
Mr. Luigi menampilkan wajah yang menurut Lea begitu menji*jikkan, apa pihak kampus tidak mengetahui sifat dosen di depannya ini.
Lea mengambil ancang-ancang jika Mr. Luigi berbuat sesuatu padanya, dia adalah seorang perempuan dan pastinya punya feeling yang kuat dan setiap tubuh perempuan punya respon secara mendadak jika merasa terancam, bisa saja tubuh merespon dengan bergetar ketakutan atau bulu kuduk merinding dan Lea merasakan bulu kuduknya berdiri melihat tingkah dosennya itu.
Mr. Luigi mengunci ruangannya secara otomatis membuat Lea sedikit takut, ruangan itu nampak kedap suara seperti di sengaja karena kebanyakan ruangan dosennya tidak kedap suara dan ruangan dosen biasanya transparan tetapi ruangan Mr. Luigi beda dengan yang lain membuat Lea mengambil kesimpulan jika dosennya itu sering mengancam mahasiswa yang lain di ruangan ini dan melakukan hal yang tidak-tidak.
'Bagaimana sayang, apa sekarang kita bisa melakukannya, tenang saja saya akan melakukannya dengan lembut" Mr. Luigi menj*ilat pinggiran bibirnya membuat Lea merasa mual
'Saya sudah memperingati Mr tadi, jadi jangan salahkan saya jika saya melakukan kekerasan terhadap Mr" Lea kembali memperingati Mr. Luigi
'Tapi saya juga suka terhadap kekerasan cantik, kemari lah" Mr. Luigi menarik tangan Lea tetapi dengan cepat Lea menepisnya dengan kasar membuat Mr. Luigi kesal
'Menurut atau saya kasih nilai E!" ancam Mr. Luigi
'Saya tidak perduli, mau itu nilai E atau F saya tidak perduli!" tekan Lea di setiap ucapannya
'Saya akan mengeluarkan kamu dari kampus dengan alasan ingin mencelakai saya!" ancam Mr. Luigi
'Tidak apa saya di keluarkan, masih banyak kampus yang bisa menerima saya bahkan jika saya ingin kampus ini juga bisa saya beli!" Lea menatap Mr. Luigi dengan tatapan tajamnya
Ucapan Lea membuat Mr. Luigi kaget, tetapi Mr. Luigi langsung merubah mimik wajahnya dengan mode marah seolah ingin menakuti Lea dan menganggap jika omongan Lea hanyalah sebuah alasan.
'Tidak perlu mengancam saya nona Azzura, sekarang puaskan saja saya, biar kita sama-sama enak, saya puas dengan pelayanan ranjang dan kamu puas dengan nilai mu, bagaimana?" tanya Mr. Luigi tersenyum nakal
'Saya sudah merekam semua pembicaraan ini, dan saya akan mengirimkannya ke grup pihak kampus, jika Mr masih ingin melanjutkan silahkan saja!" Lea mengeluarkan ponselnya membuat Mr. Luigi kalang kabut beranggapan jika ucapan Lea adalah benar padahal Lea hanya mengancam
'Selangkah saja Mr mendekat maka saya akan mengirim rekaman ini ke pihak kampus!" ancam Lea
'Hapus rekaman itu atau saya akan melakukan hal yang buruk terhadapmu!" teriak Mr. Luigi terlihat takut
Baru kali ini ada mahasiswa yang berani mengancamnya, biasanya mereka akan menurut dan akhirnya jatuh ke dalam ranjang untuk memuaskan dirinya tetapi sepertinya Lea bukanlah gadis yang mudah di gertak.
'Jika Mr masih ngotot ingin saya puaskan maka saya akan mengirim rekaman ini ke seluruh media sosial, bayangkan bagaimana respon mereka nantinya, bukan hanya Mr saja yang rusak bahkan nama kampus ini juga rusak dan penyebab nama kampus ini rusak adalah karena Mr, bagaimana kehidupan Mr jika kampus mengetahui hal ini, jadi pilih yang mana?!" tanya Lea tersenyum sinis
Sekarang mereka berdua bertukar peran, dimana tadinya Mr. Luigi yang mengancam sekarang malah Lea yang mengancam.
'Saya hitung sampai tiga Mr, satu..... duaaa.... tiggg....
'Baiklah saya mengaku salah, jadi maunya bagaimana sekarang?" tanya Mr. Luigi pada akhirnya
'Perbaiki nilai saya sekarang atau rekaman ini saya kirim?!" ancam Lea
'Baik, sekarang sudah saya perbaiki" Mr. Luigi mencoret nama Lea yang ada di note miliknya
'Sekarang buka pintunya" perintah Lea dan Mr. Luigi pun menurut
Lea berjalan menuju pintu dengan santainya seolah tidak terjadi apapun tetap di dalam hatinya dia begitu takut sekarang.
'Jika Mr masih melakukan hal seperti ini maka rekaman ini saya kirim ke media sosial supaya seluruh dunia tau kelakuan Mr, bukan itu saja, saya akan memberikan rekaman ini ke pihak berwajib agar Mr di penjara dengan pasal pengancaman dan pelecehan, pikirkan berapa pasal yang sudah bapak langgar, jangan menganggap semua mahasiswa itu mudah di jatuhkan, saya permisi Mr" pamit Lea menutup pintu ruangan Mr. Luigi dengan santai
'Daddy hiks... Tuhan terimakasih sudah mau membantu Lea dari atas sana Mommy hiks... Lea merasa takut hiks..." isak Lea merasa tubuhnya lemas setelah kejadian tadi
Setelah merasa lebih tenang Lea langsung keluar dari lift menuju parkiran mobil karena mata kuliahnya sudah selesai, tetapi rasanya tubuh Lea masih bergetar ketakutan.
Dengan kondisi yang tidak baik Lea menghubungi Rauff dan menyuruhnya untuk datang ke kampus, dan ternyata Rauff malah berada di kampus seperti biasanya untuk menjaganya.
CEKLEK
Pintu mobil terbuka memperlihatkan Rauff dengan penampilannya yang memakai jas hitam dan semuanya nampak hitam.
'Kakak" Lea berhambur ke pelukan Rauff
Rauff terkejut dengan respon Nonanya itu, apalagi dengan tubuh bergetar membuatnya kaget.
'Lea ingin pulang saja hiks... kangen Daddy dan Mommy hiks..." isak Lea membuat Rauff sedih
'Bagaimana jika Nona ikut ke rumah saya, Nona bisa berbincang dengan istri saya" terang Rauff
Lea mengangguk dan buru-buru melepaskan pelukannya karena merasa tidak enak, sedangkan Rauff hanya tersenyum melihat Nona yang sudah dia anggap sebagai seorang adik terlihat lucu.
'Tidak apa-apa Nona, bukankah Nona mengatakan saya adalah saudara Nona, sekarang cobalah menarik nafas secara perlahan agar lebih baik" Rauff merasa kasihan dengan Nonanya itu
Lea mengikuti instruksi Rauff dan benar saja Lea merasa lebih tenang.
Rauff menjalankan mobilnya menuju rumahnya yang tidak jauh dari apartemen Lea.
Lea sudah beberapa kali datang ke rumah Rauff guna menghilangkan kebosanan atau kadang merindukan berbincang dengan orang yang satu negara dengannya.
Rauff menikahi wanita yang berasal dari Indonesia dan bernama Nada dan memiliki seorang putra bernama Michael yang kini berusia 5 tahun dan sekarang Nada tengah mengandung bayi ke dua mereka.
Lea membuka pintu mobil dan berlari menuju halaman karena melihat Michael yang tengah bermain bola di temani oleh Nada yang duduk di rumput beralaskan karpet.
'Hallo Boy" sapa Lea memilih bermain dengan Michael
Sedangkan Rauff menghampiri Nada dengan mengecup keningnya, Nada menatap Lea yang nampak tidak baik.
'Dia kenapa!" tanya Nada penasaran
'Entahlah sayang, Nona sepertinya ada masalah di kampus tetapi tenang saja aku akan mencari permasalahan itu hingga memusnahkannya" Rauff memeluk Nada dan menatap Lea yang tengah menggelitiki Michael
Nada juga sudah menganggap Lea sebagai adiknya apabila setelah tau kisah Lea dari suaminya, Nada merasa jika keputusan Lea untuk pergi meninggalkan Indonesia adalah pilihan yang tepat.
🌸🌸🌸
Jika kita baik maka kita juga akan di pertemukan dengan orang-orang baik pula, so... jadilah orang baik guys, tidak perduli bagaimana perlakuan orang lain pada kita karena pada akhirnya orang baik pula yang akan menang.
riri-can