You'R My Destiny

You'R My Destiny
Hari pernikahan Alex dan Elsa



"Halo maah. Apa Alex sudah siap?" Ucap Elsa.


"Iah... Kami sudah siap." Ucap mamah Alex. Panik dan mematikan telepon dari Elsa.


"Sabar ya sayang... Kamu dan Alex akan jadi suami istri." Ucap mamah Elsa.


"Ia Mah." Ucap Elsa. Menyentuh tangan mamah Elsa.


Roy melaju kencang. Mengejar waktu agar Alex cepat kembali kerumah.


"Semoga ajah mereka masih disana." Ucap Ricky sesekali melihat jam tangannya.


Sesampai dipuncak Ricky mencari tempat yang sudah direncanakan Alex, yang dimana Ricky sudah mengetahuinya.


"Masih disana rupanya..." Ucap Ricky. Melihat Mobil Alex parkir diujung bukit. Juga melihat tenda kecil yang masih berdiri.


Ricky takut membangunkan Alex. Melihat tenta yang masih berdiri, merasa kalau Alex dan Sasa masih sedang berpelukan.


Sebelum membangunkan Alex. Ricky mengambil Kamera Alex diatas batu, Melihat isi kamera yang penuh gambar dan vidio Sasa dan Alex.


Ricky menjadi lebih tidak tega membangunkan Alex. Saat Ricky mendekat, Ricky curiga melihat bayangan yang ada didalam tenta.


"Kenapa hanya satu orang?" Tanya Ricky diluar tenta dan memhuka tenda. Ternyata hanya ada Alex yang tanpa memakai baju didalam tenta, berselibutkan kainputih menutupi pinggangnya.


"Alex... Alex..." Panggil Ricky. Kaget melihat Sasa tidak ada didalam bersama Alex.


"Kenapa kerjaanmu mengganggu saja." Ucap Alex... dengan mata tertutup. Tangannya mulai mencari sesuatu disampingnya. yang ternyata Sasa tidak ada lagi disana.


"Alex... Sasa tidak ada." Ucap Ricky.


Alex langsung duduk melihat kain putih menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Dimana Sasa?" Tanya Alex.


"Pakai bajumu... Aku tunggu diluar." Ucap Ricky membelakangi tenta.


setelah selesai memakai pakaiannya, Alex keluar melihat kekiri dan kekanan.


"Aku sudah menduka itu. Sasa tidak akan menerimanya." Ucap Ricky


"Tidak... Dia sudah berjanji akan tetap bersam ku." Ucap Alex.


"Ayo kita pulang..." Ucap Ricky, dan memberikan kamera, ketangan Alex.


"Tidak. tidak mungkin... Aku harus mencarinya. Dia hanya pergi bekerja." Ucap Alex. Masuk kemobilnya dan pergi.


"Ohhhh ya ampun, kenapa selalu aku yang ribet dibuatnya." Ucap Ricky. merapikan tenda tempat Sasa dan Alex menyatu malam itu. Dan memasukkan kedalam mobilnya. lalu pergi.


Sambil menyetir sesekali melihat kamera yang Alex letak dibangku sebelahnya. Meneteskan air mata, tanpa sadar. Melaju kencang, berharap Alex bertemu dengan Sasa. Tapi Alex tidak menemukan Sasa ditempat kerjaannya dan dirumah Sasa.


"Kemana? kemana lagi aku harus mencarimu Saa?" Ucap Alex berdiri didepan rumah Sasa.


Kring... kring... kring.


"Angkat Lex... sebentar lagi acaranya akan mulai." Ucap Ricky menelepon Alex.


Alexpun mengangkat teleponnya. tetapi tidak bicara.


"Kamu dimana Lex?" Tanya Ricky.


Alex masih tidak bicara. Duduk lemas didepan pintu rumah Sasa.


"Aku akan kesana." Ucap Ricky


Sesampainya Ricky didepan rumah Sasa. Ricky melihat Alex yang duduk menunduk.


"Alex... Sasaaa." Ucap Ricky terputus.


"Dia sudah pergi. Meninggalkan aku. aahhhh" Ucap Alex. kembali meneteskan air mata.


"Mungkin dia ada urusan, Lex." ucap Ricky.


Alex langsung menatap tajam Ricky. Rickypun tidak berani untuk bicara lagi.


Kring... kring... kring...


"Ya Buk." Ucap Ricky.


"Dimana Alex?" Tanya mamah Alex.


"Saya bersama Alex Buk," Ucap Ricky.


"Cepat bawa dia, atau keluarga Raka Buming akan malu selamanya." Ucap mamah Alex. Dan menutup ponselnya.


"Huffffhhhhh." Desah Ricky


"Tapi, Lex..." Ucap Ricky...


Alex berjalan menuju mobil Ricky dan mengikuti Alex dari belakang.


Ricky melaju mobilnya. Dan membawa Alex kerumahnya.


"Kamu, yakin Lex?" Tanya Ricky


Alex hanya terdiam. dan menatap tajam kedepan. melihat Alex yang putih pucat. Ricky tidak berani berkutik lagi.


Sesampainya dirumah Alex. Alex langsung keluar dari mobil Ricky. Menerobos keramaian dirumahnya. Kebetulan keluarga Elsa belum datang.


"Alex? Kamu kenapa nak?" Tanya mamah Alex. mengikuti Alex berjalan terus kekamarnya.


Ricky hanya melihat kesedihan Alex yang teramat mendalam. Ricky menunduk. mengingat betapa Alex sangat mencintai Sasa.


Ricky pergi mencari tau, kemana Sasa dan keluarganya pergi.


"Alex... Dengar mamah... Kamu darimana saja. Jangan bikin malu mama. Cepat ganti pakaian mu. Mamah tunggu dibawah. Elsa dan keluarganya akan datang." Ucap mamah Alex.


Alex langsung berbalik.


"Mamah, hanya peduli dengan perasaan Mamah. Mamah tidak tau perasaan Alex yang sudah hancur karna Mamah." Ucap Alex


Plak.... Tangan mamah Alex mendarat diwajah Alex.


Alex sangat terkejut dengan perlakuan mamahnya. Menyentuh bekas pukulan mamah Alex. Dan menatap tajam mamahnya.


Mamah Alex langsung pergi. Saat mamah Alex menutup pintu kamar Alex. Mamah Alex menangis didepan pintu kamar Alex.


"Maafin mamah, nak... Mamah yakin, kamu bahagia hanya bersama Elsa. Mamah yakin itu." Ucap mamah Alex. Lalu turun kebawah. dan melap air mata diwajahnya.


Keluarga Elsapun datang... Membawa Elsa, yang sudah berdandan cantik. Memakai gaun putih, termahal. Semua mata terpukau kepada Elsa. Berjalan bersama kedua orang tuanya.


Sementara Alex. Masih duduk ditempat tidurnya. Membuka kamera yang tersimpan, penuh dengan ceritanya bersama Sasa.


"Hah... Baiklah... Aku akan melakukan semua ini. Tanpa berpesan, dengan cara ini kamu menyuruhku menikah dengan Elsa. Baiklah... Akan kulakukan. Aaarrrggghhhh..." Ucap Alex... Melepar kamera yang ada ditangannya ketempat tidurnya.


Setelah mandi, Lalu mengganti pakaiannya. Alex memperbaiki kerah bajunya dan mengambil jas pilihat mamanya, lalu memakainya. Saat Alex hendak keluar. Jantungnya tiba tiba berdegup kencang.


"Ahhh... Ahhh... Jantung Ku... Kenapa melemah begini?" Ucap Alex. Terjatuh, dan berlutut didekat pintu kamarnya.


"Hahhh... Sakit... Saaaaa... Sakit sekali... Aku tidak bisa Saa. Bahkan melangkahpun aku tidak sanggup. Kembalilah, Aku tidak sanggup tanpa Mu" Ucap Alex menyentuh jantungnya, dan sesekali memukul dadanya.


Ricky mencari Sasa distasiun. Mendapat informasi dari orang, bahwa Sasa berangkat lewat busway tersebut. Tetapi Ricky tidak menemuinya. Ricky terus menujukkan foto yang ada diponselnya. Berharap ada orang yang melihatnya. Tapi semua usaha Ricky hanya Sia sia.


"Buk... Acaranya sudah bisa dimulai." Ucap pengawal keluarga Alex.


"Baiklah. Aku akan panggilkan Alex." Ucap mamah Alex.


Elsa melihat mamah Alex berlari menuju tangga. Tiba tiba mamah Alex terpeleset dari tangga. Hingga jatuh terguling kebawah. Semua para tamu terkejut melihat kejadian tersebut. Pengawal yang berjaga langsung mengangkat mamah Alex, melarikan kerumah sakit. sementara Alex masih duduk bersandar ditembok dekat pintu kamarnya. Tidak mendengar kejadian tsrsebut.


Sasa yang melihat kejadian tersebut, berlari menemui Alex kekamarnya. Saat Elsa membuka pintu kamar Alex, Elsa melihat Alex yang duduk didekat pintu. Elsa melihat keadaan Alex duduk, menunduk, menangis.


Elsa menangis melihat keadaan Alex, yang tidak bahagia akan menikah dengannya. Tetapi Elsa menahan perasaannya.


"Alex... Mamah terjatuh dari tangga." Ucap Elsa.


Sontak Alex berdiri dan berlari tanpa memperdulikan Elsa yang sudah berdandan cantik dengan gaunnya yang mahal luar biasa. Tidak bisa membuat Alex terpukau sedikitpun.


Elsa terdiam, dan menangis. Berjalan perlahan menuju tangga, tangannya menarik gaunnya agar tidak terhalang berjalan. Elsa melihat papah dan mamahnya yang juga melihat Elsa yang sangat sedih dihari bahagianya.


Alex yang sudah panik mendengar mamanya jatuh dari tangga. Alex pergi membawa mobil mamanya.


sementara dirumah sakit sudah banyak wartawan, meliput mamah Alex. Para pengawal keluarga Raka Buming mencegat wartawan mendekati ruangan mamah Alex.


Keluarga Raka Buming yang diguncang masalah seperti ini. Banyak sekali para pesaing menginginkan hal seperti ini terjadi kepada keluarga Alex. Agar saham anjlok dan berharap bisa bangkrut.


Alex yang melihat banyak wartawan sedang menunggu luar. Alex langsung mencari jalan lain agar Alex bisa menemui mamanya tanpa berhadapan dengan wartawan.


Mamah Alex yang sudah ditangani oleh dokter diruang UGD. Alex hanya bisa melihat mamanya dari pintu ruangan UGD.


"Maa... Maafkan Alex..." Ucap Alex dibalik pintu ruang UGD.


Alexpun duduk dibangku tunggu. menghempaskan tubuhnya duduk dan bersandar menatap keatas.


Tiba tiba Alex tersadar.


"Dimana Ricky?" Tanya Alex. melihat para pengawal berdiri dan berjaga.


Alex menelepon Ricky tapi Ricky tidak menjawab. Karna kelelahan Alexpun tertidur, menunggu mamanya diperiksa oleh dokter handalan keluarganya.