You'R My Destiny

You'R My Destiny
Susah melupakan



"Hufff... Syukurlah hari ini mamah sudah bisa pulang." ucap Alex


"Oia Lex... Pak Dude hari ini sudah masuk kerja. Kita tidak perlu lagi kesanakan?" ucap Ricky


"Oh... Baiklah." ucap Alex terdiam didepan pintu ruangan mamanya. Memikirkan bahwa dia tidak akan bertemu dengan Sasa lagi.


"Baiklah, hari ini ada rapat..." Ucap Ricky melihat Sasa mendorong Roy dengan kursi roda.


Ricky spontan mengajak Alex masuk kedalam ruangan mamanya. tapi Alex menolak, malah menarik tangannya, berbalik dan melihat Sasa bersama Roy.


Alex terdiam melihat Roy dan Sasa tertawa bersama. Alex sangat marah. mengepal tangannya dan ingin meraih Roy.


"Lex... Ayo masuk." Ajak Ricky. Tapi Alex masih berdiri melihat Sasa dan Roy lewat dari hadapannya.


"Ada apa, Saa?" tanya Roy, Tiba tiba berhenti. Roy menoleh kebelakang, melihat Sasa. tapi ternyata Sasa melihat sesuatu didepan. Dan Roypun melihat apa yang Sasa lihat.


Sasa terdiam. Entah apa yang membuatnya tidak berani lewat dari depan Alex. Jantung Sasa berdegup kencang lagi. Sontak membuat Sasa terkejud.


Lalu Alex berjalan masuk keruangan mamanya. seperti mempersilahkan Sasa pergi bersama Roy.


Sasa melihat kemarahan diwajah Alex. Bahkan melihat Alex mengepal tangannya.


"Ahhh... maaf ya Roy..." Ucap Sasa kepada Roy dan kembali mendorongnya.


"Kenapa tubuh ini seperti tidak berdaya melihat wajahnya. dan bahkan untuk lewat dari hadapannya aku tidak sanggup berjalan. Ada apa ini sebenarnya. kenapa melihatnya, Jantung berdegup kencang... haaaahh..." Ucap Sasa dalam hati


sambil berjalan, Sasa melihat keruangan mama Alex dan melihat Alex membelakangi pintu masuk ruangan mamanya. Dan Ricky hanya terdiam melihat Sasa mendorong Roy. Rickypun tidak berani untuk menyapa Sasa.


Saat Sasa tersenyum padanya. Ricky langsung berbalik badan. Dan masuk keruangan mamah Alex. Sasa merasa ada yang salah dengan sikapnya kepada Alex dan Ricky...


"Sasa... Hai Roy... Kamu sudah baikan?" tanya Katrin menyapa Sasa dan Roy.


"Yah... sudah lumayan..." ucap Roy


"Bagaimana kalau hari ini kita jalan jalan?" Ucap Katrin


"ya, Aku sih setuju." Ucap Daniel


"ya. aku mau." Saut Roy


sementara Sasa masih melirik ruangan mamah Alex.


"Saa... Kamu kenapa? kok kaya lemas gitu?" Ucap Katrin


"emm... tidak apa apa kok." Ucap Sasa


"Bagaimana, Kamu ikut tidak?" Tanya Katrin


"Ya, Aku ikut." Ucap Sasa


"Ya sudah ayo jalan!" Ajak Katrin


"Yah..." saut Sasa tapi masih melihat ruangan mamah Alex.


Merekapun berjalan bersama menuju mobil. Pergi kesebuah taman tempat Roy dan Sasa pertama kali bertemu.


"Saa... Kamu baik baik saja kan." Tanya Daniel, melihat Sasa dari sipion mobil.


"Haa... Ya..." ucap Sasa singkat.


"Kok... Kamu kaya tidak bersemangat gitu sih? apa terjadi sesuatu?" Tanya Daniel


"Sudahlah, Dan... Sasa hanya kepikiran Roy. Ngebayangin... Bagaimana cara Roy menggendongnya, kalau Roy naik kursi roda terus? hahaha." ucap Katrin bercanda.


"Apaan sih..." ucap Sasa malu


sementara Alex masih berdiri diruangan mamanya.


"Pak Alex... Ayo kita pulang?" Ajak Ricky kepada Alex yang terbakar cemburu.


Alex malah pergi meninggalkan mamanya dan Ricky.


"Hah... sebenarnya ini mamanya siapa sih?" Tanya Ricky kessel. bahwa dirinyalah yang selalu mengurus mamah Alex.


"Ricky... kemana Alex pergi?" Tanya mamah Alex


"Ada urusan yang harus diselesaikan hari ini juga, Buk!" ucap Ricky menutupi sikap Alex


"Baiklah... Antar aku pulang." Ucap mamah Alex


Roy, Sasa, Daniel, dan Katrin sampai ditaman Kota. Mereka asik tertawa bercanda.


Saat Daniel menuntun Roy kekursi roda. Sasapun meminta kepada Daniel. agar dia yang mendorong kursi roda Roy. Dan membawa Roy keliling taman Kota.


"Lihat Sa..." Ucap Roy


"Yah..." jawab Sasa


"ingat tidak, waktu itu aku membelikanmu eskrim?" Tanya Roy


"Yah... dan aku memilih rasa strouberikan?" Ucap Sasa


"itu penjualnya. masih disana." ucap Roy menunjuk penjual eskrim tersebut.


"Kamu mau?" tanya Sasa


"Yah..." jawab Roy mengangguk


"Baik... Tunggu disini. Aku akan belikan untukmu." Ucap Sasa dan berlari membeli eskrim untuk Roy.


Roy memperhatikan Sasa sangat antusias membelikannya eskrim.


Saat Sasa berlari. Sasa melewati kolam ikan koi. Dimana dulu dia pernah memohon. untuk dipertemukan berkali kali dengan Alex. dan berharap sitampan satu juta bisa berjodoh dengannya. Sasapun tersenyum melewati kolam ikan koi tersebut.


"Pak... Saya pesan dua ya." Ucap Sasa kepada penjual eskrim tersebut.


"Rasa apah, Mbak?" Ucap penjual eskrim


"Mmm.. Strouberi dan coklat ya, Pak." Ucap Sasa


"oke, Mbak. Tunggu sebentar ya." Ucap Penjual eskrim


"ya, Pak." Saut Sasa dan kembali melihat kolam ikan koi tersebut. Dan tersenyum sendiri.


"Sudah banyak orang yang mengatakan. permintaan mereka telah dikabulkan, lewat kolan ikan koi itu." Ucap penjual eskrim


"Hah? Bagaimana mungkin. Itukan hanya ikankan?" ucap Sasa


"Yah... begitulah pengakuan orang orang yang datang kesini. Hanya ikan. tapi entah kenapa permohonan mereka terwujudkan." Ucap penjual eskrim tersebut.


"oh yah?" Saut Sasa


"Yah... Apa kamu pernah bermohon disana? sabar saja. Pasti akan terwujud. Ini eskrimnya, Mbak." Ucap penjual eskrim tersebut.


"Berapa Pak." Ucap Sasa


"Sepuluh ribu saja, Mbak." ucap penjual Eskrim


"Ini Pak... terima kasih." ucap Sasa. Dan berjalan, mengingat kembali permohonannya kemarin.


"Apa mungkin. itu sebabnya dia menciumku? apa karna permohonan itu, setiap kali aku melihatnya. Jantung ku, langsung berdegup kencang?" Ucap Sasa dalam hati.


Sasapun memberikan eskrim tersebut kepada Roy.


"Kamu pilih yang mana? Rasa coklat atau strouberi?" tanya Sasa


Roy tersenyum mengingat pertama kali mereka bertemu ditaman tersebut. Roy menatap Sasa sangat lama. Lalu memilih rasa strouberi.


"Aku pilih rasa strouberi." Ucap Roy


"Oh... itu berarti kamu sedang jatuh cinta." ucap Sasa tertawa mengingat kemarin Roy menghiburnya.


"Kamu masih ingat ternyata." Ucap Roy. tersenyum kepada Sasa


Merekapun menikmati eskrim bersama.


"Oia... Katrin dan Daniel... kemana mereka?" tanya Sasa


"Sepertinya mereka berdua sudah jadian." Ucap Roy


"Kamu tau darimana?" tanya Sasa


"Yah... coba kamu fikir. Tiap kali katrin menemui aku, Daniel selalu disampingnya. ya seperti hari ini?" Ucap Roy yang sudah tau tentang Katrin dan Daniel


"Ia sih. hah..." ucap Sasa membenarkan perkataan Roy.


"Oia... Kamu pernah bermohon disana?" tanya Roy


"Disana?" jawab Sasa yang kembali bertanya.


"Ia disana. Ayo kita kesana." Ajak Roy


Sasapun ikut dan mendorong kursi roda Roy dari belakang.


Creng... suara koin dari tangan Sasa.


"Ayo... Ambil. Dan lempar... siapa tau permohonanmu dikabulkan." Ucap Sasa kepada Roy


Sasa melihat Roy, sedang mengucapkan permohonanya.


"Aku sangat mencintai Sasa. Dan aku ingin dia jadi wanita terahir dihidupku." Ucap Roy, Dalam hati. lalu melemparkan koin tersebut kedalam kolam berisi ikan koi.


"Sekarang kamu. Ayoooo." Ucap Roy


"Mmm Baiklah. 'Aku dilema. Bantu aku menemukan cinta sejatiku. Amin' ." Ucap Sasa lalu melempar koin kedalam kolam ikan koi.


"Semoga harapan kita dikabulkan." Ucap Roy menatap Sasa.


"Yah..." Saut Sasa dan mendorong kursi roda Roy dari belakang.


Dari mobil, Katrin melihat Sasa dan Roy menuju mobil. Katrin langsung melepaskn ciumannya dari Daniel.


"Kenapa sayang?" ucap Daniel menarik leher Katrin


"Itu.. Sasa dan Roy sudah datang." Ucap Katrin


"Haaa... gawat kalau Roy curiga kekita." Ucap Daniel merapikan kemejanya dan rambutnya. Begitu juga dengan Katrin.


Daniel langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Roy.


"Silahkan masuk." Ucap Daniel kepada Roy


"Apa kau mau, kepalamu aku injak, agar aku bisa masuk kedalam." Ucap Roy, marah kepada Daniel. Tidak membantunya masuk kedalam mobil.


"Ohh.. Maafkan aku..." ucap Daniel. Dan langsung memegang tangan dan pundak Roy. Mengangkatnya dan masuk kedalam mobil.


Sasa dan Katrin tertawa bersama. Melihat tingkah lucu Daniel.


"Terus kita kemana lagi Sa?" Tanya Katrin


"Pulang, Rasanya aku sangat lelah." ucap Roy


"Oh." Saut Katrin dan tidak bersemangat lagi.


"antar Sasa dan Katrin terlebih dahulu." ucap Roy


"kok sepertinya aku, Berasa kaya supir pribadi yah?"Ucap Daniel. mengiakan semua perintah Roy.


"antar aku dulu yah Dan. Ayah dan ibuku pasti sudah menungguku." Ucap Sasa.


"Baik, Nyonya." Ucap Daniel, Kepada Sasa.


merekapun tertawa bersama.


Sementara Alex masih larut dalam cemburu. Alex melaju mobilnya sangat kencang. Sampai sampai tidak memperdulikan lampu merah.


Alex pergi kedanau. tempat dimana Alex selalu melepaskan penatnya disana.


Sesampai didanau tersebut. Alex duduk didepan mobilnya. Membawa dua botol minum keras. Alex menangis, melihat keadaannya. Yang seharusnya, Alexlah yang bersama Sasa.


"Daaa, Sampai jumpa besok..." Ucap Katrin, Roy dan Daniel. merekapun pergi.


Sesampai dirumah.


"Yah... Buk... Sasa pulang." Ucap Sasa, menyapa ayah dan ibunya yang sedang menonton.


"Sudah pulang? Kamu sudah makan siang belum?" tanya ibu Sasa.


"Sudah Buk... ini kan sudah sore. Sasa kekamar yah." ucap Sasa langsung masuk kamarnya.


"Sepertinya anak kita sedang ada masalah, Yah." ucap ibu


"Sudah... Sasakan sudah dewasa. Dia sudah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri." Ucap ayah kepada ibu Sasa.


"Kenapa bosan sekali." Ucap Sasa, merasa gelisah. Tidak tenang didalam kamarnya.


Sasapun mandi. berfikir, karna kelelahan. Sasa masih tidak tenang. setelah mandi Sasa mengeringkan rambutnya, Duduk didepan kaca.


"Kenapa ini... kenapa Aku merasa gelisah yah? Tidak tidak tidak... Aku harus pergi. Ini cara satu satunya. Supaya aku tenang. dan tidak gelisah lagi." Ucap Sasa kepada bayangannya dicermin kamarnya. Mengambil tasnya memasukkan dompet dan ponselnya. lalu keluar dari kamarnya.


"Loh... Sasa? Kamu mau kemana lagi, nak?" tanya ayah


"Yah... Sasa cari udara seger dulu yah." Ucap Sasa.


"oh... Ya, Sudah jangan larut ya pulangnya?" Ucap ayah Sasa


"Pergi dulu yah Buk, Ayah." ucap Sasa dan pergi


"Ya, Hati hati ya, nak." Ucap Ibu Sasa


saat berjalan menuju kota. Tidak tau harus kemana. Sasapun memanggil taksi.


"Taksi..." Panggil Sasa


Taksi itupun berhenti. Dan Sasa masuk.


"Kemana, Mbak?" tanya supir taksi


"mmm Kedanau, Pak." Ucap Sasa


"Tapi Buk, itu lumayan jauh." Ucap supir taksi


"Ia Pak. Ada yang harus aku lakukan disana." Ucap Sasa.


"Baiklah." Saut supir taksi.


Sasapun menuju danau tersebut. berharap Sasa bisa melupakan yang pernah terjadi antara dirinya dan Alex.


tiga jam kemudian, Akhirnya Sasa sampai.


"Ini Pak..." Ucap Sasa memberikan Ongkos taksi.


"Ya... terima kasih, Buk." Ucap supir taksi lalu pergi.


"Hhhhhhhhhhhuuuuuuufffff.... Sangat indah... indah sekali." Ucap Sasa


Sasa berjalan ketepi pantai. Duduk dan memandang indahnya matahari terbenam. Sasa menutup matanya dan menikmati angin dan suara ombak.


"Hahh... Henapa sakit sekali... Hanya melihatmu berjalan bersamanya. Kenapa terasa sakit jantung ini. aaaa, Sakit sekali. Biarkan aku sebentar saja memelukmu melepas semua cinta yang sudah melekat dijiwaku. Sa.... SASAAAAAA" ucap Alex menangis. berteriak sampai akhirnya Sasa mendengarnya.


"Suara apa itu?" tanya Sasa mendengar sekilas suara teriakan Alex.


"Aaa.... Sasaa..... Aaaaaaaa... heggggg... sebentar saja." ucap Alex menangis dan terus meminum.


Sasapun mulai mencari suara tersebut. Sesekali Sasa mendengar suara tangisan. Dan sesekali mendengar suara teriakan.


"Darimana suara itu berasal." tanya Sasa mendekati sebuah mobil.


Saat Alex hendak berdiri. Alex terjatuh dan tangan kanannya menutupi wajahnya.


"Apa salahku... sehingga kau tidak ingin sebentar saja disampingku." Ucap Alex. dengan suara tertutup oleh tangannya.


Sasa semakin dekat dengan mobil tersebut. dari belakang mobil tersebut. Sasa mencari orang didalamnya. tapi ternyata tidak ada. Sasa mendengar suara tangisan itu semakin dekat. Dan Akhirnya Sasa melihat seorang pria mabuk didepan mobilnya. Tersungkur ditanah. Tangan kanannya menutupi wajahnya.


"huh... kirain suara apaan... ternyata suara pria mabuk ini... Kasihan sekali hidupnya. Pasti sedang menderita." Ucap Sasa. Lalu pergi meninggalkan Pria tersebut.


"Saaa...." ucap Alex


"Haa? Saa? Dia memanggilku? ahhh... Sudahlah... Mungkin aku salah dengar" Ucap Sasa mendengar pria tersebut memanggil namanya.


saat Sasa melangkah, dua langkah. Alex menyebut namanya lagi.


"Saaa... Sasa... lihat, Akuuuhhh... Hahhhh Aaaaaa." Ucap Alex memangis


Tiba tiba langkah Sasa terhenti. Dan berbalik melihat pria yang dibelakangnya.


"Alex? tapi tadi. Dia tidak mau melihatku. tidak mungkin." Ucap Sasa, berjalan lagi.


"Sasaaa... bagaimana caraku bisa lewati hariku tanpamu. Aku terlalu mencintaimu" ucap Alex


Saat Sasa mendengarnya lagi. Sasa meyakini pria itu adalah Alex. Tiba tiba air mata Sasa menetes. Sasa ingin memastikan pria itu benar Alex atau tidak. Sasapun berlulut didekat Alex. Dan mengangkat tangan kanannya dari wajahnya. Dan melihat, ternyata benar, Alex.


Alex kaget, melihat siapa yang memegangnya. Dan ternyata Sasa.


"Sasaaa?" Ucap Alex langsung memeluk Sasa. menangis dipelukan Sasa. Alex menyatakan semua perasaannya kepada Sasa.


Sasa hanya terdiam dipeluk oleh Alex. Dan air mata Sasa semakin deras mengalir, membasahi pipinya.


"Alex..." ucap Sasa, memanggil Alex.


"Jangan... jangan lepaskan... Kumohon." Ucap Alex, memohon kepada Sasa.


Sasa tetap memanggil Alex. dan menolak bahu Alex, Agar melihat Sasa. Karna Sasa ingin bicara.


Saat Sasa menolak bahu Alex. Alex langsung mendorong Sasa ketanah. Alexpun berada diatas tubuh Sasa. Dan menatap Sasa tanpa putus.


"Alex... jangan begini. Orang bisa melihat kita." ucap Sasa, Melihat orang sekeliling, yang kebetulan tepi pantai sangat sepi.


melihat Sasa yang tidak nyaman dengan Alex.


Alex langsung mencium bibir Sasa. seketika Sasa langsung menutup matanya. Kedua tangan Alex turun menggenggam tangan Sasa. Dan menarik kedua tangannya keatas. Tiba tiba Alex melepaskan ciumannya. Sasa menatap Alex, dan jantungnya mulai berdegup kencang lagi. Nafas Sasa yang terpatah patah membuat Alex menciumnya lagi. Dan melepaskannnya lagi. Sasapun mengangkat kepalanya, meraih bibir Alex.