
"Hahh... Lelah sekali." Ucap Sasa. menghempaskan tubuhnya ketempat tidur.
Alex dan Ricky pergi meninggalkan Sasa dan Chelsia. dikamar masing masing.
"Apa ini salah? aku mengiakan semua yang mereka katakan. Mereka juga membawaku, dekat dengan masa laluku. Aku takut jika salah satu dari keluarga itu melihatku disini." Ucap Chelsia.
"Oia, Kyy. Bagaimana jika aku membawa Sasa kehadapan mama" Ucap Alex.
"Apa kamu sudah pertimbangkan, apa yang akan terjadi padanya. Setelah itu?" Ucap Ricky.
"Entahlah. Tapi sebelum itu aku akan beri tahu mamah dulu tentang Sasa." Ucap Alex.
"Ya, memang harus begitu." Ucap Ricky sambil menyetir mobil.
"Antar aku, kerumah peninggalan Sasa." Ucap Alex.
"Oia... Kenapa kita mencarikan rumah sewa buat mereka, sementara Sasa punya rumah sendiri?" Tanya Ricky.
"Tempat itu terlalu bahaya buat mereka tinggal berdua." Ucap Alex
"Ia juga sih." Ucap Ricky
"Oia, Suruh penjaga menjemput mobilku dipulau." Ucap Alex menutup matanya.
"Okeh..." Ucap Ricky.
Kring... kring... kring.
"Halo ayah... Baru Saja, Sasa ingin menelpon ayah." Ucap Sasa
"Oh yah? Bagaimana? kalian sudah sampai?" tanya Ayah Sasa.
"Sudah ayah, baru saja sampai." Ucap Sasa.
"Nak... ini baru pertama kali kamu jauh dari ayah dan ibu. Jaga dirimu nak. Kamu harta satu satunya yang paling berharga untuk ayah dan ibu." Ucap ayah.
"Baik, ayah..." Ucap Sasa.
"Ayah tidak bisa lagi bantu kamu nak, menyimpan jeketmu, tas dan barang barang yang lain saat kamu lupa meletakkannya." Ucap ayah. memeluk istrinya.
"Ayah... jangan sedih, Sasa akan buktikan, bahwa Sasa akan jadi kebanggan ayah dan ibu. Sasa janji, ayah." Ucap Sasa
"Baiklah nak. Ayah tau, suatu hari nanti kamu akan jadi wanita sukses." Ucap Ayah.
"Ia, Ayah." Ucap Sasa,tersenyum.
"Ya, sudah. Putri Ayah, pasti sudah sangat lelah. Jangan lupa minum air putih hangat sebelum tidur, yah?" Ucap ayah.
"Okeh.... Ayah dan ibu juga harus jaga kesehatan. Sasa udah tidak bisa lagi ingatkan ayah dan ibu lagi, hanya lewat telepon saja." Ucap Sasa.
"Iah. Baiklah." Saut ayah.
"Ya sudah kalau begitu. Selamat malam ayaaaah... Ibuuuu..." Ucap Sasa.
"Selamat malam." Ucap ayah Sasa.
"Ayah selalu saja bilang, aku harta yang paling berharga untuknya. Aku harus buktikan itu. Harus." Ucap Sasa. Sendiri didalam kamarnya.
kling... Suara pesan.
"Lagi apah?" Pesan Alex.
"Masak air putih..." Balas Sasa.
"Kenapa cuex sekali." Ucap Alex. Alex kembali lagi mengirim pesan.
"Buat siapa?" Pesan Alex.
"Ayah Selalu berpesan untukku, sebelum tidur harus minum air putih hangat dulu." Bales Sasa.
"Oh..." Pesan Alex.
"Ihhhh.... Kenapa cepat sekali dia balas pesan ku." Ucap Sasa.
Alex yang masih menunggu pesan balasan dari Sasa. Tidak bisa tidur, dan sesekali melihat ponselnya. Tetap tidak ada balasan.
"Aku Rindu (Di hapus) Aku Rindu kamu (di hapus lagi) Aku (hapus)... Arrggg... Sudah lah Aku akan pacaranya. Kenapa aku terus mengetik lalu mengapusnya." Ucap Alex kessal.
Kembali lagi Alex mengetik pesan untuk Sasa.
"Aku sangat Rindu kamu." kirim
Pesan yang dikirim Alex sangat lama. sementara Sasa sudah tertidur pulas.
"Kenapa dia tidak balas. apa dia sudah tidur?. Mulai sekarang kamu tidak bisa bebas lagi. Aku akan selalu menjagamu." Ucap Alex. Cintanya semakin dalam untuk Sasa. berniat Sasa tidak bisa dekat dekat kepada siapapun. Bahkan sekalipun itu teman kerja Sasa.
Keesokan harinya.
Tok... tok... tok... Suara pintu kamar Sasa.
"Haaa? Siapa itu?" Tanya Sasa. Kaget.
Sebelum Sasa buka pintu. Sasa mengintip dari jendela kaca kamarnya. Sasa melihat Alex sedang berdiri dekat pintu sambil melihat jam tangannya. dan Chelsia sudah duduk bersama Ricky.
"Hadduuuuuhh, bagaimana ini. Kenapa Chelsia tidak membangunkanku." Ucap Sasa. Sangat panik.
Tok..tok..tok. Alex kembali lagi mengetuk pintu kamarnya.
"Aizzz... Hah." Gerutu Sasa. Membuka pintu kamar.
"Kamu belum siapa? Bukankah aku bilang semalam, jam tujuh sudah harus siap?" Tanya Alex
Sasa langsung menarik Alex masuk kekamar dan menutup pintu kamarnya.
"Aaahhh.... Badan ku sangat sakit. jadi malam ini aku tidak bisa tidur nyenyak." Ucap Sasa.
"Hemmm... Tidak bisa tidur yah? Lalu kenapa tidak membalas pesanku?" Tanya Alex. Menunduk mendekatkan wajahnya keSasa.
"Emmm ituh... Aku mau mandi dulu." Ucap Sasa. berlari dan mengambil handuknya lalu pergi kekamar mandi.
"Keenakan tidur ia..." Saut Alex duduk diruang tamu.
Setelah menunggu beberapa menit. Sasa keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk penutup tubuhnya. Sasa lupa membawa pakaiannya.
"Semoga dia tidak melihatku." Ucap Sasa. sambil berjalan.
Saat hendak masuk kekamar.
"Kenapa lama sekali." Ucap Alex mengagetkan Sasa.
"Aaaa..." Jerit Sasa. lalu masuk kekamar. mengunci pintu kamarnya rapat rapat.
"Hahaa..." Alex tertawa, melihat Sasa kaget dan masuk kekamar.
"Iizz... Dasar laki laki mesum." Ucap Sasa.
"Kenapa Sasa lama sekali yah?" Tanya Chelsia
"Hah... coba pikir? apa yang dilakukan pria yang mengetuk pintu tadi, bersama seorang wanita didalam kamar?" Tanya Ricky balik.
Chelsia tidak tau apa maksud ucapan Ricky.
"Ohhh sudahlah. sebentar lagi mereka akan keluar." Ucap Ricky tersenyum. Sebab Ricky sudah tau sahabatnya Alex, akan bersenang senang dulu.
"Ayoo... Aku sudah siap." Ucap Sasa. berjalan menuju pintu.
Alex langsung berdiri dan mencegat pintu.
"Heii... Kita sudah terlambat. Awas Lex..." Ucap Sasa
Alex tidak mau mengindar dari pintu malah maju mendorong Sasa. Sasapun berjalan mundur.
"Alex... Ayo kita pergi." Ucap Sasa memalingkan wajahnya.
"Aku kesana dulu yah." Ucap Chelsia.
"Kemana?" Tanya Ricky.
"Supaya Sasa cepat geraknya." Ucap Chelsia pergi kekamar Sasa.
"Hah... Jangan Chel, nanti Kamu bisa lihat pertunjukan disana?" Ucap Ricky.
Chelsia tidak mau, malah menerobos pintu kamar Sasa.
"Haaaaaa?" Chelsia Kaget. Melihat Alex akan mencium Sasa.
"Apa ku bilang..." Ucap Ricky. tersenyum lebar.
Sasa dan Alex Kaget melihat Chelsia membuka pintu. Sasapun menunduk dari tangan Alex dan berjalan menuju pintu keluar.
"Haa..." Saut Alex. Chelsia menggagalkan aksinya.
Chelsia yang kaget langsung membelakangi kamar Sasa. dan melihat Ricky yang tersenyum lebar. Chelsiapun pergi mendekati Ricky.
"Kamu melihatnya?" Tanya Ricky.
Chelsia mengangguk. dengan emotion wajah malu...
"Ayo kita pergi." Ucap Sasa. langsung berjalan lurus menuju tangga, dan turun sendiri.
Ricky dan Chelsia menyusul. Alex yang tinggal diatas. masih menutup pintu kamar, dan mengunci kamar Sasa. Lalu menyusul Sasa, Chelsia, dan Ricky kemobil.
Didalam mobil mereka terdiam.Sasa dan Alex yang malu kepada Chelsia hanya diam tidak enak hati. sedangkan Ricky menahan tawanya. Sesekali melihat Chelsia dari sipion mobil. Chelsiapun sesekali melirik Alex dan Sasa. Lalu menunduk menahan tawa.