
Lea tersenyum senang saat dirinya memasuki area kampus.
Pilihannya jatuh pada University Of Rusian, Lea memilih jurusan ekonomi Bisnis agar bisa melanjutkan perusahaan Daddy-nya itu.
Tidak terasa akhirnya Lea bisa lulus SMA dan mulai duduk di bangku kuliah, Lea akan merasakan yang namanya deg-degan bertemu dengan dosen-dosen killer, memikirkan itu perlahan membuat Lea bahagia.
Setelah keterpurukan dirinya beberapa bulan yang lalu, akhirnya Lea bisa menjalaninya meski dengan perasaan yang sedih.
Kini dirinya hanya seorang diri, tidak punya sanak saudara tetapi Lea bersyukur memiliki beberapa teman yang baik dan perhatian.
Jessie dan Jonh memilih kuliah sesuai dengan keinginan mereka, dan ternyata Jessie kuliah di negara negeri ginseng itu yaitu Korea, dia memilih jurusan dokter kecantikan padahal Jessie adalah gadis yang tomboi tetapi entah kenapa dia memilih jurusan itu, sedangkan Jonh kuliah di negara Berlin, mereka bertiga berpisah tetapi masih saling kontek-kontekan.
Beruntungnya penerimaan mahasiswa baru tidak di laksanakan seperti kampus pada umumnya, mereka langsung di bagi sesuai dengan jurusan masing-masing tanpa adanya perkumpulan di tengah lapangan.
Lea memakai jeans putih dan sweater rajut berwarna hitam di padukan sneaker berwarna putih.
Lea duduk di kursi belakang karena dirinya terlambat datang, di depan sana terlihat seorang kating (Kakak Tingkat) tengah menjabarkan seputar kuliah sambil memperkenalkan diri masing-masing.
Lea merasa bosan karena merasa tidak menarik dengan pembicaraan kating di depan sana.
'Apa kamu bosan?" tanya seseorang pada Lea
Lea menoleh dan melihat seorang pria berwajah manis dengan warna kulit yang kecoklatan.
'Iya, jujur saja aku merasa materinya tidak menarik" ungkap Lea dengan jujur
'Ku pikir hanya aku saja" kekeh pria itu
'Oh iya, aku Coraunt panggil saja Raunt" Raunt memperkenalkan dirinya
'Leanne, panggil saja Lea" balas Lea tersenyum manis
'Senyumanmu sangatlah manis" rayu Raunt membuat Lea terkekeh
'Mereka sering mengatakan itu, biasalah orang cantik mah bebas" balas Lea tersenyum tipis
'Wow, kamu sangat menarik, apa kamu asli disini? ku pikir nada suaramu agak berbeda dengan yang biasanya?" tanya Raunt mengerutkan keningnya
Lea menghela nafas berat, padahal sudah beberapa bulan dia di negara ini, dia juga sudah hafal dan lancar berbahasa Rusia tetapi mengapa logatnya masih belum sempurna, sungguh menjengkelkan.
'Aku dari negara Indonesia" terang Lea
'Indonesia? apa itu Asia?" tanya Raunt ragu
'Benar, apa kamu tidak tau, padahal negaraku sangatlah terkenal ke seluruh belahan dunia" Lea membanggakan negaranya sendiri
'Benarkah? aku kurang tau" balas Raunt menggaruk kepalanya membuat Lea kesal
'Berarti kamu kurang wawasan" balas Lea kesal
'Sepertinya iya, lupakan soal itu, jika kamu asli Indonesia mengapa wajahmu umm... lebih mirip orang Rusia, lihatlah aku saja yang asli Rusia tidak seperti yang lainnya" terang Raunt tidak ikhlas karena Lea begitu mirip dengan penduduk negaranya
'Daddy ku asli sini, wajar sajalah aku mirip, lagian kamu tidaklah jelek" balas Lea
'Terimakasih atas pujiannya, apa kamu berkenan jika kita makan malam" tawar Raunt dan Lea menolak
'Tidak, aku lebih suka tidur di rumah daripada berkeliaran tidak jelas" terang Lea membuat Raunt cemberut
'Lain kali jika aku sedang senggang" balas Lea kembali melihat wajah kecewa Raunt
Lea memilih pulang saja karena dia ingin tidur, Lea merasa kurang enak badan.
Se sampainya di dalam apartemen, Lea segera membaringkan tubuhnya, padahal Lea sudah begitu bersemangat tadinya saat berangkat ke kampus tetapi ternyata tubuhnya menolak.
'Bagaimana kabar Kak Leon? apa dia sudah menikah dengan tunangannya itu?" monolog Lea
'Pasti mereka sudah bahagia sekarang, ternyata hidupku tidaklah begitu beruntung" guman Lea meneteskan air matanya
Lea begitu berharap bisa menikah dengan Leon tetapi takdir menolaknya, sungguh pertentangan yang tidak bisa di ubah sama sekali.
'Kak Leon? apa sedikit saja kamu tidak mau melirikku?" Lea menutup matanya menahan air mata yang semakin deras
'Aku memang wanita murahan hiks.. padahal kodratnya perempuan itu harusnya di kejar bukan mengejar, apa yang telah ku lakukan, aku benar-benar rendahan" isak Lea begitu malu pada dirinya sendiri
'Ku mohon otak dan hati, bekerja samalah jangan saling bertentangan, jika kalian saling berpendapat beda maka respon tubuhku akan tersiksa, wahai hati cobalah untuk berdamai, Kak Leon sudah bahagia, dia tidak mungkin mengingatku" Lea menangis tersedu memikirkan kisah percintaannya yang begitu menyakitkan
Akhirnya Lea mulai tertidur setelah memikirkan hal yang yang membuatnya tersiksa, hati yang terluka akan membuat semuanya terasa tidak enak, terbukti Lea yang merasa terus di hantui oleh perasaannya sendiri, sungguh begitu dramatis.
***
Lea membuka matanya karena merasa sudah puas dengan tidurnya.
Rasa pusingnya sudah hilang tetapi tubuhnya masih terasa hangat.
'Aku kangen rumah" gumannya
'Daddy, apa Daddy juga kangen pada Lea? Lea juga kangen pada Daddy dan juga Mommy, kalian sudah bersama di atas sana, sedangkan Lea sendiri di sini, tapi Lea tau jika kalian pasti menjaga Lea dari atas sana, terimakasih sudah membuat Lea hadir di dunia yang indah ini, meski banyak rintangan tetapi Lea ikhlas" Lea tersenyum menatap atap-atap apartemennya
Lea memilih untuk membersihkan tubuhnya karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Setelah mandi Lea langsung memesan gofood karena malas me masak.
'Enaknya jadi anak kosan, bebas mau berbuat apa saja hehehe, ahh.. andai bisa menjadi angin, aku ingin menjadi angin yang bisa berhembus ke mana saja tetapi dapat membuat orang merasa sejuk" kekeh Lea
'Ehh... tapi jika anginnya kencang yang ada malah merusak, jadi aku berpikir jika aku harus menjadi diriku sendiri' ucapnya kembali
Lea memakan makanan pesanannya dan kembali memilih istirahat saja, jujur saja Lea bukanlah gadis yang suka merepotkan orang lain jika tengah sakit, Lea adalah tipe gadis yang cukup tertutup mengenai jika dirinya sakit katanya "selagi masih bisa di tahan kenapa nggak di tahan saja", bukankah dia gadis yang hebat?.
🌸🌸🌸
Author merasa ngantuk ngetiknya, apalagi skripsi author belum rampung, belum lagi ngurus suami sama anak, aduhh..... rasanya enak buangeetttt...
Resiko nikah muda yaa begini, ya ampunn... Malah curhat lagi, tapi beneran guys.. nikah muda itu bukanlah seperti yang kalian pikirkan, author aja bingung, kok bisa yaa.. author nikah pas lulus SMK? author bukanlah gadis nakal guys, yaa.. meski author kenal suami author dari aplikasi Ablo ( bukan promosi tetapi memang nyata) bukan berarti author nakal, di situs itu author cuma mau nyari teman orang luar gitu buat bisa belajar b.inggris, maksudnya lebih ingin memperdalam ehh...taunya jodoh author dari sana, untung aja ganteng hahahaha...kami hanya kenal beberapa bulan saja, awalnya author pikir dia beneran asli dari negara luar ehh pas akhirnya saat tau benderanya sama dengan author, dia malah ngajak ketemuan Wkwkwk... Bayangin aja guys jauhnya Jakarta ke Pekanbaru, dia jauh-jauh datang dari Jakarta buat cuma ketemu sama author kalau di ingat perjuangannya cukup dramatis sih tapi sangat romantis hehe.. setelah sebulan kenalan akhirnya author di ajak nikah deh, padahal di situ author baru lulus sekolah loh dan entah kenapa author mau aja di ajak nikah.
Kami sebenarnya berencana tidak memiliki anak dulu sebelum umur author 21 tahun tapi nyatanya suami author jahat hiks.. pas pernikahan kami satu tahun di hari anniversary suami author minta pengen punya anak padahal author baru aja masuk kuliah huwaaa... Jahat banget suami author.
Akhirnya yaa... Allah memberikan kami sebuah hadiah, Alhamdulillah author positif Hamil setelah setahun menikah dan yaa...putra kami sangatlah cakep, jelas cakep wong dia Lanang hahaha... bisa aja kan author hehehe..
Dan yaaa... banyak Lika liku pernikahan, jika kalian yang belum menikah ingin menikah cepat maka author sarankan, puasin aja dulu masa mudanya, bukannya author mau menggurui guys hanya saja author cuma mau mengingatkan saja, kisah percintaan sebelum menikah dan sesudah menikah itu jauh total, jika saat pacaran kalian masih bisa saling menyembunyikan sesuatu tetapi setelah menikah jangan harap ada kata sembunyi, kalian akan merasakan yang namanya naik roller coaster yang sesungguhnya, jadi puasin aja dulu yaa masa mudanya.
Author kadang merasa Nyesal aja gitu, sebenarnya suami author orangnya baik hanya saja posesif gitu, wajar aja sih dulu katanya sebelum kenal author dia punya adik perempuan tetapi adiknya meninggalkan karena kecelakaan, mungkin saja itu salah satu faktor suami author posesif tapi dia romantis banget Wkwkwk.. jujur aja yaa jika author lagi males buat ngerjain tugas kuliah maka dia yang akan ngerjain, pernah beberapa kali dia tidur malam banget karena mengerjakan tugas author, katanya author pasti capek ngurus anak kami yang Subhanallah aktif sekali, ya ampunn.. padahal author kalemnya MasyaAllah, author curiga jika tuh bocah dapat sifat nakalnya dari Papanya deh..
Ya ampun author ke enakan curhatnya, maaf yaa... Lain kali lagi kita curhat lagi, bye semuanya semoga kalian suka yaa..
riri-can