
Sepulang sekolah Lea memilih membersihkan tubuhnya dan langsung menuju kamar Daddy-nya, untuk saat ini Lea tidak mau memikirkan perasaannya karena dia ingin fokus pada Daddy-nya.
CEKLEK
'Daddy" panggil Lea melihat tuan Gofran yang baru saja meminum obatnya
'Kamu sudah pulang sayang?" tanya tuan Gofran
Lea tersenyum miris di dalam hatinya melihat wajah Daddy-nya yang masih pucat, sebenarnya Lea ingin sekali membawa Daddy-nya untuk ke rumah sakit seperti yang di katakan dokter Peter tetapi Daddy-nya selalu menolak, katanya dia hanya sakit biasa.
'Lea sayang sama Daddy" ucap Lea memeluk tuan Gofran
'Wahhh kenapa nih princess Daddy tiba-tiba manja, ada masalah yaaa.." tuan Gofran mengelus kepala Lea
'Enggak ada kok, Lea hanya ingin memeluk Daddy" elak Lea
'Daddy, bisa ceritakan kembali bagaimana Daddy bisa jatuh cinta pada Mommy?" tanya Lea berharap
'Katanya sudah bosan mendengarnya, kok masih pengen dengar" tuan Gofran menghembuskan nafas panjangnya
'Lea pengen aja dengar hehehe" Lea tertawa lucu
'Baiklah untuk putri Daddy akan Daddy wujudkan semuanya" ucap tuan Gofran tersenyum manis pada Lea
'Dulu Mommy adalah gadis yang sangat ceria dan pantang menyerah, berulang kali Mommy mengungkapkan perasaannya pada Daddy tetapi Daddy tetap saja menolak, kamu tau sendiri lah jika setiap hari selalu di ganggu maka lama-kelamaan akan mulai terbiasa, nah Daddy mulai terbiasa dengan tingkah absurd Mommy kamu, dan ummm... akhirnya Daddy mulai nyaman dengannya sampai mengungkapkan cinta padanya, kamu tau tidak katanya saat itu dia tidak menyukai Daddy lagi, Mommy kamu pandai sekali mempermainkan hati Daddy tetapi dia tetap saja menerima ungkapan cinta Daddy, kami berpacaran sekitar 2 tahun hingga akhirnya kami sama-sama lulus kuliah di rusia dan Daddy melamarnya setahun kemudian, karena saat itu Daddy ingin sekali memiliki seorang anak akhirnya kami langsung memiliki rencana untuk memiliki anak secepatnya dan akhirnya terkabul hingga kamu lahir sayang" jelas tuan Gofran dengan wajah yang terlihat sedih meski dia tersenyum
'Mommy kamu begitu bahagia saat mengetahui tengah mengandung bayi perempuan katanya dia ingin mendandaninya nanti setelah besar, Mommy dan Daddy sangat bahagia memilikimu di dunia ini my princess, segitu dulu ceritanya oh iya apa berkas Daddy sudah selesai kamu kerjakan?" tuan Gofran mengalihkan pembicaraan karena tidak kuat menceritakan kisah percintaannya dengan mendiang istrinya begitu juga saat melihat wajah Lea yang ingin menangis
'S..sudah kok Daddy, coba Daddy periksa bener apa salah" Lea menyerahkan dokumen yang dia bawa
Lea tersenyum melihat Daddy-nya yang begitu serius memeriksa berkas kerja itu, Lea begitu bersyukur memiliki Daddy seperti Daddy-nya.
'Wahhh putri Daddy mulai hebat ini, tapi bagian ini harus lebih di perhatikan sayang, coba lihat pada bagian dana tunjangan hasilnya begitu berbeda dengan yang satunya, periksa lebih baik lagi yaaa..." tuan Gofran mengajari Lea menghitungnya
Jam kini sudah menunjukkan pukul 4 sore membuat Lea tersadar jika Daddy-nya masih butua istirahat yang banyak.
'Daddy Lea ke kamar dulu yaa... nanti Lea datang lagi bawa makanan, oh iya besok Lea berencana ingin bawa Daddy jalan-jalan di sekitar taman kompleks, Daddy mau kann?" tanya Lea menawarkan
'Besok kamu masih sekolah princess" ucap tuan Gofran
'Sekolah ada acara Daddy jadi Lea bisa bolos kok hehe" elak Lea
Sebenarnya sekolahnya tidak ada acara hanya saja Lea ingin menghabiskan waktunya yang berharga dengan Daddy-nya, entah kenapa Lea berpikir jika dirinya merasa akan jauh dari Daddy-nya, memikirkan itu membuat Lea sakit, hatinya teriris sakit.
'Baiklah, besok kita jalan-jalan ke taman" ucap tuan Gofran tersenyum manis melihat putrinya yang kini sudah remaja
***
Pagi harinya sesuai dengan janji yang telah di sepakati, Lea mendorong kursi roda yang di duduki tuan Gofran.
'Cuacanya bagus kan Daddy?" Lea merasa pagi itu terasa sejuk dengan angin pagi yang berhembus ke arah mereka
'Kamu benar sayang, kita duduk di sana dulu Daddy mau melihat kolam itu" tunjuk tuan Gofran
Lea mendorong kursi roda itu menuju tempat yang di tuju oleh Daddy-nya.
Lea membantu tuan Gofran duduk di kursi taman setelah itu Lea menyandarkan kepalanya pada bahu Daddy-nya.
Lea tanpa sadar meneteskan air mata, hatinya begitu ngilu entah karena apa.
'Yaa.. my princess" balas tuan Gofran
'Daddy akan terus bersama Lea kan? Daddy tidak akan meninggalkan Lea kan seperti Mommy meninggalkan kita" Lea menatap Daddy-nya dengan linangan air mata
Tuan Gofran menatap mata putrinya yang menyimpan banyak kesedihan, senyumnya terbit kemudian menghapus air maya yang mengalir pada kedua mata putrinya.
'Tentu saja Daddy akan terus bersama kamu sayang, memangnya Daddy mau pergi kemana hmm.." tuan Gofran mengecup kening putrinya dengan perasaan sayang
'Daddy, Lea mau menjadi anak yang berbakti pada Daddy, jadi Daddy meminta apa pada Lea pasti Daddy turuti tetapi Daddy harus berjanji untuk tidak meninggalkan Lea" ucap Lea dengan serius
'Benar kamu akan menuruti permintaan Daddy?" tanya tuan Gofran serius juga
'Tentu" ucap Lea
'Daddy meminta jika kamu tidak boleh menangis, Daddy tidak ingin ada air mata yang mengalir dari kedua mata indahmu ini, jika Daddy melihat air mata mengalir dari mata mu ini maka Daddy akan sedih, apa kamu bisa menyanggupinya?" tuan Gofran menatap serius putrinya
Lea terdiam sejenak, sekarang saja dia ingin menangis tetapi dia sudah berjanji pada Daddy-nya.
'Baiklah mulai saat ini hingga seterusnya Lea tidak akan pernah menangis lagi, Lea janji pada Daddy" ucap Lea berjanji
'Daddy akan pegang janji kamu my princess" tuan Gofran tersenyum melihat wajah putrinya yang terlihat bersungguh-sungguh
'Daddy, mengapa aku merasa jika kita akan berjahuan, apa itu cuma perasaan ku saja" batin Lea
'Tetaplah tersenyum putriku, Daddy bahagia memilikimu putri seperti kamu" batin tuan Gofran
Keduanya terdiam menikmati pagi yang indah itu hingga keduanya memutuskan untuk pulang karena jam yang sudah menunjukkan pukul 10.
Lea membawa tuan Gofran ke dalam kamar dan membantunya untuk membaringkan tuan Gofran di atas ranjang.
'Daddy, jika Daddy adalah sebuah pohon maka Lea ingin menjadi bayangan pohon itu agar kita tetap bersama" ujar Lea tersenyum hangat
'Benarkah? baiklah Daddy akan menjadi sebuah pohon untuk mu sayang, apa kamu senang?" tanya tuan Gofran
'Tentu saja Lea senang, Lea akan mengikuti kemanapun Daddy pergi" ucap Lea semangat
'Jika pohon itu mati maka bayangannya juga akan sirna, apa kamu juga mau seperti itu?" tanya tuan Gofran membuat Lea mengerutkan keningnya
'Pohonnya tidak akan pernah tumbang Daddy" balas Lea cemberut entah kenapa Lea merasa ucapan Daddy-nya menyimpan makna yang tersirat
'Setiap makhluk akan sirna sayang, baik itu manusia hewan bahkan tumbuhan semuanya akan sirna jika sudah pada masanya" jelas tuan Gofran semakin membuat Lea takut
'Jangan bicara seperti itu Daddy, sebaiknya Daddy istirahat saja" Lea tidak mau mendengar ucapan Daddy-nya selanjutnya
'Baiklah Daddy akan istirahat" patuh tuan Gofran
Lea masih tetap menemani tuan Gofran hingga tertidur setelah itu Lea memilih untuk pergi tetapi matanya tertuju pada botol obat yang biasanya Daddy-nya konsumsi.
🌫️🌫️🌫️
Apakah kalian merasa sedih dengan part ini, jujur saja author sedih banget 😖😭
riri-can