantinya atas pernikahan Kakak dengan tunangan Kakak" ucap Lea kemudian pergi meninggalkan Leon yang terdiam kaku


Lea memilih untuk keluar dari rumah tuan Alfa, langkahnya tertuju pada jalanan yang terlihat sepi.


Setelah mendapatkan taxi, Lea langsung mengatakan tujuannya, supir taxi itu awalnya terkejut tetapi langsung berdehem mencoba agar tetap berani, dia berpikir jika Lea adalah makhluk tak kasat mata karena malam-malam begini ingin di atar ke kuburan.


Sekitar 7 menit akhirnya tujuan Lea sampai.


'Terimakasih ya pak" Lea memberikan ongkos taxi nya dan langsung pergi menuju penjaga makam


Sedangkan supir taxi itu malah menatap takut uang yang di berikan Lea karena berpikir itu adalah daun seperti film hantu yang ada TV, tetapi sudah bolak-balik dia menatapnya tetapi tidak kunjung berubah, tanpa ba-bi-bu supir taxi langsung menancap gas mobilnya.


Sedangkan Lea tengah memohon-mohon agar bisa masuk ke dalam karena merindukan Daddy-nya.


'Aduh neng, ini sudah lewat masanya, besok saja datangnya" ujar penjaga makam


'Ayolah Pak, hanya sebentar saja" mohon Lea


Penjaga makam itu dengan berat hati memperbolehkan Lea untuk masuk dengan catatan tidak boleh lewat dari 20 menit.


Akhirnya Lea bisa duduk di samping makam Daddy dan Mommy yang bersebelahan.


'Daddy... Mommy... pasti kalian sudah bahagia di sana, Lea juga bahagia kok, tetapi maaf Lea punya pilihan sendiri, Lea meminta maaf jika wasiat Daddy tidak sepenuhnya Lea turuti, Lea sadar selama ini Lea adalah benalu, benar apa yang di katakan Kak Leon jika Lea adalah parasit yang menggantungkan hidup pada kalian, maaf sekali lagi" Lea tersenyum sambil mengusap nisan Daddy-nya dan nisan Mommy-nya


Setelah cukup lama curhat Lea langsung pulang, tetapi tujuannya sekarang adalah Mansion peninggalan Daddy-nya.


🌫️🌫️🌫️


Semoga kalian suka yaaa...


riri-can