
"Bagaimana cara masuk?" Tanya pengawal keluarga Alex.
"Berapa yang kau punya?" Tanya pengawal tempat prostitusi tersebut.
"Katakan seratus juta." Ucap Ricky lewat headset yang dipakai pengawal pribadi.
"Saya punya seratus juta." Ucap pengawal pribadi Alex.
"Baik, ikuti aku." Ucap Pengawal prostitusi.
pengawal pribadi tersebut masuk kedalam, dan dibawa kelantai dua. Pengawal tersebut melihat banyak wanita didalam ruangan.
"Keluar lah, kami akan masuk. Katakan, kau tidak suka karna tidak ada yang mulus." Ucap Ricky lewat headset.
"Sepertinya Saya kurang tertarik dengan seratus juta. Saya akan kembali besok." Ucap Pengawal pribadi Alex.
"Baiklah, bawa uang sebanyak banyaknya, maka kau akan menikmat surga dunia mu." Ucap pengawal tempat prostitusi tersebut.
Pengawal pribadi Alexpun kembali dan masuk kemobil Ricky.
"Sepertinya disana ada transaksi jual beli. Mungkin Sasa akan jadi wanita penghibur disana. Saya tidak menemukan wanita seperti yang bapak tunjukkan." Ucap Pengawal tersebut.
kring... kring... kring... telepon dari cyber.
"Wanita itu ada dilantai sebelas..." Ucap Cyber menelepon Ricky.
"Okeh... Dia bilang, Sasa ada dilantai sebelas." Ucap Ricky.
"Aku akan kesana sendirian." Ucap Alex.
"mmm, Aku akan pantau dari sini... Tunggu. Pakai ini. ini bisa membantuku mengetahui posisimu." Ucap Ricky. Kwatir sahabatnya akan celaka. dan menempelkan perekam suara dikerah Alex.
Alexpun pergi, masuk kedalam gedung.
"Tunggu... Apa anda anggota polisi?" Tanya pengawal gedung tempat prostitusi tersebut.
Alex berhenti dan mengambil kartu pengenalnya. menunjukkan kepada pengawal.
"Ayo, ikut aku." Ucap pengawal.
Alexpun berjalan melewati setiap kamar wanita yang disekap. Alex tidak menyangka, banyak wanita diperlakukan seperti binatang.
"Sudah sampai, masuklah." Ucap pengawal mengantarkan Alex ke salah satu ruangan. disana ada duduk seorang laki laki, dan dikawal enam orang laki laki bertubuh gagah seperti algojo.
"Seperti apa yang kamu mau." Ucap germo, pemilik usaha jual beli wanita cantik.
"Berikan yang terbaik." Ucap Alex.
"Ha... ha... ha... Baiklah, ikuti aku." Ucap germo.
Alexpun mengikuti germo tersebut. dan dibelakang Alex ada algojo algojo germo.
"Ini gadis dilantai lima. Harganya tiga ratus juta." Ucap Germo.
"Saya kurang tertarik." Ucap Alex
"Baiklah kita akan ke lantai sepuluh." Ucap germo.
"Aku mau yang lebih mahal dan yang paling bergairah." Ucap Alex. ingin cepat cepat kelantai sebelas.
"Kamu yakin dengan harganya?" Tanya germo berhenti dari langkahnya.
"Asal aku suka, berapapun akan ku bayar. Aku ingin jadikan dia wanita gelapku." Ucap Alex, meyakinkan germo.
"Baiklah." Ucap Germo.
Merekapun pergi kesalah satu ruangan. dimana disana ada pentas kecil, dan Alex disuruh duduk dikursi penonton. Alex tidak diberilampu, sementara pentas diberikan cahaya lampu yang sangat terang. Agar wanita yang akan ditampilkan satu persatu tidak melihat, siapa yang akan membeli mereka.
setelah stengah jam berlalu, Sasa dan wanita lain diajak keruang ganti untuk berpakaian seksi, didandan dengan cantik dan dipaksa memakai gaun seksi, nyaris seluruh tubuhnya terbuka.
Setelah semua wanita sudah siap didandani, waktunya untuk tampil satu persatu, kehadapan Alex.
"Kita mau dibawa kemana?" Tanya Sasa ke wanita yang senasip dengannya.
"Kita akan berjalan didepan para lelaki tubang. jika mereka menginginkan kita, mereka akan membawa kita dan menjadikan kita simpanan mereka." Ucap wanita yang ada didepan Sasa.
merekapun mulai disuruh berjalan satu persatu, berjalan dan berusaha untuk mendapatkan hati tamu. Alex sangat kessal, karna Sasa tidak kunjung muncul dihadapannya.
Alexpun menunjuk Sasa.
"Sudah ku duga, wanita ini pembawa keberuntungan bagiku." Ucap germo. menyuruh pengawalnya membawa Sasa.
Alex menahan emosinya, karna kekasihnya diperlakukan seperti pelacur.
"Berapa harganya." Tanya Alex. mengepal tangannya.
"Tiga milyar... Sanggup? Jika sanggup akan aku lepaskan untukmu." Ucap germo memainkan kuku panjangnya.
"Baiklah, Antar dia ke apartemenku sekarang. Aku akan kirim alamatnya. ada asistenku disana." Ucap Alex.
Alex mengirim pesan kepada Ricky.
"Sasa akan diantar ke apartemenku, segera amankan. jangan buka pengikat matanya." pesan singkat Alex.
"Baiklah, Deal..." Ucap germo.
menunggu kabar dari Ricky, Alex belum menanda tangani cek yang akan diberikan kepada germo.
ting... Suara pesan dari Ricky.
"Sasa sudah bersamaku."
Alexpun tidak ingkar janji, langsung menanda tangani cek tiga milyar tersebut lalu pergi.
Setelah keluar dari gedung tersebut, Alex langsung memanggil taksi dan meminta kepada supir untuk melaju lebih kencang lagi.
Sesampainya diapartemennya, Alex menyuruh Ricky pergi.
"Bersenang senanglah." Ucap Ricky memukul pundak Alex, lalu pergi meninggalkan Alex bersama Sasa.
Alex menutup rapat rapat pintu kamarnya, berjalan perlahan mendekati Sasa. Jantung Alex mulai berdegup kencang.
"Jangan dekat dekat." Ucap Sasa, merasakan Seseorang mendekatinya.
Alex melepaskan tangan Sasa yang terikat dikursi. Sasa masih terdiam ketakutan, hanya bisa pasrah. Saat Alex melepaskan penutup mata Sasa, Alex langsung berbalik dan mematikan lampu dikamar apartemennya.
"Siapa kamu? Kumohon jangan lakukan ini. Lepaskan aku." Ucap Sasa. berlari mencoba membuka pintu kamar.
Alex masih terdiam, berdiri membelakangi Sasa. memandang keluar kaca.
"Kumohon pak, lepaskan aku. haaa.. aaaaa, pak lepaskan akuuuu." Ucap Sasa berlutut dibelakang Alex.
Alex tidak tega mendengar suara tangis Sasa. Alex pun berputar dan menarik tubuh Sasa lalu memeluknya. Alex merasakan jantung Sasa berdegup kencang, dipelukannya.
Tiba tiba jantung Sasa berdegup sangat kencang. Sasa sempat terkejud, dan merasakan jantungnya berdegup kencang dan berfikir, itu terjadi saat Alex sedang memeluk atau menciumnya.
Sasa tiba tiba melepaskan pelukan Alex.
"Siapa Kamu? Kenapah Jantungku?" Ucap Sasa menyentuh wajah Alex.
"Kenapa?" Ucap Alex.
Spontan Sasa melepaskan tangannya dari wajah Alex.
"Kau masih merasakannya?" Tanya Alex lagi, berjalan maju membuat Sasa berjalan mundur. dan akhirnya terjatuh ketempat tidur Alex.
"Alex?" Ucap Sasa.
Alex langsung mencium bibir Sasa, tanpa sengaja airmatanya jatuh. Tidak tahu harus bahagia atau sedih. Alex tidak ingin melepaskan ciumannya, meski Sasa berusaha melepaskan. Alex terus menciumnya tanpa henti. Sampai napas panjang Sasa menghentikan ciuman Alex.
Setelah Alex melepaskan ciumannya, Alex melihat Sasa menunduk. Alex mengangkat dagu Sasa dan kembali mencium Sasa dengan lembut, dan perlahan. Alex mulai membuka kancing gaun Sasa. Sasa masih menikmati ciuman Alex, tidak menolak apa yang Alex lakukan.
Alex melepaskan gaun yang Sasa kenakan, membuka kemejanya, dan mendekatkan tubuh Sasa ketubuhnyanya yang hangat.
"Ahhh..." Desah Sasa melepaskan ciuman Alex. Air matanya menetes.
Membuka satu persatu yang dikenakan Sasa, sampai tidak sehelai benangpun ditubuh seksinya. Begitu juga dengan Alex.
Ciuman Alex mulai turun keleher, lalu kedadanya. Menikmati dua bukit yang menggairahkan Sasa. Desahan Sasa membuat Alex semakin panas. Dan menikmati inti nikmat Sasa, Alex memainkannya dengan sangat lembut, Sampai akhirnya Alex memasukkan senjatanya kelubangnya. Rasa itu hadir saat petama kali mereka melakukannya. Alex sangat menikmatinya, melepaskan semua kesedihan amarah dan cintanya selama ini terpendam.
"Ahhhh.... huhhhh" Desah Alex melepaskan hartanya didalam.