
Di negara lain tepatnya negara Indonesia.
Leon memeriksa berkas perusahaan miliknya yang bergerak di bidang segala jenis makanan, Minggu yang lalu dia baru saja membuka cabang barunya.
Dua bulan lebih setelah kepergian Lea yang sudah menjadi istrinya membuatnya terlihat santai saja dan fokus dengan pekerjaannya.
Leon terlihat seperti tidak perduli dengan kepergian Lea bahkan setelah kepergian Lea usahanya semakin berkembang pesat, Leon sudah membuka usaha di bilang farmasi dan kecantikan, usianya yang masih muda sudah terlihat masuk ke dalam jajaran pengusaha muda.
Tok... Tok... Tok...
'Masuk" balas Leon masih fokus dengan berkasnya
CEKLEK
Terlihat seorang pria berusia 28 tahun, dia adalah Tio yang merupakan sekretaris Leon.
'Ada apa?" tanya Leon
'Di depan ada nona Gelany tuan, tuan ada janji dengan nona Gelany" Tio mengingatkan jadwal Leon
Leon menghela nafas panjang kemudian menatap Tio yang menundukkan kepalanya.
'Baiklah, kamu tidak perlu ikut dan nanti saya tidak akan balik ke sini, urus semuanya" Leon mengambil jas nya dan memakainya kemudian beranjak pergi meninggalkan Tio yang melihat kepergian tuannya dengan tatapan yang aneh
Di lobi, terlihat Gelany tengah berbincang dengan seseorang menggunakan ponselnya, Leon sebenarnya tidak mau tau tetapi Gelany masih berstatus sebagai tunangannya membuat menghela nafas panjang.
'Ada apa?" tanya Leon to the point
Gelany terkejut dengan kedatangan Leon, buru-buru Gelany menutup panggilan secara sepihak membuat Leon mengernyitkan dahi.
'Kamu tengah menelepon siapa?" tanya Leon curiga
'Emmm.. t..tidak ada, tadi a..aku menelepon sepupuku" jawab Gelany gugup
'Terserah, ada apa datang kemari?" tanya Leon acuh
'Memangnya aku nggak boleh ke sini, aku kan tunangan mu dan sebentar lagi kita juga akan menikah!" balas Gelany kesal
'Apa kamu sudah nggak cinta padaku lagi? hiks.. hiks.. mengapa kamu jahat sekali" isak Gelany membuat Leon meringis dan buru-buru memeluk Gelany
Gelany yang di peluk tersenyum licik dari belakang, entah apa yang tengah dia sembunyikan.
'Maafkan aku, akhir-akhir ini pekerjaan ku banyak jadi aku sulit mengontrol emosi ku, maafkan aku sayang" sesal Leon
Leon merasa ada yang berbeda dengan dirinya saat mengucapkan kata "sayang", entah kenapa rasanya sulit mengatakan kata itu pada Gelany.
'Aku kesal hiks.. hiks.. kamu jahat padaku, memangnya aku nggak boleh datang ke sini hiks.. apa kamu nggak cinta sama ku lagi? apa benar begitu?" tanya Gelany sambil melepaskan pelukan Leon
'Bukan seperti itu, aku.. aku hanya sibuk" Leon mencoba memeluk Gelany kembali tetapi Gelany buru-buru menghempaskan tangan Leon dan membelakangi Leon
'Maafkan aku" sesal Leon membalikkan badan Gelany dan menatap mata Gelany
'Baik, aku maafkan tapi aku mau shopping, sebagai ganti maafnya kamu harus membayar semua tagihan belanjaku nanti, gimana?" tawar Gelany cemberut
Leon menghembuskan nafas kasar, tunangannya itu selalu seperti ini, harusnya Gelany irit untuk persiapan pernikahan mereka nanti, bukannya Leon tidak mau memberikan uang dengan pengeluaran yang banyak itu tetapi Leon hanya ingin mempersiapkan pernikahan megah sesuai keinginan Gelany nantinya.
'Atau tidak menikah? entah kenapa aku merasa tidak cocok dengan Gelany" guman Leon
'Kok bengong sih, mana kartunya, aku mau belanja baju" Gelany menyodorkan tangannya sambil membuang muka
Leon menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gelany yang tidak ada sopan-sopannya, sepertinya dia harus berpikir berulang kali tentang pernikahan mereka.
Dengan berat hati Leon mengambil dompetnya dan memberikan credit card untuk Gelany.
'Makasih sayang, tapi nanti aku minta black kard kamu yaa... biar aku puas belanjanya, bye sayang" Gelany mengecup pipi Leon dan pergi begitu saja
'Tuan" panggil Tio
Leon menoleh ke belakang dan melihat Tio yang terlihat menatap Leon khawatir.
'Aku baik-baik saja Tio, abaikan saja" Leon tersenyum mencoba menutupi kegalutan hatinya
'Apa aku terlihat seperti pria yang curiga pada tunangannya Tio?" tanya Leon menatap Tio tajam
'Maksud tuan apa?" tanya Tio tidak mengerti
'Kamu tau maksudku Tio, biarkan saja" balas Leon pergi menuju mobilnya
Sedangkan Tio tengah terdiam mencoba mencerna maksud dari perkataan tuannya itu.
'Apa maksud perkataan tuan? apa tuan tidak mencintai nona Gelany?" tanya Tio pada dirinya sendiri
'Tidak mungkin, tuan sangat mencintai nona Gelany, aku yakin itu" jawabnya sendiri mencoba membantah pendapatnya
'Tapi tuan barusan mengatakan... ah sudahlah, biarkan saja, jika tuan butuh sesuatu maka aku akan mengambil langkah" ucapnya segera masuk kembali ke kantor untuk mengerjakan tugas Leon yang masih rampung
Leon memarkirkan mobil sport nya di depan rumah mewah atau lebih tepatnya di sebut mansion.
Mansion yang di kelilingi oleh bunga mawar dan bunga lyly bahkan ada beberapa bunga lainnya yang membuat Mansion itu nampak indah di pandang mata.
Leon membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur berwarna putih gading sambil menutup matanya.
'Apa yang tengah aku pikirkan?" gumannya
'Aku tidak mungkin memiliki rasa pada bocah itu, sepertinya aku butuh istirahat saja" ucapnya kembali dan mencoba tidur tetapi tetap saja tidak bisa
15 menit kemudian Leon bangkit dari tidurnya karena tidak bisa tidur dan membayangkan sesuatu yang membuatnya merasa ragu.
'Gadis sia*lan! beraninya meninggalkan aku disini setelah apa yang sudah dia perbuat!" umpat Leon
'Kamu pikir dengan kaburnya kamu ke negara Rusia itu, kamu sudah bebas? jangan harap sayang, ku rasa kamu sudah membangunkan jiwa yang aneh dalam tubuhku" kekehnya menatap sebuah figura foto besar yang terpajang di dinding berukuran besar
'Apa kamu tengah bersenang-senang di sana sayang? jika iya maka akan aku biarkan karena aku tengah mempersiapkan sesuatu untukmu disini" ucapnya sambil mengelus figura foto itu
'Lea, kamu sangat cantik jika tersenyum seperti ini sayang, tetapi aku tidak suka jika senyuman ini kamu berikan pada pria lain" Leon menatap penuh cinta pada foto di depannya
Yup, kalian benar jika foto itu adalah Lea, gadis yang sudah menjadi istrinya itu.
Dan sejujurnya Leon sudah mencintai Lea jauh hari bahkan pada usia Lea yang baru 13 tahun, saat dimana Leon pertama kali melihat Lea tengah datang bulan saat itulah Leon menyimpan rasa untuk Lea.
Flashback on
Lea tengah bucin-bucinnya pada dirinya saat itu dan memilih berkunjung ke rumah Leon yang masih tinggal dengan tuan Alfa yang merupakan ayahnya.
Lea yang masih mengenakan seragam SMP nya duduk di sofa di temani Nyonya Erika.
'Kamu sudah makan sayang?" tanya Nyonya Erika perhatian
'Belum Tante" balas Lea begitu senang
'Sebentar lagi Leon pulang, makan bareng dia saja yaa" tawar Nyonya Erika dan di angguki Lea
Lea dan Nyonya Erika berbincang seputar selebriti dan Lea baru tau jika Nyonya Erika menyukai hal yang berbaur Fashion, tetapi melihat betapa elegannya Nyonya Erika membuatnya sadar.
🌸🌸🌸
Kalian pilih mana guys...
Lea dengan Leon
Lea pisah dengan Leon
Kalian jawab sendiri
Semoga suka yaaa....
riri-can