
Seminggu sudah Lea terkurung di dalam apartemennya, Lea malas sekedar untuk keluar karena Lea lebih memilih tiduran di atas ranjang.
Nyatanya sifat asli dari negaranya masih tersimpan dalam dirinya, jika hari sedang panas maka biasanya mereka akan berdiam diri di dalam rumah berbeda dengan negara yang sedang dia tempati sekarang, kebanyakan mereka berjemur di pantai atau mereka akan piknik ke danau.
'Apa aku pulang saja? tapi aku males buat ketemu Kak Leon" guman Lea
'Lebih baik aku di sini saja, tapi aku kangen rumah" ucapannya kembali
'Pulang belum tentu ketemu dengan Kak Leon kan, sebaiknya aku pulang saja" putus Lea
Lea akhirnya menghubungi Rauff untuk memesan tiket kepulangannya ke Indonesia, awalnya Rauff mengatakan agar Lea memakai pesawat pribadi milik peninggalan Daddy-nya tetapi Lea menolak dan mengatakan dia ingin naik pesawat seperti orang biasa saja dan mendapatkan kursi kelas ekonomi saja.
Berdebat dengan Rauff membuat Lea kesal karena nyatanya Rauff dengan kekerasan kepalanya tetap memesan tiket VVIP, akhirnya Lea mau tidak mau harus menyerah daripada tidak pulang sama sekali. (Perdebatan orang kaya memang berbeda ya guys)
Di bandara nampak Lea yang tengah bermain dengan Michael sedangkan Rauff dan Nada hanya melihat saja sesekali mereka tertawa melihat Michael yang merajuk dan ingin ikut ke Indonesia.
'Aunty tidak sayang sama Ael lagi huaaaa... nanti Ael selingkuh loh" Michael bergelayut manja pada kaki Lea
'Wahhh... jangan dong, nanti Aunty jomblo gimana?" gurau Lea seraya menggoda Michael
'Kata Daddy, Aunty sudah menikah sama Om tampan, apa Om itu lebih tampan dari Ael Aunty?" tanya Michael menampilkan wajah polos tak berdosanya
'Tentu saja kesayangan Aunty yang lebih tampan, lain kali kita main ke rumah Aunty jika Ael sudah libur semester, Ael mau kan?" tanya Lea seraya membujuk Michael
'Baiklah, tapi Aunty janji harus beliin ayam crispy yang banyak untuk Ael" Michael menyodorkan jari kelingkingnya sebagai tanda perjanjian
'Tentu saja Aunty belikan setelah Aunty pulang nanti, kita makan banyak-banyak tapi jangan bilang Daddy, nanti nggak di bolehin makan ayam lagi" Lea mengelus kepala Michael yang masih memeluk erat kakinya
Michael adalah penyuka daging ayam, bahkan seharian dia bisa menghabiskan daging ayam yang banyak untuk anak se usianya membuat Rauff mengamuk karena jika Michael sudah makan ayam, dia akan lupa makan nasi dan makanan ber protein lainnya.
'Okay Aunty, Ael sayang banget sama Aunty" Michael mengecup pipi Lea saat Lea mensejajarkan tubuhnya dengan Michael
'Aunty juga sayang banget deh sama Ael, Aunty pergi yaa... jangan bandel, dengerin kata Daddy sama Mommy" Lea pamit pada Michael, Rauff dan juga pada Nada, setelah itu Lea beranjak pergi
***
Lea menghirup udara bebas setelah berada di dalam kabin pesawat selama beberapa jam, perjalanan yang jauh membuat tubuhnya lelah dan ingin langsung tidur.
Lea menatap mobil yang merupakan mobil jemputannya itu dengan tatapan tidak percaya, mobil dengan merk Avanza, mobil yang bisa di katakan mobil sejuta ummat, bukannya bagaimana tetapi Lea tidak habis pikir saja, tetapi mobil itu adalah mobil kesayangan mendiang Daddy-nya karena memiliki cerita mengenai percintaan Daddy-nya dan sang Mommy.
'Kak Bayu, kenapa kita pakai mobil kesayangan Daddy?" tanya Lea pada Bayu yang merupakan kepercayaan mendiang sang Daddy dan sampai sekarang masih tetap mengabdikan diri pada Lea
'Tuan Derrick yang menyuruh, Nona. Tuan Derrick mengatakan agar kepulangan Nona tidak terlihat mencolok" terang Bayu dengan sopan
'Baiklah, tetapi sebelum pulang Lea pengen ketemu Daddy sama Mommy Kak, apa bisa?" tanya Lea berharap
'Apapun untuk Nona" balas Bayu menghidupkan mobil dan melaju meninggalkan bandara tanpa tau jika sedari tadi ada yang membuntuti mereka berdua
Memasuki area pemakaman membuat suasana hati Lea tidak beraturan, sudah lama Lea tidak mendatangi kedua makan orangtuanya, hatinya berkecamuk ingin rasanya menangis keras tetapi Lea cukup malu sekarang, dia sudah besar dan tidak mungkin Lea mengingkari janjinya dengan mendiang sang Daddy yang mengatakan agar dia tidak boleh menangis lagi.
'Saya menunggu di dekat pohon itu Nona" Bayu tau jika Nonanya butuh waktu bersama kedua mendiang majikannya
Sejujurnya Bayu juga merasa sangat sedih setelah kepergian Tuan Gofran yaitu Daddy Lea, sejak kecil Tuan Gofran sudah merawatnya, pertemuannya dengan mendiang Tuan Gofran yaitu saat dirinya tengah mengamen di jalanan, saat itu dirinya masih berusia 6 tahun dan dirinya di suruh menjadi pengamen oleh orang yang mengangkatnya jadi anak dari salah satu panti asuhan, orang tua angkatnya memperlakukan dirinya secara tidak baik bahkan bukan hanya dirinya saja tetapi ada sekitar 7 orang yang menjadi korban dan pada saat itu keberuntungan tengah mengelilinginya, pada saat tengah mengamen Bayu hampir saja tertabrak oleh mobil yang di kendarai oleh pengawal Tuan Gofran dan di dalamnya ada Tuan Gofran bersama istrinya yang tengah mengandung, kesempatan itu tidak Bayu sia-siakan, Bayu mengatakan agar Tuan Gofran menolongnya dari orang tua angkatnya yang jahat, karena Tuan Gofran merasa bersalah dan merasa kasihan pada Bayu akhirnya Tuan Gofran mengangkat dirinya sebagai seorang bawahan dan nantinya akan di latih, jika sudah besar nanti Bayu akan menjadi pengawal pribadi Lea, kisahnya begitu mengharukan dengan pertemuannya bersama Tuan Gofran.
Bayu menatap dari jauh dimana Lea tengah menangis memandangi kedua makan orangtuanya.
'Saya berjanji Tuan, saya akan menjaga Nona muda bagaimana pun caranya, meski nyawa saya menjadi taruhannya" Bayu menutup kedua matanya mencoba menghalau air matanya di pelupuk matanya
Sedangkan Lea tengah mencoba menguatkan diri agar tidak menangis di depan makan kedua orangtuanya.
'Daddy, Mommy, Lea bersyukur atas kalian berdua telah membuat Lea merasakan yang namanya hidup, Lea juga meminta maaf pada Daddy karena Lea sudah melanggar janji dengan kepergian Lea ke negara Rusia, maafkan Lea, tetapi Lea tidak punya pilihan Daddy, Lea sangat tidak ingin bertemu dengan Kak Leon, hati Lea sakit jika melihatnya" Lea mengeluarkan isi hatinya
'Jika Lea bisa memilih maka Lea memilih untuk tidak punya perasaan padanya, tetapi perasaan seseorang itu tidak menentu, Lea masih memiliki perasaan padanya Daddy padahal dia sudah memiliki seorang tunangan, Lea memilih mengalah saja Daddy, Daddy mengatakan jika Lea adalah gadis tercantik di dunia ini setelah Mommy dan pastinya banyak yang ingin jadi kekasih maupun suaminya Lea nanti, jadi Lea memohon restu Daddy dan Mommy agar selalu mendoakan Lea dari sana, Lea sayang dan cinta pada Daddy dan Mommy, Lea pamit" Lea tidak tahan berlama-lama di makan kedua orangtuanya karena Lea merasa hatinya begitu sakit
🌸🌸🌸
Sedih juga jadi Lea, Mommy nya meninggalkan sebelum kelahiran dirinya dan Daddy meninggal saat dirinya masih membutuhkan seorang pembimbing untuknya dan orang yang dia cintai tidak membalas perasaan tanpa tau jika Leon hanya gengsi saja untuk mengatakan perasaannya.
Leon kita kasih apanih guys, greget juga author sama Leon.
Semoga kalian suka yaaa
riri-can