
Hari ini jihyun kembali bersekolah seperti biasanya, meskipun suasana hatinya sedang memburuk jihyun tetap memaksakan diri bersekolah mengingat ada ulangan matematika. dengan langkah gontai, jihyun
turun dari mobil, berjalan menuju gerbang.
khyuhyun merasa prihatin melihat jihyun,
yang sedang galau karena putus cinta.
"minhyun, hiburlah adikmu dan ingat jangan biarkan dia berhubungan lagi dengan guanlin"
"ne appa, serahkan saja padaku"
Minhyun segera turun dari mobil, bergegas menyusul jihyun yang sudah lebih memasuki sekolah. sebelum pergi ke kelas ny, minhyun
menyemparltkan diri untuk ke kelas jihyun
memastikan jika adik nya tidak berbuat nekad. kedatangan minhyun menjadi pusat
perhatian, banyak siswi-siswi yang terang-
terangan menatap kagum pada minhyun.
"hai tampan ada apa kemari?
Tanya yujin, ketua kelas jihyun yang agak
sedikit centil.
"hanya melihat keadaan adikku"
jawab minhyun acuh, sambil melihat ke a
rah bangku jihyun yang berada di barisan
paling depan. jihyun terlihat lesu, ia menelungjupkan wajahnya pada meja.
"yejin, maukah kau membantuku?
"tentu saja tampan, apa yang bisa ku bantu?
"tolong awasi jihyun"
"ok, tapi tidak gratis tanpan"
"apa yang kau mau dariku?
"menonton bioskop akhir pekan nanti"
"ok"
Setelah itu, minhyun pun melenggang pergi
menuju kelasnya yang berada di lantai 2. yejin bejingkrak-jingkrak kegirangan, ia sangat senang karena akan menghabiskan waktu dengan pangeran sekolah. siswa-siswi menatap heran pada tingkah yejin, yejin
memelototi mereka, mereka pun lari terbirit
birit memasuki kelas.
Jihyun masih dalam posisi nya, tak lama lucas datang. lucas menaruh tas ranselnya,
ia duduk di samping jihyun lalu menepuk
bahu jihyun.
"jihyun ah, gwanchanyo?
Jihyun bangkit dari posisinya, lucas hampir terjungkal karena terkejut melihat wajah jihyun yang terlihat pucat dan mata yang
sembab dan memerah, jihyun terlihat seperti
hantu di film horor.
"omo kamchagiya, ada apa denganmu?
"aku sakit"
"mana yang sakit? beritau aku biar ku obati"
"hatiku yang skit hiksss"
Seketika tangis jihyun pecah, tatapan tajam siswa-siswi mengarah pada lucas. lucas pun
mencoba menenangkan jihyun.
"jihyun ah uljima, kau membuat mereka salah paham"
Bukan ny berhenti, tangis jihyun semakin menjadi. lucas menarik tangan jihyun membawa jihyun meninggalkan kelas.
lucas membawa, jihyun menuju taman
yang berada di halaman belakang sekolah.
"yakk apa kau tak lelah?
sedari tadi kau terus menagis"
Seketika jihyun pun berhenti menagis.
"apa kau ada masalah?
aku tak akan memaksamu jika kau tak
mau cerita"
Jihyun hanya terdiam, sambil menatap kosong ke arah air danau yang terlihat tenang.
"jika aku sedang kesal, aku sering melemparkan batu ke dalam air
itu cukup ampuh melampiaskan kekeasalanmu"
Kata Lucas, sambil mengambil batu lalu melemparkannya ke danau. jihyun hanya
terdiam, memperhatikan lucas. tak lama,
lucas memberikan batu berukuran sedang
pada jihyun.
"coba lemparkan"
Jihyun mengambil batu itu, ia memejamkan mata membayangkan seolah melampiaskan
emosinya pada batu itu, lalu melemparnya
ke dalam air danau.
"bagaimana? apa perasaan mu sudah lega?
"sedikit"
"kajja kita kembali ke kelas"
"aku tidak mau, bisakah temani aku membolos"
"mwo? apa aku tak salah dengar?
seorang siswi teladan sepertimu mengajak ku membolos?
"ayolah sekali ini saja, aku sedang tidak
mood belajar"
"y sudah, tunggu sebentar aku kabari ketua
kelas dulu"
Lucas mengeluarkan ponsel pintar dari saku almamater nya, ia segera mengirim pesan pada ketua kelas. memberitahukan jika jihyun
sakit, sehingga ia akan menemani jihyun di
di uks. untung nya, si ketua kelas mempercayai kebohongan lucas.
"kajja"
Lucas menarik tangan jihyun, mereka bergegas meninggalkan taman sekolah.
berhubung lucas sering membolos, jadi
dia sudah hafal jalan tikus untuk keluar
dari sekolah itu. saat ini lucas & jihyun
berada di belakang sekolah, mereka
menatap tembok tinggi yang akan mereka
lewati.
"tembok ny tinggi sekali, bagimana kita.melewatinya"
"naik saja ke punggungku"
"mwo"
"cepat naik, nanti keburu ketahuan"
Lucas pun berjongkok, jihyun segera naik ke punggung lucas. lucas menggendong nya,
saat sudah sampai di tembok, jihyun segera
meloncat. setelah itu, lucas segera menyusul
hihyun. mereka berjalan menuju motor lucas
yang di parkirkan di luar sekolah, sesampai
disana, luca melepas almamater nya lalu memberikan pada jihyun.
"rok mu terlalu pendek, tutupi dengan ini"
"ah ne"
Jihyun tersipu malu, ia mengambil almamater
itu lalu memasangkan pada pinggang nya.
jihyun memakai helem terlebih dahulu, lalu
ia segera naik ke motor nija itu.
"sudah siap?
"ah ne"
"pegangan lah, aku akan ngebut"
Jihyun meletakan tangan nya pada pinggang
lucas, sehingga posisi mereka terlihat seperti berpelukan. lucas segera tancap gas meninggalkan area sekolah, sebelum pergi
jalan-jalan lucas membawa jihyun menuju
salah satu butique yang cukup terkenal di seoul.
"kajja"
"kenapa kau membawaku ke sini?
"untuk mencari pakian, jika kita jalan
jalan masih mengenakan seragam kita
akan kena masalah"
Jihyun mengangguk mengerti, ia segera turun dari motor. mereka pun berjalan memasuki butique itu, pemilik butique menyambut lucas
& jihyun dengan ramah. maklum saja, pemilik
butique itu merupakan bibi lucas.
"selamat datang di tiffany butique, hey anak
nakal siapa gadis cantik yang kau aja membolos? apa ini pacarmu?
"kami belum pacaran bibi, masih tahap pendekatan, kenalkan ini jihyun"
"annyeong haseyo jihyun imnida"
"kenalkan nama aunty tiffany"
"ah ne, salam kenal aunty"
"aunty, tolong carikan dress yang cocok
untuk jihyun"
"tunggu sebentar, anak nakal"
Aunty tiffany melenggang pergi, tak lama ia
kembali sambil membawa 5 pasang dress.
"jihyun, coba dulu dress ny"
Jihyun mengambil ke 3 dress itu lalu memasuki fitting room, beberapa menit
kemudian jihyun keluar dari fitting room.
jihyun terlihat cantik mengenakan dress
berwarna merah maroon.
"bagimana?
"terlalu terbuka, ganti"
Jihyun pun kembali memasuki fitting room,
beberapa menit kemudian jihyun keluar. kali
ini jihyun terlihat elegan mengenakan gaun
berwarna hitam, tetapi sayang lucas tidak
menyukainya.
"dress nya tidak cocok untuk siang hari,
ganti"
Aunty tiffany menatap jengah pada lucas,
dengan malas jihyun pun kembali memasuki
fitting room. tak lama ia keluar dari fitting room, jihyun terlihat cantik mengenakan gaun musim panas berwarna baby pink.
"aku ambil yang ini aunty"
Lucas memberikan black card ny pada auty
tiffany, setelah membayar lucas & jihyun pamitan, mengingat mereka akan pergi jalan
jalan.
"aunty, kami pergi dulu"
"hati-hati di jalan, ingat jangan sering
sering membolos"
"ne aunty"
Lucas & Jihyun pun kembali melanjutkan perjalanan, jihyun mengertkan pelukannya
saat lucas menambah kecepatan laju motor
Lucas tersenyum di balik helm nya. setelah
menempuh perjalanan kurang lebih setengah
jam, mereka pun sampai di lotte world.
Lotte world merupakan taman hiburan terbesar di korea selatan, taman hiburan
ini memiliki banyak wahana permainan.
tak hanya wahana permainan, di lotte word
terdapat stand yang menjual makanan maupun minuman, seperti ice cream atau
pop corn. dan juga di taman hiburan ini terdapat toilet umum & tempat mengganti
popok bayi. sehingga tempat ini cocok
dijadikan tepat rekreasi bagi anak muda
maupun orang tua yang sudah berkeluarga.
Setelah memarkirkan motor, lucas menggendeng tangan jihyun. mengajak
jihyun memasuki kawasan lotte world itu,
jihyun mengikuti langkah lucas memasuki
taman hiburan itu.
"kamu mau coba wahana yang mana?
"roller coster"
"serius? memang nya kamu tidak takut?
"jika aku takut, aku takkan mengajkmu"
Lucas & jihyun bergegas untuk membeli tiket,
untung nya antrian tidak terlalu panjang sehingga mereka tidak perlu mengantri lama.
setelah mendaoatkan tiket, Lucas & jihyun
segera menaiki roller coster. setelah semua
kursi terisi oleh penupang, roller coster mulai
berjalan. para penumpang belum bereaksi,
mengingat roller coster belum berada di puncak ketinggian, tetapi saat roller coster
sudah berada di puncak ketinggian dan hendak turun, para penumpang mulai berteriak. ada yang berteriak histeris karena
euporia ada pula yang berteriak ketakutan.
Jihyun berteriak, ia sangat menikmati euporia
terjun dari ketinggian. lain hal nya dengan lucas, keringat dingin mulai membasahi kening & lehernya, mata lucas mulai berkunang-kunang. tak lama, roller coster
pun berhenti, mengingat mereka sudah sampai di bawah. satu persatu peumpang
mulai turun, menyisakan lucas & jihyun yang
masih berdiam diri di bangku paling depan,
jihyun terkejut saat melihat wajah lucas yang
terlihat sangat pucat.
"lucas gwaenchanyo?
"aku ingin ke toilet"
Jihyun membantu lucas berjalan, mengingat
lucas berjalan sempoyongan. jihyun menagtarkan lucas sampai ke depan tolet
pria.
"kamu tunggu di sini, aku takkan lama"
Lucas segera memasuki toilet, sesampai disana lucas memuntahkan isi perutnya.
setelah selesai, lucas mencuci muka &
kumur-kumur, setelah itu ia keluar dari toliet.
"kajja"
"tunggu, kamu baik-baik saja kan?
"tenang saja, aku tidak apa-apa kajja"
Lucas kembali menggandeng tangan jihyun,
jihyun pun mengikuti langkah lucas. setelah
berjalan cukup jauh, langkah mereka berhenti
di depan loket tiket rumah hantu.
"kenapa mengajakku kesini?
"ini seru jihyun, jangan-jangan kamu takut?
"anio, aku hanya malas melihat boneka
hantu"
"jika kamu tidak takut, ayo kita masuk"
Lucas menarik jihyun menuju loket tiket, lucas membeli dua tiket. mereka berjalan
memasuki rumah hantu, sesampai di dalam
lucas memberikan tiket itu pada petugas.
petugas, memberi isyarat agar lucas & jihyun
naik ke kereta. mereka duduk di barisan paling depan, tak lama kereta mulai berjalan.
Bulu kuduk jihyun mulai meremang, suasan terasa mencekam mengingat keadaan di dalam rumah hantu sangat gelap, dan juga
hanya mereka berdua yang ada di kereta,
sehingga semakin terasa mencekam.
"aaaaaaaaaaa"
Jihyun berteriak ketakutan saat mwlihat boneka hantu, yang tiba-tiba muncul.
refleks jihyun memeluk kucas, menyembunyi
kan wajahnya di dada bidang lucas. lucas terkekeh melihat jihyun yang ketakutan.
"sampai kapan kau akan memelukku?
hantunya sudah tak ada jihyun"
Jihyun pun melepas pelukannya, seketika
ia menjadi salah tingkah. lucas tertawa
melihat tingkah, tingkah jihyun. jihyun
memasang wajah cemberut karena kesal
pada lucas, tak lama kereta pun berhenti.
jihyun bernafas lega, karena telah keluar
dari rumah hantu, ia pun segera turun dari
kereta, lucas pun segera menyusul.
"jihyun tunggu"
Jihyun tak menghiraukan panggilan lucas,
ia meneruskan langkahnya keluar dari ruamah hantu itu. tetapi langkah jihyun
terhenti saat lucas, menarik tangannya.
"lepaskan lucas"
"jihyun,kamu marah hmm?
"tidak, aku hanya kesal padamu
kenapa kau suka sekali menertawakanku?
"karena kamu lucu"
Seketika pipi jihyun merona, jihyun melepas
tangan lucas. ia bergegas meninggalkan
tempat itu, lucas pun segera menyusul jihyun.
"jihyun tunggu, kamu mau kemana?
"mencari catton candy & ice cream"
"kajja, aku bantu carikan"
Lucas menggandeng tangan jihyun, mereka
kembali menyusuri lotte world mencari stand
yang menjual ice cream & cotton candy. setelah berjalan cukup jauh, mereka menemukan nnya. lucas segera membelikan
ice cream & catton candy, lalu memberikan
nya pada jihyun.
"gomwo lucas"
"tidak usah sungkan, sekarang
kamu mau kemana lagi?
"aku ingin naik biang lala"
"kajja"
Mereka kembali berjalan menyusuri taman,
menuju loket tiket biang lala. sesampai disana, lucas segera membeli tiket. setelah
itu, mereka pun menaiki biang lala itu.
suasana terasa canggung, jihyun segera
melahap ice cream yang ia pegang, sebelum
icream itu mencair. setelah ice cream habis,
jihyun mulai memakan catton candy.
"lucas, cattin candy ny manis kamu
mau tidak?
"aku tidak suka makanan manis, habiskan
saja"
Jihyun kembali menikmati catton candy, sambil menatap langit dari atas biang lala.
langit sudah berwarna orange, menadakan
jika senja sudah tiba.
"woah langitnya cantik sekali"
Jihyun terkagum saat melihat langit yang berwarna orange, waktu berlalu begitu cepat
matahari tak lama lagi akan tenggelam. tiba
tiba lucas menggengam tangan jihyun, lucas
menatap jihyun intes, hal itu membuat hati
jihyun berdesir.
"ada apa lucas?
"jihyun, ada yang inginku katakan
tapi, jika aku sudah mengatakannya
jangan menjauhiku"
"baiklah, kata kan saja"
"wo ai ni jihyun, will you be my giril friend?
Jihyun terkejut saat mendengar pernyataan
cinta lucas, jihyun di landa kebingungan ia
tak mungkin menerima lucas, mengingat
jihyun masih mengahrapkan guanlin.
"maaf lucas, aku belum bisa menjawabnya"
"gwaenchana jihyun, aku akan menunggu"
Tak lama matahari pun tenggelam, langit pun
menjadi gelap. bertepatan dengan itu, biang
lala pun berhenti, lucas & jihyun segera turun
dan bergegas pualang. selama dalam perjalanan, tidak ada yang membuka percakapan, sehingga suasana terasa akward.
"lucas, boleh aku nyakakan radio?
"nyalakan saja"
Jihyun segera menyalakan radio, kebetulan
sedang memutar lagu Bts. seketika jihyun
pun ikut bersenandung menyanyiakan lagu
Bts, lucas kembali tersenyum saat melihat
tingkah jihyun. entah mengapa apapun yang
dilakukan jihyun, selalu menarik perhatiannya
dan membuat lucas tersenyum.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam
mobil lucas pun berhenti di pekarangan mansion keluarga cho, bertepatan dengan
datangnya mobil audy hitam milik khyuhyun.
menyadari jika sang ayah sudah pualng,
jihyun bergegas keluar dari mobil.
Lucas menyadari keberadaan mobil khyuhyun, ia pun keluar dari mobil lalu
menyusul jihyun.
"jihyun, kamu darimana saja?
kenapa tidak memakai seragammu?
"maaf abonim, aku mengajak jihyun
membolos"
Seketika khyuhyun menggeram marah saat
mendengar perkataan lucas, khyuhyun mencoba menahan emosi nya agar tidak
menghajar namja jangkung itu.
"itu tidak benar appa, aku yang mengajak
lucas membolos, aku sedang tidak mood
belajar jadi aku mengajak dia membolos"
"jihyun, masuk!
Jihyun pun segera memasuki mansion, kini
hanya menyisakan khyuhyun yang siap
mengintrogasi lucas.
"apa alasanmu mengajak putriku
membolos?
"hari ini jihyun sangat murung tidak seperti
biasnya, mungkin dia masih sedih karena
putus dengan guanlin, aku mengajak nya
jalan2x mencoba menghiburnya"
"ok, kali ini aku maafkan
tapi ingat jangn sering-sering
mengajak jihyun membolos"
"ne abonim"
"aku tau, kau menyukai putriku
jika kau benar2x menyukai jihyun,
bantu dia agar melupakan pria itu"
"ne abonim, aku akan berusaha"
Khyuhyun menepuk bahu lucas, lalu melenggang lergi memasuki mansion.
lucas menyunggingkan senyumannya,
ia sangat senang karena mendapat lampu
hijau dari khyuhyun, luca kembali memasuki
mobil porsche nya. tak lama mobil pun
meninggalkan pekarangan mansion.
To be continue...................