You'R My Destiny

You'R My Destiny
Chelsia.



"Bukankah dia hanya pingsan? kenapa lama sekali sadarnya..." Ucap Ricky. Tidak sabar melihatnya siuman.


Ricky terus melihat wajah wanita tersebut. wajah yang lessu, kusam, seperti punya beban hidup yang sangat berat. Saking lamanya, kepala Ricky tertunduh mengantuk.


"Aahhh. tidak tidak, aku tidak boleh tertidur." Ucap Ricky. menahan ngantuknya.


Tiba tiba seorang perawat datang. mencek keadaan wanita tersebut.


"Pak, Boleh tau siapa nama wanita ini?" Tanya perawat kepada Ricky.


Ricky kebingungan, sebab Ricky tidak tau nama wanita yang ada dihadapannya.


"Pak... Siapa namanya" Tanya perawat melihat Ricky terdiam.


"Sasa... ya Sasa namanya." Ucap Ricky. memberikan nama wanita tersebut. lalu tersenyum terpaksa.


"Baiklah." Ucap perawat. dan menulis nama wanita itu didaftar pasien klinik tersebut.


"Oh ia Sus... kenapa dia belum siuman juga, padahalkan tidak ada cedera serius?" Tanya Ricky.


"Mungkin saja dia sudah siuman, tapi karna ini sudah malam. mungkin dia tidur lagi." Ucap perawat.


"Ohh..." Saut Ricky.


"Ini Pak, obatnya. jika nanti sudah siuman. berikan dia makan dulu dan berikan obat ini, setelah siap makan." Ucap Perawat.


"Baiklah." Ucap Ricky.


"Saya permisi dulu, Pak." Izin perawat keluar dari ruangan wanita tersebut.


"Saa... Ayo masuk." Ajak Alex


"Aku menunggu diluar saja." Ucap Sasa.


"Haa... kenapa? ayo masuk." Ajak Alex menarik tangan Sasa masuk kekamar hotel.


"Tapi Lex." Ucap Sasa.


"Tunggu disini. Aku ganti baju dulu." Ucap Alex. menyuruh Sasa duduk dikursi.


"Mmm." Saut Sasa mengangguk.


Alex pun pergi membersihkan tubuhnya dari darah wanita yang ditabraknya. Baju ganti yang sudah dibawa oleh Rickypun dipakainya.


Sasa tidak pernah melihat Alex memakai pakaian anak muda.


Sasapun terpukau melihat Alex yang sangat tampan dengan pakaian santai. selama ini Alex selalu berpakaian formal, kemeja dan jas kantornya.


"Hemmm..." Sasa tersenyum. melihat Alex sangat tampan memakai pakaian yang dipilih Ricky.


"Kenapa tersenyum, apa pakaian ini sangat lucu aku pakai?" Tanya Alex.


"Bagus... Cocok buatmu." Ucap Sasa.


"Sebenarnya ini bukan gayaku, akupun merasa risih memakainya." Ucap Alex.


"Tidak tidak. ini sangat bagus. malah jadi lebih tammmmmm." Ucap Sasa menutup mulutnya.


"Tampan kan? aku tau itu..." Ucap Alex tersenyum lebar melihat Sasa memuji dirinya.


Saat Alex ingin mendekati Sasa. Sasa langsung berdiri dan menjauh dari Alex. Alex terus mendekati Sasa, sampai Sasa terjatuh kekursi dan terduduk.


Alexpun menghalang Sasa untuk pergi. menahan Sasa tetap duduk dikursi dan berlutut didepan Sasa.


"Tetaplah bersamaku, jangan pernah meninggalkan aku. jadilah kekasihku lagi." Ucap Alex. memegang kedua tangan Sasa.


"Ahhh... kenapa rasanya sangat panas." Ucap Sasa tiba tiba langsung berdiri.


Alex menahan dan menarik tangan Sasa lagi, untuk duduk kembali dikursi.


"Ku mohon." Ucap Alex. dengan wajah serius.


"Ini namanya pemaksaan." Ucap Sasa.


"Hahaha... ya, aku memang memaksamu." Ucap Alex.


"Mmm.. Okey, aku mau. mau jadi kekasih paksaan." Ucap Sasa. menawarkan, dengan menaikkan kedua alisnya dan tersenyum terpaksa.


"Kekasih paksaan?" Tanya Alex. bingung.


"Ya... Ingat waktu pertama kali kau menciumku?" Tanya Sasa, berdiri dan berjalan membelakangi Alex.


"Ya... ingat." Ucap Alex. Masih berlutut, lalu berdiri mendekati Sasa.


"Kau memaksa ku kan?" Ucap Sasa tiba tiba berbalik dan terhempas kepelukan Alex.


Alex tersenyum lebar melihat Sasa nyaris mencium bibir Alex.


Mereka saling menatap satu sama lain. Sampai akhirnya Alex mencium keningnya.


Sasapun melepaskan pelukan Alex, dan duduk dikasur.


"Aku berjanji, tidak akan memaksamu lagi." Ucap Alex.


"Berarti kamu suka dipaksa?" Tanya Alex, tersenyum miring.


"Aahhh... sudahlah ayo kita pergi. Ricky pasti sudah menunggu kita disana." Ucap Sasa berjalan menuju pintu kamar.


"Tunggu... Cium dulu." Ucap Alex mendekatkan wajahnya.


"Mmucchhh." Sasa mencium Alex. lalu pergi berjalan, keluar dari kamar Alex.


"Hah... Aku pasti bahagia, memilikimu nanti." Ucap Alex. tersenyum melihat Sasa berjalan.


....


Ricky yang menunggu diruangan wanita itu, sudah tertidur pulas. Sementara Sasa dan Alex masih dalam perjalan menuju klinik. Sasa mengabari ayah dan ibunya. mengirim pesan, menerangkan semua kejadian.


Sesampainya diklik Sasa dan Alex menuju ruangan wanita itu.


"Ricky... Ricky..." Panggil Alex.


"Mmm... Kalian sudah datang?" Tanya Ricky ngantuk berat.


"Ya, pulanglah dan istirahat." Ucap Alex.


"Sudahlah, aku tidur disini Saja." Ucap Ricky. malas gerak.


"Oh, ya sudah tidurlah. biar kami yang jaga." Ucap Alex.


"Wah, nama kami sama." Ucap Sasa.


"Oh yah... tau darimana?" Tanya Ricky.


"Ini... tertulis disini." Ucap Sasa memunjuk nama pasian dibawah kaki wanita tersebut.


"Ohh... itu, aku yang mengatakan itu pada perawat. lalu menulisnya disitu." Ucap Ricky.


"Darimana kau tau namanya? apa kau mengenalnya?" Tanya Alex.


"Bukaaaan. tadi perawat menanyakan namanya. Ya, aku tidak taulah... dan aku bilang saja namanya Sasa." Ucap Ricky.


"Haha... ya sudah, istrahatlah." Ucap Alex.


Tiba tiba Sasa melihat tangan wanita itu bergerak.


"Ohhh, lihat. Dia sudah siuman." Ucap Sasa.


"Eemmmm." Ucap wanita yang tertabrak.


"Hai..." Ucap Sasa melihat wanita itu sudah sadarkan diri.


Ricky yang ingin tidur, malah terbangun dan berdiri melihat wanita itu.


"Dimana aku?" Tanya wanita itu.


"Kamu sedang dirawat diklinik. semalam teman saya tidak sengaja menabrakmu." Ucap Sasa.


"Kenapa kamu tiba tiba ada disamping mobil dan menabrak mobilku yang sedang melintas." Ucap Alex.


"Apah? jadi kamu tidak menabraknya?" Tanya Sasa.


"Ia, untung aku tidak kencang. jika tidak, kamu akan mati. Kamu tiba tiba datang dari sebelah kanan, dan melompat kemobiku." Ucap Alex.


"Aku hanya ingat, seseorang mengikutiku. Aku berlaripun dia ikut mengejarku. Aku takut sekali. Sehingga aku sengaja melompat kearah mobil yang melintas. agar ada orang menolong ku. Tapi aku melihat cahaya yang begitu terang menghantam tubuhku. setelah itu, aku tidak ingat apa apa lagi." Ucap wanita itu.


"Sudah sudah, semua sudah baik baik saja. Kamu harus istrahat. agar bisa cepat pulang." Ucap Sasa.


"Mmm... Tapi sepertinya kita pernah bertemukan?" Tanya wanita itu.


"Oia... benar. hanya, kita tidak bekenalan kemarin. Kenalin nama ku Sasa." Ucap Sasa.


"Namaku Chelsia." Ucap Chelsia wanita yang sangat imut dan cantik.


Ricky yang mendengar nama Chelsia. langsung menghapus nama itu dipapan tulis pasian dekat kaki Chelsia.


"Dimana kamu tinggal?" Tanya Sasa.


"Aku tinggal digang pasaribu." Jawab Chelsia


"Oh..." Saut Sasa mengangguk.


"Oia Saa. Dia harus makan dan minum obat." Ucap Ricky.


"Okeh..." Ucap Sasa.


"Kamu sudah bisa duduk tidak?" Tanya Sasa.


"Bisa." Jawab Chelsia.


Sasapun membantu Chelsia duduk. Lalu memberikan sarapan yang sudah tersedia dimeja, untuk Chelsia.


"Sepertinya, para penjahat penculikan itu masih berkeliaran. dan ini masih berurusan dengan tempat prostitusi tempat kemaren Sasa diculik." Ucap Alex. membisikkan kepada Ricky.


"Tenang saja, aku akan cari cara untuk melenyapkan tempat itu. dan menghabisi para penjahat jalanan itu." Ucap Ricky.