
Clak... Clak...Clak. Suara kamera. Alex berfoto bersama Elsa. Cahaya kamera membuat Alex semakin jengkel. Wajahnya yang datar, masih tetap membuat wajah Alex tanpan.
Juru kamera, mengatur ekspresi Alex dan Elsa.
"Tangannya disini." Ucap juru kamera. mengalungkan tangan Elsa dileher Alex.
Alex menurunkan tangan Elsa, karna tidak suka dengan posisi yang juru kamera berikan. Juru kamera bingung. sampai foto terahir, Alex tidak pernah tersenyum sedikitpun.
"Oke, untuk hari ini sudah selesai." ucap juru kamera.
"Terimakasih..." Ucap Elsa
Alex hanya terdiam. Lalu pergi keruang ganti, mengganti pakaiannya.
"Alex tunggu." Ucap Elsa
Alex berhenti.
"Apa yang harus aku lakukan, supaya kamu bisa menerima aku." Ucap Elsa
"Tidak ada..." Ucap Alex, dan tetap berjalan.
"Alex... Ku mohon. Jangan begini. Katakan apa yang akan ku lakukan, Agar bisa membuat mu bahagia." Ucap Elsa.
Sontak Alex berhenti, dan berbalik melihat Elsa.
"Aku janji akan melakukannya. Asal kamu bahagia." Ucap Elsa lagi.
"Baiklah... Aku ingin Kamu..... Batalkan pernikahan ini." Ucap Alex. mendekatkan wajahnya ke Elsa.
Elsa sangat terkejut mendengar ucapan Alex.
"Tidak... Aku tidak mau." Ucap Elsa.
Alex menatap tajam Elsa. Sampai Elsa menunduk takut, melihat Alex menatap tajam dirinya.
"Tunggu..." Ucap Elsa.
"Apa lagi..." Ucap Alex. Memperbaiki kerah bajunya.
"Apa kau sudah punya pacar?" Tanya Elsa
"Ya. Saya sudah punya pacar. Jangan pernah berharap lebih dari pernikahan ini. sekarang dan esok, akan tetap sama." Ucap Alex.
"Siapa? lebih cantik dari aku? lebih kaya dari aku?" Ucap Elsa
"Ini bukan tentang kaya dan cantik... Aku sangat mencintainya." Ucap Alex
"Bohong... Kamu bohong. Kamu tidak pernah mencintainya. Kamu hanya mencintai aku dari dulu." Ucap Elsa, menangis.
Flashback...
Tujuh tahun yang lalu.
"Elsa, awas!" Ucap Alex, menangkap Sasa.
"Kamu tidak apa apa kan" Ucap Alex. mencari yang luka di kepala, tangan, dan kaki Elsa.
"Aku tidak apa kok. Ucap Elsa.
Alex langsung memeluknya. Takut terjadi sesuatu pada Elsa. Alex menggendong Elsa sampai kerumah Alex. Kebetulan rumah Alex dekat dengan sekolah mereka, Internasional school.
....
Elsa menangis mengingat kisah mereka, semasa Sekolah dulu.
"Kau sangat menjaga ku. Tidak seorangpun bisa melukai ku." Ucap Elsa.
"Dengar! itu dulu... Dan ingat! itu semua bukan cinta. Tapi rasa sayang kepada seorang adik." Ucap Alex.
"Tidak... Aku merasa kau mencintaiku dulu." Ucap Elsa.
"Aku... Tidak. Pernah. Mencintaimu." Ucap Alex. Lalu pergi meninggalkan Elsa.
Elsa yang sangat kecewa mendengar perkataan Alex. Elsa jatuh, dan duduk dilantai. Menangis menghempaskan pakaiannya.
Alex langsung pergi kemobilnya. Duduk, dan membuka ponselnya. Melihat semua fotonya bersama Sasa. melihat vidio yang dia ambil dipantai waktu itu. Dan menghela nafas panjang.
Keesokan harinya. Sasa sudah menunggu ditaman kota.
"Hy..." Ucap Alex
Sasa menoleh melihat siapa yang menyapanya. Sasa langsung memeluk, karna itu Alex.
"Mmm masih satu hari kita tidak berjumpa, rasanya seperti satu tahun." Ucap Sasa.
"Oh ya... Kau merindukan ku?" tanya Alex menolak bahu Sasa.
Sasapun menjawab dengan menganggukkan kepalanya, dan tersenyum. Alex kembali memeluknya.
Alex mengajaknya pergi berkeliling kota. Alex berhenti dipinggir jalan. Karna Sasa melihat anak penjual bunga mawar memandanginya begitu lama.
"Alex kenapa berhenti." Ucap Sasa
"Tunggu sebentar." Ucap Alex dan meninggalkan Sasa dimobil sendiri
Alex mengejar anak penjual bunga itu. membeli semua bunga, dan ingin memberikannya kepada Sasa.
"Hai... Gadis cantik." Panggil Alex
Gadis penjual bunga itupun melihat Alex.
"Saya?" Tanya penjual bunga.
"Ya kamu." Ucap Alex mendekat.
"Apa, Bapak ingin membeli bungaku?" Ucap gadis penjual bunga tersebut.
"Ya... Aku beli semua." Ucap Alex, tersenyum kepada anak gadis tersebut.
"Yang bener, Pak?" Tanya anak penjual bunga. Tersenyum bahagia.
"Yah..." ucap Alex.
"Ini Pak... Berikan bunga ini kepada orang yang Bapak cintai. Dia pasti bahagia." Ucap anak gadis penjual bunga.
"Baiklah. ini... Ambillah." Ucap Alex, memberi uang yang cukup banyak untuk anak gadis penjual bunga.
"Wah... Ini banyak sekali." Ucap gadis penjual bunga.
"Ambillah, dan belikan makanan enak untuk Ibumu." Ucap Alex memegang beberapa bunga, sisa jualan gadis kecil itu.
"Terima kasih. Semoga Bapak, bahagia." Ucap anak gadis penjual bunga keliling. Lalu pergi.
Alex berjalan, sambil tersenyum melihat bunga yang dipegangnya. Alex membuka pintu mobil dan duduk. Saat Sasa melihat Alex masuk. Alex langsung memberikan bunga kepada Sasa.
"waaooo... Indah sekali." Ucap Sasa dan mencium bunga pemberian Alex.
"Kamu suka?" Tanya Alex, tersenyum dan melanjudkan perjalanan mereka.
"Mmm... Aku suka." jawab Sasa
"Itu bunga dari anak kecil, yang Kamu lihat tadi." Ucap Alex
"Ohhh Yah... Pantas saja. Sangat indah." Ucap Sasa. Terus mencium bunga pemberian Alex.
Alex tersenyum lebar, melihat Sasa. Menyukai bunga pemberiannya.
"Kita sudah sampai." Ucap Alex.
"Kampung kuliner?" Ucap Sasa.
"Ayo... Disini masakannya sangat lezat lezat sekali." Ucap Alex.
"Oh ya?" Ucap Sasa.
"Mmm Ayooo." Ajak Alex
Alex memesan beberapa makanan yang sedang viral.
"Ayo pesan untukmu." Ucap Alex. Melihat Sasa sedang kebingungan memesan. Karna semua menu makanan, punya nama Aneh. Sasa bingung mau pesan tapi takut Salah.
Alex tersenyum melihat wajah Sasa yang lucu.
"Berikan padaku... Akan ku pesankan untukmu." Ucap Alex
Sasapun tersenyum manja ke Alex.
"Makasih..." Ucap Sasa
Semua pesanan Alex, datang memenuhi meja makan. Sasa terheran heran, melihat makanan yang datang memenuhi meja. dan pelayan tidak putus putus mengantarkan semua pesanan Alex.
"Alex... Sebanyak ini?" Ucap Sasa, Heran.
"Yah..." Saut Alex.
Sasapun memulai mengambil Udang sambal level sembilan.
"Itu pedas sekali." Ucap Alex.
"Aku coba yah." Ucap Sasa.
Alex menganggukkan kepalanya.
"Mmmmm... Enak sekali... Tapi huhhhh haahhhhh... ssshhhhtttt, Pedas sekali... Tapi enak." Ucap Sasa.
Alexpun ikut makan. dan memperhatikan wajah lucu Sasa memakan semua makanan yang ada dimeja.
"Aammmmm. Enak banget. Kamu tau tempat ini darimana?" Tanya Sasa sambil makan.
Alex tersenyum, sambil bersandar dikursi. dan meletakkan tangannya dimeja. melihat Sasa menghabiskan semua makanan.
"Aahhhh... Kenyang sekali." Ucap Sasa
Alex memberikam Sasa minum air putih.
"Eerrrhhhkkkk... Upss... Maaf." Ucap Sasa yang kekenyangan.
"Aahhh... Hahaha. Aku senang, kamu suka. Ayo kita pergi lagi." Ucap Alex.
Sasa memberikan tangan kanannya kepada Alex. Alexpun meraihnya, dan menariknya agar Sasa berdiri.
"Ooohhh Aku kenyang kesekali." Ucap Sasa berjalan lemas.
Alex memapah Sasa. Memasukkan ponselnya kedalam tas Sasa. dan membawanya.
Tiba tiba Sasa berdiri tegak. dan mengalungkan tangan kanannya ke leher Alex.
"Auuu... Kau ingin mencekikku?" tanya Alex, berjalan menunduk.
"Aku ingin sekali terlihat lebih tinggi." Ucap Sasa dan melepaskannya lalu pergi berlari.
Alex tersenyum melihat Sasa berlari. Alexpun mengejar Sasa, mengelilingi mobilnya. Tangan Alex hampir saja mengenai rambut Sasa. Tapi Sasa terus berlari, dan akhirnya Sasa menyerah.
"Ahhh... aaaahaahh... Aku lelah." Ucap Sasa. Behenti berlari
"Ya sudah... Duduk disini." Ajak Alex. mengajak Sasa duduk.
"Tarik nafas pelan pelan..." Ucap Alex. dan melap keringat Sasa diwajah cantiknya. Dan memandangi Sasa lama.
Tiba tiba Sasa sadar. Alex memandangi dirinya.
"Hemm..." Ucap Sasa, mengagetkan Alex.
"Ahhh... kenapa?" Ucap Alex. kaget.
"Siapa yang bicara." Ucap Sasa mengangkat bahunya.
Alex pun salah tingkah.
"Eemmm...Apa kita sudah bisa pergi" Ucap Alex.
"Mmm, Yah." Ucap Sasa. dan mereka melanjudkan perjalan.
"Haloo... Ricky." Panggil mamah Alex lewat ponsel.
"Ya Buk?" Jawab Ricky
"Dimana Alex?" Tanya mamah Alex. Yang mencari kekamarnya.
"Buk... Alex bilang. Dia akan menikah. Dengan syarat. jangan ada yang mengganggunya, sebelum hari pernikahannya." Ucap Ricky
"Apah? Untuk apa?" Tanya mamah Alex.
"Alex bilang, Dia ingin tenang dulu. Agar bisa menerima Elsa sebagai Istrinya nanti." Ucap Ricky. Gugup.
"Tapi... Kenapa? Banyak yang harus Alex dan Elsa lakukan hari ini." Ucap mamah Alex. Bingung, Lalu mematikan ponselnya. Duduk disofa dengan lemas. Memikirkan Alex.
"Maafkan aku, Buk..." Ucap Ricky. yang telah berbohong.
"Kita kemana? kenapa seperti kegunung?" Ucap Sasa.
"Aku akan bawa kamu kesatu tempat. Dan aku yakin, kamu belum pernah kesana." Ucap Alex.
"Ya Baiklah..." Ucap Sasa.
Merekapun pergi kepuncak. Hampir lima jam mereka menempuh perjalanan. Sasa sampai tertidur. Alex sesekali mengambil foto Sasa, bahkan saat Sasa tertidur. Alex tetap melanjudkan perjalanan mereka.
Dan Akhirnya, mereka sampai dipuncak yang teramat tinggi. Alex menyiapkan tenta kecil, untuk tempat mereka memandang.
"Saa... Sasa." Panggil Alex. memanggil Sasa. Sambil memperhatikan Bibir merah Sasa yang menggoda Alex.
"Hemmm..." Saut Saaa, terbangun.
"Kita sudah sampai... Ayo cepat keluar. Atau kita akan melewatkannya." Ucap Alex. Keluar dari mobil. Dan membuka pintu mobil untuk Sasa, menarik Sasa dari mobil.
"Pelan pelan Lex. Aku bisa terjatuh." Ucap Sasa
Sasa bergerak sangat lambat dan akhirnya, Alex menggendong Sasa. dan mendudukkannya didepan tenta. Alex mengaktifkan kamera, meletakkannya diatas bebatuan dan mulai mengambil vidio mereka. Mataharipun terbenam.
"Wwaaaaaaauuuuuu... Alex lihat itu... indah sekali." Ucap Sasa menarik Alex dari tenda.
Alex tersenyum lebar melihat semua rencananya berhasil. Membawa Sasa menyaksikan matahari terbenam.
"Aku ingin Sasa Menua bersamaku." Ucap Alex menatap Matahari yang tinggal sedikit lagi.
Sasapun menatap Alex dan tersenyum.
"Alex..." Panggil Sasa. dan terus menatap Alex
"Apa Kamu mau, hidup bersamaku sampai menua nanti?" Ucap Alex
Sasa tidak menjawab. Malah mencium bibir Alex. Sontak Alex terkejud melihat Sasa, menciumnya.
Alex pun membalas ciuman Sasa. Mulai memutar kepalanya kekanan dan kekiri. Sasa mulai membuka mulutnya. Ciuman mereka semakin memanas. Tangan Sasa mulai memyentuh dada Alex, dan mengalungkan tangannya dileher Alex. Alexpun tidak tahan dengan ciuman Sasa yang memanas. Alex mulai menyentuh leher Sasa, menahan ciumannya. Agar Sasa tidak melepaskannya. Alex terus mencium Sasa. Sasa mulai mendorong Alex. Untuk duduk ditenda.
"Sasa..." panggil Alex. melepas ciumannya dari Sasa.
Sasa menatap Alex sangat dalam.
Alex kembali mencium bibir Sasa. dan mulai menurunkan ciumannya keleher Sasa, sesekali Alex mencium telinga Sasa. Membuat Sasa melayang. Alex mulai membuka kancing baju Sasa, satu persatu. Sambil mencium bibir Sasa. Alex leluasa membuka semua baju bagian atas. Alex mulai bermain digunung kembar Sasa. sesekali berpindah kekiri dan kekanan. Sasapun membuka kancing baju Alex. Alex berfikir, mereka akan menyatu tanpa ikatan. Dengan ini Alex bisa menggenggam Sasa, untuk tidak pergi dari hidupnya.
Alex pun memenuhi keinginan Sasa. Sambil mencium bibir Sasa, Alex memeloroti semua pakaiannya. dan dengan pelan Alex melepas pakaian Sasa bagian bawah.
Alex terus mencium Sasa, memainkan lidahnya yang saling membelit. Alexpun mulai memasukan senjatanya, memasukkannya dengan pelan. Alex tau itu sangat menyakitkan. Tapi Alex memasukkannya dengan perlahan, dan terus menciumi Sasa.
"Ahhhh... Sssstttt." Desah Sasa. Memegang punggung Alex.
Alex terus melanjudkannya, membuka jalan penghubung signyal itu.
Sasa mencarkar punggung Alex. Tiga garis, bekas cakaran Sasa dipunggung Alex. Alex melepaskan ciumannya, dan mendekatkan hidung mancungnya ketelinga Sasa. membuat Sasa, menggigit bahu Alex. Saat Alex memecahkan pintu masuk, Alex merasakan kehangatan yang luar biasa. Dimana untuk pertama kalinya, Sasa dan Alex melakukan hubungan yang menggairahkan ini. tanpa sehelai benang menutupi tubuh mereka.
Alex dan Sasa sama sama menuju ujung kepuasan. membuat sasa melayang, menghayal ditaman bunga, yang dipenuhi bunga mawar yang berwarna warni.
Sasa tersadar setelah Alex melepaskan senjatanya. dan menciumi wajah Sasa.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku." Ucap Alex meneteskan air mata diwajah Sasa.
Sasa memalingkan wajahnya kekanan. dan menarik Alex untuk memeluknya diatas tubuhnya.
Sasa menangis.
"Maafkan aku." Ucap Sasa dalam hati.
Alex berbaring disamping Sasa, masih tanpa sehelai benang. Alexpun menarik kain halus berwarna putih. Menutupi Tubuhnya dan Sasa.
Sasa berbalik membelakangi Alex. Alex merasakan ada yang aneh dengan Sasa. Alex langsung memeluk Sasa.
"Jangan pernah meninggalkan aku, Aku tidak bisa hidup tanpamu." Ucap Alex.
Sasa menggenggam tangan Alex yang melilit leher dan badan Sasa. Alex sudah tertidur. tanpa mengenakan pakai terlebih dulu. Sasapun memeluk Alex balik. Dan mereka tidur bersama.
Malam telah berlalu, Sasa terbangun jam lima subuh, bergegas memakai pakaiannya. Mengambil ponsel Alex. dan mengirim pesan lokasi kepeda Ricky.
Sasapun pergi meninggalkan Alex dipuncak sendirian, tertidur lelap, tidak merasakan kepergian Sasa.
Sasa pergi berjalan menuju pedesaan. Mencari jalan untuk pergi kembali kekota. Meninggalkan Alex yang hanya ditutupi kain putih menyelimuti tubuhnya.
"Ricky, Dimana Alex" Ucap mamah Alex. Melihat Ricky memperbaiki mobil Alex.
"Alex sudah pulang Buk, Jam tujuh tadi pagi tadi." Ucap Ricky
"Aku sudah meneleponnya, tapi tidak aktif. Cari Alex sampai ketemu. jangan pulang, sebelum Alex, Kau temukan" Ucap mamah Alex.
"Baik, Buk." Ucap Ricky
Ricky mencari Alex kerumah Sasa. melaju kencang, berharap Alex, ada disana. setelah Ricky sampai dirumah Sasa. Ricky membaca tulisan didepan pintu rumah Sasa.
'RUMAH INI DIKONTRAKKAN.'
"Dikontrakkan? bukankah rumah ini milik ayah Sasa." Ucap Ricky.
Ricky melihat kekiri dan kekanan. Dan mencari tetangga Sasa untuk bertanya tentang rumah Sasa.
"Pak... Saya mau tanyak. pemilik rumah itu kemana yah?" Tanya Ricky
"Oh... mereka sudah pindah Pak." Ucap tetangga Sasa
"Pindah? Tapi semalam Sasa masih bersama teman saya Pak?" Ucap Ricky
"Tidak mungkin, semalam mereka sudah pergi jam sembilan pagi. begitu juga rumahnya sudah dikosongkan." Ucap tetangga Sasa
"Ohh... Baik Pak. Terimakasih, saya permisi dulu." Ucap Ricky
Rickypun pergi. dan mengambil ponselnya, untuk menelepon Alex.
"Pesan dari Alex?" Ucap Ricky, bingung melihat pesan dari Alex, jam lima pagi.
Rickypun membaca pesan dari Alex.
"Lokasi? dipuncak? Apa dia masih dipuncak bersama Sasa?." Ucap Ricky bingung