You're My Destiny

You're My Destiny
Memulai dari awal



Lea terbangun dari tidurnya dan hal pertama yang dia lihat adalah wajah damai Leon yang masih pulas dengan tidurnya.


Senyum manisnya begitu cantik, Lea masih tidak percaya jika Leon kini tidur di sampingnya, Lea tidak tau mau berekspresi seperti apa tetapi hatinya begitu bahagia. Cintanya yang begitu besar pada Leon kini terbalaskan meskipun Leon belum sepenuhnya mengatakan perasaannya tetapi setidaknya Leon telah memberikan peluang untuknya.


'Sebaiknya aku bangun dan bantu-bantu di bawah" gumamnya


Setelah membersihkan tubuhnya, Lea segera keluar dari kamar Leon, pagi ini hatinya begitu bahagia.


Lea menatap sekeliling rumah yang masih sama sejak dirinya datang ke rumah tuan Alfa, yang berbeda hanya tata letak beberapa perabotan rumah dan warna yang kini telah di ubah sehingga terlihat lebih hidup.


'Pagi" sapa Lea pada beberapa pembantu yang sibuk memasak di dapur


Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi sehingga tuan Alfa dan yang lainnya masih berada di kamar.


'Pagi juga nyonya, apa nyonya butuh sesuatu?" tanya salah satu pembantu


'Aku hanya ingin membantu" ucap Lea tersenyum manis


'Nyonya duduk saja, biar kami saja yang kerjakan" ucap pembantu itu merasa takut jika Tuan Alfa melihat hal tersebut maka habislah mereka


Lea di rumah ini sudah di anggap sebagai putri bungsu Tuan Alfa dan Nyonya Erika, sejak kecil Lea sudah sering bahkan menginap di rumah ini untuk mengejar cinta putra tunggal dari Tuan Alfa dan ternyata mereka jodoh, meski mereka tau kisah cinta tuan muda mereka tidak semulus perjalanan cinta Lio saudara kembar Leon tetapi mereka tau jika nantinya Leon akan bahagia.


'Tapi aku pengen bantu" rengek Lea manja


'Sebaiknya kamu ikut dengan ku ke kamar sayang, pagi-pagi sudah sibuk mengganggu orang" ucap seseorang sambil memeluk Lea dari belakang


Sontak Lea kaget begitu juga dengan yang lainnya, Lea sangat tau pria yang memeluknya adalah Leon.


'Tapi aku pengen memasak!" rengek Lea sambil menatap Leon tajam


'Tidak! kamu ikut dengan ku sekarang, tugasmu mengurus ku, ayo pergi" ajak Leon sambil menuntun Lea menuju kamarnya


Lea cemberut, entah kenapa Lea tidak ingin berduaan dengan Leon di kamar, hatinya mengatakan jika Leon akan berbuat macam-macam padanya, meskipun mereka telah berbaikan dan dia begitu mencintai Leon, tetap saja dirinya takut berduaan dengan Leon.


'Apa kamu tidak sadar jika kamu begitu kejam meninggalkan suami kamu sendirian? bagaimana jika suami kamu butuh pelukan, jangan bandel jadi istri, ayo buruan" Leon mengecup pelipis Lea yang kini terkejut


Lea baru tau jika Leon adalah pria yang frontal, setahunya Leon adalah pria yang suka menahan diri, apa pemikirannya selama ini salah?.


'Tap...."


'Tidak ada tapi-tapian, kamu tau suami yang baru saja bangun pagi tidak suka ditinggalkan istrinya sendirian, harusnya kamu menunggu ku bangun bukannya pergi" Leon menggigit telinga Lea dengan pelan


'Pagi-pagi sudah bermesraan" ucap seseorang di belakang Leon dan Lea


Terlihat Kellan yang sudah rapi dengan setelan kantornya dan tengah menggendong putri kecilnya.


Lea sangat suka terhadap anak kecil langsung melepaskan dekapan Leon dan berlari menuju ponakan kecilnya itu.


'Halo Mayra cantik, pagi-pagi sudah wangi nih" Lea mencium pipi bayi kecil itu


'Iya nih onty, Mayra mau ikut papa ke kantor" balas Kellan menirukan suara anak kecil membuat Lea tertawa renyah


'Memangnya kak Leysa dimana?" tanya Lea bingung


'Masih sibuk mengurus kedua bocah nakal itu, hari ini Leysa sibuk buat perawatan, sudah seminggu tidak perawatan jadi Mayra makak bawa saja ke kantor" jelas Kellan menciumi pipi putri kecilnya


'Bagaimana jika Mayra sama Lea saja kak" tawar Lea berbinar


'Tidak sayang, hari ini kamu harus ikut aku" ucap Leon yang sedari tadi melihat saja


'Tapi kann..."


'Kamu jangan bandel" Leon memperingati membuat Lea menunduk sedih


'Baiklah" patuh Lea


'Kami pergi dulu" pamit Leon menggenggam tangan Lea dan pergi menuju kamar


Kellan yang melihat hal itu tersenyum manis karena merasa jika Leon adalah suami dan calon ayah yang baik nantinya.


'Semoga kalian bahagia" ucapnya pergi melihat sang istri yang mengurus kedua putra mereka


Di dalam kamar Leon langsung memeluk Lea dengan erat dan mencium pipi serta kening Lea, ingatannya tertuju saat dia baru saja membuka mata dan tidak melihat istrinya, Leon bahkan berpikir jika dirinya tengah bermimpi dengan berbaikan dirinya dengan Lea.


'Lain kali kasih tau mau pergi kemana" Leon mengingatkan dan Lea menganggukkan kepalanya mengerti


'Apa hari ini kamu mau ikut dengan ku melihat perusahaan milik mu?" tanya Leon serius


'Perusahaan ku?" tanya Lea bingung


'Iya sayang, ku pikir usia mu sudah lebih dari cukup untuk masuk ke dunia bisnis" jelas Leon


'Tapi aku takut" ucap Lea cemberut


'Ada aku, kamu akan aku ajari untuk berbisnis, setahuku mendiang Daddy juga mengatakan jika kamu sudah pandai berbisnis" Leon mengerutkan keningnya seolah berpikir


'Apa kamu dekat dengan Daddy?" tanya Lea tidak percaya


'Bisa dikatakan seperti itu, meskipun kamu menyebalkan tetapi Daddy sering menghubungi untuk jangan jahat padamu" Leon membawa Lea duduk di sofa


'Apa aku semenyebalkan itu?" tanya Lea tidak percaya


'Apa kamu tidak merasa jika kamu begitu menyebalkan sayang?" tanya Leon seolah menggoda


'A..aku umm... itu hal yang wajar untuk anak kecil" elak Lea


'Benarkah? kupikir saat itu kamu sudah dewasa" kekeh Leon membuat Lea kesal


'Aku masih kecil saat itu!" kesal Lea


'Iya, kamu masih kecil sayang tetapi sudah datang bulan kan?" goda Leon membuat Lea terdiam karena malu


'Lupakan, jadi... bagaimana? kamu mau terjun ke dunia bisnis kan?" tanya Leon serius


'Baiklah, tapi aku masih kuliah, aku pulang karena lagi liburan saja" jelas Lea


'Aku paham sayang, untuk sekarang kamu belajar lebih dalam lagi dan setelah lulus nanti kamu turun ke dunia bisnis" Leon sangat percaya jika Lea sangat pintar berbisnis


'Tapi nanti aku akan kembali ke Rusia" Lea sengaja mengatakan itu untuk melihat respon Leon


Sedangkan Leon terdiam, matanya menyorot tajam pada Lea tetapi tatapan itu berubah sendu.


'Aku paham sayang, kamu boleh kembali tetapi jangan lupa aku adalah rumah mu untuk kembali" Leon mencoba menahan ego supaya dirinya bisa memahami Lea


'Bagaimana kalau kamu ikut ke kantor, kamu bisa belajar secara perlahan" bujuk Leon karena memang pada dasarnya perusahaan besar itu adalah milik Lea, dia hanyalah pengganti sebelum istrinya itu pulang


'Baiklah" Lea mengalah


🌫️🌫️🌫️


Hi.... Author kembali lagi, maaf membuat kalian menunggu lama karena author ada urusan untuk beberapa bulan ini, author akan berusaha up untuk kedepannya.


riri-can