You'R My Destiny

You'R My Destiny
Dilema 2



"Ya Ampuuuunnn... kenapa tempat tidur Alex berantakan begini? dan Alex tidur miring?" tanya Mamah keElsa


"Mungkin Alex sudah siuman Mah." ucap Elsa tersenyum kepada Mamah Alex.


"Ya sudah... panggilkan Dokter..." ucap Mamah Alex.


"Lex... Anak Ku... Kamu sudah baikan Nak.." ucap Mamah membelai rambut Alex...


"heemmm... " tiba tiba Alex terbangun. dan mencari Sasa dengan tangan kirinya...


"Alex... apa yang Kamu cari Nak?" tanya Mamah Alex.


"Dimana Dia?" tanya Alex


"Siapa?" jawab Mamah Alex, dan kebingungan melihat Alex. mencari sesuatu


Alexpun duduk. dan merasa kalau tadi malam itu adalah mimpi.


"Sejak kapan Mamah disini?" tanya Alex


"baru aja Mamah nyampe bersama Elsa. ada apa? apa ada yang hilang?" ucap Mamah Alex


cleppp... suara pintu ruangan Alex


"Lihat Dok Dia sudah siuman." ucap Elsa menunjukkan Alex sudah siuman


"silahkan Ibu keluar dulu Saya periksa Alex dulu." ucap Dokter


"Baik Dokter." jawab Mamah Alex dan keluar bersama Elsa.


"Sasa? Kau mencari Sasa?" ucap Dokter sambil memperbaiki infus Alex


"Dokter kenal Sasa?" tanya Alex bingung


"ia... Dialah yang menjaga Mu tadi malam." ucap Dokter tersenyum kepada Alex


"Berarti... itu bukan mimpi?" tanya Alex


"Bukan... Sasa baru keluar dari ruangan ini, satu jam yang lalu." ucap Dokter


"Dok... Aku sangat mencintainya... tapi apa yang akan Ku lakukan jika hanya Aku yang berjuang." ucap Alex kepada Dokter


"Siapa bilang hanya Kamu yang berjuang." ucap Dokter dan memeriksa catatannya


"maksud Dokter?" tanya Alex


"Saya melihat Sasa juga mencintai Kamu. Bahkan Dia dan Asisten Kamu itu bersekongkol agar Sasa bisa masuk dan menjaga Kamu malam ini." ucap Dokter


"Ricky?" tanya Alex


"ya... Ricky. Dia Asisten Kamu kan?" tanya Dokter balik


Alex terdiam. memikirkan, bahwa sahabatnya yang selama ini takut Akan tingkah Alex. malah mendukung langkah Alex.


"Berjuanglah.. meski langit dan bumi menentang Mu... Jangan percaya dengan kata 'mengiklaskan'. karna kebahagian yang sesungguhnya, ketika kita mampu mendapatkannya." ucap Dokter...


"Ya... terimakasih Dokter... Saya akan ingat itu. tapi... bagaimana cara Sasa masuk tanpa Mamah tau?" tanya Alex


"Tanya saja pada Asisten Mu itu." ucap Dokter


"Ohhhhh..." saut Alex


"Ya sudah... nanti sore Kamu sudah bisa pulang. dan Kamu sudah bisa leluasa bertemu dengan Sasa... Baiklah Saya permisi dulu." ucap Dokter, lalu keluar dan menemui Mamah Alex


"Bagaimana Dok?" tanya Mamah Alex


"nanti sore, Dia sudah bisa pulang Buk. saya permisi dulu." ucap Dokter dan pergi


"Terimakasih Dokter." ucap Mamah Alex


"Yuk... Kita masuk Mah." ucap Elsa


"Sayang... Kamu sudah baikan... Mamah kawatir kalau Kamu sampai kenapa kenapa..." ucap Mamah dan duduk disamping Alex sebelah kanan


Elsa berdiri disebelah kiri Alex dan tersenyum melihat Alex. sementara Alex tidak ingin melihatnya sedikitpun.


"Mah... Mamah kawatir kalau Alex terjadi sesuatu?" tanya Alex melirik Elsa sekali dan menatap wajah Mamah Alex.


"tentu... Kamu harta Mamah. dan Kamu bahagia Mamah." ucap Mamah Alex dan memegangi tangan Kanan Alex.


"Batalkan pernikahan Alex." ucap Alex menatap tajam Mamahnya


"Lex... tidak bisa... Mamah tidak bisa membatalkan itu... tinggal dua minggu lagi Lex." ucap Mamah Alex


"berarti Mamah juga akan melihat Alex hanya dua minggu lagi." ucap Alex dan berdiri, berjalan menuju jendela kaca ruangannya.


"Maksudnya?" tanya Mamah Alex


"Maksudnya Alex tidak ingin menikah dengan Elsa." ucap Alex dan menatap tajam Elsa yang dari tadi sudah menahan Air matanya.


"Mah... Elsa pulang dulu." ucap Elsa lalu pergi


"Elsa... tunggu..." ucap Mamah Alex mengejar Elsa


"hah... mengingat wajah Mu semalam yang memerah dan lucu... rasanya Aku ingin menggigit Mu. dan memeluk Mu sepanjang hari. bisa bisanya Kau pergi tanpa memberitahu Ku." ucap Alex duduk dan tersenyum lebar, dekat jendela Kaca ruangannya.


"Sasa?" ucap Roy. melihat Sasa berjalan dan senyum senyum eendiri


"Haaa... Roy... Kamu darimana?" tanya Sasa


"Ayo masuk... Aku antar." ucap Roy


"makasih Roy..." ucap Sasa dan masuk kemobil Roy


"Bukankah ini baju kerja Mu?" tanya Roy


"Ohh... semalam Aku ada urusan sama teman, mendadak. jadi enggak sempat deh ganti bajunya. hehe." ucap Sasa tersenyum lebar keRoy


"Jadi ini Aku antar pulang apa gimana?" tanya Roy


"Kehotel saja Roy... kayanya udah enggak sempat kerumah, ganti baju... nanti bisa terlambat." ucap Sasa


"okeh... kebetulan Aku lewat sana." ucap Roy dan tancap Gas.


"Sedang apa Dia sekarang? Aku harus minta Nomor ponselnya keRicky." ucap Alex


tuuuutt....tuuuuu... tuuuu....


"Halo, lex... Kamu sudah bisa pulang?" tanya Roy


"Kirimkan No ponsel Sasa." ucap Alex


"Kenapa? Kamu pasti rindu padanya... setelah semalaman bersama Sasa... yakan Hahaha. berapa Kali " ucap Ricky menahan ponselnya dengan bahunya.


"Kau ingat... sudah berapa kali dalam satu bulan ini Aku memotong gajiMu?" ucap Alex


"bahkan sudah lebih dari gaji tiga bulan kau memotongnya." ucap Ricky


"Berikan." ucap Alex


"ayolah... Aku hanya bertanya berapa kali... Siapa tau Kau bisa mengajari Ku nanti." ucap Ricky berbisik


Alex langsung mematikan ponselnya. merasa kessal. lalu tersenyum mengingat yang Dia lakukan kepada Sasa.


titiiin...tiiitin pesan dari Ricky. mengirim Nomor Sasa


"Kau memang paling bisa diandalkan dalam segala hal." ucap Alex kepada sahabat sekaligus Asistennya


Alexpun langsung mengirim pesan kepada Sasa...


"Kenapa Dia Tidak membalasnya?" tanya Alex berkali kali mengirim pesan keSasa tapi tidak membalasnya.


"Apa Dia sedang sibuk? atau Dia sedang bersama Buaya itu?" lagi lagi Alex mengirim pesan kesana


"Hay..." satu menit setelah Ricky mengirim pesan


sedang apa?


lagi dimana?


sedang sibuk yah?


ini Aku Alex?


Kamu marah pada Ku?


Kamu dimana, Aku akan datang?


jawab atau Aku akan kesana..." Alex mengirim pesan tiap jamnya sampai akhirnya Dokter mengizinkan Alex pulang.


Alexpun langsung pergi naik taksi dan langsung kehotel grand suaka.


"Huuuhhhh.... haaaaa.... ternyata Dia sedang kerja. Aku pulang dulu nanti Aku akan menemuinya." ucap Alex mentap Sasa dari luar Hotel. melihat Sasa membersihkan pintu kaca hotel


Alex pergi menaiki taksi... dan sampai dirumah. Alex masuk kekamar dan melihat ada Elsa disana.


"Apa yang Kau lakukan disini?" tanya Alex


"Aku tidak menyakiti Mu... Kau yang menyakiti Dirimu sendiri." ucap Alex melepaskan jeketnya


"apapun yang terjadi... pernikahan harus tetap berjalan. persiapkan Dirimu." ucap Elsa dan pergi dari kamar Alex


saat Alex ingin bertanya kepada Elsa...


Braagggghhh... Mamah Alex terjatuh saat keluarga Sasa keluar dari rumah Alex.


"Mahhh...." ucap Alex berlari meraih Mamanya


Alex memeluk Mamanya dan mencoba membangunkan Mamanya. para pelayan terkejut dan langsung menelepon ambulance.


"Maahhh... jangan begini... Mahhh... Bangunuuunnnn." ucap Alex melihat Mamanya tidak berdaya


"Dokter tolong..." ucap Alex kepada Dokter yang membawa Mamanya keruang IGD


"Baik... silahkan tunggu diluar." ucap Dokter yang biasa menangani Mamah Alex.


"Arrrggghhhh.... kenapa harus begini? kenapa harus begini saat Aku akan memperjuangkan Diriku. Aarrrggggghhh." ucap Alex dan memukul tembok didekatnya.


"Haahhh... udah jam lima... udah waktunya pulang. hari ini lelah sekali." ucap Sasa berjalan memegang pinggangnya.


"ehhh Saa... kita pulang Sama yah." ucap Katrin menunggu diruang ganti.


"mmm..." saut Sasa


"kenapa Saa? kok keliatan lemas gitu?" tanya Katrin


"Enggak tau nih... mungkin karna kelelahan satu hari ini." jawab Sasa.


"Ow... yodah kita cepat pulang... biar bisa cepat cepat istirahat." ucap Katrin


"ia... Aku ganti baju dulu yah." ucap Sasa


"Wokeh." jawab Katrin sambil main memainkan ponselnya


merekapun berjalan bersama keluar dari hotel. dan didepan hotel ada Daniel dan Roy... Roy berdiri disamping pintu mobil dan mengangkat kaki kirinya. sementara Daniel duduk didalam mobil sambil bermain ponsel.


"Saa... liat itu Roy." ucap Katrin menunjuk kearah mereka


"Kalian... Sedang apa disini?" tanya Sasa


"Kami menunggu cewek cewek cantiklah." ucap Daniel dan menatap Katrin


"bagaimana kalau kita makan malam bersama." ucap Roy


"Mau... mau.. mauuu." jawab Katrin


Sasa tersenyum dan ikut bersama Roy, Daniel dan Katrin.


Saat Sasa ingin menelepon Ayahnya untuk izin. Sasa melihat banyak pesan masuk diponselnya. dan itu pesan dari Alex. Sasa membaca pesan satu persatu dari Alex.


setelah membaca semua pesan singkat Alex. Sasapun membalasnya.


"Hy juga... Aku sudah pulang kerja. dan sekarang mau pulang kerumah." ketik Sasa dan tidak memberitahukan Dirinya bersama Roy


*****... titiid... pesan balasan dari Sasa.


"percuma Aku disini. toh juga enggak bisa menemani Mamah...Aku akan menemui Sasa malam ini. dan bercerita padanya." ucap Alex dan pergi kerumah Sasa


Sesampainya direstauran, Roy melihat wajah Sasa ada yang aneh.


"Saa... Kamu tidak apa apa kan?" tanya Roy dan menyentuh kepala Sasa memastikan Sasa baik baik Saja.


"Aku baik baik saja Roy. ini mungkin hanya kelelahan saja." saut Sasa


"apa Kamu tidak membantunya Katrin?" tanya Daniel


"Dia bukan tipe orang yang suka dibantu... sebelum Dia yang meminta sendiri." ucap Katrin


"oww... baiklah... ayo pesan, disini ada makanan terlezat dinusantara... mau Aku pesankan?" tanya Daniel


"baiklah... pesankan untuk Ku." ucap Sasa


"Okeh..." jawab Daniel


"Alex... Kamu datang Nak? kenapa wajah Mu pucat Nak? apa terjadi sesuatu?" tanya Ayah Sasa


"Alex tidak apa apa Pak. hanya kelelahan saat kerja saja." ucap Alex


"ow... ya sudah... ayo masuk. Ibuk bikinin teh dulu ya." ucap Ibu dan pergi kedapur


"Pak dimana Sasa?" tanya Alex melihat isi rumah...


"Sasa belum pulang Nak... memang sih biasanya sudah dirumah jam segini. tapi ini belum sampai... mungkin Dia bersama Katrin." ucap Ayah Sasa


'dia bilang jalan pulang kerumah." ucap Alex dalam hati


"Yupi... abis ini kita nonton yah." ucap Katrin


"Yuuuupiii? siapa Yupi?" tanya Sasa


"Ini Yupi Akooohhhh." ucap Katrin menunjuk Daniel


"Haahh.. hahahahhaha...." Sasa tertawa mendengar sebutan Daniel


"gimana Saa?" tanya Roy menajak nonton.


"Maaf nih ya, Yupi.. haha... mau ajah dipanggil begituan, nama bagus diganti jadi Yupi. hahaha...hahaha... huuuff... besok ajah yah.. besok kan Aku dan Katrin libur. jadi waktunya akan lebih panjang kan?" ucap Sasa merasa geli dengan panggil daniel


"ooo... besok yah... Janji?" ucap Roy


"Yah... janji... oia, ini sudah malam... Aku takut Ayah kawatir lagi." ucap Sasa


"ohh ya sudah... ayo kita pulang." ucap Roy


setelah Sasa masuk kemobil. Katrin mendorong Roy, untuk duduk di disamping Sasa. Katrin pun duduk didepan bersama Daniel.


Sasa dan Roy hanya duduk bersampingan. sementara Daniel dan Katrin bernyanyi bersama bahkan berpegangan tangan. memamerkan kemesraan mereka kepada Roy dan Sasa. Roy dan Sasa hanya tersenyum miring, melihat Mereka berdua.


"Sudah Sampai." ucap Daniel


"makasih ya Roy... Daniel... sudah bawa Aku makan, makanan yang paling enak..." ucap Sasa kepada Roy dan daniel.


"Jangan lupa besok ya..." ucap Roy


"iaaah... Daaaaaaa." ucap Sasa kepada mereka


Alex memdemgar suara dari luar rumah dan Alex keluar melihat. dan ternyata Sasa. Alex berjalan menemui Sasa.


"Kamu darimana?" tanya Alex


"Sama Teman... Kamu sudah lama disini?" tanya Sasa


"Teman siapa? Buaya itu?" ucap Alex senyum miring keSasa


"Jangan pernah bilang Roy buaya lagi... Aku enggak suka." ucap Sasa dan berjalan masuk kerumah.


"Kenapa Kamu enggak suka... Kamu suka sama Roy?" ucap Alex menyinggung perasaan Sasa


"Hahhh... suka? Alex... Aku bukan wanita sembarangan yang sesuka hati Ku membagi perasaan." ucap Sasa kesal atas pernyataan Alex


"Terus... kenapa Kamu selalu bersamanya... Bahkan setelah apa yang udah kita lakukan... Kamu masih mau saja pergi tiap kali Dia ajak Kamu pergi makan dan berbelanja." ucap Alex. dan Alex benar benar cemburu


"Alex... Aku melakukan itu... Karna Dia udah Baik ke Aku. Ke Keluarga Ku. dan bahkan Roy pernah membantu keluarga Ku saat kesusahan. kami hanya berteman enggak lebih dan Roy pantas mendapatkan itu." ucap Sasa. merasa Alex salah paham


"Ooohhhh jadi... hanya karna Dia pernah bantu Kamu dan keluarga Mu Kamu malah mau diajak sesuka hatinya gitu... lama lama nih ya... Kamu juga akan mau kalau Roy ajak Kamu tidur." ucap Alex


PLAAAKKKK


Sasa menampar Alex. dan pergi masuk kekamarnya.


"Saa... maafin Aku... Aku hanya." ucap Alex mengejar Sasa tapi Sasa tidak mau mendengar dan malah menyuruh Alex pergi.


"Ada apa Lex? kenapa Sasa begitu marah?" tanya Ayah Sasa


Alex menangis didepan pintu Kamar Sasa... menyesali yang diucapkannya tadi.


"Pak... Alex telah salah bicara pada Sasa. Alex minta Maaf Pak." ucap Alex menangis dan melihat Kamar Sasa kembali


"Ya sudah... duduk dulu... bicara baik baik padanya... Sasa paling tidak suka dikerasin." ucap Ayah Sasa


"maaf Pak... Tapi lebih baik Alex pulang saja..." ucap Alex dan berbalik badan. berjalan dengan lambat berharap Sasa membuka pintu kamar dan mengejarnya. tapi tidak. Sasa sangat kecewa dengan ucapan Alex barusan.


"Aku fikir... Kamu benar benar menginginkan Aku, tapi tidak... Aku tidak tau, apa sebenarnya yang Kau inginkan dari Ku... teganya Kau bicara begitu pada Ku. Saat Aku mampu menjaga hatiKu." ucap Sasa berbaring dan memeluk bantal guling kesayangannya.


sementara Alex berjalan menyusuri malam. ingin menarik kata katanya. tapi tidak bisa.


kring...kringg...kriingg...


"Halo Alex... Kamu dimana?" tanya Ricky yang menunggu Mamah Alex dirumah sakit.


Alex mematikan ponselnya. mengirim Lokasi keberadaannya. Rickypun menjemputnya.