You'R My Destiny

You'R My Destiny
Bayangannya, selalu hadir.



"Indah sekali bintang bintang ini... Sama seperti hatiku." Ucap Sasa, tersenum menatap bintang yang berkilauan, hampir penuh memenuhi langit. Sasa melihat Alex bersama Elsa menari dilangit, saling mencintai satu sama lain.


"Ada apa Sayang?" Tanya Ayah Sasa, menemui Sasa.


"Oh Ayah..." Ucap Sasa, tersenyum.


"Kamu memikirkan Alex yah?" Tanya Ayah.


"Hanya membayangkannya, Ayah. Dia pasti sudah bahagia." Ucap Sasa.


"Yah... Kamu juga harus memikirkan hidupmu. Ayah dan ibu sudah waktunya, menimang cucu." Ucap Ayah Sasa, mengusap bahu Sasa.


Sasa tersenyum dan mengangguk kepada ayahnya. Merekapun pergi dan meneruskan usaha ayam kecap, yang mereka buka setelah pindah.


Didesa yang cukup ramai, Sasa bersama ayah dan ibunya, memulai hidup baru. Membuka usaha kecil kecilan, yang hanya menerima bungkusan saja. Sasa melayani, ayah Sasa memanggang ayam kecap, dan ibu Sasa memasak menu spesial, ayam kecap level.


"Mbak... Saya, pesan dua bungkus yah. Ayam kecam panggang."


"Saya tiga bungkus, Mbak... Ayam kecap level." Ucap setiap pelanggan.


"Ia ia... semua kebagian. Sabar ya dan tetap antri." Ucap Sasa kepasa pelanggan yang selalu ramai, sampai berdesakan.


Usaha ayam kecap spesial itu sangat lancar. Dari pertama buka, sampai sore langganannya tetap ramai. Sasa, ayah, dan ibunya bergantian untuk makan dan istrahat.


"Habis... Maaf ya sudah habis... terimakasih sudah datang." Ucap ayah Sasa kepada pembeli, yang tidak kebagian.


"Ya sudah, ayo kita pulang." Ucap pembeli.


Sasa berbalik badan dan melihat ayah dan ibunya, sedang membereskan semua peralatan jualan mereka.


"Ibu, sama Ayah pasti sudah capek." Ucap Sasa.


"Ayah lebih capek waktu bekerja dikota nak." Saut Ayah, mengangkat peralatan kedalam rumah kontrakannya.


"Bener, Kamu tidak usah kawatir sama Ayah dan Ibu... Kita masih kuat kok... iakan Yah?" Tanya ibu ke ayah


"Iaaa... jangan cuma cerita saja, bantu Ayah beres beres." Ucap ayah.


"Ia ia..." Saut ibu Sasa tertawa bersama.


Ayah Sasa pun menutup tempat jualan mereka. Selesai membantu ayah dan ibu, Sasa masuk kekamarnya.


"Hahhhh... Lelah sekali. mandi dulu ah." ucap Sasa mengambil handuk dari gantungannya.


"Sasa sudah masuk kamar Bu?" Tanya Ayah.


"Sudah kayanya, Yah." Ucap ibu menutup pintu rapat rapat.


"Ya sudah ayo kita istrahat, Buk." Ajak ayah Sasa


"Ia yah." jawab ibu


Setelah siap mandi, Sasa mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sambil berkaca, Sasa kembali memikirkan Alex.


"Sedang apa kamu sekarang? Salahkah Aku memikirkan Mu... kenapa sampai sekarang hatiku belum bisa melupakan Mu... Aku terus saja mengingat malam itu. Hah... tidak bener ini, mengingat milik orang" Ucap Sasa, tersenyum dikamar. mengingat kembali kisah mereka dimalam itu.


"Hah... kenapa malam ini aku sangat merindukannya yah." Ucap Sasa. Dimalam yang sama, Alex juga sedang merindukannya.


duuzz.... diiizzz... duuuzzz... dizzzzz


Suara musik tempat hiburan malam.


Alex dan Ricky duduk didekat meja bar. Alex datang kesana hanya untuk menenangkan hati Ricky. Karna selama ini Rickylah yang selalu repot mengurus dirinya, keluarga Alex dan perusahaannya juga.


"Minumlah... Malam ini, Aku yang traktir." Ucap Alex.


"Ayo kita habiskan malam ini. Bersulang." Ucap Alex mengangkat gelasnya ke Ricky.


Rickypun tidak peduli lagi dengan niat Alex. Ricky berbalik badan dan melihat para gadis gadis malam. Ricky pun mendekati para gadis tersebut, dan mulai bersenang senang.


Alex yang hanya duduk melihat Ricky bersenang senang, tersenyum melihat sahabatnya seperti bebas dari kandang singa.


"Ayooo Lex..." Ajak Ricky, yang sudah setengah sadar.


"Tidak... Lanjud saja." Ucap Alex melambaikan tangannya kepada Ricky.


Alex berjalan menuju sofa tempat hiburan malam tersebut, membawa minumannya. Membuka ponselnya, melihat foto foto dan vidio Sasa yang tersimpan diponselnya.


Alex sempat menahan air matanya. Melihat foto Sasa, membawanya terbayang kepada Sasa. mengingat kembali semua yang pernah terjadi antara mereka.


"Haaaa... Aaaaaaa... Kembalilah... Ku mohon." Ucap Alex, yang akhirnya meneteskan air matanya.


Tiba tiba Ricky melihatnya, lalu meninggalkan para gadis tersebut dan menemui Alex.


"Lex... Sampai kapan kau akan menunggunya." Ucap Ricky, separuh sadar.


"Hah... Aku akan menunggunya sampai mati." Ucap Alex, sambil minum, minumannya dengan sedikit sedikit.


"Lihat didepan mu... Banyak wanita yang sangat cantik cantik. Ayo, mari bersenang senang bersama mereka." Ajak Ricky


"Tidak... pergilah. jangan perdulikan Aku, Aku membawamu kesini. Hanya ingin membuatmu senang." Ucap Alex.


"Ohhh Baiklah... pulang saja duluan. Aku masih ingin bersenang senang." Ucap Ricky.


"Aizz... Bisa bisanya dia memerintahku." Ucap Alex. lalu berdiri dan pergi meninggalkan Ricky.


Alex pun pergi masuk kemobil. Saat Alex ingin menyalakan mobilnya, tiba tiba Alex mengingat Ricky.


"Bagaimana jika dia mabuk berat? dan orang bisa membuangnya nanti... Tidak tidak, Aku harus tunggu Ricky disini." Ucap Alex menunggu diluar.


"Ayooo lah temani aku malam ini." Ucap Ricky merayu gadis malam tersebut.


"Ya sudah, Ayo kita pergi." Ucap gadis malam.


Merekapun keluar, pergi mencari hotel.


"Ricky? kemana mereka?" Tanya Alex mengikuti mobil Taksi yang membawa Ricky bersama gadis malam. Alex terus mengikuti, sampai akhirnya mereka sampai dihotel.


Gadis malam tersebut memesan kamar untuk dirinya dan Ricky.


"Ohhhh Ya ampun kenapa aku tidak memikirkan ini." Ucap Alex, yang panik berubah jadi jengkel, melihat Ricky dibawa oleh wanita penghibur.


Alexpun pergi meninggalkan Ricky dihotel bersama wanita tersebut.


Alex pergi kerumah Sasa yang sudah ditempatinya hampir satu minggu. Setelah sampai disana, Alex merasa nyaman dan tenang. Apalagi Alex menempel foto Sasa disetiap sudut rumah.


"Lelah sekali. Aku ingin tidur." Ucap Alex. rebahan dikamar Sasa.


Alex langsung menutup matanya, Karna merasa kelelahan. Dan dalam hayalnya masih ada Sasa hidup bahagia bersamanya.


"Aku harus bisa melupakannya. Berdosa rasanya mengigatnya terus." Ucap Sasa, berusaha menutup matanya, tapi tidak bisa. Masih terbayang kepada Alex.


Sasa mencari cara agar tidak memikirkan lagi, Sasa membuka ponsel barunya. membaca novel cinta, agar melupakan Alex. Sesekali Sasa tersenyum membaca buku tersebut. Tiba tiba Sasa membaca didalam buku cerita, 'Lexman mencium bibir nana.' . Sasa langsung mengingat, Bahwa Alex dulu pernag menciumnya, tanpa izin. Kembali lagi jantung Sasa berdegup kencang.


"Haah... Apa ini? Kenapa jantungku berdetak sekenjang ini? Daaannn... ini selalu terjadi jika Alex menciumku dulu." Ucap Sasa, menyentuh bibirnya.


Sasa yang berusaha ingin melupakan Alex malah semakin menghantui Sasa. Setiap malam Sasa selalu mencari cara agar bisa tidur tenang tanpa memikirkannya. Tiba tiba bayangan Alex datang begitu saja. Jika Sasa sibuk dengan kesehariannya, Sasa sama sekali tidak mengingat Alex sedetikpun. Tapi, saat hari sudah mulai malam, bayangan itu kembali. Dan membawa Sasa, kecerita masa lalunya bersama Alex. Sampai sekarang Sasa tidak bisa melupakan Alex.