
"Kamu sudah duduk nak?" Tanya nenek Dian
Alex tersenyum melihat nenek Dian.
"Ayo kita makan?" Ucap Nenek Dian.
"Dimana Saya? kenapa Saya ada disini?" Tanya Alex.
"Nenek menemukanmu pingsan ditepi sungai, tersangkut diakar pohon yang sangat besar. Untung nenek lewat dari sana, lalu membawamu pulang." Ucap Nenek dian.
"Lalu dimana keluarga ku?" Tanya Alex.
"Setelah kamu sudah sembuh total, nenek akan mengantarkan kamu ke kota. Ya sudah, kamu makan dulu. agar cepat sembuh, dan kamu bisa pulang menemui mamamu." Ucap nenek Dian.
Alexpun makan siang bersama nenek dian.
"Nek... dimana keluargamu yang lain?" Tanya Alex. sambil mengunyah.
"Mereka sudah pergi. kecelakaan yang tagis, membuat mereka pergi meninggalkan nenek... Suami, Anak nenek dan menantu, bahkan cucu nenek yang paling cantik, mereka pergi meninggalkan nenek." Ucap nenek Dian menunduk.
"Maafkan saya nek, Saya tidak tau." Ucap Alex.
"Tidak apa apa. Nenek juga sudah mengiklaskannya." Ucap nenek Dian.
"Nek... jika aku sudah baikan nanti, ikutlah bersamaku." Ajak Alex.
"Tidak nak... jika nenek kembali kesana. Nenek pasti sangat sedih lagi. semua kenangan nenek tinggal dikota nak." Ucap nenek Dian.
"Tinggallah bersama ku, ku mohon nek..." Ucap Alex. memegang tangan nenek Dian.
"Tapi nak."
"Nek... Anggap ini balasan, nenek sudah menyelamatkan nyawaku." Ucap Alex.
"Nak, nenek sudah betah tinggal disini sendirian." Ucap nenek.
"Tidak. nenek harus ikut denganku. Mamah, Elsa dan yang lain pasti setuju nenek tinggal bersama." Ucap Alex.
"Baiklah baiklah... makan yang banyak, biar cempat sembuh." Ucap nenek Dian.
Alex mengangguk lalu tersenyum lepas kepada nenek dian.
"Elsa pasti sudah menunggu ku. Aku sangat merindukannya." Ucap Alex. Dalam hati.
...
Ting nong... suara bell rumah Sasa.
"Ibu dan ayah juga jaga kesehatan yah... Daaa." Ucap Sasa. kepada ayah dan ibunya, lewat telepon selulernya.
"Sasaaaa." Panggil Chelsia.
"Ia sebentar..." Ucap Sasa. berlari dari kamarnya.
"Lama banget sih..." Ucap Chelsia.
"Hemmm, ada apa pagi pagi mengganggu." Ucap Sasa.
"Ini. Aku ada masakin ayam kecap kesukaanmu. Kamu makan yang banyak dan hari ini kamu harus, bener bener istrahat total. Okeh?" Ucap Chelsia.
"Makasih sayang." Ucap Sasa. mencubit pipi Chelsia.
"Iiiii, sakit lah..." Ucap Chelsia. menarik tangan Sasa.
"Mmm, kenapa hari ini kamu cantik sekali..." Ucap Sasa.Curiga.
"Memang aku setiap hari cantikkan?" Ucap Chelsia.
"Hemmm... pasti mau kencan, yah?" Tanya Sasa. Bercanda.
"Hah sok tau. sudahlah. Aku pergi dulu. Makan yang banyak, okeh. Daaaaaaa." Ucap Chelsia pergi bekerja.
...
"Nak... Kamu sudah bisa berdiri?" tanya nenek Dian.
"Sudah nek..." Jawab Alex.
"Tapi kenapa kamu disini?" tanya nenek Dian.
"Saya mau bantu nenek, bosan duduk terus. Ucap Alex.
"Tapi kamu juga harus masih istrahat nak." ucap nenek Dian.
"Nek... aku juga harus membiasakan tubuhku bergerak. Agar bisa kembali seperti semula. Lagian ini hanya pekerjaan kecil sajakan?" Ucap Alex. Sambil mengumpulkan kayu, untuk dibakar.
"Ya sudah. Kamu harus hati hati. Jangan memaksakan, jika tidak sanggup, biarkan saja." Ucap nenek Dian.
"Baiklah." saut Alex.
...
"Apakah, dia masih hidup?" Ucap mamah Alex.
"Elsa yakin Alex masih hidup maa, pencarian masih dilanjudkan. belum bisa dipastikan Alex sudah mati mah." Ucap Elsa.
"Haaaa... Anakku, pulanglah nak. Mama sangat merindukanmu." Ucap mamah Alex.
"Sabar ya mah." Ucap Elsa, mengelus elus punggung mamah Alex.
"Sudah tiga minggu lamanya, apa masih mungkin?" Tanya mamah Alex.
"Mah, kita berdoa saja. semoga Alex kita, baik baik saja disana, mah." Ucap Elsa. menyemangati.
"Kembalilah, aku sangat merindukanmu." Ucap Elsa dalam hati.
Tiba tiba pengawal datang bersama polisi.
"Selamat malam?" Ucap Polisi.
"Bagaimana pak? Sudah ada tanda?" Tanya mamah Alex.
"Begini buk, mobil yang digunakan anak ibuk, sudah kita temukan. mobil tersebut terseret arus sejauh dua kilo meter dari lokasi kejadian. Dan kami melihat bahwa, Alex tidak ada didalam mobil. Kaca depan mobil Alex pecah, dan bisa dikatakan, Alex terbentur kaca depan mobil. dan keluar dari dalam mobil tersebut. Kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencarinya. Tapi sampai sekarang kami tidak bisa menemukan tanda bahwa anak ibu masih hidup. Pencarianpun sudah kami hentikan." Ucap Polisi.
"Pak.... Tidak.... Aaaaaa, jangan berhenti mencarinya pak... Ku mohon. Cari kembali pak, aku yakin anakku masih hidup pak." Ucap mamah Alex, bersujud dan memegangi kaki polisi.
"Buk, Biasanya dalam kasus seperti ini. kami melakukan pencarian paling lama, dua minggu saja, sudah ada hasil. Tapi ini sudah hampir satu bulan. Kami juga ada pekerjaan lain yang harus kami lakukan buk." Ucap pak polisi.
"Pak, jangan hentikan pencariannya pak. Ku mohon." Ucap mamah Alex.
Elsa menahan mamah Alex agar tidak menarik narik kaki pak polisi.
"Baik. Pak Terimkasih." Ucap Elsa.
"Ya. Semalat malam." Ucap polisi, lalu pergi.
"Mah, Jangan begini. mamah bisa sakit mah." Ucap Elsa. mengangkat tubuh mamah Alex.
"Elsa... Alex masih hidupkan? ia kan? Alex belum mati. Alex... Kembalilah anakku.. Haaaaaa.... Kembalilah sayangkuuuuuu." Ucap mamah Alex. Merintih.
....
keesokan harinya...
"Kasihan sekali pak Alex." Ucap karyawan hotel.
Tiba tiba Sasa lewat dari hadapan karyawan. dan mendengar berita tersebut.
"Hi... ada apa?" Tanya Sasa mendekati mereka.
"Kamu belum tau, berita tentang hilangnya pak Alex?"
Mendengar ucapan salah satu karyawan. Sasa sangat terkejut. Berjalan lambat menuju ruang ganti. Sesampainya disana, Sasa duduk seperti tidak berdaya.
"Haaaa... Kenapa aku tiba tiba sedih begini? hhhhaaaa... haaaaa..." Ucap Sasa. merasakan sakit yang luar biasa.
"Saa? Kamu kenapa?" Tanya Chelsia.
"Tidak apa apa." Ucap Sasa. air matanya menetes.
"Saa... jangan bohongi aku? aku tau kamu sedang sedih." Tanya Chelsia.
"Alex hilang... kenapa kau menutupinya dariku?" tanya Sasa.
"Apah? Alex? Ehmmmm... Aku tidak tau, sejak kapan?" Tanya Chelsia.
"Sejak kapan? kamu tau Alex hilang sudah lama?" Tanya Sasa.
"Saa. dengar aku dulu. Aku, Roy dan Ricky sengaja menyembunyikan ini darimu. kami takut, kamu..." Ucap Chelsia. Ucapannya terputus.
"Karna aku? kenapa aku? kenapa?" Tanya Sasa.
"Saa.." Ucap Chelsia.
"Tunggu tunggu... hhhhhhaaaaa. jangan bilang Alex hilang, setelah aku bertengkar dengannya..." Tanya Sasa. menatap dalam Chelsia, dengan air mata yang memenuhi matanya.
"Yah." Jawab Chelsia. Mengangguk dan menunduk.
"Dan dia?" Ucap Sasa. seperti tertimpa beban yang sangat berat.
Sasapun pingsan.
"Sasa... Saaa... bangun Saa." Panggil Elsa. membangun Sasa dari pinggsannya.
....
"Hah.. Lelah sekali. Sudah tidak ada gunanya aku berbaik hati padamu. Orang yang paling aku cintai sudah hilang entah kemana. Setelah ini, Aku akan pergi keamerika menenangkan diri." Ucap Elsa. dalam hati. Menatap kearah mamah Alex yang berbaring ditempat tidurnya.