
"Kenapa aku sangat merindukannya yah? Rasanya tidak puas jika tidak bertemu." Ucap Sasa. memegang ponselnya.
Tok... tok... tok.
"Ya, sebentar." Ucap Sasa.
Lagi lagi suara ketukan pintu. Tok... tok... tok...
Saat Sasa membuka pintu. Sasa sangat terkejut melihat, ada Alex dihadapannya.
"Alex... Kau datang?" Ucap Sasa. masih tidak menyangka.
"Ya. aku datang." Ucap Alex langsung menerobos pintu masuk.
Sasa masih heran, merasa ini seperti mimpi. Melihat Alex duduk dikursi ruang tamu. Lalu menutup pintu.
Sasa berjalan mendekati Alex.
"Heiii... kenapa heran begitu? ayo duduk." Tanya Alex. Sambil membuka minuman bersoda untuknya dan untuk Sasa.
Alex memberikan minuman untuk Sasa. Dan Sasa mengambilnya.
"Mmm, Apa kabar Chelsia?" Tanya Alex.
"Haa?" Tanya Sasa masih tidak menyangka.
"Kau tau... Kau melihatku seperti melihat hantu tau... seperti aku hilang dan kembali kehadapanmu." Ucap Alex. sambil meminum minuman bersoda.
"Haa... hahaa... Aku fikir kau akan meninggalkan aku." Ucap Sasa.
"Aku kan izin sama kamu. kalau aku tidak menemuimu karna ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Alex.
"Ia... dua minggu, rasanya sangat lama. Aku..." Ucap Sasa terputus.
"Sangat merindukan ku? itu yang membuatku datang menemuimu." Ucap Alex. menatap Sasa.
"Oh yah? hahaha. Tidak mungkin. Buktinya, sebelum ini aku merindukanmu. Kau tidak datang..." Ucap Sasa.
"Benarkah kau merindukanku?" Tanya Alex.
"Emmm? kenapa kamu beli makanan sedikit? Kamu kan tau aku suka makan." Ucap Sasa.
"Lihat aku... Saa." Ucap Alex menyentuh dagu Sasa.
"Hmmm?" Saut Sasa. gugup.
"Aku hanya sebentar disini, pekerjaanku masih sangat banyak. Aku harus pergi lagi. Jadi aku ingin habiskan waktuku yang sedikit bersamamu, tanpa membahas yang tidak penting." Ucap Alex. Serius.
"Ya, Tuhan. Jantungku berdegup kencang sekali." Ucap Sasa. Dalam hati. sambil menatap mata Alex.
"Ohh... aku tadi masak air. aku lihat sebentar." ucap Sasa.
Alex langsung memegang tangan Sasa. menahan agar tidak pergi. Alexpun berdiri dan memutar badan Sasa agar melihatnya.
"Aku." Ucap Sasa. tiba tiba matanya melotot.
Alex mencium bibir Sasa agar tidak mengelak lagi.
"Aku mencintaimu Sasa." Ucap Alex dan kembali mencium bibir Sasa.
Alex menyentuh leher Sasa dengan kedua tangannya. Memainkan lidahnya dengan lihai. Tangan kanan Alex, mulai turun menyentuh pinggul Sasa. mengajak Sasa duduk disova. Alex mendorong Sasa dengan ciuman yang masih lengket.
Tangan Alex yang mulai bergerak membuat Sasa lupa diri. Jantungnya semaki cepat berdetak. Meyakinkan dirinya, bahwa Alex akan memilikinya selamanya.
Tangan kanan Alex, mulai meraba dada Sasa. menyentuh dari perut sampai keatas. Desahan Sasa membuat Alex mulai menurunkan ciumannya kebagian tengah...
Alex menggenggam kedua tangan Sasa mengangkat keatas kepala Sasa.
Alex yang tidak suka dengan posisi tersebut. mengangkat Sasa yang kurus dan langsing. begitu mudah Alex menggendong Sasa didepannya. Sambil mencium Alex. tangan kanan Sasa menyentuh rambut Alex dan tangan kirinya mengalung dileher Alex. Menikmati ciuman maut Alex.
Sesampainya ditempat tidur, Alex menghempaskan tubuhnya bersama Sasa. Sambil memainkan ciumannya. Alex membuka baju yang dikenakan Sasa. Nafas Sasa semakin cepat Membuat Alex, semakin bersemangat.
Setelah melepas semua pakaian Sasa, Alex mulai melepaskan pakaiannya, satu persatu. Merasa sudah diujung, Alexpun perlahan memasukkan senjatanya ketempatnya. Pelan pelan Alex memberikan tekanan. membuat Sasa samakin menikmati pemberian Alex. diketinggian yang sangat mencekam, Alex lupa menariknya. dan melepas pelurunya didalam.
Sasa tidak menyadarinya, hanya puas menikmati cinta yang tulus yang Alex berikan padanya.
"Aku mencintaimu... Jangan pernah tinggalkan Aku." Ucap Alex. terus menciumi Sasa.
Sasa tersenyum, malu.
"Aku juga sangat mencintaimu." Ucap Sasa menatap mata Alex.
Alex yang masih diatas tubuh Sasa, tersenyum lebar. Bahagia, mendengar ucapan Sasa, yang selama ini ditunggu tunggunya.
Saat Alex berbaring ditempat tidur, Sasapun malu dan menutupi tubuhnya.
"Aku pergi mandi dulu..." Ucap Sasa pergi kekamar mandi.
"Mmm... Sekarang aku lebih yakin. dan bisa lebih tenang melakukan semua pekerjaan ku." Ucap Alex. Duduk. menunggu Sasa.
Saat Sasa keluar dari kamar mandi. Sontak Sasa sangat kaget. melihat Alex berdiri didepan pintu kamar mandi tanpa mengenakan sehelai benang.
"Ahhhh, Alex. apa yang kau lakukan?" Tanya Sasa menutup matanya.
"Kenapa kau, menutup mata. Kau kan sudah melihatnya tadi..." Ucap Alex. masih berdiri.
"Sudah masuklah..." Suruh Sasa. dan keluar memakai handuk.
Alexpun masuk dan mandi. saat Alex sedang dikamar mandi. Sasa mengumpulkan semua pakaian Alex. dan meletakkannya dekat pintu kamar mandi.
Melihat Alex yang begitu agresip.Sasa cepat cepat memakai bajunya. lalu pergi duduk diruang tamu.
"Saa... Sasa." Panggil Alex.
"Ya... ada apa?" Tanya Sasa. dari ruang tamu.
"Kemarilah, Lihat ini." Ucap Alex.
"Aku tidak mau, Cepatlah katakan. Kau perlu apah?" Tanya Sasa.
"Kenapa air kran ini mati" Tanya Alex. Tersenyum merencanakan sesuatu.
"Mati... Tidak mungkin. Nenek bilang. Semua baru diservice, tidak mungkin secepat itu rusak. atau kau... Merusaknya" tanya Sasa panik.
"Lihatlah... aku pun tidak tau." Ucap Alex.
Sasapun berlari. Alex segera membuka pintu untuk Sasa.
"Mana yang rusak?" Tanya Sasa.
"Lihatlah, airnya tidak keluar sedikitpun." Ucap Alex.
"Tidak keluar?" Tanya Sasa memutar kran air. Tiba tiba air berjalan begitu deras sekali.
"Kenapa bisa begitu? tadi memang tidak bisa keluar...." Ucap Alex. Pura pura tidak tai. lalu menutup pintu kamar mandi.
"Alex... hemmm." Gerutu Sasa.
"Aku ingin menciummu, lagi, lagi dan lagi." Ucap Alex. memeluk Sasa.
"Alex. jangan lagi." Ucap Sasa
"Aku akan sangat merindukanmu." Ucap Alex. tidak mau melepaskan pelukannya dari tubuh Sasa.
Alex mendorong Sasa kedinding kamar mandi. dan mulai menciumi Sasa lagi.
"Alex... Ahhhh... ssssshhhh." Desah Sasa.
Alex menciumi telinga dan leher Sasa. Tidak tahan dengan perlakuan Alex. Sasapun langsung mencium bibir Alex. Memainkan lidahnya dengan nikmat.
Tiba tiba Sasa melepaskannya.
"Ssssttt, Jangan takut. Sampai kapanpun, aku tidak akan meninggalkanmu. Karna kau adalah takdirku." Ucap Alex.mencium kening Sasa.
Sasapun tersenyum mendengar ucapan Alex.
"Aku percaya." Ucap Sasa. menatap Alex dengan rasa percaya yang sangat besar.
"Baiklah... Aku mandi. Mmmuuuaahhh" Ucap Alex. Mencium pipi, bibir dan kening Sasa.
Sasa tertawa melihat tingkah Alex yang lucu.
Sasapun menunggu Alex siap mandi, duduk ditempat tidurnya. Setelah keluar dari kamar mandi, Alex masih mengenakan handuk.
"Dimana bajuku?" tanya Alex.
"Haaa? Kau mengagetkanku?" Ucap Sasa
"Kau kaget?" Tanya Alex mendekat.
"Mmmm..." Saut Sasa menunduk, malu melihat Alex.
"Kenapa? Apa kau sedang berhayal tentang apa yang kita lakukan tadi?" Tanya Alex mendekatkan wajahnya ke Sasa.
"Ti.tidak... Itu. ambil baju mu disana." Ucap Sasa menunjuk baju yang sudah diletakkannya didekat pintu kamar mandi.
"Oh... Kenapa tidak bilang?" Ucap Alex. Melepaskan handuknya
"Alex. Kenapa memakai baju disitu?" Ucap Sasa menutup matanya. Melihat Alex berdiri tanpa sehelai benang.
Alex tersenyum dan memakai bajunya didepan Sasa. Setelah memakai bajunya, Alex duduk disamping Sasa.
"Tunggu sebentar lagi. aku akan menjemputmu. dan akan ku jadikan kau ratuku." Ucap Alex.
"Ia, aku akan menunggumu." Ucap Sasa. Menatap Alex.
Alex memeluk Sasa sangat erat, dan mencium kening Sasa.
"Entah kenapa, hatiku berat sekali ingin pergi." Ucap Alex sedih.
"Pergilah... setelah pekerjaanmu selesai. Temui aku." Ucap Sasa.
Kring... kring... kring... Ponsel Alex. Alex tidak mempedulikannya.
"Angkatlah." Ucap Sasa.
Alexpun mengangkatnya, dan terus menatap Sasa tanpa putus.
"Ada apa?" Tanya Alex.
"Kau dimana? kita tinggal sedikit lagi. Aku tau kau sangat merindukannya. Ingat... ini juga demi masa depanmu bersama Sasa." Ucap Ricky.
"Baiklah..." Saut Alex. menelan ludahnya. merasa berat hati akan meninggalkan Sasa.
"Pergilah... aku akan selalu menelponmu, mengingatkan mu istrahat dan juga mengirim cinta untukmu." Ucap Sasa. tersenyum.
"Jaga dirimu. jika ingin melakukan sesuatu, beritahu aku. aku akan suruh Ricky membantumu." Ucap Alex. mengelus rambut Sasa.
"Okeh." Ucap Sasa. Tersenyum lepas padanya.
Kruk kurruuuuuk krukkk... Perut Alex keroncongan.
"Aku lapar. hehe?" Ucap Alex tertawa bersama Sasa.
"Kita makan dulu gimana?" Ajak Sasa.
"Mmm...Okeh. Ayooo." Ucap Alex. menarik tangan Sasa keluar dari rumah.
"Tunggu aku kunci dulu." Ucap Sasa.
"O iah.." Saut Alex melihat Sasa mengunci rumah sewanya.
Merekapun pergi mencari makanan dipinggir jalan.
"Kita makan disitu ajah." Ucap Sasa menunjuk. tenda biru penjual mie ayam.
"Okeeeee, kita kesana." Ucap Alex. memutar mobil dan mencari parkiran.
Merekapun berjalan bergandengan menuju penjual mie ayam.
"Pak, pesan dua ya..." Ucap Sasa kepada penjual mie ayam.
"Okeh..." Jawab penjual mie ayam.
Alex terus menatap Sasa.
"Akan lebih enak lagi, jika makan bersama orang yang kita cintai." Ucap penjual mie ayam. Meletakkan dua mangkok mie ayam.
"Terimakasih pak." Ucap Alex. Tersenyum kepada penjual mie ayam. dan melirik Sasa.
"Hah... kenapa melihatku begitu?" Tanya Sasa.
"Aku coba dulu." Ucap Alex. Memakan mie ayam, sambil melihat Sasa yang tersenyum kepadanya.
"Gimana? enak?" Tanya Sasa tertawa.
"Emmm. Benar kata bapak itu, Lezat sekali. Ditambah lagi ada kamu disini. Rasanya semakin enak." Ucap Alex. memegang tangan Sasa.
"Ehh... nanti orang lihat." Ucap Sasa. menarik tangannya. Tapi Alex menahannya.
"Kenapa? Siapa yang marah? Kau pacarku. dan aku menyentuh pacarku kan?" Ucap Alex. menatap Sasa.
"Haha... Cepat makan. Kamu harus pergi lagikan?" Ucap Sasa.
"Baiklah." Jawab Alex.
Setelah selesai makan. Alex berniat mengantar Sasa.
"Tunggu aku bayar dulu." Ucap Alex menemui penjual mie ayam.
"okey." Jawab Sasa berdiri menunggu Alex.
"Ayo." Ajak Alex dan berjalan menuju mobilnya.
Sesampainya dimobil. Alex menatap Sasa lagi.
"Ayoooo, jalan..." Ucap Sasa.
"Ingat... Selalu aktifkan ponselmu dan cepat cepatlah membalas pesanku. agar aku bisa tenang bekerja." Ucap Alex. sambil menyetir.
"Ia... Kamu juga harus jaga kesehatan. dan jangan terlalu kawatir padaku. Aku bisa jaga diri. Dan kalau ada apa apa aku bisa menelepon Ricky." Ucap Sasa.
"Ya... Paling utama. Tetap mengaktifkan ponselmu. Okeh?" Ucap Alex.
"Mmm." Ucap Sasa. mengangguk dan tersenyum kepada Alex.
"Aku berjanji, akan selalu menunggumu. Mencintaimu, sampai nantinya kau menjemputku." Ucap Sasa dalam hati.
"Okeh. sudah sampai." Ucap Alex.
"Makasih ya, sudah menemuiku disaat aku rindu." Ucap Sasa menatap Alex.
"Ya... Cium dulu, baru pergi." Ucap Alex. menyentuh pipinya.
Sasa tidak mencium pipi Alex. Tapi mencium bibirnya. Alexpun kaget dan tersenyum Lebar.
Sasa langsung keluar dari mobil Alex.
"Daaaa... Hati hati yah." Ucap Sasa.
"Daah..." Ucap Alex. Lalu pergi.