You'R My Destiny

You'R My Destiny
Tatapan



"Huaaaaammmmm...ssstttttt, Kenapa badan ku semakin hari semakin sakit yah?" Ucap Sasa.


Tok...tok...tok.


"Saaa." Panggil Chelsia.


"Ya, sebentar..." Saut Sasa.


Sasapun membukakan pintu untuk Chelsia.


"Loh, kenapa belom siap siap?" Tanya Chelsia.


"Badan ku sakit semua, Chel." Ucap Sasa.


"Itu karna tadi malam, kamu terlalu lama diluar bersama Roy." Ucap Chelsia.


"Kelamaan bagaimana?" Ucap Sasa.


"Sudahlah, ayo cepat ganti baju. Kalau saja pak Dude tidak berhutang budi padamu, mungkin kita sudah dikeluarkan." Ucap Chelsia.


"Hufff, Baiklah. Tunggu disini sebentar." Ucap Sasa. lalu pergi.


"Apah? Pak Alex GM akan berkunjung hari ini?" Ucap pak Dude. Menerima telepon dari kantor TH.


Tok... tok... tok. Suara pintu ruangan pak Dude.


"Ya masuk." Ucap pak Dude.


"Ini kopinya pak." Ucap cs (cleaning service)


"Sasa sudah datang?" Tanya pak Dude.


"Belum pak." Ucap cs. meletakkan kopi pak Dude dimeja.


"Ohh, baiklah. Terimakasih." Ucap pak Dude.


"Permisi, Pak." Ucap cs.


"Saa, kamu tau hari ini kita ada tugas banyak?" Tanya Chelsia.


"Ia, nanti kamu temani aku ke ruangan pak Dude yah?" Ajak Sasa.


"Okeh..." Ucap Chelsia.


"Heiii... Chelsia." Panggil menejer.


"Ya Pak?" Jawab Chelsia.


"Ikut saya sebentar." Ucap menejer.


"Saa.. Tunggu sebentar, yah..." Ucap Chelsia.


Sasa mengangguk lalu pergi mengganti pakaiannya.


"Hi, Saa. Tadi pak Dude menanyakanmu." Ucap cs.


"Soal apa?..." Saut Sasa.


"Sepertinya pak Dude, ingin membicarakan sesuatu denganmu. Kamu temui saja diruangannya, sekarang!" Ucap cs.


"Oh, baiklah." Ucap Sasa. Sambil mengganti pakaiannya.


"Mmm..." Saut cs. mengangguk.


"Aku ikut yah?" Ucap Elsa. berdiri didepan pintu kamar Alex.


"Sejak kapan kamu berdiri disitu?" Tanya Alex.


"Baru saja." Jawab Elsa.


Alex tersenyum sambil memakai dasinya.


"Yah, aku ikuuutt." Ucap Elsa memegang tangan Alex, dengan manja.


"Aku hanya rapat, setelah itu langsung balik kekantor. Kamu tunggu aku dikantor saja. Okeh?" Ucap Alex.


"Tapiiii." Saut Elsa


"Sudahlah, paling lama cuma satu jam." Ucap Alex.


"Mmm baiklah." Ucap Elsa, cemberut.


"Ayo." Ajak Alex. lalu pergi tanpa memperdulikan Elsa.


"Is... Alex yang dulu dan yang sekarang sama saja." Ucap Elsa. Kesal, mengikuti Alex, kemeja makan.


"Pagi, Mah." Ucap Alex mencium mamahnya.


"Pagi juga sayang. Ayo kita sarapan dulu." Ucap mamah Alex.


"ya." Saut Alex.


"Elsa? Kamu kenapa?" Tanya mamah Alex. melihat wajah kesal Elsa.


"Aku suruh dia menunggu dikantor, selama aku pergi rapat nanti." Ucap Alex.


"Ngapain coba, nunggu disana?" Tanya Elsa. merengek.


"Mmm, begini saja. Kita pergi kestudio dan nentuin jadwal prewed kalian, gimana?" Ucap mamah Alex.


"Aku setuju mah," Ucap Elsa.


"Terserah mamah ajah. Alex pergi dulu ya, mah." Ucap Alex.


"Ya sayang, hati hati..." Ucap mamah Alex.


"Halo." Jawab Alex.


"Pak, semua berkas sudah siap." Ucap Asisten baru Alex.


"Saya akan kesana, jangan smpai terlambat." Ucap Alex.


"Baik Pak." jawab Asisten Alex.


"Elsa. Kamubjangan terlalu memaksa Alex. Sekarang Alex sudah bukan Alex yang suka membantah. Tapi Alex yang menuruti semua ucapan mamah." Ucap mamah Alex.


Merekapun tersenyum bahagia. Mereka memanfaatkan keadaan Alex yang amnesia.


"Chel..." Panggil menejer.


"Ya, Pak?" Tanya Chelsia.


"Begini. Ruangan monitor sepertinya sangat kotor, Aku mau kau membersihkan seluruh sudut rungan itu." Ucap Menejer.


"Tapi, Pak." Ucap Chelsia. Dirinya ingin menolok.


"Tidak ada tapi tapian. Hari ini pak Alex GM akan datang. Jangan sampai ada yang melakukan kesalahan." Ucap menejer.


"Ya, Pak." Jawab Chelsia. dengan berat hati.


"Selamat siang, Pak." Ucap Sasa. Masuk keruangan pak Dude.


"Yah. Silahkan duduk. Ada sedikit yang ingin saya tanyakan." Ucap pak Dude.


"Soal apa, Pak?" tanya Sasa.


"Apa kau sudah putus dengan Alex?" Tanya pak Dude.


"Hmmmm, kenapa Bapak bertanya begitu?" Tanya Sasa. Menunduk.


"Sepertinya, sejak kabar yang beredar akan hilangnya Alex. Kamu juga seperti hilang, ditelan bumi. Apa penyebab hilangnya Alex, karna putus denganmu?" Tanya pak Dude curiga.


Sasa melihat kearah pak Dude.


Saat Sasa ingin bercerita. Alexpun datang dan membuka pintu ruangan pak Dude.


"Selamat siang Pak Alex." Ucap pak Dude.Berdiri.


Sasa yang duduk disana hanya terdiam tegang, kaget tidak tau apa yang akan dilakukannya.


"Silahkan duduk, Pak." Ucap pak Dude. Tanpa mempedulikan Sasa.


Alex yang datang bersama asisten barunya melihat kesekeliling ruangan Pak Dude. Merekapun duduk bersama.


"Oia... Saa... Sasa." Panggil pak Dude.


Sasapun menjawab pak Dude dengan membelakangi mereka.


"Buatkan kami kopi kesukaan pak Alex." Ucap Pak Dude.


Lagi lagi Sasa terkejud mendengar ucapan pak Dude. Sasapun mengiakan perintah pak Dude dengan mengangguk lalu pergi.


"Hufff, Aku harus beritahu Pak Dude. Tapi bagaimana caranya?" Tanya Sasa. Lalu pergi.


"Pak... Boleh saya bertanya, tapi hanya antara kita berdua." Ucap pak Dude.


"Soal apa?" Tanya Alex. Bingung, lalu menyuruh asistennya menunggu diluar.


"Maaf, Pak. Ibu presdir bilang, saya tidak boleh meninggalkan bapak sendirian." Ucap Asisten Alex.


Mendengar ucapan asistenya Alexpun menatap tajam asistennya.


Asistennyapun pergi. keluar dari ruangan pak Dude.


Pak Dude melihat cara bicara Alex yang sangat berbeda dengan Alex yang dulu, sebelum Alex kecelakaan. sifat Alex yang dingin dan pendiam, pak Dude semakin yakin ada sesuatu yang terjadi dengan Alex. Pak Dude juga melihat, asisten Alex bukan Ricky lagi. Pak Dude semakin curiga ada sesuatu yang terjadi antara Alex dan Sasa.


"Apa Bapak kenal dengan Ricky?" Tanya pak Dude.


"Siapa dia?" Tanya Alex.


"Sasa?" Tanya pak Dude kembali.


"Tidak, saya tidak mengenalnya. Siapa mereka? Kenapa kamu menanyakan mereka padaku?" Tanya Alex. semakin bingung.


Kecurigaan pak Dudepun semakin besar kepada Alex, Pak Dudepun mulai membahas kembali tentang anaknya yang pernah ditolong oleh Alex.


"Oh... Maaf pak, mungkin saya salah orang. Oia pak, saya mau berterima kasih kepada bapak." Ucap pak Dude.


"Soal apa?" Tanya Alex. Berusaha mengingat ingat semua ucapan pak Dude.


"Kemaren bapak sudah membantu biaya operasi anak saya, dan juga Bapak sempat menjabat sebagai direktur dihotel ini. Menggantikan saya yang sedang menemani anak saya, selama masa pengobatan." Ucap pak Dude.


"Tunggu. Anda tidak sedang mempermainkan sayakan?" Tanya Alex. Dengan tatapan kosong.


"Tidak pak. Saya ada buktinya, bahwasanya bapak pernah menjadi malaikan buat saya. Bapak sudah menyelamatkan hotel ini dan juga nyawa anak saya." Ucap pak Dude.


"Mana buktinya." Ucap Alex. Penasaran.


Pak Dude yang sudah menyusun semuanya dari awal, mengambil semua berkas berkas yang sudah dikerjakan oleh Alex dulu.


Dirinya yang merasa bersalah, ikut dalam rencana jahat mamah Alex dan Elsa. Akan membantu Sasa dan Alex kembali seperti dulu lagi. Pak Dude menyadari, hanya karna Sasalah hotel itu tidak jadi dihancurkan. Dan hanya karna bantuan Alex jugalah putri satu satunya masih tetap hidup sampai sekarang.