
Lea mengambil botol obat itu dan melihat nama obatnya, setelah menyimpan nama obat itu dalam memorinya Lea segera keluar dari kamar Daddy-nya dengan hati-hati.
***
Lea berangkat sekolah setelah pamit pada Daddy-nya, Daddy-nya sudah berbaring seminggu lebih tetapi belum membaik juga, Lea bersusah payah merayu tuan Gofran agar di bawa ke rumah sakit tetapi tuan Gofran dengan tegas menolak membuat Lea mau tidak mau menurutinya.
Pagi ini Lea membawa mobilnya ke sekolah, dan soal hubungannya dengan Simon kandas begitu saja, Lea tidak mau mengurusi hal itu karena Lea ingin fokus pada kesehatan Daddy-nya.
Simon masih terus berusaha untuk berbicara dengannya tetapi Lea terus menolak karena Yovie terus membombardir dirinya dengan sebutan PHO (Perusak Hubungan Orang), Lea bukalah gadis seperti itu, lebih baik menjauh daripada di rendahkan menurutnya.
Dan untuk perasaannya pada Leon masih terus bertahan meski sekarang mulai memudar, Lea juga tidak mau menjadi perusak di dalam hubungan Leon dengan tunangannya, biarlah takdir yang menentukan jalan hidupnya.
Lea mengerutkan keningnya saat mobil yang di tumpangi mulai memelan, matanya tertuju pada bahan bakar yang habis, Lea merutuki dirinya karena kelalaiannya tidak memeriksa bahan bakar tadinya saat berangkat sekolah.
'Ya ampun malah SPBU nya udah jauh lagi, sepi bener dah jalanan ini" guman Lea menatap sekeliling
Lea mulai mengambil ponselnya untuk menghubungi ojek online karena takut terlambat, hingga seseorang mengetuk pintu mobilnya.
Lea membulatkan bola matanya melihat sosok yang mengetuk pintunya, dia tidak sedang bermimpi sekarang, di sampingnya terlihat Leon dengan setelan jas kantornya.
Dengan ragu Lea keluar karena takut di damprat lagi oleh Leon.
Saat dirinya turun terlihat raut wajah Leon yang berubah, Lea merasa canggung sekarang setelah kejadian Leon meninggalkan dirinya malam itu mereka tidak pernah lagi bertemu karena sibuk dengan kegiatan masing-masing.
'K.. kak Leon" panggil Lea ragu
Terdengar jelas jika Leon berdecak hal itu membuat Lea takut jika Leon akan menghinanya kembali.
'A..ada apa ya kak?" tanya Lea
'Nggak ada, lain kali jangan berhenti mendadak untung saja mobil ku tidak menabrak mobilmu" ucap Leon dengan wajah kesalnya
'Maaf kak, bensin mobil Lea habis, kakak bisa menyalip kok, jalannya luas" Lea tidak mau menatap wajah tampan Leon karena takut terpikat lagi
Meski Leon menghinanya dan mengata-ngatai dirinya tetapi hatinya masih sepenuhnya milik Leon, begitu susah menghilangkan nama Leon dari hatinya.
'Nggak perduli" balas Leon langsung pergi meninggalkan Lea yang terdiam
Mobil Leon melintas di sampingnya membuatnya hanya menghela nafas panjang, Leon begitu membencinya.
Lea masih berusaha memesan ojek online tetapi sedari tadi terua saja di cancel membuatnya bingung dengan ojek online hari ini.
'Apa mereka nggak butuh uang yaaa" guman Lea mendumel kesal
'Kalau jalan keburu telat, masa gue bolos lagi, semalam kan sudah" monolognya sendiri
'Jika hubungi supir atau bawahan Daddy, bisa kelamaan hadehhhh..." Lea terlihat frustasi
Di tengah kebingungannya terlihat mobil sport berhenti di sampingnya, Lea tentu mengenal mobil itu.
'Buruan masuk!" perintah yang punya mobil
'Nggak usah kak Leon, bentar lagi pesanan ojek Lea datang" dusta Lea membuat Leon tersenyum sinis
Yup, pemilik mobil itu adalah Leon yang merupakan pria pujaan Lea selama ini.
'Mana ada ojek online beroperasi hari ini, mereka sedang demo di depan kantor mereka, buruan masuk!" Leon melotot pada Lea
Lea mengagaruk tengkuknya yang tidak gatal, pantas saja pesanannya selalu di cancel ternyata faktornya mereka tengah demo, dengan Ragu Lea naik ke dalam mobil Leon dan menghubungi salah satu pengawal di rumahnya untuk menjemput mobilnya yang mogok.
Lea memilih diam dan fokus pada ponselnya yang tengah memeriksa pesan yang datang, pesan itu dari Simon tetapi Lea malas untuk membalasnya.
'Gapapa kok, lagian itu salah Lea kak, Lea sudah mulai melupakan perasaan Lea pada Kakak, maaf sudah menyukai kakak" ungkap Lea membuat Leon menghentikan mobilnya mendadak
'Ada apa kak?" tanya Lea kaget
Leon menoleh pada Lea dan menatapnya tajam, amarahnya naik mendengar jawaban Lea.
'Siapa yang menyuruhmu untuk menghapus perasaan itu?!" sentak Leon dengan suara meninggi membuat Lea kaget
'Kakak sendiri yang bilang, lagian wajar saja jika Lea harus menjauh karena kakak sudah bertunangan" jelas Lea tidak berani menatap mata Leon
Leon menghembuskan nafas panjang kemudian menjalankan kembali mobil itu sedangkan Lea nampak sibuk dengan ponselnya.
Lea langsung pamit dan berterimakasih pada Leon setelah sampai di depan sekolahnya.
Setelah mobil Leon pergi, Leon menoleh kebelakang dengan hati yang sakit.
'Mengapa rasanya sakit" guman Lea
Sesampainya di kelasnya Lea memilih duduk sendirian setelah membalas sapaan beberapa teman sekelasnya.
Tiba-tiba Lea mengingat nama obat yang sering Daddy-nya minum, rasa ingin tahunya meninggi dengan cepat Lea men sharecing di google mengenai perihal obat itu.
Tiba-tiba air matanya mengalir saat membaca keterangan obat itu, apa Daddy-nya beberan mengidap penyakit berbahaya itu? air mata Lea semakin mengalir derasa saat melihat tanda-tanda yang tertera di artikel itu, semuanya benar-benar tanda-tanda yang sering Daddy-nya alami mulai dari mual, sakit kepala, pandangan buram bahkan sampai mimisan.
'Daddy" guman Lea sambil menghapus air matanya
'Enggak, Daddy nggak mungkin mengidap penyakit kanker otak" guman Lea sambil menggelengkan kepalanya
Lea bingung mau berbuat apa sekarang, jika memang Daddy-nya mengidap penyakit itu mengapa Daddy-nya tidak jujur padanya.
'Apa yang Daddy pikirkan hingga tidak mau jujur pada Lea" ucapnya
Selama pelajaran berlangsung Lea hanya fokus pada Daddy-nya bahkan mengabaikan teman sekelasnya yang menyapanya.
Lea sudah tidak sabar ingin segera pulang ke rumah dan bertanya secara langsung pada Daddy-nya, bagaimana bisa Daddy-nya menyembuhkan hal penting ini darinya.
Lea berlari menuju gerbang karena supirnya sudah menunggu, Lea sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Daddy-nya.
Lea menyipitkan matanya saat mobil yang dia tumpangi bukanlah arah ke mansion.
'Pak, ini bukan jalan menuju rumah" Lea bingung menatap supir pribadinya itu
'Umm... tuan besar drop nona dan di larikan ke rumah sakit" ukar supir itu membuat Lea syok
'Apa lagi ini? ku harap ini hanya mimpi, tidak mungkin Daddy punya penyakit itu, selama ini Daddy baik-baik saja" Lea mencoba menolak apa yang ada di pikirannya
Mobil mewah itu melaju menuju arah rumah sakit dimana Daddy-nya di larikan.
Dengan cepat Lea berlari menuju ruang inap Daddy-nya setelah mengetahui letaknya.
🌫️🌫️🌫️
Wahhh... ada apa nih? Kok author deg-degan hehehe...
Semoga kalian suka yaa...
riri-can