You'R My Destiny

You'R My Destiny
Berbaikan.



"Aaaaaaah." Jerit Sasa, Kaget melihat Alex membuka gorden kamar mandi. Sementara Sasa tidak memekai sehelai benangpun ditubuhnya.


"Owwwww..." Alex kaget. melihat Sasa dari atas sampai bawah.


"Keluaaaar." Ucap Sasa. berbalik badan.


Alexpun langsung keluar, tersenyum lebar.


"Kenapa harus marah, bukankah aku sudah melihat semuanya. Hah, Aneh." Ucap Alex. keluar dan tersenyum mengingat tubuh Sasa yang sangat indah.


Roy yang sangat kecewa mendengar, Alex menemukannya lebih dulu.


"Setelah pekerjaanku selesai, aku akan menemuinya." Ucap Roy, pergi menyelesaikan pekerjaan kantornya.


"Hai... sudah sampai?" Tanya Daniel menunggunya didepan kantornya


"Mmmm, mana yang mau ditanda tangani, aku masih ingin kesana." Ucap Roy.


"Ini... mmm ada Alex disana..." Ucap Daniel memberikan berkas.


"Kau tau, akukan? segala cara akan aku dapatkan. apa lagi soal kesukaanku." Ucap Roy. menandatangani berkas.


Memberikan pulpen ke Daniel.


"Baiklah. Kalau begitu, aku balik kerja dulu." Ucap Daniel.


"Mmm oi yah, tolong telepon temanmu yang punya speed boat. Aku ingin kesana sekarang, dan setelah kau siap kerja. Datanglah bawa mobil, temui aku disana." Ucap Roy pergi.


"Baiiiiklah." Ucap Daniel


"Daaa. sampai ketemu disana." Ucap Roy. Pergi naik Taksi.


Roy pergi membeli bunga mawar untuk Sasa, dan membelikan makanan manis untuknya.


Sesampainya dipelabuhan, Roy bertemu dengan pemilik speed boat tersebut, lalu mereka pergi. Roy menatap bunga mawar tersebut, dan tersenyum.


"Bunganya pasti kalah cantik sama pemiliknya nanti." Ucap pemilik speed boat tersebut.


"Aahhh... mmm Ya, dia lebih cantik." Ucap Roy tersenyum.


"Kita sudah sampai bang..." Ucap pemilik speed boad


"Oh... Baiklah, terimakasih ya... saya pergi dulu." Ucap Roy.


Roy berjalan, menggenggam bunga yang dia beli dari kota.


"Dia pasti suka." Ucap Roy. melihat bunga yang digenggamnya.


Berjalan cepat agar cepat sampai dirumah Sasa.


Ayah, ibu Sasa, Alex dan Sasapun sudah siap makan. Dan duduk bersantai dimeja makan, yang sempit.


Tok tok... Roy sampai.


"Siapa? Biar ayah saja yang buka pintu." Ucap ayah lalu pergi membuka pintu rumah.


"Roy? Kamu datang.... Ayo masuk." Ajak ayah.


"Roy..." Ucap Sasa berdiri.


"Ini, buat kamu." Ucap Roy memberikan Sasa bunga mawar.


Sasa mengambil dan mencium bunga tersebut.


"Mmm Wanginyaaa. Cantik. Aku suka." Ucap Sasa dan memegang tangan Roy mengajak duduk bersama.


Alex melihat Sasa yang begitu bahagia melihat Roy datang.


" Tidak cantik pun." Ucap Alex dalam hati.


"Hay. Roy." Ucap Roy, kepada Alex. mengulurkan tangannya.


"Oh. Alex." Ucap Alex, dengan cepat melepaskan tangan Roy.


"Kalian tidak saling kenal kah?" Tanya Sasa. Melihat Roy dan Alex


"Kenal, Aku kenal dia. Laki laki yang lembar batu kekita waktu di pantaikan?" Ucap Roy. meremehkan Alex.


"Bukan... Bukan. Maksud aku, kalian tidak saling kenal didunia bisnis?" Tanya Sasa.


"Tidak." Ucap Roy dan Alex bersamaan.


"Ohhh, kompaknya. Sudah sudah, ayo duduk." Ucap Ayah Sasa melihat Roy dan Alex saling menatap tajam.


"Ini, minumlah Roy. Apa kamu sudah makan?" Tanya ibu, menyugukan teh untuk Roy.


"Terimakasih buk. Sudah, Roy sudah makan tadi." Ucap Roy.


Sasa melihat Alex terus menatap Roy. Tiba tiba Alex melihat Sasa.


"Apah?" Tanya Sasa pelan.


Saat Roy bercerita tentang pencarian Sasa dipulau. Alex melihat Ayah dan ibu Sasa mendengarkan cerita Roy. Sasa juga ikut terhanyut dengan cerita Roy.


"Apa gunanya? toh juga, aku yang menemukannya. Dan malam itu kita bersenang senang. Hah, percuma. cerita panjang tak berujung." Ucap Alex dalam hati. dan tersenyum sendiri.


"Alex... Alex..." Panggil Sasa. melihat Alex senyum senyum sendiri.


"Haaa? Ya, ada apa?" Tanya Alex. Melihat ayah Sasa, ibu, Roy dan Sasa memelototinya.


"Ayo ceritakan. darimana kau tau aku diculik..." Tanya Sasa.


"Emmmm... Kemarin, tidak sengaja ketemua dengan Katrin dan mendengar pembicaraan Katrin, sedang berbicara dengan pacarnya ditelepon. Aku mendengar kalau Sasa diculik. Akuuuu, mengejar Katrin dan meminta nomor ponsel Sasa. Awalnya Katrin menolak dannnn, Akhirnya Katrin memberikan nomor ponsel Sasa. Saat aku menghubunginya masih aktif, tapi tidak diangkat. Aku menyuruh asistenku Ricky untuk melacak nomor ponsel tersebut. Dah, tau lokasinya. Masuk kesana melihat Sasa berjalan diaaap." Ucap Alex. Tiba tiba Sasa menutup mulut Alex.


"Ada apa Saa? biarkan dia bercerita." Ucap Ayah.


"Ohhh... ceritanya sangat panjang aku ngantuk." Ucap Sasa menginjak kaki Alex.


"Auuuuu..." Ucap Alex, menjerit kesakitan.


"Ada apa, Lex?" Tanya ibu Sasa.


"Kaki, kakiku buk." Ucap Alex menyentuh kakinya yang sakit.


"Kenapa kakimu." Tanya ibu Sasa lagi.


"Tikus... tikus menginjak kaki Alex, buk." Ucap Alex.


"Menginjak?" Tanya ibu, Heran.


"Em, mungkin maksud Alex. kakinya digit tikus buk." Ucap Sasa tersenyum.


"Ow... ia, disini memang sangat banyak tikus. Maaf ya nak." Ucap ibu.


"Tidak... tidak bukan ibu sayang salah. sssttt tapi." Ucap Alex terpotong.


"Tikus... ya tikuslah yang salah. ya kan Aleeex" Ucap Sasa, tersenyum memgancam Alex.


"Mmm ya." Jawab Alex. menatap Sasa.


kring... kring... kring.


"Mamah? mm Buk, Pak. permisi sebentar." Ucap Alex, melihat ponselnya.


"Ada apa Ma?" Tanya Alex.


"Kamu kemana saja nak... kenapa tidak pernah pulang?" Tanya mamah Alex.


"Mah... Mama sadar tidak sih? Alex ini sudah dewasa mah... kalau Alex tidak pulang, berarti Alex sibuk, dengan kerjaan dan urusan Alex." Ucap Alex.


"Tapi mamah rindu, sudah dua minggu kamu tidak pulang nak. Tiap kali mamah pergi kekantor. mamah tidak pernah jumpa sama Alex. Kamu itu anak mama satu satunya Lex. Kalau bukan kamu, kepada siapa mamah mengadu nak. mamah kesepian sendiri dirumah, nak " Ucap mamah Alex merasa kesepian.


"Mamah kesepian?" Tanya Alex.


"Ya nak, mamah selalu sendiri dirumah. mamah bosan." Ucap mamah Alex.


"Sabar mah, sebentar lagi akan ada malaikat kecil yang membuat mamah tidak bosan dirumah." Ucap Alex melihat Sasa dari depan pintu.


"Maksudnya? malaikat kecil itu apa" Tanya mamak Alex.


"Dah ya mah, Alex ada urusan. Baeee." Ucap Alex menutup teleponnya.


"Hemmm, apa maksud Alex tadi yah." Ucap mamah Alex penasaran.


Alex menatap Sasa. dan tersenyum.


"Buk, Pak. Saya permisi pulang dulu, ada yang harus Alex kerjakan." Ucap Alex, izin pulang.


"Oh ia, terimakasih ya Nak. Sudah menjaga dan mengantar Sasa sampai kerumah." Ucap Ayah Sasa.


"Ia Pak. Sama sama." Ucap Alex. lalu pergi.


"Ayo Saa, antar Alex sampai depan..." Ucap ayah.


"Kenapa harus diantar diakan tau jalan pulang." Ucap Sasa.


"Sasa... Ayo cepat." Suruh ayah Sasa.


"Ia. ia." Ucap Sasa. dan tersenyum kepada Roy.


Sesampainya didepan gang. Alex melihat Sasa, hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Aku pergi dulu." Ucap Alex.


"Mmm ya. Terimakasih." Ucap Sasa tersenyum.


Alex menatap Sasa sangat lama, berat hati meninggalkan Sasa dipulau tersebut. Tiba tiba Alex berjalan mendekati Sasa dan mencium bibir Sasa. Lalu pergi.


"mmmmmppppp." Sasa kaget melihat Alex mencium bibirnya.


Alexpun pergi, tersenyum melihat Sasa dari spion mobilnya. masih terdiam berdiri kaku.