
Ting nong... Suara bell rumah kontrakan Sasa.
"Ia sebentar." Jawab Chelsia. Sedang memasak sayur, lalu membukakan pintu rumah.
"Kenapa lama sekali bukanya?" Tanya Ricky.
"Hi...ayo masuk..." Ajak Chelsia.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Ricky.
"Dia sedang tidur." Ucap Chelsia.
"Kasihan sekali dia." Ucap Ricky
Kring... kring... kring...
"Tunggu sebentar... Pengawal?" Tanya Ricky bingung.
"Siapa?" Tanya Chelsia.
"Pengawal rumah Alex. Aku angkat dulu." Jawab Ricky.
"Halo, Pak Ricky..." Ucap pengawal.
"Ya, ada apa?" jawab Ricky.
"Alex sudah kembali." Ucap pengawal.
"Apah? Baiklah." Jawab Ricky. kaget, mendengar kabar Alex kembali. Ricky melihat Sasa dan Chelsia dengan kekawatiran.
"Ada apa Kyy?" Tanya Chelsia.Bingung.
"Alex sudah kembali." Ucap Ricky.
"Apah? Bagaimana ini? dengan keadaan Sasa seperti ini, Apa Sasa akan memaafkannya." Tanya Chelsia. Panik.
"Aku akan kesana, Kalian tunggu disini. Okeh?" Ucap Ricky.
"Yah... Kamu hati hati." Ucap Chelsia. melihat Ricky pergi.
Dalam perjalan Ricky sangat bahagia, Sahabatnya bisa kembali padanya.
"Aku pastikan kalian akan bersama. Aku baru menyadarinya. Bahwa kalian memang sudah ditakdirkan untuk bersama." Ucap Ricky, Tersenyum sambil menyetir menuju rumah Alex.
Kring... kring...
"Mamah Alex? Halo..." Jawab Ricky
"Kamu dimana?" Tanya mamah Alex.
"menuju ke rumah, Buk." Jawab Ricky.
"Datanglah kerumah sakit. Alex sudah kembali." Ucap mamah Alex.
"Baiklah." jawab Ricky.
"Kenapa dia tidak kaget, mendengar Alex kembali?" Ucap mamah Alex. mematikan ponsel.
"Mah. Ayo kita sarapan. Tadi Elsa, masak buat mamah." Ucap Elsa. memegang bontot makanan.
"Ya... Terimakasih nak." Ucap mamah Alex.
"Kenapa Alex belum siuman juga ya mah?" Tanya Elsa.
"Entahlah, kita tunggu pemeriksaan dari dokter saja." Jawab mamah Alex.
Merekapun pergi makan kekantin disebelah rumah sakit tempat Alex dirapat.
......
"Jangan pernah lupakan aku, setelah apa yang sudah kita lalui. Apa yang sudah terjadi itu adalah ketulusan cintaku. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Itu janjiku padamu." Ucap Alex.
"Kenapa kau pergi... Kenapa kau tidak merindukanku... Kenapa kau tidak menemuiku lagi..." Tanya Sasa. melihat Alex berbicara memakai baju putih.
"Aku pergi hanya sebentar. Kau harus kuat." Ucap Alex lalu pergi.
"Tunggu dulu... Alex... Alex... Aleeeeeeeex... Haaaaa..." Ucap Sasa lalu terbangun memanggil nama Alex.
"Sasa... ada apa? kamu memimpikan Alex?" Tanya Chelsia.
"Ya... Kita harus cari Alex sekarang. Aku harus minta maaf padanya. Aku sudah salah menilainya. Dia sangat mencintai ku Chel... Haaaaa... Kenapa aku bodoh sekali, tidak percaya padanya?" Ucap Sasa. Tubuhnya ditahan oleh Chelsia.
"Saa... Saa.... Dengar aku dulu. Kita akan mencarinya, tapi tidak sekang. tenangkan dulu hatimu. Kondisimu sekarang tidak stabil Saa. Kamu juga harus jaga kesehatan. Kita akan cari Alex, Besok... Aku janji. Kita sama sama mencarinya." Ucap Chelsia.
"Emmm. Yah... Kita harus mencarinya." Ucap Sasa duduk bersama Chelsia.
....
Tok..tok... tok...
"Masuk." Jawab mamah Alex.
Rickypun masuk. Lalu melihat Alex sahabatnya, berbaring.
"Dia baru selesai operasi." Ucap mamah Alex.
Ricky memegang tangan Alex sangat kuat. Meluapkan kesedihan yang Ricky rasakan.
"Haaaaa... Akhirnya kamu kembali juga..." Ucap Ricky. kepada Alex, yang belum sadarkan diri.
"Dia, Lupa ingatan." Ucap mamah Alex.
"Apah?" Ucap Ricky. Kaget.
"Enggak mungkin..." Ucap Ricky. Tidak menyangka ujian cinta Alex dan Sasa belum berahir, malah semakin parah.
"Yah... Semua sudah mungkin. Aku minta kamu, jangan mengganggu hidup Alex lagi, dan jangan pernah ungkit masa lalunya yang suram itu." Ucap mamah Alex.
"Buk... Itu bukan suram. Tapi itulah bahagianya, itulah kebahagiaan Alex yang sesungguhnya buk." Ucap Ricky.
"Tidak. Itu bukan kebahagian Alex, dan saya tau yang terbaik buat anak saya." Ucap mamah Alex.
"Tapi Buk." Jawab Ricky
"Oia. Tanda tangani kontrak ini." Ucap mamah Alex. Memberikan Ricky sebuah kerjaan diluar negeri.
"Tapi buk, Alex butuh saya saat ini." Ucap Ricky.
"Tidak.. Kau hanya pembawa buruk buat anak saya." Ucap mamah Alex.
"Buk..." Ucap Ricky. memohon.
"Tidak. Cepat tanda tangani ini, dan pergi dari sini." Ucap mamah Alex.
"Alex... Maafkan aku, aku akan menolak pekerjaan ini. seperti yang kau katakan, aku akan menjaga Sasa saat kau tidak ada. Aku akan bantu kau mengingatku kembali." Ucap Ricky. Dalam hati, Menatap Alex
"Ricky." Panggil mamah Alex.
"Maaf buk, saya tidak bisa menerima pekerjaan. Saya juga siap untuk diberhentikan." Ucap Ricky.
"Oh... baiklah, jika itu yang kau mau. Mulai detik ini. Ricky, yang pernah menjabat sebagai asisten pribadi sekaligus pengawal pribadi Alex, kamu saya pecat. Atas nama perusahaan dan nama Keluarga Raka Buming." Ucap mamah Alex. memberikan keputusan sepihak kepada Ricky.
"Baik... Terimakasih untuk selama ini. Permisi." Ucap Ricky. Menunduk hormat kepada mamah Alex. Lalu pergi.
"Huff... Berani sekali dia menolakku. Lihat saja, sebentar lagi kamu juga akan kembali, memohon mohon agar kau bisa bekerja lagi. Dasar orang miskin." Ucap mamah Alex. merendahkan Ricky yang sudah pergi.
Ricky berjalan, menangis atas apa yang sudah terjadi. Ricky berfikir, kembalinya Alex akan mengembalikan keadaan menjadi lebih baik ternyata, tidak.
"Apa yang akan aku katakan pada mereka? Haaa..." Ucap Ricky, berjalan memegang jasnya.
"Okeh. Sekarang minom obat... nih." Ucap Chelsia.
"Makasih yah, Chel." Ucap Sasa.
"Sama samaaaa auntiiiii. Senang deh, nanti dipanggil aunti sama baby lucu ini." Ucap Chelsia, mengelus elus perut Sasa, sahabatnya.
"Hah... Aunti..." Saut Sasa. minum obat.
"Oia. Saa? Kamu mau cewek apa cowok?" Tanya Chelsia.
"Aku. Aku mau buang air kecil dulu." Ucap Sasa. langsung berdiri dan pergi kekamar mandi.
"Hem... Baiklah." Saut Chelsia.
Ting... Nong... Suara bell rumah Sasa.
"Ia sebentar." Ucap Chelsia.
Setelah Chelsia membuka pintu rumah, Chelsia kaget melihat Ricky berantakan.
"Ada apa kyy?" Tanya Chelsia.
"Dimana Sasa?" Tanya Ricky.
"Lagi dikamar mandi." Ucap Chelsia.
"Ikut aku..." Ajak Ricky menarik tangan Chelsia keluar dari rumah Sasa.
"Ada apa sih." Tanya Chelsia.
"Ini soal Alex." Ucap Ricky.
"Kenapa, Bagaimana keadaannya?" Tanya Chelsia.
"Ya, Dia sudah kembali. Tapi Alex lupa ingatan." Ucap Ricky.
"Apah?" Tanya Chelsia. Kanget.
"Siapa yg lupa ingatan?" Tanya Sasa, tiba tiba berdiri didepan pintu.
"Ehmmm. Sa..." Saut Chelsia.
"Kyy?" Ucap Sasa.
Ricky mengalihkan pandangannya. Tidak berani menatap Sasa.
"Alex... Alex sudah kembali dan Alex lupa ingatan." Ucap Chelsia.
"Apah?" Tanya Sasa.
"Ia Sa... Alex lupa ingatan. ingatannya terhapus selama sepulu tahun. Dia melupakan Aku, kau dan Chelsia juga." Ucap Ricky.
"Tidak mungkin. Kamu becanda Kyy." Tanya Sasa
Ricky menggelangkan kepalanya dan menunduk, lalu diam.
"Hah... Dia melupakan aku? Mudah sekali. Hah." Ucap Sasa tertawa.
Chelsia kaget melihat reaksi Sasa, setelah mendengar Alex lupa ingatan.
"Saa." Ucap Chelsia. Kawatir Sasa akan melakukan hal bodoh lagi.
"Ssssttttt, akan ku buat dia, mengingatku kembali." Ucap Sasa. Tersenyum miring.