
"Ada apa Lex?" tanya Ricky melihat Alex duduk dihalte
"Kenapa kau lama sekali?" ucap Alex dan masuk kemobil Ricky
Alex hanya terdiam duduk dimobil. Ricky melanjudkan perjalan mereka kerumah sakit. sesekali Ricky melihat Alex dari kaca sipion. dan Ricky tau, Alex sedang ada masalah.
"bagaimana keadan Mamah?" tanya Alex
"Sepertinya orang tua Elsa memberikan mamah tawaran, sehingga mamah terkena serangan jantung. untung cepat dibawa, dan bisa ditolong. sudah dimasukkan keruang rawat" ucap Ricky
"Ohhh...." jawab Alex singkat
"Apa lagi Lex? bukankah kalian sudah berbaikan." tanya Ricky
"Aku akan menikah dengan Elsa. dan itu yang bisa buat mamah sehat kembali." ucap Alex
"Alex... pernikahan itu bukan main main Lex... Kamu harus mengucapkannya dihadapan Tuhan. Kamu juga Akan..." ucap Ricky tiba tiba terputus
"Aku tau... Aku juga harus mempertanggung jawabkan hubungan itu." ucap Alex
"Jangan gegabah Lex... secepat itu kamu berubah pikiran? Sasa juga sangat mencintaimu Lex. bahkan dia mampu melewati Elsa dan mamah waktu kamu dirawat dirumah sakit. Dia juga tidak izin pada ayah dan ibunya, dan dia berusaha menemui mu membuktikan dia juga mencintai mu." ucap Ricky
"Dia tidak mencintai Ku Kyy... Dia hanya kasian, setelah mendengar aku jatuh sakit."Ucap Alex, matanya berkaca kaca.
"Aku tidak bisa bicara lagi... Kau sudah menyerah. Aku tidak bisa apa apa lagi. jika Kau tidak menginginkannya lagi. Aku bisa apa..." ucap Ricky melihat Alex yang belum apa apa sudah menyerah.
"Antar aku kerumah." ucap Alex menatap keluar kaca
"Tapi, siapa yang akan menjaga Ibu presdir?" tanya Ricky
"Berikan penjagaan yang ketat." jawab Alex
"baiklah." ucap Ricky yang tidak bersemangat melihat sahabatnya kembali putus asa.
Keesokan harinya... Mamah Alex sudah siuman setelah terjatuh.
"Ricky? Dimana Alex?" tanya Mamah Alex masih lemas.
"sudah kembali kerumah buk..." jawab Ricky
"oh... begitu." ucap mamah Alex
"Ya Buk... Semua keperluan ibu ada diatas meja. Saya permisi dulu." ucap Ricky menunduk hormat mamah Alex.
"tunggu dulu... Apa Alex punya Pacar?" tanya mamah Alex
"Maaf Buk... Saya tidak tau" jawab Ricky
"jangan berbohong... luka setitikpun ditubuh Alex. Kau pasti tau." ucap mamah Alex
Ricky terdiam...
"Saya tidak akan menyuruh Alex menikah dengan Elsa lagi. jika aku tau Alex sudah punya pacar!" ucap Mamah Alex
deerrrttt.... deerrrrtttt. suara ponsel Ricky
"Halo Pak Alex..." ucap Ricky menjawab telepon Alex.
Alex langsung mengetahui Ricky sedang dimana... karna hanya didepan mamah Alex, Ricky memanggil Alex Pak.
"cepat kembali Aku ingin sesuatu." ucap Alex
"Baik Pak Saya akan kesana sekarang." ucap Ricky
Ricky mematikan ponselnya
"ada apa Alex menelepon..." tanya mamah Alex
"Alex membutuhkan sesuatu buk... Saya permisi dulu." ucap Ricky dan pergi
Ricky langsung pergi meninggalkan mama Alex. tanpa menyuruh penjaga untuk berjaga diluar ruangan mamah Alex.
kriiinnngg... kriiiinnngggg....
"Halo... ini siapa?" tanya Sasa mengangkat telepon nomor baru
"Roy kecelakaan Saa... sekarang dia dirawat, dirumah sakit tempat ayah kamu dirawat kemaren." ucap Daniel asisten Roy, Daniel juga menelepon teman dekatnya Katrin.
"A.apah? Aku akan kesana sekarang." ucap Sasa
surat kabar beredar.. mengatakan Roy kemungkinan meninggal akibat kecelakaann tunggal.
Daniel menunggu Sasa dan Katrin dirumah sakit. Daniel meliharlt Sasa berlari dari jauh ingin menemui Daniel.
"Dan... dimana Roy." ucap Sasa
"Ayo masuk." ucap Daniel menunjukkan ruangan Roy
"ya ampun Roy... Kamu kenapa?" tanya Sasa memegang tangannya.
"Semalam Dia membeli sesuatu untuk mu... ini..." ucap Daniel dan memberikan Kalung untuk Sasa
"apa?" ucap Sasa, melihat kalung yang diberikan Daniel
"Roy ingin memberikan ini untuk mu... tapi saat menuju pulang... Roy mungkin disenggol oleh orang tidak dikenal." ucap Daniel yang melihat sahabatnya terbujur lemah tidak berdaya
"Maafin aku Roy... ini semua karna aku." ucap Sasa menangis melihat Roy yang terluka parah
"sabar yah..." ucap Daniel menyentuh bahu Sasa
Danielpun meninggalkan Sasa bersama Roy.
cleppp suara pintu ruangan Roy. Katrin datang.
"Mana Roy?" ucap Katrin, ingin masuk melihat Roy.
"sssttttt... Ada Sasa didalam. kita tunggu diluar saja." ucap Daniel menunggu dibangku tunggu, tepat didepan ruangan Roy.
tiba tiba mami dan papah Roy datang.
"Daniel... kenapa kamu disini? dimana Roy? kenapa kamu tidak menemaninya" Tanya mami Roy, kepada Daniel duduk bersama Katrin didepan ruangan Roy
"maaf Buk..." ucap daniel langsung berdiri. Katrin juga ikut berdiri.
Daniel melirik ruangan Roy... disana ada Sasa bersama Roy.
"Sudah... ayo kita masuk." ucap papah Roy
"Daniel, bagaimana ini? ada Sasa didalam." ucap Katrin
"gawat ini... mereka tidak melepon ku, untuk datang kesini." Ucap Daniel
merekapun masuk bersamaan melihat reaksi mami dan papah Roy melihat Sasa bersama Roy.
"Siapa gadis ini?" tanya mami Roy
"Haa... Buk. Saya teman Roy. Sasa." ucap Sasa mengulurkan tangannya kepada Mami Roy.
Mami Roy hanya melihat Sasa, seperti terpukau. melihat wanita cantik dan polos. yang menggulung rambutnya dengan indah. sedang menjaga Roy anaknya. 'wanita ini... ternyata cantiknya bukan hanya berdandan saja. Dia benar benar cantik sekali.' ucap mami Roy dalam hati
"Mi..." ucap Papah menyentuh bahu Mami
"ohhh, saya maminya Roy..." ucap Mami Roy, mengangkat dagunya dan tidak mengulurkan tangannya.
"Silahkan duduk buk... Saya akan tunggu diluar." ucap Sasa
Tiba tiba jari jari Roy bergerak... Roy sudah siuman.
"Saa... Sasa..." Ucap Roy. membuat Sasa , mami dan papah Roy terkejut dan mendekatinya
"Nak... ini mami. kenapa bisa begini nak." ucap Mami
"Sssttt..." ucap Sasa kepada mami Roy
Papah Roy tersenyum melihat Sasa, yang menyuruh istrinya untuk diam. sontak mami Roy terkejut.
"Roy... aku disini... semua baik baik saja." ucap Sasa dan melirik mami Roy untuk tidak menanyakan kejadian itu lagi.
"Mi..." ucap Roy melihat mami disebelah kirinya.
"Ya nak... mami sama papah ada disini." ucap mami Roy melirik Sasa
tiba tiba Roy memegang tangan Sasa. dengan erat.
"jangan kawatir Roy... Kami disini untuk mu..." Ucap Sasa. menyentuh tangan Roy
"terimakasih yah, sudah mau menemani aku." Ucap Roy.
"untung saja... hari ini aku libur. jadiii, bisa nemani kamu seharian." Ucap Sasa
"Siapa, dia Roy." Tanya mami Roy.
"Buk... Roy sedang sakit. tolong jangan memberinya pertanyaan yang tidak masuk akal. Ibu bisa tanyakan itu setelah Roy sembuh." Ucap Sasa
"Eeeee..." ucap mami Roy, seperti kehilangan otaknya. sehingga tidak bisa bicara lagi. melihat Sasa peduli ada anaknya.
"emmm... Buk, Pak... Saya permisi sebentar. Mau belikan Roy buah." Ucap Sasa kepada orang tua Roy
"Baik... jangan, kawatir kami akan menjaganya." ucap papah Roy.
"Kenapa harus menjawab pertanyaannya. Diakan anak kita. tidak perlu izin kepada siapapun untuk menjaganya." Ucap Mami. kepada suaminya yang bersikap baik kepada Sasa.
Sasapun pergi keluar dari ruangan Roy.
"Katrin... Kamu disini? kenapa tidak masuk?"tanya Sasa
"Ada mami Alex... kelihatannya sangat cerewet." ucap Katrin
"tenang saja. Aku sudah membereskannya." ucap Sasa
"apa? membereskan bagaimana?" tanya Daniel
"hahhaha... sudalah, nanti aku ceritakan... Aku mau beli buah untuk Roy." ucap Sasa
"ohh... biar aku antar." saut Daniel
"Tidak usah... Kalian disini saja. jaga Roy... siapa tau dia perlu sesuatu." ucap Sasa
"Baiklah..." ucap Daniel.
"Hati hati yah!" ucap Katrin
Sasa berjalan cepat melewati lorong rumah sakit. Tiba tiba Sasa melihat seseorang memakai jaket hitam, topi hitan dan Sarung tangan hitam. Masuk kesalah satu ruangan VVIP. Sasa mengikutinya. Karna Sasa merasa, Pria berpakaian serba hitam itu adalah orang jahat.
ternyata benar. Pria itu melepas selang infus dari tangan seorang pasien. dan menutup wajah pasien dengan bantal yang diambil dari kepala pasien tersebut.
"tolonggg.... tolong... aahhh lepassss lepassss." ucap waanita yang ingin dibunuh tersebut.
Sasapun langsung masuk memukul pria berpakaian hitam itu dengan tongkat infus yang dekat dengan penjahat tersebut... penjahat itupun menoleh dan memukul wajah Sasa sangat kuat. Saat Sasa terpental ke sudut meja. penjahat itu kembali mencekik pasien. Sasapun akhirnya meminta tolong dengan suara keras. sontak penjahat itu ketakutan dan pergi meninggalkan pasien dan Sasa di kamar tersebut.
saat penjahat itu keluar dari ruangan mamah Alex. Alex dan Ricky berjalan menuju ruangan mama Alex, dan sempat berpapasan dengan penjahat itu. Ricky sempat melihat wajah penjahat tersebut. tapi mereka tetap berjalan tanpa merasa curiga kepada pria berpakaian hitan tersebut.
"Buk... Ibu tidak apa apakan?" ucap Sasa memperbaiki bantal wanita tersebut.
"hahhh... nafas kuuuh... aahhhh..." ucap mamah Alex
"Dokter... tolong.... Dokter... Sabar ya buk... saya akan panggilkan Dokter." ucap Sasa
Alex dan Ricky datang... melihat ruangan mamanya sudah berantakan.
"Dok... Aleexx... Kamu?" ucap Sasa, Kaget melihat Alex dan Ricky
"Sasa? ada apa? kenapa begini." tanya Ricky. sementara Alex terdiam melihat Sasa yang sudah panik melihatnya bersama mamanya.
"Panggilkan dokter... Cepat." suruh Sasa
Rickypun pergi berlari memanggil dokter.
"Apa kau hanya diam saja tidak mau membantuku?" tanya Sasa kepada Alex yang hanya berdiri melihat dirinya.
Alexpun mendekat dan memegang tangan mamanya.
"Mah... Alex disini. jangan kawatir..." ucap Alex, dan mengelus elus dada mamanya yang susah bernapas.
"Tadi ada penjahat yang ingin membunuh ibu ini. Aku berusaha menolongnya." ucap Sasa
"Alex... Mamah tidak bisa bernafas lagi." ucap mamah Alex
"Sebentar Mah... Dokter akan segera datang." Ucap Alex kepada mamanya
Dokterpun datang bersama perawat. Dan Ricky menyusul dibelakangnya.
Sasa melihat Alex memegangi tangan mamanya. Dokter dan perawatpun memeriksa keadaan mamah Alex. Sasapun pergi. Tiba tiba Ricky menahannya.
"Saa... Kamu tidak apa apa?" tanya Ricky
"Mmm." ucap Sasa menggelengkan kepalanya.
"Tapi wajah mu?" Ucap Ricky. melihat wajah Sasa memar.
"oh... mungkin tadi terkena tangan penjahat itu. tapi tidak usah kawatir, nanti aku olesin pake minyak juga bakal ilang." ucap Sasa
"yakin?" tanya Ricky
"Ia tidak apa apa. semoga ibu itu cepat sembuh. Aku pergi dulu ya..." ucap Sasa
"Yah..." Ucap Ricky
sementara Alex memperhatikan Ricky dan Sasa bicara. sesekali Alex melirik Sasa tanpa Sasa sadari.
"Ricky..." panggil Alex
"urus mamah... aku kesana sebentar." ucap Alex. lalu pergi menemui Sasa
"Baiklah." ucap Ricky. menunggu Dokter dan perawat selesai memeriksa mamah Alex.
"Kemana dia pergi... cepat sekali dia berjalan." ucap Alex mencari Sasa
Alex melihat Sasa duduk dibangku tunggu. duduk sambil menekan nekan luka memar diwajahnya.
Alexpun menemuinya. dan memberikan Sasa sapu tangan putih. dengan tulisan HT singkatan dari nama perusahaannya dan keluarganya.
Sasa melihat sapu tangan yang ada dihadapannya. dan melihat wajah yang memberinya sapu tangan.
"Alex..." ucap Sasa masih melihat Alex
"Ambil... jangan menekan wajah indah mu, pakai tangan kosong. mungkin saja ditangan mu ada kuman dan bakteri. bisa memperburuk memar diwajah mu." ucap Alex
"Termakasih." ucap Sasa dan mengambil sapu tangan Alex
"Hufffff... terimakasih sudah menolong mamaku. Aku tidak tau apa yang akan terjadi padanya. jika kamu tidak ada." ucap Alex
"Hanya kebetulan." ucap Sasa singkat.
"Yah... Tapi aku tetap berterimakasih padamu." ucap Alex.
"Aku pergi dulu." ucap Sasa, lalu pergi tanpa memperdulikan Alex.
"Ahhh..." ucap Alex dan bersandar membenturkan kepalanya kedingding. Air matanyapun mengalir.
Sasa terus berjalan.
Tiba tiba Alex tersadar.
'sedang apa dia disini? kenapa dia ada dirumah sakit? apa ada yang sakit?' Ucap Alex dalam hati.
Alexpun mengikuti Sasa.
Sasa masuk keruangan ruangan Roy. Sasa tidak melihat Daniel, Katrin, mami dan papah Roy. hanya ada Roy yang tertidur pulas.
Alex mengintip dari kaca pintu ruangan Roy.
"Siapa dia? kenapa Sasa menunggunya? apa mungkiiin, Ayahnya" tanya Alex. melihat Sasa menutupi wajahnya.
"Maafin aku ya Roy. tadi ada masalah. makanya aku tidak jadi belikan kamu buah." ucap Sasa dan menundukan kepalanya ditangan Roy.
Alexpun akhirnya melihat siapa yang ditunggu Sasa. diruangan itu.
Alex kaget melihat Sasa yang menjaga Roy. Alex tidak sengaja memukul pintu ruangan Roy. lalu pergi.
Sasa terkejut mendengar suara dari pintu ruangan Roy.
"suara apa itu?" ucap Sasa, lalu mencari tau siapa yang melakukannya dan melihat keluar ruangan Roy. mencari kesana sini, tapi tidak menemukannya.
"Saa... Ada apa? kamu mencari siapa?" Tanya Daniel
"Tadi ada suara dari pintu ruangan Roy... kaya ada yang mukul pintu gitu. tapi Aku cari, tidak ada orang." ucap Sasa
"Ya sudah... kita masuk saja. mungkin ada orang iseng." ucap Daniel.
Alex melihat Sasa, mencari siapa yang melakukannya. Alex bersembunyi dibalik tembok, jauh dari tempat Sasa mencari.
"Apa hanya aku yang punya, perasaan ini?" ucap Alex berdiri didepan tembok.
"Alex..." panggil Ricky
"mmm..." jawab Alex
"Ibu presdir mencarimu." ucap Ricky yang mencarinya dari tadi.
Alex langsung pergi menemui mamanya.
sesampai diruangan mamanya. Alex langsung mencium kening mamanya.
"Ada apa mah... Alex disini..." ucap Alex
"Siapa wanita itu." tanya mamah Alex.
"wanita? wanita mana mah?" tanya Alex
"wanita yang menolong mamah tadi." ucap mama Alex
"Ohhh... dia sudah pergi. Alex tidak sempat mengucapkan terima kasih padanya." ucap Alex. dengan mata berkaca kaca, berbohong kepada mamanya
"dia wanita yang hebat. wanita yang baik dan cantik." ucap mamah Alex.
"Yah... Alex sempat melihatnya tadi." ucap Alex
"mamah belum mengucapkan terima kasih padanya." ucap mamah Alex.
"sudahlah mah... yang penting sekarangkan mamah sudah baik baik saja." ucap Alex, menahan air matanya. mengingat kembali Sasa.