
"Lima hari lagi Alex dan Elsa akan menikah... Dan keuntungan perusahaan kita. Akan meningkat drastis." Ucap mama Alex kepada kedua orang tua Elsa. Dan mereka tertawa bersama.
Alex dan Sasa masih duduk ditepi pantai. Sasa tersipu malu, menunduk tidak berani menatap Alex.
"Entah apa yang membuatku, menggilaimu. Aku sangat kacau, jika aku tidak melihatmu sehari saja. Rasanya jantungku, berhenti berdetak." Ucap Alex kepada Sasa.
Sasa masih menunduk mendengar pernyataan, perasaan Alex. Tiba tiba Alex menyentuh tangan Sasa.
"Aku mencintaimu. Jadilah kekasihku..." Ucap Alex, mentap Sasa. dan menarik tangan Sasa lalu memeluknya.
"Ahhh... Alex," Ucap Sasa dipelukan Alex.
"jadilah kekasihku," Ucap Alex mengusap rambut Sasa
"Lex.. ini tidak benar." Ucap Sasa
"Apa lagi? Aku tau kau juga mencintai ku... Lalu, apa lagi?" Ucap Alex bingung melihat Sasa
"Berikan aku waktu, untuk menjawabnya." Ucap Sasa
"Aahhhhh... Tidak tidak... Aku mau kamu jawab sekarang." Ucap Alex memaksa.
"Lex..." Ucap Sasa
"Sasa... Ku mohon." ucap Alex. berlutut, memohon kepada Sasa.
"Huff... Baiklah." Jawab Sasa
"Baiklah? baiklah apa..." tanya Alex
"Aku mau." Ucap Sasa
"Hahhh... terima kasih. terima kasih, sudah mau menjadi kekasihku." ucap Alex langsung mencium kening Sasa. Dan tanpa berfijir panjang. Karna takut Sasa berubah pikiran lagi.
'Ya Tuhan... semoga keputusan ku tidak salah." ucap Sasa dalam hati.
"Oia... Aku tidak ingin orang tau, tentang hubungan kita ini." ucap Sasa, memberi Alex satu syarat.
"Baiklah... Aku janji." ucap Alex
"Ya sudah, ayo kita pulang?" Ucap Sasa
"Sepertinya kita... tidak bisa pulang. kepala ku sangat pusing. Sepertinya terlalu banyak minum tadi." Ucap Alex
"Apah? Bagaimana ini. Disini tidak ada taksi. Ayahku pasti mencariku." Ucap Sasa.
"Bagaimana kalau aku menelepon ayahmu, dan mengatakan. Kalau Kau bersamaku." ucap Alex
"Hahhh... tidak.. tidak usah." ucap Sasa
"Maafin Aku."ucap Alex
"untuk apa?" tanya Sasa
"Hari pertama kita jadian, Aku sudah menyusahkanmu." Ucap Alex
"Hufff... sudahlah."Ucap Sasa, memandang kearah danau.
Alex memeluk Sasa. dan mengajak Sasa masuk kedalam mobil.
"Malam ini kita tidur dimobil saja. Okeh? Kamu disini. Dan Aku disana." ucap Alex sedikit sempoyongan.
Sasa tersenyum melihat Alex. yang sudah mabuk tapi masih bisa menahan diri.
"Kenapa semakin dingin?" Ucap Sasa, mengelus elusnya tangannya.
"Nah, Aku tidur disini." Ucap Alex dan menutup pintu mobilnya.
"Tidurlah. selamat malam." Ucap Alex. memegang tangan kanan Sasa.
"Ya.." Ucap Sasa mulai menggigil karna kedinginan.
Alex merasakan tangan Sasa sangat dingin. Alexpun membuka matanya dan melihat Sasa kedinginan.
Alex membuka jasnya dan berikan kepada Sasa.
Karna Sasa masih kedinginan. Alexpun Akhirnya pindah tempat duduk.
"Hey... mau kemana?" Tanya Sasa melihat Alex
"Aku tidur disini saja." Ucap Alex. pindah kebangku Sasa
"Tapi kenapa? akan terasa sempit jika tidur berdua dalam satu bangku." Ucap Sasa.
"Sudahlah ayo tidur." Ucap Alex, menarik bahu Sasa. Saat Alex mendekatkan wajahnya. Sasa langsung menutup wajahnya dan memiringkan badannya agar Alex tidak menciumnya lagi.
Alex tersenyum, dan merekapun tidur bersama dimobil Alex.
"Sudah jam berapa ini? sudah jam, tiga? Kenapa Sasa belom pulang yah?" Ucap Ayah dan coba menelepon Sasa.
Sasa tidak mengangkat telepon ayahnya, karna ponsel Sasa ada didalam tasnya. Dan tas Sasa ada didepan mobil.
"Ada apa Ayah?" Tanya ibu melihat suaminya masih terbangun.
"Sasa belum pulang, Buk." Ucap ayah
"Ibu yakin, Sasa, pasti bersama katrin." Ucap ibu
"Semoga mereka baik baik saja." Ucap ayah Sasa."
"Amin..." Ucap ibu
Ayah dan ibu Sasapun tidur lagi.
Keesokan harinya... Suara kicauan burung dipagi hari dan suara ombak dari danau. membangunkan Sasa dan Alex.
Sasa terbangun dan melihat Alex memeluk dirinya sangat erat.
"Akankah hubungan ini lama. atau hanya sebantar saja, Atau hanya akan menambah luka yang teramat sakit, nantinya." Ucap Sasa dalam hati. Sambil menatap Alex yang memeluk dirinya.
"Kenapa menatapku seperti itu... Apakah kau terlalu mencintaiku? atau Aku terlalu tampan bagimu?" Ucap Alex, melihat Sasa menatapnya cukup lama.
"Setidaknya aku tidak cukup jelak untukmu..." Ucap Sasa tersenyum
"Yah... bener juga." Ucap Alex menyentuh hidung Sasa.
"Haaa? sudah jam tujuh?" Ucap Sasa melihat jam tangannya.
"Kenapa dengan jam tujuh." Tanya Alex
"Aku bisa terlambat kerja." Ucap Sasa lalu duduk dan melepas pelukan Alex.
"Sudahlah... Perjalan kehotel memakan waktu tiga atau empat jam. yah itu tergantung, yang membawanya." Ucap Alex
"Bagaimana ini. Aku harus telepon Katrin. Dimana ponsel ku?" ucap Sasa
"Sudahlah, biar Aku yang mengurusnya nanti."Ucap Alex dan memeluk Sasa lagi.
"Alex... orang bisa melihat kita." Ucap Sasa menolak.
"Bukankah kau kekasihku?" ucap Alex, menahan tangan Sasa agar tidak bisa mendorongnya.
"Alex... Ku mohon. Aku tidak mau, jadi bahan omongan orang nanti." Ucap Sasa.
"Baiklah... setelah itu. kita akan pergi." Ucap Alex mengalah pada Sasa.
Sasa Keluar dari mobil Alex, dan mencari ponselnya. Sasapun menelpon ayahnya. Untuk tidak kawatir karna Sasa baik baik saja. Juga menelepon Katrin, mengatakan hari ini ada urusan dan tidak bisa masuk kerja.
Saat Sasa sedang bertelepon. Alex menelepon Ricky.
"Halo Lex? Kamu dimana" Tanya Ricky kawatir.
"Bagaimana keadaan, Mamah..." tanya Alex balik
"Aku sudah bawa ibu presdir balik ke rumah. dan ibu presdir selalu menanyakanmu. Sudah seribu kali aku berbohong, sampai aku tidak tau alasan apa lagi yang akan ku katakan padanya." Ucap Ricky yang lelah berbohong.
"Aku bersama Sasa." ucap Alex
"Apah? Bagaimana bisa?" tanya Ricky kaget.
"Nanti akan aku ceritakan, setelah aku kembali." Ucap Alex
"Baiklah." Jawab Ricky tersenyum lebar.
"Oia... Katakan kepada pemilik hotel. Hari ini Sasa libur." Ucap Alex
"Okeh... Akan ku urus." jawab Ricky
Alexpun mematikan ponselnya. dan melihat Sasa berdiri kawatir, karna hari ini Sasa tidak bekerja.
"Aku sudah menelepon Ricky." Ucap Alex, mendekati Sasa.
"Untuk apa?" tanya Sasa
Alex berfikir, memberitahunya. Sasa pasti marah.
"Oh... tidak tidak... hanya memberitahu Ricky hari ini aku sedang sibuk." Ucap Alex berbohong.
"oh..." saut Sasa.
"Aku lapar. Bagaimana kalau kita cari sarapan?" Ucap Alex
"yah." Jawab Sasa, mengangguk.
Saat mereka hendak pergi. Alex menatap Sasa. Alex tidak menyangka, akan terjadi seperti ini.
Sasa dan Alex menghabiskan waktu bersama. Makan bersama, bercerita dan tertawa bersama. Alex tidak mau kisahnya hari ini hilang begitu saja. Alexpun mengambil foto kebersamaan mereka. Bahkan Saat Sasa makan, Alex mengabadikannya diponselnya.
"Alex... jangan memotret ku. dengan wajah jelak." Ucap Sasa
"Aku juga mencintai wajah jelekmu." ucap Alex merayu.
"Haha... itu pasti sangat buruk." ucap Sasa. melihat Alex terus memotretnya.
Merekapun kembali ketepi pantai. untuk bersenang senang. Alex terus saja mengambil foto, dan rekaman yang Sasa lakukan.
"Hahhh... lelah sekali." Ucap Sasa
"Kamu haus? tunggu disini aku akan belikan air minum." ucap Alex, lalu pergi.
Sasapun mulai merasakan cinta Alex. tersenyum sendiri mengingat semua pembuktian cinta Alex kepadanya.
Sasa mengingat kembali waktu Alex menyatakan perasaanya pada Sasa.
"Sepertinya, Aku mulai mencintainya. Aku baru sadar. setiap melihatnya. jantungku selalu berdegup kencang. inikah artinya. Bahwa dialah takdirku." Ucap Sasa dalam hati dan tersenyum lagi.
"Ini... minumlah." ucap Alex, membukakan tutup botol air mineral untuk Sasa.
"Terimakasih." ucap Sasa, lalu meminumya.
"Sudah? merasa lebih segar?" Ucap Alex
Sasa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Lihat itu," Ucap Alex
Sasapun melihat Arah tangan Alex menunjuk.
"Apa" Tanya Sasa, yang tidak melihat apa apa.
"Disini." Ucap Alex mendekatkan wajahnya kepada Sasa. dan Sasapun mencium pipi Alex. Alex langsung mengabadikan hal tersebut. dengan cepat mengambil foto Sasa menciumnya.
"Alex...." Ucap Sasa.
"Hahaha... Kau menciumku..." ucap Alex, berlari.
"Sini kamu... Dasar cowok nakal." ucap Sasa, mengejar Alex.
Sasapun berhenti mengjar Alex.
"Aku capek... langkahnya sangan panjang." Ucap Sasa, tolak pinggang melihat Alex berlari sangat cepat.
Melihat Sasa yang kelelahan mengejarnya. Alexpun kembali dan mengangkat tangannya. Lalu memeluk Sasa, dan mengangkatnya berputar putar.
"Aaaaa... Alex...." Ucap Sasa, ketakutan.
Merekapun terjatuh bersama. Sasa menimpa tubuh Alex dari atas.
Merekapun bertatapan. Alex menggulingkan tubuh Sasa. dan menimpa Sasa dari atas. menahan tangan kanan Sasa dengan tangan kiri Alex. dan tangan kanannya menahan tubuhnya.
"Alex... tubuhmu sangat berat." Ucap Sasa.
Alex tidak menghiraukannya. malah mencium bibir Sasa. menggerakkan kekiri dan kekanan.
Alex melepaskan ciumannya.
"I Love You." ucap Alex, dan mencium Sasa lagi.
Saat Alex melepaskan ciumannya. Sasa langsung duduk, tersipu malu. Alexpun memeluknya dari samping dan mencium kepala Sasa.
"Aku ingin, hari esok dan selamanya, Kau tetap milikku." ucap Alex.
"Jangan terlalu mencintai. miliki sewajarnya saja." Ucap Sasa
"Kenapa? begitulah cinta yang terasa sekarang." Ucap Alex
"Karna kita tidak tau, rencana Tuhan. Bisa saja besok kita tidak bersama lagi." ucap Sasa
"Sssstttt... Jangan katakan itu. Tuhan yang membuatku mencintaimu. banyak wanita diluar sana. Tapi kenapa harus kamu. Aku juga tidak tau kenapa aku sangat mencintaimu dari pertama bertemu. jantungku berdegup kencang hari itu... Aku tidak tau apa artinya. Dari aku mengangkatmu kedalam mobil, memandangimu dari kaca sipion mobil, mengantarkan kerumah sakit. Aku sadari itu, setelah Aku merasa ada yang hilang dari tubuhku. Sampai akhirnya, aku melihatmu lewat dari hadapanku. Saat itu juga aku mengajar dan mencarimu. tapi tidak menemukanmu." Terang Alex. bercerita, bagaimana dia sangat mencintai Sasa.
"Tapi kita berbeda Lex." ucap Sasa
"Aku akan buktikan kalau kita memang pantas, dan kita berjodoh." ucap Alex
"Haha..haha...ahaaa... hanya Tuhan yang tau jodoh kita." Ucap Sasa tertawa.
"Kau tidak percaya? Lihatlah, akan ku buktikan." Ucap Alex menatap ombak
"Apa yang akan kau buktikan." Ucap Sasa dalam hati. menatap Alex yang bersemangat untuk mendapatkannya.
kring... kring... kring...
"Halo, Maa." Ucap Alex
"Kamu dimana? kenapa semalam tidak menjemput Mamah." Tanya mama Alex.
"Alex sangat sibuk Ma." Ucap Alex
"Baiklah... Selesaikan semua urusanmu... Kamu taukan, pernikahanmu dengan Elsa tinggal lima hari lagi..." Ucap mama Alex
"yah." Ucap Alex singkat.
"Baiklah. Cepat pulang." Ucap mamah Alex, dan mematikan ponselnya.
"Huff..." Desah Alex
"Ada apa Lex?" Tanya Sasa, mendengar pembicaraan Alex dengan mamanya.
"oh... tidak apa apa. Ayo kita pulang..." Ucap Alex menutupi masalahnya.
Alex mengambil tas Sasa, dan memberikannya pada Sasa. Merekapun pulang.
Sepanjang perjalanan Sasa melihat Alex hanya terdiam. Sasapun tidak berani bicara pada Alex. Terlihat diwajah Alex, bahwa dia sedang ada masalah.
"Aku, mencintainya... tapi akan lebih baik melepaskannya bersama yang lain... Karna bahagiaku, ketika melihatmu bahagia. meski tidak bersamaku." Ucap Sasa dalam hati. sampai Sasa tidak sadar air matanya terjatuh.
Alex melihat Sasa terdiam dan meneteskan air matanya. sontak Alex langsung banting setir kekiri, berhenti dan mematikan mobilnya.
"Ada apa Lex? Kamu mengantuk?" Ucap Sasa
Alex menyetuh wajah Sasa.
"Kamu menangis? Maafkan aku... Aku tidak bermaksud." Ucap Alex, dan kembali duduk, kessal dengan permasalahan cintanya.
"Alex... Aku tidak menangis. Aku hanya merasa, hari ini bahagia bersamamu." Ucap Sasa menyentuh tangan kiri Alex.
"Kamu tenang saja. Aku akan mengurus semuanya dan kita... Akan bersama selamanya." Ucap Alex. memegang tangan Sasa dan menciumnya.
Sasapun tidak bicara lagi. hanya tersenyum kepada Alex. Agar Alex lebih tenang lagi.
setelah tiga jam berlalu. Sasa dan Alex sampai dirumah. Alex melihat Sasa tertidur pulas.
Alex keluar dari mobil, dan membukakan pintu mobil untuk Sasa.
Alex melepaskan seatbelt Sasa dengan pelan. Alex menggigit bibirnya, dan menatap keatas.
Tiba tiba Sasa terbangun dan menatap Alex.
"aahhh... Kau mengagetkanku." ucap Alex. yang masih menunduk didekat Sasa.
Sasa memegang kerah Alex, dengan kedua tangannya. dan menarik Alex, Lalu menciumnys. Sasapun keluar dari mobil berlari menuju rumahnya.
Alex masih tetap diposisinya. dan tersenyum akan apa yang Sasa lakukan tadi.
"Ayah... Ibuk... Sasa pulang?" Ucap Sasa dan langsung masuk kekamar.
"Sasa? Kamu baik baik sajakan, Nak?" Tanya ibu Sasa,
"Ya Buk... Sasa mau mandi." saut Sasa dari kamarnya.
"Mmm pantas saja dia terlihat bahagia. Ternyata..." ucap Ayah melihat mobil Alex didepan rumah.
"Ternyata apa, Yah?" tanya ibu
"Tuh didepan rumah. lihat..." ucap Ayah.
"Ohhh... Loh kok pergi, Yah?" Tanya ibu. Melihat Alex pergi, tidak seperti biasanya, yang selalu singgah.
"Mungkin dia sedang sibuk, Buk." ucap Ayah.
"Ya sudah.. Tutup pintu, Yah... Sudah jam sembilan. Ayo kita istrahat." ucap ibu.
"Yah... Ayok, Buk." Ajak ayah.
sesampainya dikamar, Sasa sangat bahagia. memeluk bantal kesayangannya. sambil membayangkan kebersamaannya bersama Alex.
Dan Alex juga melakukan hal yang sama. tesenyum sendiri mengingat kebersamaannya bersama Sasa.
Tiba tiba Alex mengingat perkataan Mamanya. tentang pernikahannya bersama Elsa tinggal lima hari lagi. wajah Alex langsung berubah menjadi murung. Melaju kencang, ingin bertemu dengan mamanya. Ingin menjelaskan pada mamanya. Bahwa Alex sudah punya wanita, yang dia sukai.
Sesampainya dirumah, Alex memarkirkan mobilnya. Cepat cepat berjalan, ingin menemui mamanya.
Saat Alex ingin masuk kekamar mamanya. Alex dicegat oleh pelayan rumah.
Berpesan untuk tidak mengganggu mamah Alex.
Alexpun mengepal tangannya. Dan pergi masuk kekamarnya.