
Hari ini Lea kembali sekolah seperti biasanya, hari ini Lea berangkat sendiri karena Simon tidak bisa di hubungi, bukannya Lea tidak mau berangkat sendiri hanya saja biasanya Simon menjemputnya.
Mobil yang Lea tumpangi terparkir di tempat parkiran sekolah, sejujurnya Lea malas masuk sekolah karena masih memikirkan kondisi kesehatan Daddy-nya.
Sejujurnya Lea masih belum sepenuhnya membuka hatinya untuk Simon hanya saja Lea menghargai usaha Simon yang bersungguh-sungguh padanya, betapa jahatnya dirinya jika tidak menghargai usaha Simon dan buktinya hatinya mulai terpikat pada Simon yang selalu memperlakukan dirinya begitu istimewa.
Lea masih belum mau keluar dari dalam mobil karena melihat mobil yang biasanya Simon bawa berhenti di samping mobilnya.
Terlihat Simon keluar dari dalam mobil, Lea tersenyum manis melihat Simon yang menatap sekeliling tetapi senyumannya sirna melihat seseorang yang keluar dari mobil Simon, Lea menyipitkan matanya melihat Yovie yang baru saja keluar dan berlari ke arah Simon kemudian memeluk Simon.
Lea tersenyum miris, entah kenapa hatinya berdenyut sakit melihat ada perempuan lain yang memeluk Simon padahal Simon belum sepenuhnya masuk ke dalam hatinya.
Lea melihat dengan jelas jika Simon menolak pelukan Yovie tetapi Yovie mengucapkan sesuatu yang membuat Simon terdiam dan menurut, kemudian mereka pergi begitu saja sambil bergandengan tangan.
Cukup lama Lea terdiam di dalam mobil hingga akhirnya Lea memilih keluar dan berjalan menuju kelasnya.
Lea duduk di kursi paling belakang sesuai pilihan Simon waktu itu, karena gurunya belum datang membuat Lea memilih mendengarkan musik dengan menggunakan earphone miliknya.
Lea juga membawa beberapa berkas kerja milik Daddy-nya untuk dia periksa karena kondisi Daddy-nya masih belum sembuh total.
BRAK
Lea terkejut saat mejanya di gebrak dengan kuat, pelakunya adalah Yovie yang kini menatapnya tajam dan pandangan merendahkan.
'Heh, dengar yaaa... mulai sekarang jahui Simon karena sekarang Simon adalah tunangan gue" ucap Yovie sambil memperlihatkan jarinya yang tersemat sebuah cincin
Lea mengerutkan keningnya, senyumnya mengembang meski hatinya sakit.
'Pantas saja mereka tadi datangnya barengan, ternyata sudah tunangan" batin Lea
'Lo dengar nggak! jangan jadi pelakor dalam hubungan orang!" teriak Yovie membuat mereka berdua jadi pusat perhatian
'Ya sudah, bilangin juga sama tunangan lo jangan gangguin gue lagi, udah sana pergi" Lea tidak ingin meladeni Yovie
Yovie membelalakkan matanya melihat respon Lea, Yovie berharap jika Lea marah dan mengamuk dan nantinya dia akan memutar balikkan fakta jika Lea yang duluan mengganggunya.
'Masih ada sesuatu yang mau di omongin? kalau nggak ada mending pergi deh gue sibuk" balas Lea kembali memasang earphone pada kedua telinganya
Yovie terdiam, entah kenapa Yovie begitu membenci Lea padahal Lea tidak pernah berurusan dengannya, dengan perasaan dongkol Yovie pergi ke bangkunya hal itu menjadikan dirinya jadi bahan gosip.
'Lo dengar kan, Yovie bilang jika dirinya tunangan dari pacara Lea, apa mungkin Lea udah putus dengan Simon?" gosip siswi A
'Entahlah, atau bisa jadi Sebenarnya Lea adalah perusak hubungan antara Yovie dan Simon, buktinya tadi Yovie bilang jika dirinya adalah tunangan Simon" sambung siswi B
'Bisa jadi, tapi gue lihat jika Lea biasa aja atau mungkin Yovie yang jadi perusak hubungan mereka, gue udah yakin sih secara pertama bertemu saat Yovie mengambil kursi Lea, Simon datang dan membela Lea bahkan mengancam Yovie, berarti Yovie yang jadi perusak" gosip siswi C
'Gue sependapat dengan lo, bahkan satu sekolah tau jika Simon yang ngejar-ngejar Lea, ternyata Yovie adalah PHO" sambung yang lainnya sambil bergosip
Gosipan itu semakin membuat Yovie panas, matanya tertuju pada Lea yang cuek saja, hatinya ingin sekali memberi Lea pelajaran.
Acara gosip itu terhenti saat guru yang mengajar datang membuat ruangan itu sunyi karena fokus pada pelajaran.
Bel istirahat berbunyi membuat beberapa siswa berhamburan keluar ada yang menuju kantin atau ke taman sambil berbincang dengan yang lain, bahkan di kelas itu beberapa siswa bergosip.
Lea mengambil berkas milik Daddy-nya, Lea merasa terganggu dengan teman sekelasnya yang bergosip di kelas itu, sejujurnya Lea bisa saja menyuruh mereka untuk diam tetapi menurutnya itu kebebasan mereka, Lea juga tidak mau menjadi pribadi yang egois yang mengandalkan kekuasaan Daddy-nya.
Tujuannya sekarang adalah ruang musik karena biasanya ruangan itu sepi kecuali hari kamis dan hari sabtu saja karena akan ada anggota klub musik yang menggunakannya.
Setelah mendapatkan kunci ruang musik dari ketua osis, akhirnya Lea bisa masuk dan duduk bersandar pada dinding sambil memeriksa berkas milik Daddy-nya yang masih belum selesai.
Di tengah-tengah ke fokusannya tiba-tiba tiga orang laki-laki masuk sambil berteriak-teriak.
'Eh sorry, gue pikir nggak ada orang" ucap siswa bernama Gara yang merupakan ketua klub musik
'Lo Lea kan, siswa viral yang waktu itu" ujar siswa bernama Indra sambil terkekeh
Lea masih terdiam menatap ketiganya, niat mau fokus kerja tetapi malah terganggu.
'Lo ngapain disini?" tanya siswa bernama Derick yang merupakan salah satu anggota klub musik juga
'Kerja gue" balas Lea kembali fokus pada berkas miliknya
'Tapi kita mau main musik ini, ntar lo terganggu gimana?" Indra menatap Lea yang masih duduk santai tanpa terganggu
'Main ya tinggal main aja, udah sana jangan ganggu" balas Lea merasa malas untuk berdebat
Hatinya begitu sakit sekarang, dan pelaku sakit hatinya sekarang adalah Simon.
'Udah nggak usah gangguin dia, buruan kita konsentrasi buat nyiptain lagu yang akan kita bawakan kamis besok" ujar Gara melihat Lea yang sepertinya tidak mau di ganggu
Mereka bertiga akhirnya fokus pada tujuan mereka yaitu menciptakan lagi yang akan mereka nyanyikan saat ekstrakurikuler nanti berlangsung, terlebih mau mengajari anggota baru.
Lea menghentikan sejenak pekerjaannya dan menatap ketiganya yang tengah fokus belajar bernyanyi.
'Menurut gue nadanya lebih bagus jika di rendahkan sedikit" ucap Lea berpendapat
Ketiganya menoleh pada Lea yang tersenyum sambil membenarkan berkas miliknya.
'Tadinya gue juga berpendapat begitu, okay kita ubah bagian ini agar lebih rendah" Gara menandai perubahan pada teks lirik lagu yang mereka ciptakan
'Thaks udah kasih pendapat" ucap Indra membuat Lea mengangguk
'Gue pamit yaa, good luck" ucap Lea pamit keluar
***
Sepulang sekolah Lea segera pergi menuju mobilnya, tetapi matanya melihat Simon yang bersandar pada mobilnya dengan wajah yang terlihat kalut.
'Le..." panggil Simon berjalan mendekat
'Ada apa?" tanya Lea dengan wajah seriusnya
'Ada yang mau aku bicarakan" ucap Simon dengan wajah serius
'Nggak perlu lagi Simon, aku udah tau kok dari Yovie, semoga kalian bahagia yaaa..." ucap Lea membuat Simon tersenyum masam
'Le... dengerin aku dulu, sebenarnya ini...
'Simon, sejujurnya hati gue sakit di perlakukan seperti ini tapi gue tau lo pasti punya alasan sendiri melakukan ini sama gue, gue harap kita tidak perlu lagi saling berhubungan dan saat ini kita putus, gue nggak mau tunangan lo marah sama gue, permisi" pamit Lea masuk ek dalam mobilnya meninggalkan Simon yang sedih
Simon meneteskan air matanya saat Lea sudah menggunakan kata lo gue padanya, hatinya terasa sakit, hilang sudah pengorbanannya selama ini karena perbuatannya sendiri.
'Maafin aku Lele" ucap Simon menghapus air matanya
🌫️🌫️🌫️
Kira-kira apa yang terjadi sih?
riri-can