
"Haduh kenyang banget..." Ucap Katrin, Makan banyak.
Roy melihat Sasa mulai gelisah.
"Em... sudah semakin sore, Aku antar kamu pulang yah." Ucap Roy.
"Roy... Antar aku sampai pelabuhan saja." Ucap Sasa.
"Tapi Saa... Bahaya kalau kamu sendirian disana."Ucap Roy.
"Hahah... emang penumpangnya cuma aku, kan banyak Roy." Ucap Sasa, sambil minum.
"Ya sudah, kalau begitu. Ayo kita antar, nanti Sasa bisa ketinggalan kapal." Ucap Katrin.
Roy pergi membayar semua makanan. Sementara Sasa, Katrin dan Daniel, menunggu dimobil. Sasa melihat kembali restauran itu, melihat dalam hayalnya. Dirinya pernah makan bersama Alex dimeja yang sama.
Dup... suara pintu mobil.
Roy masuk dan duduk disebelah Sasa. Sasa tersenyum melihat Roy disampingnya. Ditengah perjalanan Sasa yang melihat kekiri dan kekanan, berharap dirinya melihat Alex sekilas. Tiba tiba Roy memegang tangan Sasa. Sasa melihat Roy, tapi Roy malah melihat kedepan.
Sasa tersenyum melihat Roy, yang pura pura cuek.
Merekapun sampai dipelabuhan.
"Sasaaaaa..." Ucap Katri memeluk Sasa, Cemberut.
"Jaga dirimu baik baik yah, Oia kamu bisa minta nomor Ponselku dari Roy." Ucap Sasa, ke Katrin.
"Hati yah, Sering sering kesini. Kapanpun kamu minta jemput, aku akan menjemputmu secepat kilat." Ucap Daniel.
"Haha.. Yah." Ucap Sasa
Sasa melihat Roy. yang hanya terdiam menatap dirinya.
"Hati hati yah, Kalau sudah sampai kabari aku." Ucap Roy.
"Mmm" saut Sasa, mengangguk dan tersenyum.
Tiba tiba Roy langsung mencium kening Sasa. Katrin dan Daniel yang melihat tersenyum bahagia.
Sasa terkejut, melihat Roy yang menciumnya.
"Ee... Aku pergi dulu." Ucap Sasa, malu dan salah tingkah.
"Ya, Dadaaaaa...." Ucap Katrin, daniel dan Roy melambaikan tangan.
Sasa melambaikan tangan dari kapal yang dinaikinya.
"Roy, kenapa kamu belum menembak Sasa?" Tanya Katrin.
"Ada saatnya, ayo kita pulang." Ajak Roy.
Roy masuk kedalam mobil dan duduk sambil tersenyum.
"Ayo, kita pulang." Ajak Katrin.
Mereka akhirnya pulang, setelah memberangkatkan Sasa menyebrang kepulau.
Kring... kring... kring...
"Halo." Jawab Alex.
"Kau dimana?" Tanya Ricky.
"Apa kau merindukan, tugas dariku?" Tanya Alex, balik.
"Ya sudah, Aku sudah kembali. Apa yang harus kita kerjakan?" Tanya Ricky.
"Siap siaplah, kita akan pulang." Ucap Alex.
"Baiklah." Saut Ricky.
Alex berdiri dan melihat kedepan dengan tatapan kosong. Lalu pergi kembali kehotel, tempatnya menginap dengan Ricky.
Sesampainya dihotel. Alex melihat Ricky menunggu didepan pintu kamarnya.
"Sedang apa kau disini? bukankah kau ada kunci kamar?" Tanya Alex. Melihat Ricky duduk seperti gembel.
"Wanita itu membawa semua isi tas ku, hanya sisa ponselku yang tertinggal dikantong celanaku." Ucap Ricky.
Alex kaget mendengar penjelasan Ricky. Dan langsung menelepon Asistennya dikantor.
"Halo selamat siang, Pak Alex." Ucap wanita asisten Alex dikantor.
"Blokir Atm atas nama Alex Raka Buming." Ucap Alex, takut Ricky juga mengatakan pin atm tersebut kepada wanita yang dikencani Ricky.
"Baik pak." Jawab asisten kantor Alex.
"Ini kuncinya, Pak. Boleh tau, kunci yang kami beri kemana yah, Pak?" Ucap Karyawan hotel.
"Tanya, dan berikan padanya." Ucap Alex. Lalu meninggalkan Ricky yang seperti gembel, duduk dihadapannya.
Alex, mengirim pesan kepada Ricky. Untuk bersiap siap dalam waktu satu jam. Jika tidak maka Alex akan meninggalkannya.
Rickypun, takut dan bergegas sangat cepat. Ricky datang menghampiri Alex. Merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan.
Ting nong....
Alex membuka pintu kamar. Melihat Ricky yang sudah rapi dan siap berangkat. Ricky sangat takut jika Alex murka kepadanya.
"tunggu diluar saja." Ucap Alex ingin menutup pintu.
"Maaf..." ucap Ricky.
"Hufff.... Sudahlah, Ayo kita pulang."Ucap Alex.
"Baiklah." Ucap Ricky, yang masih merasa bersalah.
Merekapun pergi kepelabuhan, mereka menunggu kapal yang ditumpangi Sasa.
Sesampai dipelabuhan, kapal tersebutpun berhenti. Alex berjalan mendekati kapal. Para penumpangpun turun dan nyaris berdesakan.
Sasa berjalan sendiri, keluar dari kapal. Alex juga berjalan mendekati kapal tersebut. Didepan Alex ada seorang pria sedang bertelepon. menutupi Sasa yang lewat dari sampingnya, juga Sasa tidak melihat Alex yang berjalan menuju kapal tsrsebut.
Saat Alex dan Sasa berpapasan tanpa saling melihat, Jantung mereka berdetak bersamaan. Alex dan Sasapun berhenti memegangnya.
"Kenapa jantung ini berdegup kencang begini, Aku merasakan ini saat Alex ada dihadapanku. Apa yang terjadi padanya. Semoga dia haik baik saja." Ucap Sasa dan melanjudkan langkahnya.
"Ahhh... Kenapa berdetak lagi." Ucap Alex menyentuh dadanya. dan melanjukan perjalannya masuk kekapal tersebut.
Saat Kapal tersebut berangkat. Alex melihat seorang wanita berdiri didekat pelabuhan. Berusaha melepaskan bajunya yang tersangkut besi pembatas.
Saat Sasa berjalan, bajunya tersangkut dipebesi pembatas pelabuhan tersebut.
Alex masih memperhatikan wanita tersebut, dan masih terlihat jelas, karna kapal tersebut masih bergerak lambat.
Sasapun berusaha melepasakn bajunya dari besi yang mengait bajunya. Saat Sasa ingin meminta bantuan keorang lewat. Alex melihat jelas wajah wanita tersebut, yang ternyata adalah Sasa.
Alex kaget, dan ingin berusaha keluar dari kapal. Alexpun akhirnya tersenyum melihat Sasa ada dipulau tersebut.
"Ahhhh... Pantas saja, aku ingin kepulau ini. ternyata cintaku ada disini." Ucap Alex sangat bahagia, bahwa dirinya telah menemukam Sasa. Kapal itu semakin jauh, Alex masih tetap melihatinya sampai benar benar hilang dari pandangannya.
"Hoy... apa yang kau lihat disana?" Ucap Ricky, mengagetkan Alex.
"Sasaaa." Ucap Alex.
"Sasa? dimana?" Tanya Ricky, penasaran.
"Disana." Ucap Alex lagi tanpa sadar. menunjuk kearah pulau tersebut.
"Disana?... Kamu yakin." Tanya Ricky.
"Ahhh, apah?" Ucap Alex tersadar.
"Kau melihat Sasa disana?" Tanya Ricky.
"Bukan urusanmu." Ucap Alex berbalik badan dan bersandar dibesi pembatas kapal.
"Ya... baiklah... ini jadwal kunjungan besok. jangan sampai terlambat." Ucap Ricky.
"Mmm... pergilah, jangan ganggu aku dulu." Ucap Alex.
Ricky penasaran dengan ucapan Alex tadi. yang menunjuk dipulau tersebut ada Sasa.
Sasa masih kewalahan melepaskan bajunya, sampai akhirnya ada seorang wanita membantunya.
"Sudah... Sudah lepas." Ucap Chelsia kepada Sasa.
"Terimakasih ya, mungkin jika kamu tidak ada, aku mungkin bisa semalaman disini." Ucap Sasa kepada Chelsia.
"Ya Sama sama, lain kali berhati hatilah." Ucap Chelsia.
Sasapun melanjudkan perjalanannya, pulang menuju rumah kontrakannya.
Sesampainya dipelabuhan. Alex langsung pulang. Alex sangat bersemangat, kembali kerumah tanpa mempedulikan ibunya yang duduk bersama tamu.
"Alex... Kamu sudah pulang nak?" Ucap mamah Alex.
Alex tidak menghiraukan sapaan Mamanya. malah lanjud berjalan, dan masuk kekamarnya...
"Yaahhhh... Yes... Aku sudah menemukanmu, Aku sudah tau apa yang harus aku lakukan." Ucap Alex didalam kamar.
Alex berniat ingin menemui Sasa secepatnya. tapi Alex juga memikirkan masa depan perusahaan yang sudah dibangun susah payah oleh kakeknya. Terlebih dahulu Alex menyelesaikan masalah perusahaan, memperbaiki keadaan menjadi normal, baru Alex akan menemuinya dipulau tempat Sasa melarikan diri.