You'R My Destiny

You'R My Destiny
Di pulau kecil



"Aku akan belajar melupakanmu, meskipun dengan cara pelan pelan seperti ini." Ucap Sasa berjalan tanpa melihat kekiri dan kekanan.


Sreeeeekkkk....


Alex menarik pelan gorden kaca dikamarnya.


Sasa berhenti dan melihat hotel disampingnya. mengingat dia pernah bekerja dihotel, dibawah naungan Alex. Dan melihat kamar yang lampunya masih menyala, Sasa kembali mengigat saat Alex memaksa untuk menciumnya. Sasa tidak mengetahui, bahwa kamar yang dipandanginya adalah kamar Alex.


Alex tidur terlentang, dengan kaki kiri ditindi kaki kanan. melihat galery ponselnya, yang penuh dengan gambar Sasa. Alex melihat foto Sasa saat bekerja dihotel, memakai seragam hotel sedang menyapu lantai bawah hotel, sampai foto saat bersama dirinya.


"Kau sangat cantik, tidak pernah ku menemukan wanita semanis dan secantik dirimu. Hanya jalan didunia kita, yang membedakan kita. Haaa... dimana Kamu Saa, Aku merindukanmu." Ucap Alex, dan maruh ponselnya dikasurnya.


"Suara apa itu." Ucap Sasa yang sedang berjalan. Suara bisikan halus memanggil namanya.


"Saaa.. Sasaaaaa... Sa." Ucap Alex dan tertidur.


"Ihhh takut," Ucap Sasa dan berlari dengan cepat pulang kerumah.


Sesampainya dirumah, Sasa melihat syah dan ibunya masih memonton televisi, menunggu dirinya.


"Sasa pulang." Ucap Sasa didepan pintu.


"Kamu sudah pulang nak?" Tanya ayah Sasa.


"Ia yah... Sasa istrahat dulu yah... Malam Yah, Buk." Ucap sasa dan langsung masuk kekamar.


"Kenapa lagi dia, Yah?" Tanya ibu Sasa


"Mungkin dia lelah Buk." Ucap ayah Sasa.


Sesampainya dikamar, Sasa terdiam dikadurnya yang srmpit.


"Suara tadi kok kaya kenal ya... Tapi suara siapa? kalaupun itu orang. sedang apa dia, nakut nakutin gitu..." Ucap Sasa dalam kamar.


Sasa yang penasaran dengan suara tersebut. Akhirnya memilih tidur, dan tidak peduli lagi dengan suara yang memanggilnya.


Keesokan harinya.


"Sasaaaa... Sasa... Bangun nak, ini sudah jam sepuluh pagi Nak" Panggil ayah Sasa untuk sarapan.


"Mmmm... Ia Yah...." Saut Sasa dari dalam kamar.


"Bangun nak. Kamu tidak jadi pergi bersama Roy?" Tanya ayah Sasa.


Sasa langsung terbangun, mendengar ucapan ayahnya.


"Ia Yah... Sasa bangun." Ucap Sasa lalu bangun dan menarik handuknya. Sasa keluar dari kamarnya untuk minum. Saat sedang minum, Dia melihat Roy berdiri dekat pintu masuk rumah, yang sedang berbincang dengan ayahnya. Saat Roy melihat Sasa, spontan Sasa langsung berlari masuk kekamar mandi.


Roy tersenyum lebar, melihat Sasa berlari kekamar mandi. sementara Roy sudah berpakaian rapi untuk pergi menemui Katrin bersama Sasa.


"Kenapa tidak berjualan Pak?" Tanya Roy, melihat tempat jualan mereka masih tutup.


"Kalau cuma Bapak dan ibu, mana sanggup Roy. siapa yang akan melayani siapa yang akan memanggang?" Ucap Ayah.


"Mmmm ia juga sih." Ucap Roy


"Hay... sudah lama menunggu?" Tanya Sasa kepada Roy.


"Tidak, ada ayah disini menemaniku, menunggumu." Ucap Roy.


"Mmmm Ayah... apa Roy sudah disini saat ayah membangunkanku?" Bisik Sasa kepada ayahnya.


Ayahnyapun mengangguk...


"Aihzzzz Kenapa ayah tidak bilang dari tadi?" Tanya Sasa, malu.


""Hemmmm... Tadikan." Ucap ayah, tiba tiba terdiam.


"Ohhh... Ya sudah, Kami pergi dulu ya, Ayah, Nanti kami ketinggalan Kapal." Ucap Sasa memotong pembicaraan ayahnya.


"Ohhh... Ia ia. hati hati yah" jawab Ayah.


"Kami pergi dulu ya Pak." Izin Roy


"Dadaaaaa Ayah." Ucap Sasa melambaikan tangannya.


"Dasar anak nakal." Ucap Ayahnya lalu menutup pintu rumah.


Sasa merasa malu kepada Roy karna sudah menunggunya terlalu lama.


"Apa daniel sudah menelepon Katrin?" Tanya Sasa.


"Sudah... Daniel sudah buat janji, hari ini jumpa dicafe tempat kalian sering berjumpa." Ucap Roy


"Ohhh, Baiklah... Aku sudah tidak sabar." Ucap Sasa ingin berjumpa dengan sahabat baiknya itu.


Mereka pergi kepelabuhan. Sasa berjalan duluan karna Roy akan memarkirkan mobilnya didalam Kapal.


"Hufff... Semoga nanti aku tidak bertemu dengannya." Ucap Sasa menatap danau terbesar didunia.


"Ini." Ucap Roy kepada Sasa. memberikan Teh hangat untuk Sasa.


"Terimakasih.." Ucap Sasa dan meminumnya.


Roy membalasnya dengan senyuman. Melihat, betapa cantiknya wanita dihadapannya itu.


"Oia Roy." Ucap Sasa. Menyadarkan Roy dari pandangannya.


"Ya, ada apa?" jawab Roy.


"Setelah ketemu dengan Katrin. Kita cepat pulang yah." Ucap Sasa.


"Baiklah..." Jawab Roy


Sasa kembali meminum teh yang diberikan Roy. Dan berharap dirinya tidak bertemu dengan Alex dan Ricky.


Alex masih memperhatikan, wanita tersebut. Saat wanita tersebut ingin berbalik, Suara bell kamar Alex berbunyi.


Alex membukakan pintu, dan melihat ternyata Ricky.


"Kenapa?" Tanya Alex.


"Mmm, Aku akan pergi kepantai. dan menghabiskan waktuku, sebelum pulang dan bekerja." Ucap Ricky.


"Lalu? Pergilah, sebelum aku memberimu tugas." Ucap Alex


"Ssttt... Aku kesini, hanya ingin memberitahu mu. Aku akan mematikan ponselku, jadi jangan meneleponku. Dan satu lagi, Jaga dirimu. Aku pergi dulu." Ucap Ricky.


Alex tersenyum miring melihat Ricky.


"Tunggu." Ucap Alex.


"Ya ampun, masih belum lima langkah aku berjalan dari hadapanmu. Kau sudah membutuhkan ku." Ucap Ricky.


"Ambil ini... pergunakan seperlunya." Ucap Alex. memberikan kartu Atm nya kepada Ricky.


"Hah... Alex, tidak usah begini, Kamu takut aku tidak balik lagi yah? Tenanglah, aku pasti kembali." Ucap Ricky. Tersenyum miring, bersandar dipintu kamar Alex.


"Kamu menolaknya? baiklah..." Ucap Alex.


"Oh... Baiklah. Aku akan pergi, dia pasti sudah menunggu ku." Ucap Ricky, dan mengambil kartu Atm Alex.


"Hah... bersenang senangla." Ucap Alex. Tertawa, didepan pintu kamarnya, lalu masuk melihat kembali kapal tersebut. Tapi sudah tidak ada.


"Huh... Apa salahnya memaksaku, ' Ayolah ricky, ambil. habiskan isi Atm ku.' ini? malah mempermalukanku. sahabat macam apa dia." Ucap Ricky mengomel.


"Sasa... Bangunlah, kita sudah sampai." Ucap Roy membangunkan Sasa tertidur dikursi santai.


"Ohh... Ya ampun, aku tertidur." Ucap Sasa dan berdiri.


Roypun pergi mengeluarkan mobilnya dari kapal.


"Ayo masuk, mereka pasti sudah menunggu kita disana." Ucap Roy.


"Yah..." Jawab Sasa.


Mereka pergi melewati jalan pintas, agar lebih cepat sampai. Dijalan, Sasa mengeluarkan tangannya, tersenyum merasakan angin menyentuh kulitnya.


Sesampainya dikota, Sasa melihat Katrin duduk bersama daniel. Roy berjalan duluan mendekati Katrin dan daniel.


"Sudah lama menunggu?" Tanya Roy.


"Roy... Kamu sudah sampai?" Tanya Katrin. Clingak clinguk mencari sesuatu.


"Ada apa?" Tanya Daniel


"Mana? kamu bilang, Roy akan kasih aku kejutan. Mana, Roy..." Tanya Katrin.


Sementara Sasa sudah berdiri dibelakang Katrin. Sasa langsung menutup mata katrin.


Katrin yang sedang bicara tiba tiba terdiam.


"Ayo tebak siapa..." Ucap Daniel.


Katrin memegang tangan Sasa dan mulai menebak, siapa yang menutup matanya.


"Haaaa... Sasa?" Ucap Katrin, berbalik badan melihat, dan langsung memeluk Sasa.


"Aku sangat merindukanmu." Ucap Katrin.


"Aku juga sangat merindukanmu." Ucap Sasa tersenyum kepada sahabat baiknya, Katrin.


"kenapa Kau tidak mengabariku?" Tanya Katrin, matanya berkaca kaca., Terharu.


"Aku tidak mau menyusahkanmu." Ucap Sasa.