
"Besar sekali..." Ucap Chelsia melihat hotel grand suaka.
"Ricky... berhenti disini saja." Ucap Sasa.
"Loh kenapa?" Tanya Ricky.
"Aku enggak mau, karyawan lain berfikiran aneh tentang aku dan Chelsia." Ucap Sasa.
"Ow, baiklah." Rickypun. Berhenti.
"Ayo Chel... kita jalan dari sini saja." Ucap Sasa.
"Baiklah." Jawab Chelsia.
"Terimakasih ya, kyy." Ucap Sasa
"Daa." Ucap Ricky
Alex dan Rickypun sampai di hotel. sementara Sasa dan Chelsia masih berjalan lewat belakang hotel.
Kring...kring...kring.
"Cepat naik keruangan pak Dude." Telpon Alex.
"Baik Pak?" Jawab Sasa
"Pak?" Ucap Alex. bingung, Sasa memanggilnya pak.
Saat berjalan menuju tangga darurat. Katrin melihat Sasa dan Chelsia berjalan.
"Sasa? Sasaaaaaa?" Panggil Katrin.
"Katrin?" Ucap Sasa dan menemuinya.
"Ya ampun, bisa bisanya aku sangat merindukanmu." Peluk Katrin.
"Aku juga sangat rindu kamu." Ucap Sasa.
"Oia... Siapa dia?" tanya Katrin.
"Oia, kenalin ini Chelsia." Ucap Sasa.
Chelsia mengulurkan tangannya ke Katrin.
"Katrin." Ucap Katrin dan berjabat tangan dengan Chelsia.
Chelsiapun tersenyum melihat Katrin.
"Kami keatas dulu yah." Ucap Sasa
"Kemana?" Tanya Katrin penasaran.
"Ruangan pak Dude." Ucap Sasa dan berjalan cepat bersama Chelsia. meninggalkan Katrin.
"Ruangan pak Dude? Apa wanita itu akan bekerja disini?" tanya Katrin. Bingung.
"Ayo cepat, pak Alex akan marah jika kita terlambat." Ucap Sasa. memegang tangan kiri Chelsia.
Tok... Tok... Tok...
"Silahkan masuk." Ucap pak Dude.
Sasa dan Chelsiapun masuk bersamaan.
"Selamat pagi Pak." Ucap Sasa.
Pak Dude yang tidak mengira itu Sasa. Langsung berdiri dan menatap Sasa.
"Sasa?" Ucap pak Dude. Kaget melihat Sasa.
"Ya Pak..." Jawab Sasa.
"Ayo, silahkan duduk. Ada apa Sasa datang kesini, apa ingin bekerja lagi disini?" Tanya pak Dude.
"Ya, Pak. Jika bapak mengizinkan Saya dan teman saya ini, bekerja dihotel bapak ini." Ucap Sasa.
"Oh... Bisa tentu bisa. Posisi kamu dulu belum ada yang menempatinya. Kamu bisa kembali keposisi kamu semula. Dan teman kamu ini, akan saya masukkan menjadi satu team denganmu." Ucap pak Dude.
"Serius Pak?" Tanya Sasa. sangat senang.
"Terimakasih Pak." Ucap Chelsia kepada pak Dude.
"Ya. Sama sama... Kapan kalian akan mulai bekerja" Tanya pak Dude.
"Hari ini, Pak..." Ucap Sasa.
"Baiklah, Sasa kamu sudah tau kan pekerjaan mu kemaren?" Tanya pak Dude.
"Ya, Saya masih ingat Pak." Ucap Sasa.
"Baiklah... Oia, siapa namamu?" Tanya pak Dude.
"Chelsia Pak." Jawab Chelsia.
"Oh. Jika ada sesuatu yang kamu tidak tau, boleh kamu tanya kepada Sasa." Ucap pak Dude.
"Baik Pak, terimakasih Pak." Ucap Chelsia.
"Kami permisi dulu ya Pak." Izin Sasa.
"Ya. Selamat bekerja." Ucap pak Dude.
Sasa dan Chelsia keluar dari ruangan pak Dude. dan pergi keruang ganti pakaian.
"Pakai ini. Tenaaang, itu masih baru kok." Ucap Sasa.
"Terimakasih ya, sudah memberiku kerjaan." Ucap Chelsia.
"Mmm, kamu jangan kawatir. Kita akan tetap sama. dan selalu bersama." Ucap Sasa.
Chelsia tersenyum dan mereka berpelukan.
"Oai, Chel... Setelah siap kerja. Temani aku kerumah lama ku yah." Ucap Sasa
"Okeh..." Saut Chelsia.
"Ya sudah, ayo kita mulai kerja." Ucap Sasa.
"Halo, Dan. Kamu sudah tau, Sasa?" Tanya Katrin menelepon Daniel.
"Mmm... kenapa?" Tanya Daniel.
"Sasa, sudah balik lagi kesini Dan." Ucap Katrin.
"Apah?" Ucap Daniel. Kaget.
"Ia... dan mulai hari ini dia sudah bekerja, bersama temannya seorang wanita." Ucap Katrin.
"Kenapa, secepat itu yah, dia berubah pikiran?" Tanya Daniel.
"Entahlah, rasanya baru semalam dia bilang. Jangan ada yang tau soal hidupnya dipulau.. Ee sekarang balik lagi." Ucap Katrin.
"Ya sudah. Mungkin dia sudah memikirkan. kehidupan dikota lebih layak." Ucap Daniel.
"Mm mungkin juga sih." Ucap Katrin.
"Ya sudah. lanjud kerja sana. Nanti kita ketemu yah..." Ajak Daniel.
"Okeeiii. Dada sayang." Ucap Katrin.
"Daaaa." Saut Daniel.
"Kayanya ada enggak beres nih." Ucap Daniel menelpon Roy.
"Halooo, Dan? ada apa?" Tanya Roy.
"Kamu sudah tau Sasa, sudah kembali kekota?" Tanya Daniel.
"Tidak... Memang beberapa hari ini aku tidak kesana." Ucap Roy.
"Ya, Sasa sudah kembali dan bekerja dihotel grand suaka lagi." Ucap Daniel.
"Hufff... Baiklah. Aku akan menyelesaikan proyek ini dulu baru kesana." Ucap Roy.
"Baiklah." Saut Daniel. Menutup teleponya.
Roy yang mendengar bahwa Sasa sudah kembali. sangat kecewa, berdiri ditepi pantai. Memegang jasnya dan menghela nafas panjang.
Kling... Suara pesan Dari Alex.
Sementara Sasa dan Chelsia masih baru selesai bekerja.
"Saa. Aku ganti baju dulu yah." Ucap Chelsia.
"Mmm, pesan dari katrin dan Alex?" Ucap Sasa. mengambil ponselnya dari tas kerjanya.
"Sudah, yok... Kita pergi." Ajak Chelsia.
Sasa membuka pesan dari Katrin dan Alex. Sasa membalas pesan katrin yang pulang duluan.
"Dia pasti sudah menunggu lama." Ucap Sasa dalam hati.
"Hei... Ayo pulang. Kenapa bengong gitu?" Tanya Chelsia.
"Oh... Alex nunggu didepan. Padal kita kan mau kerumah lama ku dulu." Ucap Sasa.
"Ya udah, kan tinggal bilang. mau ikut apa enggak." Ucap Chelsia.
"Enggak enggak. Dia enggak boleh ikut." Ucap Sasa.
"Terus, gimana?" Tanya Chelsia.
"Kita pergi ajah diam diam." Ucap Sasa.
"Saa... Bagus kita temui dulu. dan bicara baik baik." Ucap Chelsia.
"Dia tidak akan mau Chel." Ucap Sasa.
kring... kring... kring...
"Tuh kan..." Ucap Sasa menunjukkan keChelsia. Alex menelpon dirinya.
"Sudah angkat saja." Ucap Chelsia.
"Kamu dimana? kenapa tidak balas pesanku?" Tanya Alex.
"Ia... Karna kami akan kesana." Jawab Sasa.
Chelsia tersenyum melihat Sasa takut pada Alex.
"Baiklah aku tunggu." Ucap Alex.
"Hahahha... Sudahlah, yok..." Ajak Chelsia.
Merekapun keluar dari hotel, dan menemui Alex didalam mobil.
Tok...tok..tok... Sasa mengetuk pintu kaca mobil Alex.
"Haaaiii... Kalian sudah datang? Ayo masuk!" Ajak Alex.
"Emmm... Saaa. Aku pulang duluan yah?" Ucap Chelsia.
"Loh kenapa?" Tanya Alex.
"Hari ini sangat lelah sekali. Rasanya, aku ingin langsung istrahat Saja. Lagiankan rumah sangat dekatkan?" Ucap Chelsia.
"Aku disini bukan untuk mengantar dan menjemput kalian. Aku disini buat ngajak makan malam. Aku yakin kalian pasti belum makan malam, Kan?" tanya Alex.
"Tapi Lex..." Ucap Chelsia.
"Tidak ada tapi tapian, ayo masuk. Aku janji, setelah ini. aku akan antar kalian pulang." Ucap Alex.
"Baiklah." Saut Sasa.
Merekapun pergi makan malam bersama, disalah satu restauran mahal. tidak banyak bicara. Bahkan setelah selesai makan. Mereka bergerak pulang.
Setelah sampai dirumah sewa Sasa dan Chelsia. Alex, meminta izin pada Sasa.
"Alex. Aku masuk duluan yah, makasih buat traktiran tadi." Ucap Chelsia lalu pergi masuk kerumah sewanya.
Alex hanya tersenyum menjawab ucapan Chelsia.
"Saa. Mungkin beberasa minggu ini, kita tidak bisa bertemu. Aku pasti akan sangat sibuk, menyelesaikan sedikit masalah dikantor. Untuk sementara waktu, jaga dirimu. Aku akan suruh Ricky menaruh pengaman disini." Ucap Alex...
Sasa yang senang dan tersenyum mendengar ucapan Alex, tidak bertemu dengannya beberapa hari. Tiba tiba Terdiam kaget.
"Pengaman... Maksudnya?" Tanya Sasa.
"Ya... Malam ini Ricky akan datang memasang CCTV disini." Ucap Alex.
"Haa... Buat apa? Apa kau fikir aku akan menerima tamu laki laki? atau aku akan." Ucap Sasa. Tiba tiba terdiam
"Ssttttt. Tidak, Aku tidak berfikiran begitu. Aku hanya tidak mau, insiden kemarin itu terjadi lagi padamu dan Chelsia." Ucap Alex kwatir.
"Alex... Kan ada Ponsel. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan aku bisa telepon kamu kan?" Tanya Sasa.
"Yah... Begitu juga baik, Tapi aku lebih yakin dengan adanya CCTV. dan kamu harus selalu mengabari aku... Okeh?" Ucap Alex.
"Hemmm, Baiklah... Semoga kerjaan kamu, sukses dan membuahkan hasil yang sangat spektakuler." Ucap Sasa tersenyum dan menyentuh Dada Alex.
"Baiklah. Aku pasti sangat merindukan mu." Ucap Alex.
"Mmm... Jaga dirimu." Ucap Sasa.
"Ya..." Saut Alex. Menatap Sasa sangat dalam.
"Ya sudah, aku masuk dulu." Ucap Sasa.
"Yah..." Saut Alex lagi. berharap Alex menerima ciuman dari Sasa.
"Dah..." Ucap Sasa.
Saat Alex menunduk dan menatap kebawah, kecewa Dia tidak bisa mencium Sasa. Tiba tiba Sasa kembali dan mencium pipi Alex.
Sontak Alex kaget. Melihat apa yang sasa lakukan padanya.
Setelah menciumnya. Sasa berlari dan masuk kerumahnya. Bersandar dipintu rumah, tersenyum bahagia.
"Ya ampun... Bodoh sekali aku." Ucap Sasa, menyesali perbuatannya tadi. Tapi masih tetap tersenyum bahagia.
"Aku fikir, hanya aku yang mencintaimu." Ucap Alex. Tersenyum, sadar bahwa Sasa juga mencintainya.
"Aku yakin dia masih berdiri disana, berharap banyak, dariku." Ucap Sasa tertawa merasa lucu. dan masuk kekamarnya.
Alex masih menatap rumah sewa Sasa, lalu pergi.
"Aku akan cepat menyelesaikannya. agar kita bisa bertemu kembali." Ucap Alex. Dalam hati.
Alexpun pergi, dan menelepon Ricky.
"Halo... Bagaimana?" tanya Alex.
"Ia... Ini sedang menuju rumah sewa Sasa. aku akan pasang sekarang." Ucap Ricky.
"Baiklah. Aku bisa lebih fokus buat kerja?" Ucap Alex.
"Okeh..." Saut Ricky.
Rickypun Sampai dirumah sewa Sasa dan Chelsia. Berharap hanya memasang CCTV. saat Ricky sedang memasang, Tiba tiba Chelsia, keluar dari rumahnya.
"Ricky? sedang apa kamu disitu?" Tanya Chelsia. Curiga.
"Emmmm. Ituh, tunggu aku turun dulu." Ucap Ricky. Turun dari tangga, tiba tiba kakinya terpeleset hampir terjatuh.
Chelsia yang melihatnya. Spontan berlari membantu Ricky memegang tangga yang hampir jatuh.
"Hati hati... Kamu bisa saja celaka." Ucap Chelsia.
"Huhhh... untung ada kamu, makasih yah?" Ucap Ricky.
"Mmm." saut Chelsia tersenyum.
Rickypun sudah meletakkan CCTV ditempat, dimana Alex menunjukkanya kemarin.
"Alex yang menyuruhnya... Dia tidak mau terjadi lagi kejadian penculikan hari itu. Terjadi lagi pada Sasa dan kamu." Ucap Ricky. sambil menurunkan tangga.
"Ohhh... Diluar sangat dingin. ayo masuk, aku akan buatkan kamu teh." Ucap Chelsia.
Ricky tidak menolak, dan mengikuti Chelsia masuk rumahnya.
"Kamu nyaman disini?" tanya Ricky, melihat sekitar rumah Chelsia dan duduk.
"Ya... Lebih dari nyaman. Dan aku suka, tempatnya simple dan enggak ribet juga." Ucap Chelsia. sambil memasak air putih untuk Ricky.
"Yah... kelihatan dari luar, sangat kecil. Ternyata luas juga yah?" Tanya Ricky.
"Ia. Kemaren juga sempat berfikir, kalau didalam hanya ada kamar dan kamar mandi. minumlah, agar tidak masuk angin." Ucap Chelsia. menyugukan teh hangat untuk Ricky.