
Ayah Sasa pergi menemui Roy.
"Roy, Nak. Sasa sudah ketemu nak..." Panggil ayah Sasa.
"Apah? dimana Pak?" Tanya Roy.
"Alex telah menemukannya dikota." Ucap ayah Sasa. berjalan mendekati Roy.
"Oohh, Baiklah Pak. saya akan menelepon polisi, untuk menghentikan pencariannya." Ucap Roy, mendengar ucapan ayah Sasa. Roy sangat kecewa dan ingin sekali memberi pelajaran kepada Alex
Akhirnya semua pencarian Sasa dihentikan. Alex juga menelepon katrin dan Daniel untuk tidak perlu datang kepulau.
"Ada apa? Bukankah, semua baik baik saja?" Tanya Ricky.
"Hek... Maaf, aku harus pulang." Ucap Sasa. Berlari.
"Saa. Tunggu, Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Ricky mengejar Sasa.
Alex masuk kedalam mobil, kesal dengan dengan jawaban Sasa. Saat Alex hendak pergi, tiba tiba melihat Sasa berlari.
"Mau kemana dia? Ricky... tunggu." Panggil Alex melihat Ricky mengejar Sasa.
"Apa kau akan berdiri disana, dan membiarkan Sasa pergi dengan keadan sedih?" Tanya Ricky, marah kepada Alex.
"Baiklah." Ucap Alex.
"Kenapa jadi aku yang panik. Lex... Lex." Ucap Ricky, menggeleng gelengkan kepalanya.
Alex mengejar Sasa dengan mobilnya. Sambil menjalankan mobilnya. Alex mengajak Sasa untuk naik kemobilnya.
"Ayo naiklah." Ajak Alex.
Sasa melihat Alex mengejarnya tapi Sasa malah lari sekencang kecangnya. Alex tetap mengejar Sasa.
Sasa tiba tiba berhenti.
"Stop jangan ikuti aku." Ucap Sasa.
"Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Alex. masih marah.
"Aku bilang tidak ya tidak. pergilah, aku bisa tanpa bantuan orang." Ucap Sasa.
Alex terdiam dan mengikuti Sasa pelan pelan dari belakang.
kring...kring... Telepon dari ayah Sasa.
"Halo, Pak?" jawab Alex, sambil mengikuti Sasa.
"Kapan Alex, akan mengantar Sasa pulang nak." Tanya ayah Sasa.
"Mmm, hari ini Pak." Ucap Alex gugup.
"Baiklah, hati hati dijalan ya, Nak... Bapak serahkan Sasa padamu." Ucap ayah Sasa.
"I.ia Pak." jawab Alex.
Sementara Sasa masih terus berjalan. Sasa juga masih berfikir, bagaimana pulang, sementara uang sepersepun dia tidak punya.
Alex langsung berhenti dan menarik Sasa. memasukkannya kedalam mobil.
"Alex... Apa yang kau lakukan. Sakit Lex." Ucap Sasa. memegang tangan Sasa terlalu keras.
Alex langsung masuk kedalam mobil. Diam tanpa bicara sepatah katapun. Alex membawa Sasa ke tempat terahir mereka singgah sebelum mereka berpisah kemaren.
Alex keluar dari mobil dan berdiri didepan mobil. berusaha menenangkan diri, ingin menjelaskan kepada Sasa. Bahwa dirinya tidak jadi menikah dengan Elsa. Sasa melihat Alex seperti gelisah, dan turun menemui Alex.
"Aku ingin kita akhiri hubungan ini." Ucap Sasa.
Alex langsung berbalik badan melihat Sasa.
"okey... Tapi izinkan aku mengantarmu pulang untuk terahir kalinya." Ucap Alex. Tangan Alex bergetar, merasakan sakit yang teramat dalam. Tubuhnya terasa seperti diiris iris pisau silet yang sangat tajam. Alex sudah berjanji kepada ayah Sasa. untuk menjaga dan mengantarnya pulang sampai kerumah.
"Baiklah." Ucap Sasa.
Merekapun kembali kemobil dan melanjudkan perjalanan mereka pergi ke pelabuhan. Selama perjalanan, Alex sama sekali tidak berbicara kepada Sasa. Sesekali Sasa melirik Alex, dengan wajah yang tidak tega. Karna Sasa tau, Alex sangat mencintai dirinya. Wajah tampan dan tubuh yang sempurna membawa mobil, Sasa masih terus memandanginya.
Alex merasa kalau Sasa sedang memandanginya dari tadi.
"Jika membutuhkan sesuatu katakan." Ucap Alex. ketus.
"Tidak." Jawab Sasa. menunduk.
Alex melihat Sasa menunduk. Merasa kalau ucapannya tadi membuatnya takut. Alex merasa bersalah.
"Kita sudah sampai. Tunggu disini, aku bayar ongkos kita dulu." Ucap Alex, Pergi.
"Ya." Jawab Sasa. singkat, masih duduk didalam mobil Alex.
Alexpun kembali dan membawa mobil masuk kedalam kapal verry.
"Ayo turun." ajak Alex sudah sampai dikapal.
Melihat Sasa sangat menikmati hempasan angin. Alex berdiri lima meter dari Sasa. Sesekali Alex melihatnya.
Tiba tiba Sasa berbalik kekanan dan melihat ada Alex disana.
Sasa menatap Alex sangat lama, begitu juga dengan Alex.
Alex tidak ingin mengulang rasa itu kembali, Alex pura pura mengangkat teleponnya, lalu pergi.
"Huhhhh... Semoga keputusan ku ini benar." Ucap Sasa.
Merekapun sampai dipulau tempat Sasa tinggal. Sasa kembali masuk kedalam mobil. Dan kembali lagi seperti tadi siang, tidak saling menyapa.
"Kekiri." Ucap Sasa. menunjukkan jalan. Alexpun mengikutinya.
Alex melihat Hotel tempatnya menginap bersama Ricky.
"Kanan." Ucap Sasa.
"Kampung apa ini, kenapa seperti terpencil begini." Ucap Alex dalam hati.
"Berhenti disitu." Ucap Sasa menunjuk gang rumahnya.
Alex turun dari mobil, melihat ke sebelah kanannya. Hotel tempatnya menginap kemaren.
"Kenapa aku tidak kesini kemaren. mungkin takkan jadi seperti ini." Ucap Alex dalam hati. melihat hotel tempatnya menginap sangat dekat dengan rumah Sasa.
Alex mengikuti Sasa berjalan menuju rumahnya.
"Ibuk..." panggil Sasa.
"Sasaaaaa. Anakku, kamu tidak apa apakan nak? ibu sangat kwatir, nak." Ucap ibu menangis dipelukan Sasa.
"Sasaa. Kamu sudah kembali, penjahat itu tidak melukaimukan?" Tanya ayah Sasa. melihat tubuh putrinya, takut ada yang lecet.
"Ayo masuk nak..." Ajak ibu Sasa.
"Siapa yang mengantarmu?" Tanya ayah.
"Ada Alex, Yah." Ucap Sasa.
"Alex... kenapa masih disitu? ayo masuk nak." Ucap ayah Sasa.
"Tidak usah, Pak... Alex harus cepat kembali, ada pekerjaan yang harus Alex kerjakan." Ucap Alex.
"Ayolah..." Ajak ayah Sasa merangkul Alex, masuk kerumah Sasa.
Tunggu disini, ibu akan bikinkan minum dulu yah.
"Ehmm... tidak usah Buk." Ucap Sasa menahan ibu untuk tidak menyugukan apa apa kepada Alex.
"Sudah sudah tunggu disini. ibu bikinin dulu yah." Ucap ibu Sasa.
"Coba, ceritakan bagaimana kamu melawan penjahatnya. apa seperti ini, haaagg... haaagg..." Ucap ayah Sasa.
Sasa tertawa melihat ayahnya memperagakan gerakan melawan orang.
"Kenapa tertawa?" Tanya ayah.
"Dia melakukannya bukan begitu ayah, tapi kaya orang kaya. dengan cara uang." Ucap Sasa. lalu pergi kekamarnya.
"Jadi bagaimana Kamu menyelamatkannya.." Tanya ayah penasaran.
"Yang mencuri Sasa bukan orang biasa Pak. Mereka hanya menculik wanita wanita cantik untuk diperjual belikan. dari harga murah sampai termahal" Ucap Alex.
"Terus, Alex menebusnya dengan harga berapa?" Tanya ayah Sasa penasara.
saat Alex hendak menjawab.
"sudah lah, Yah... Alex masih baru sampai. Dia paati sangat lelah sekali. Minumlah nak... hanya ada teh, dirumah kecil ini." Ucap Ibu Sasa.
"Ia Buk, tidak apa apa. Terimakasih." Ucap Alex lalu meminum teh tersebut.
"Ayah, temani ibu belanja. Sebelum Alex kembali, Alex harus makan dulu baru pulang." Ucap Ibu.
"Tidak Buk... Tidak usah. Alex pulang saja." Ucap Alex, berdiri.
"Sudah. kami hanya pergi sebentar. dan masaknya juga paling sebentar. jadi, tunggu disini. kita akan makan bersama." Ucap ayah Sasa.
"Ayo Yah." Ajak ibu Sasa.
Ayah dan ibu Sasapun pergi berbelanja.
Alex yang duduk dikursi plastik, bingung tidak tau harus apa.
"Duh... kenapa tiba tiba pengen buang air kecil ya." Ucap Alex.
Alexpun berdiri, berjalan melambat mencari kamar mandi. Alex tidak sengaja membuka gorden pintu kamar mandi, yang ternyata ada Saaa sedang mandi.