You're My Destiny

You're My Destiny
Curiga 2



Dokter Peter bingung mau menjelaskan apa mengenai pertanyaan Lea.


'Bukan apa-apa, hanya saja biar kondisi tuan lebih baik saja" jawab dokter Peter tetapi Lea masih belum puas


'Baiklah, Paman akan pulang, tuan harus banyak mengkonsumsi vitamin, kalau begitu Paman pamit, jika ada sesuatu hubungi Paman" dokter Peter mengelus kepala Lea dan tersenyum kecil


Tidak lama setelah kepergian dokter Peter akhirnya tuan Gofran bangun, Lea yang melihatnya langsung memilih duduk di samping tuan Gofran.


'Daddy" Lea memeluk tuan Gofran karena takut terjadi sesuatu pada tuan Gofran


Tuan Gofran tersenyum melihat tingkah manja putrinya, tetapi keningnya mengerut saat mengetahui jika dirinya tengah berbaring di atas ranjang dengan jarum yang tertusuk di lengannya.


'Daddy kenapa? jika Daddy sakit harusnya bilang pada Lea ihh... kan Lea khawatir lihat Daddy pingsan dan mimisan seperti tadi" rengek Lea


Tuan Gofran menatap Lea dengan tatapan terkejut, entah apa yang ada di dalam hatinya tetapi dia begitu resah sekarang.


'Umm... apa kamu tadi menghubungi dokter Peter?" tanya tuan Gofran hati-hati


'Tentu saja, tadi Lea menelpon Paman" terang Lea


'Apa yang dokter Peter katakan?" tanya tuan Gofran dengan wajah pucatnya


'Paman bilang Daddy hanya kelelahan, dan harus banyak mengkonsumsi vitamin serta perbanyak makan kacang merah" Lea menjelaskan dengan detail sesuai perkataan dokter Peter hal itu membuat tuan Gofran menghembuskan nafas lega


'Tapi Paman bilang, Daddy harus ke rumah sakit buat pemeriksaan Daddy, Lea tidak tau pemeriksaan seperti apa tetapi Lea akan menemani Daddy nanti buat pemeriksaan" Lea meringis melihat lengan Daddy-nya yang tertusuk jarum infus


'Apa lengan Daddy sakit? hiks.. hiks.. Daddy tidak boleh sakit lagi hiks.. Lea takut Daddy, Lea takut terjadi sesuatu pada Daddy, Lea mohon jangan pernah sakit" isak Lea membuat tuan Gofran menatap putrinya dengan tatapan sendu


'Baiklah Daddy tidak akan sakit, tetapi kamu tidak perlu menemani Daddy buat pemeriksaan kan ada asisten Erick, kamu hanya boleh fokus sama pelajaran kamu my princess, sebentar lagi kamu akan lulus" tuan Gofran menutup kedua matanya seolah berat mengatakan hal itu


'Oh iya apa kamu sudah mandi, kok Daddy merasa kamu belum mandi?" tuan Gofran mencoba mengubah topik pembicaraan


'Gimana mau mandi Daddy, isss.. kan Lea khawatir sama kondisi Daddy, jangankan buat mandi, mau makan saja rasanya berat, pokoknya Daddy tidak boleh lagi sakit" Lea cemberut


'Maafkan Daddy my princess, lain kali Daddy tidak akan pernah sakit" balas tuan Gofran


'Semoga saja" batin tuan Gofran


'Tadi Lea sudah masak kacang merah buat Daddy, sebaiknya Daddy makan dulu habis itu minum Vitaminnya" Lea mengambil mangkuk berisi kacang merah


'Beneran kamu yang masak? kok Daddy tidak percaya" gurau tuan Gofran


'Ihh... Daddy mah gitu, meski Lea tidak memasaknya tetapi Lea membantu Mbok Wiwin dengan doa' kok" Lea menyodorkan kacang merah itu pada tuan Gofran


'Baiklah, Daddy akan memakan masakan putri Daddy yang cantik ini meski hanya membantu doa' saja" kekeh tuan Gofran semakin membuat Lea cemberut


'Daddy ngeselin banget sih" Lea kembali fokus untuk menyuapi Daddy-nya


Tuan Gofran makan dengan lahap tetapi sebenarnya tuan Gofran tidak bernafsu, melihat putrinya yang begitu semangat untuk kesembuhannya membuatnya terharu, sifat putri kecilnya mengingatkan dirinya pada mendiang istrinya.


'Sayang, apa kamu melihatnya, putri kecil kita begitu perhatian, entah pria mana yang akan beruntung mendapatkannya, bantu aku mencarikan penjaga yang baik untuknya dari sana sayang" batin tuan Gofran sembari berdoa


'Nah, sudah habis waktunya minum Vitamin" Lea memberikan Vitamin pada Daddy-nya


'Daddy istirahat saja, tidak perlu pikirin masalah pekerjaan, Lea mau bantu Daddy saja buat ngerjain" Lea mengangkat nampan berisi mangkuk dan gelas bekas tuan Gofran


'Memangnya kamu paham?" tanya tuan Gofran


'Sedikit-sedikit Lea ngerti kok, nanti kalau tidak ngerti Lea tanya sama Uncle Erick saja" balas Lea


'Tanya Daddy saja sayang, Daddy sudah lebih baik kok" tuan Gofran rasanya mau menangis melihat kepedulian putri kesayangannya itu


'No Daddy, untuk sekarang Daddy harus banyak istirahat" tolak Lea


'Baiklah, Daddy istirahat" patuh tuan Gofran


'Lea sayang sama Daddy, jadi Lea mohon jangan pernah sakit, selamat tidur Daddy" pamit Lea meninggalkan tuan Gofran yang terdiam


'Daddy bahkan lebih menyayangi kamu sayang, andai ini tidak terjadi pasti Daddy akan terus bersama kamu" batin tuan Gofran kemudian menutup matanya karena masih merasa pusing


Lea bersandar pada pintu kamar Daddy-nya, air matanya menetes dengan deras.


'Mengapa membohongi Lea Daddy hiks.. hiks.. Lea bukan anak kecil lagi hiks.. bahkan Lea tau jika itu bukan Vitamin hiks.. apa begitu susah buat jujur pada Lea" guman Lea menekan dadanya yang terasa sesak


'Jika Daddy meninggalkan Lea maka Lea harus bersandar pada siapa lagi hiks.. hiks.. hanya Daddy yang Lea punya hiks.. Mommy.... Lea mohon jangan ambil Daddy hiks.. Tuhannnn... hanya Daddy yang Lea miliki bahkan semua harta ini tidak berguna bagi Lea, cukup Daddy saja hiks.. cukup Daddy saja yang Lea miliki tidak apa-apa" Lea menepuk-nepuk dadanya yang semakin terasa sesak


Lea menghapus air matanya, kemudian pergi meninggalkan kamat Daddy-nya.


Lea segera menuju ruang kerja Daddy-nya setelah mengantar nampak tadi ke dapur.


Saat membuka pintu berwarna putih itu pemandangan pertama yang di sapu matanya adalah foto Daddy-nya dengan mendiang Mommy-nya.


Air mata Lea luruh melihat foto besar itu, sepasang suami-istri itu terlihat begitu bahagia, bahkan terlihat Daddy-nya sangat bahagia di foto itu sambil menyandarkan kepalanya pada perut Mommy-nya yang besar.


Foto yang di ambil sebelum tragedi Mommy-nya terjatuh dari tangga yang merenggut nyawanya, jika boleh memilih Lea tidak akan pernah mau lahir ke dunia ini karena keberadaan dirinya malah membuat sepasang suami istri harus berpisah.


'Mommy hiks... hiks... maaf hiks.. andai Mommy tidak mengandung Lea pasti Mommy masih bersama Daddy hiks.. maafin Lea hiks.." Lea menatap foto besar yang terpajang itu dengan tatapan sedih


Lea berjalan menuju meja kerja Daddy-nya terdapat foto dirinya dengan Daddy-nya.


'Lea janji tidak akan pernah buat Daddy kecewa" ucap Lea


Lea kemudian duduk di kursi kerja Daddy-nya dan memeriksa pekerjaan Daddy-nya mengenai perusahaan.


🌫️🌫️🌫️


Sedih banget jadi Lea, btw siapa aja nih yang dekat dengan ayahnya? silahkan komentar yaaa...


riri-can