You'R My Destiny

You'R My Destiny
Seperti hilang.



"Pulau ini, sangat besar. kenapa terlihat dari puncak seperti kecil sekali. hufff, kemaren aku sangat ingin kesini, kenapa sekarang seperti ada yang hilang..." Ucap Alex duduk dipinggir pantai yang penuh dengan bebatuan.


"Roy, ayo kita naik... Ayoooo Roy." Ajak katrin, menaiki cincir angin terbesar nomor lima, didunia.


Roy melihat Sasa ketakutan. Roy malah mengiakan ajakan Katrin.


"Ayo... Kita naik..." Ajak Roy.


"Tapi Roy, Aku takut." Ucap Sasa.


Roy langsung menggenggam tangan Sasa. dan menarik tangan Sasa masuk kedalam wahana tersebut.


Daniel dan Katrin yang bermesraan sudah masuk duluan kedalam wanahan kincir angin. Sementara Sasa masih berdiri bersama Roy.


"Ayo Saa... Masuk." Ajak Katrin.


Roy mengangguk, masih menggenggam tangan Sasa. Dan masuk kedalam wahana tersebut. Saat kincir angin tersebut mulak bergerak. Sasa langsung memeluk tangan Roy, dan menutup matanya. Roy tersenyum melihat Sasa yang sedang ketakutan.


Roy memegang tangan Sasa dengan kedua tangannya.


"Cieeee..." Ucap Katrin melihat Sasa tidak mau melepas pelukannya dari Roy.


"Sssstttt." Ucap Roy, kepada Katrin yang hendak merusuh.


Setelah wahana kincir angin berhenti, Sasa baru membuka matanya dan keluar melepaskan tangan Roy.


"Kita naik, Roller coaster yah." Ajak Katrin.


"Yah... Ayo..." Ajak Daniel.


Sasa melihat Katrin sangat bahagia, Akhirnya Sasa mengiayakan ajakan Katrin.


"Mau ya Saa." Ucap Katrin.


Sasapun mengangguk, dan melihat Roy yang selalu ada disampingnya.


"Roy... Kamu disampingku yah." Ucap Sasa


"Selama aku disampingmu, Aku pastikan kamu tidak akan kenapa napa." Ucap Roy.


"Makasih ya Roy." Ucap Roy tersenyum kepada Sasa.


Sasapun memberanikan diri masuk bersama Roy. Saat Sasa ingin masuk, Sasa menggenggam tangan Roy, Lalu tersenyum.


Roypun tersenyum melihat Sasa menggenggam tangannya terlebih dahulu.


Saat Roller coasternya mulai berjalan. Tangan Sasa semakin erat memegang tangan Roy. Roy tersenyum lebar melihat Sasa yang sangat ketakutan. Roda roller coaster semakin kencang, Sasa akhirnya meraih lengan Roy, dan menutup matanya ketangan Roy. Roypun menyentuh kepala Sasa dan tertawa.


"Yeeeee.... huuuuuuuuuuu,,,,," Suara Katrin yang sangat menikmati wahana tersebut. Daniel yang duduk disamping Katrin mengambil setiap momen kebersamaan mereka.


Setelah roda roller coaster berhenti Sasapun cepat cepat keluar, dan tidak naik wahana mana pun lagi.


"Katrin... Sepertinya kepala ku pusing sekali. Aku dan Roy tunggu disini saja yah." Ucap Sasa kepada sahabatnya yang masih ingin menikmati wahana tersebut.


"Hmmm... Ya sudah, Bagaimana kalau kita nonton kebiskop saja?" Ucap Katrin.


"Itu lebih baik." Saut Sasa, yang pusing .


Merekapun pergi kesalah satu Mall terdekat, berjalan bersama bagai dua pasang sejoli sedang jatuh cinta.


"Disana, Ayo." Ajak Daniel.


Sesampainya disana, Katrin dan Sasa memilih judul film yang akan mereka tonton.


"Ini saja," Ucap Katrin. menunjuk film romantis.


"Okeh itu saja." Ucap Sasa.


Merekapun masuk dan duduk dikursi yang nomor urutnya berdekatan.


Diawal film tersebut, mereka tertawa bersama. Sampai akhirnya mereka mengikuti kisah cinta yang penuh dengan percintaan.


saat pemeran utama film tersebut mulai saling mendekatkan wajahnya untuk saling mencium. Sasa Terdiam melihat adegan tersebut.


Sasa melihat didepanya sedang berciuman, Sasapun menoleh kesebelah kirinya. Melihat Katrin dan daniel sedang berciuman juga.


Sasa duduk kaku dan tidak berani melihat kesebelah kanannya. Takut Roy akan menciumnya juga. Sasa kembali menonton film tersebut, dan melihat betapa nikmatnya ciumann pemeran utama tersebut.


Membuat Sasa mengingat dirinya bersama Alex dipuncak. Air mata Sasa tiba tiba menetes tanpa Disadarinya. Roy melihat air mata Sasa jatuh dipipinya. Roy bingung melihat, film yang mereka tonton sama sekali tidak sedih, malah yang Sasa lihat adegan berciuman.


"Hahhhh..." Jawab Sasa, tanpa melihat Roy.


Roy menghapus air mata Sasa, Dan melihat wajah Sasa memang sedang sedih.


"Kamu kenapa?" Tanya Roy, mematap Sasa.


Sasa menunduk dan tidak menjawab pertanyaan Roy. Roy akhirnya mengangkat dagu Sasa, untuk melihatnya.


Roy dan Sasa saling bertatapan, saat Roy ingin mencium Sasa, film tersebut sudah selesai. para penontonpun mulai berdiri dan ada yang keluar. Akhirnya menggagalkan niatnya, mencium wanita idamannya itu.


Sasapun tersipu malu.


"Kenapa jantung ku tidak berdetak saat Roy hampir menciumku, ya..." ucap Sasa dalam hati.


"Ayo..." Ajak Katrin. Berdiri memegang tangan Sasa.


Sambil berjalan, Roy tersenyum. Berfikir, Hampir saja Roy menciumnya.


"Aku lapar lagiiiii." Ucap Katrin kepada Daniel, kekasihnya.


"Mmmm, Aku akan bawa kalian ketempat yang belum pernah kalian singgahi. tempat ini baru buka satu bulan yang lalu." Ucap Daniel.


"Dimana? enak tidak?" Tanya Sasa.


"Kampung kuliner namanya. Kemaren tidak sengaja singgah disana. semua hidangannya enak enak." Ucap Daniel sambil menyetir mobilnya.


"Kampung kuliner?" Tanya Sasa, kaget.


"Kenapa Saa? Kamu pernah kesana?" Tanya Katrin.


"Oh, tidak." Ucap Sasa.


"Aku akan memesan semua makanan terlaris direstouran itu. Dan aku yakin kalian pasti suka." Ucap Daniel.


"Oh ya, seenak apa sih... jadi tidak sabar." Ucap Katrin.


"Nah itu dia, Kampung kuliner. Ayo turun." Ucap Daniel.


Sasa, Katrin dan Roy duduk dimeja makan, sementara Daniel sedang, memesan banyak makanan.


"Sabar ya sayang, bentar lagi kita akan makan enak." Ucap Daniel, mengusap perut Katrin.


"Hah... ngomong sama anak cacing yah? Hahahha." Ucap Sasa tertawa melihat tingkah Daniel dan Katrin yang kocak.


Sebelum pesanan datang. Daniel menyempatkan, mengambil foto mereka.


"Pesanan datang..." Ucap pelayan restauran kampung kuliner. para pelayan bergantian mengantar makanan yang dipesan oleh Daniel.


"Waaaoooo, Banyak sekali." Ucap Katrin.


"Ayo silahkan makan." Ucap Daniel.


Sasa kembali mengingat kebersamaannya bersama Alex. Memesan banyak makanan dan menghabiskannya.


"Sasa... Sasaaa..." Panggil Katrin, melihat Sasa terdiam.


"Hah... Ada apa?" Tanya Sasa, Kaget.


"Kamu tidak suka yah?" Tanya Katrin.


"Enggak kok, Aku suka." Ucap Sasa.


"Nanti setelah kita menikah, aku akan memasak makanan kesukaanmu, Kaukan tidak bisa masak, juga tidak bisa beres beres. Aku akan" Ucap Daniel. tiba tiba terdiam.


"Kau terlalu banyak bicara." Ucap Katrin, mengambil daging panggang dan memasukkan kemulut Daniel, karna Daniel memberitahukan kelemahan Katrin yang tidak bisa masak dan beres beres.


Sasa dan Roy tertawa, melihat Katrin menyumpel mulut Daniel.


"Oia... ini sudah jam tiga sore. Aku harus balik." Ucap Sasa.


"Cepat sekali." Ucap Katrin, merengek.


"Sudahlah, habiskan dulu makanannya, Kami akan ikut mengantarmu." Ucap Daniel.


"Ya..." Jawab Sasa, dan lanjud makan.


"Hari Sudah sore, tetap saja aku tidak bisa menghibur diriku sendiri tanpamu. Beritahu aku, apa yang harus aku lakukan. Aku merasa hidupku kosong tanpamu. Semoga kau merasakan, apa yang kurasakan saat ini. Sakit tidak berbekas." Ucap Alex masih duduk ditepi pantai. Tiba tiba Alex terheran, melihat puncak tempatnya bersama Sasa waktu itu, dari pulau tersebut. Alex mulai berfikir bahwa ada yang tidak beres, dengan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya dan Sasa.