
Beberapa menit setelah mereka duduk tidak lama kemudian terdengar suara derap langkah kaki menuju meja makan.
Lea menutup matanya karena tidak kuasa jika bertemu lagi dengan Leon, hatinya masih sakit setelah kejadian dimana Leon mengatakan jika dirinya adalah virus parasit, wanita mana yang tahan jika orang yang dia sukai merendahkannya.
Nyatanya Lea juga seorang gadis remaja pada umumnya, sakit hatinya semakin dalam saat mendengar suara wanita yang tidak lain adalah tunangan Leon.
'Malam tante" sapa tunangan Leon
'Malam juga, duduklah Gelany" ucap nyonya Erika ramah pada Gelany yang merupakan calon menantunya
Lea merasa sesak saat Leon memilih duduk di sampingnya, entah kenapa Lea merasa jika Leon sengaja duduk di sampingnya untuk memanas-manasi dirinya.
'Kamu mau yang mana sayang?" suara berat Leon terdengar jelas di indra pendengaran Lea
'Aku bisa ambil sendiri baby" balas Gelany manja
'Baiklah" putus Leon
'Sebaiknya kita makan karena makanannya akan dingin jika tidak kita santap" tuan Alfa mencoba menghilangkan suasana yang terlihat tidak bagus itu
Lea mencoba menguatkan hatinya melihat tingkah kedua pasangan di sampingnya, Leon memberikan perhatian penuh pada Gelany mengabaikan perasaan hatinya yang tercabik-cabik.
Oh ayolah, Lea merasa tidak tahan untuk bertahan lebih lama lagi, makanan enak di depannya terasa hambar.
Setelah acara makan malam semuanya duduk berbincang di ruang santai.
Tuan Alfa dan tuan Gofran sibuk membahas tentang bisnis sedangkan nyonya Erika menemani Lea dan jangan lupakan sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara membuat hati Lea panas.
'Tante, Lea mau ke kamar mandi, apa boleh Lea numpang sebentar" ucap Lea sopan
'Oh tentu saja boleh sayang, kamu masih ingatkah kamar mandinya dimana?" tanya nyonya Erika
'Tentu Lea ingat tante, Lea masih muda" kekeh Lea
'Tante pikir kamu lupa karena sudah lama tidak berkunjung kesini" balas nyonya Erika membuat Lea tersenyum canggung
Lea akhirnya pergi menuju kamar mandi, di dalam kamar mandi Lea meneteskan air matanya karena hatinya sangat sakit melihat kemesraan Leon dan Gelany.
Seharusnya dia sadar jika Leon hanya menganggapnya sebuah hama, perasaannya pada Leon hanyalah di anggap angin lalu, apa segitu tidak berharganya perasaan tulusnya itu?.
'Tenang Lea, mungkin kami memang tidak berjodoh, aku tidak boleh menjadi perusak hubungan orang" Lea mencoba menguatkan hatinya
'Yaaa... kurasa ini terakhir kalinya aku menyukai kak Leon, dia sudah bertunangan" Lea menghapus air matanya dan mencuci wajahnya agar terlihat lebih baik lagi
Wajah pucat tanpa bedak membuatnya terlihat menyedihkan, bibirnya tadi hanya dia oleskan lip balm saja sehingga sudah terhapus saat acara makan tadi.
'Pantas saja kak Leon tidak menyukaiku, wajahku bergitu menyedihkan tidak seperti tunangannya itu yang begitu sempurna, baiklah mulai sekarang aku akan mencoba menghapus perasaan suka ini" putus Lea
Setelah merasa tenang Lea memilih keluar tetapi betapa terkejutnya dia melihat Leon yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
'K..kak Leon" Lea merasa tidak nyaman sekarang
'Cih, bertingkah layaknya pemilik rumah, apa kamu masih punya malu?!" sindir Leon membuat Lea kaget
'M..maksud kakak apa?" tanya Lea bingung
'Jangan pura-pura tidak tau ja*lang! Katakan! apa yang sudah kamu berikan pada Mamah sehingga dia begitu baik padamu!" tuding Leon semakin membuat Lea tidak mengerti
'Aku tidak mengerti apa yang kakak katakan, aku tidak memberikan apapun pada tante" ucap Lea jujur
'DENGAR! Bagiku kamu itu layaknya seekor anjing yang menjilat pada tuannya, ku harap kamu sadar siapa dirimu" Leon menjatuhkan harga dirinya lagi
'Oohhh...aku tau, kamu bertingkah seperti ini karena tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang seorang ibu bukan? baiklah aku persilahkan agar kamu mendapatkan kasih sayang dari Mamah tetapi itu hanya sesaat karena di keluarga Prayuda tidak menerima yang namanya wanita murahan" Leon mengucapkan kata-kata kejam padanya kemudian meninggalkan dirinya yang terlihat menyedihkan
Apa dia terlihat seperti pengemis yang meminta kasih sayang seorang ibu? ucapan Leon begitu menyakitkan padanya.
'Hiks..hiks.. apa aku terlihat seperti pengemis? apa aku terlihat seperti wanita murahan?" Lea bertanya pada dirinya sendiri
Akhirnya setelah cukup lama berdiam diri untuk menenangkan perasaannya, Lea memilih kembali menuju ruang santai.
Lea memperlihatkan senyum palsu bahagianya, dia tidak boleh terlihat lemah di hadapan orang lain, hanya dirinya yang boleh melihat betapa rapuhnya dia sekarang.
Sekilas Lea menatap Leon yang tersenyum sinis padanya membuatnya membuang nafas panjang.
Lea Memantapkan hatinya, mulai hari ini dia akan berhenti menyukai Leon, untuk perasaannya dia akan mencoba berdamai setidaknya agar dirinya tidak terluka lagi.
'Daddy Lea mengantuk" dusta Lea
'Baiklah tuan Alfa, kita bahas di lain waktu sepertinya putriku sudah sangat lelah" tuan Gofran berdiri menghampiri Lea
'Terimakasih karena sudah bersedia menerima undangan kami tuan Gofran, dan maaf jika ada kesalahan yang sengaja ataupun tidak sengaja" tuan Alfa ikut berdiri
'Seharusnya saya yang berterimakasih karena sudah berbesar hati mengundang kami, kalau begitu selamat malam" tuan Alfa pamit pergi meninggalkan kediaman tuan Alfa
Di perjalanan tuan Gofran menatap putrinya yang tidak banyak bicara seperti biasanya.
'Kamu kenapa sayang?" tanya tuan Gofran
'Tidak apa-apa Daddy" balas Lea
Tuan Gofran menghentikan mobilnya di dekat taman yang baru saja mereka lewati.
Tuan Gofran melepaskan sabuk pengamannya dan memeluk Lea dengan hati yang sakit.
'Menangislah putriku, Daddy tau bagaimana perasaanmu" tuan Gofra meneteskan air matanya karena merasa sakit melihat putri kesayangannya sedih
'Daddy hiks..hiks...a..apa Lea tidak layak untuknya? mengapa dia begitu kejam pada Lea hiks..padahal perasaan Lea tulus padanya hiks..hiks.." Lea menuangkan semua rasa sakit hatinya
'Tidak my princess, kamu terlalu berharga untuk dirinya yang bajingan itu sayang, Daddy mohon agar kamu meninggalkan perasaan suka itu, Daddy tidak mau melihat kamu sedih lagi, masih banyak pria yang lebih baik daripada dirinya" tuan Gofran mencium ubun-ubun kepala Lea
'Tapi rasanya sulit Dad untuk melupakannya" isak Lea
'Secara perlahan saja sayang, Daddy tau kamu adalah wanita kuat, jangan terpaku pada satu hal saja dan mengabaikan sekeliling mu yang begitu perduli padamu sayang" tuan Gofran memberikan semangat untuk putrinya
'Hiks..hiks...apa dulu Mommy mengejar Daddy seperti ini?" tanya Lea serius
'Yaahhh... Mommy mengejar cinta Daddy hingga Daddy akhirnya jatuh cinta padanya" balas tuan Gofran tersenyum mengingat betapa hebat perjuangan cinta mendiang istrinya saat mengejar cintanya dulu
'Baiklah Lea memutuskan untuk berhenti mengejar kak Leon Dad" putus Lea
'Ini baru putri Daddy, apa kamu mau makan ice cream?" tuan Gofran menawarkan pada Lea
'Boleh" Lea menatap Daddy-nya dengan tatapan berbinar
Tuan Gofran tersenyum senang karena sejenak putrinya melupakan rasa sakit hatinya.
🌼🌼🌼
Daddy yang begitu sempurna yaaa... menjadi seorang ayah dan ibu sekaligus.
Jika kalian masih punya ayah jangan sia-siakan ya guyss, perlihatkan juga rasa sayang kalian padanya jangan menutupinya karena merasa segan.
Jujur saja di mata sang ayah, kita masih seperti anak kecil baginya, kita masih menjadi putri kecilnya yang selalu merengek padanya, jadi jangan membuang kesempatan selagi bisa.
Semoga kalian suka yaa...
riri-can