You'R My Destiny

You'R My Destiny
Hari sebelum Alex hilang 4



Prok... prok... prok... Suara tepuk tangan dimeja rapat. Alex telah menciptakan ide baru yang sangat spektakuler, Alex juga sudah mempermalukan karyawan yang sudah mempermainkan perusahaan dan uangnya. Tidak sia sia dia bekerja selama tiga minggu, dan hasilnya sangat luar biasa. Kesuksesan Alexpun menempuh dunia bisnis jaman sekarang. Sampai sampai para pemilik saham bertambah tambah, ingin bergabung dengan TH (Tower High). Umur Alex masih sangat muda, memecahkan persoalan bisnis kelas atas seperti ini.


Besarnya kabar kesuksesan Alex. Surat kabarpun mengedarkan pencapaian Alex yang sangat luar biasa. Alex juga telah mendapat keuntungan raturan triliun rupiah untuk bulan ini.


Kesuksesan itupun sampai ditelinga Sasa.


"Selamat yah. Kau sudah berhasil membuktikan kepada mamamu, bahwa Kau benar benar sudah bisa bertanggung jawab. Seharusnya diusia mu yang masih muda ini belum pantas mendapatkan prestasi ini, Tapi kau membuktikannya." Ucap Sasa membaca koran. Tersenyum lebar.


Doanya untuk Alex, sudah terjawab. Sasa bahkan tidak sabar ingin menemui Alex.


Setelah rapat selesai. Mamah Alex datang bersama Elsa. Mengucapkan selamat, atas prestasi yang telah diraihnya. membuat perusahaan semakin maju dan meningkat pesat.


"Anak kebanggaan mamaaaaa... Kamu sama persis seperti ayahmu, apa yang kamu inginkan pasti kamu dapat. Selamat ya sayang. Mamah bangga sekali." Ucap mamah Alex. memeluk dan mencium Alex.


"Hah... Makasih mah." Ucap Alex. tersenyum miring.


"Selamat yah." Ucap Elsa mengulurkan tangannya.


"Mmm Terimakasih." Saut Alex menyalam tangan Elsa. Lalu pergi mengindari pelukan Elsa padanya.


Elsa kesal. dirinya tidak bisa menyentuh Alex lagi.


Kring... kring... kring... Telepon dari pak Dude.


Pak Dude yang sudah diancam oleh Elsa dan mamah Alex, akan melanjudkan kasus hotel yang pernah bangkrut. dan akan dieksekusi. Pak Dudepun mengiakan semua perintah mamah Alex.


"Halo... Pak Dude. Apa kabar?" Tanya Alex. pergi keruangannya.


"Ka.kabar baik p.pak." Jawab pak Dude gugup.


"Ada apa, Bapak menelpon saya?" Tanya Alex.


"Be.begini Pak... Kemaren waktu saya sedang menjaga anak saya yang sedang sakit. Bapaklah yang memimpin dihotel ini. Bu.bukan?" Tanya pak Dude.


"Iah... Lalu?" Tanya Alex.


"Ada sedikit masalah dengan hotel ini pak. Sehingga peningkatan yang bapak raih selama memimpin dihotel ini, sekarang sangat anjlok pak." Ucap pak Dude.


Alex merasa ada yang tidak beres dengan pak Dude.


"Hemm... Begini saja pak... Saya akan datang kesana, jam tiga sore nanti. Bapak juga harus periksa bekas yang pernah saya titipkan kebapak. Pasti ada kesalahan disana." Ucap Alex.


"Ba.baik Pak." Ucap pak Dude. Mematikan ponselnya.


Pak Dudepun menangis atas apa yang telah dialakukannya. Pak Dude tau, semua kebajikan yang dilakukan Alex padanya. harusnya pak Dude tidak melakukan ini kepada Alex.


"Maafkan saya, Pak... Ibuk, Bapaklah yang telah mengancam saya. jika tidak. Hancurlah harapan saya bersama hotel ini." Ucap pak Dude.Sendiri, menangis dimeja kerjanya.


"Sepertinya. Ada yang tidak beres ini. Aku harus kesana nanti. Itung itung sekalian bertemu dengan kekasih hatiku." Ucap Alex. curiga menjadi tersenyum lebar.


"Ehh... Pak... Mau kemana" Tanya Sasa. kepada pak Dude. yang tidak tega melihat apa yang akan terjadi nanti sore.


"Mmm Sa.saya ada rapat. O.ia. Saa, nanti pak Alex akan datang jam tiga sore nanti. Saya mau, kamu yang mengurus semuanya. Pe.permisi." Ucap pak Dude.


"Ia Pak. Tapi." Ucap Sasa melihat pak Dude tidak seperti biasanya.


"Kenapa tingkah pak Dude mencurigan sekali yah?" Ucap Sasa dalam hati.


Sasapun langsung mengirim pesan ke Alex.


Kling... Pesan Sasa.


"Kau akan berkunjung kehotel grand suaka?" Pesan Sasa.


"Ya... Dari mana kamu tau?" Balas Alex.


"Pak Dude yang mengatakannya." Pesan Sasa.


"Oh... Baiklah jika kamu sudah tau. Tolong buatkan aku kopi spesial. yang rasanya penuh dengan cinta." Balas Alex.


"Okeh..." Balas Sasa. mengirim stiker love, membuat Alex ingin cepat cepat pergi kesana.


"Hah... Kopi seperti apa itu... Kopi penuh cinta? Hahaha." Ucap Sasa tertawa membaca pesan Alex yang sedikit lebay.


Sementara Elsa dan mamah Alex. Sudah menyiapkan obat mabuk untuk Alex. Yang akan diminum oleh Alex.


"Ayo mah, kita kesana sekarang..." Ucap Elsa.


"Kita kemana, Buk?" Tanya supir pribadi mamah Alex.


"Ke hotel grand suaka." Ucap mamah Alex.


"Baik Buk." Jawab supir pribadi mamah Alex.


"Oia, Pak. Jika nanti kita sudah sampai, tolong berjaga dibawah ya. Beritahu Alex jika sudah sampai." Ucap Elsa.


"Baik, Buk." Jawab supir.


"Hai... Saa... Heh... kenapa nih?" Ucap Chelsia. melihat Sasa berjalan senyum senyum sendiri.


"Kenapa, apanya?" tanya Sasa. masih tersenyum.


"Hem... Sudah baikan yah... Pantesan ajah senyum senyum sendiri." Ucap Chelsia


"Apaan sih? Eh udah makan siang belum?" tanya Sasa.


"Belum nih... Aku juga udah lapar banget. kita makan yuk?" Ajak Chelsia.


"Yuk...." Saut Sasa.


"Oia... Katrin dimana yah? dari tadi pagi aku mencarinya tapi dia tidak ada." Ucap Chelsia.


"Hemmm. Tunggu aku telepon dulu." Ucap Sasa.


"Nomor yang anda tuju sedang diluar jangkawan. mohon tunggu beberapa saat lagi." Ucap operator.


"Ada apa ini? Enggak biasanya dia mematikan ponselnya. Dan lagi pula, dia selalu menelpon ku, jika ada sesuatu." Ucap Sasa.


"Entahlah, mungkin dia sudah menghubungi menejer?" Tanya Katrin.


"Mmm, engak mungkin. Jika dia tidak hadir akulah yang selalu memberitahukan kemenejer." Ucap Sasa.


"Gimana, setelah pulang nanti kita kerumahnya?" Ucap Chelsia.


"Ia... kita kesana." Ucap Sasa.


"Ya sudah, ayo kita makan dulu. Masih banyak kerjaanku yang belum selesai." Ucap Chelsia.


Merekapun pergi makan siang. Sementara Elsa dan mamah Alex sudah sampai dihotel. Mereka berjalan menuju ruangan pak Dude. Setelah sampai. Elsa mengunci ruangan pak Dude dari dalam.


"Huhhh... sekarang tinggal menunggu Alex." Ucap Elsa.


"Ya... Kita tunggu saja, tinggal satu jam lagi, diakan akan datang. dan masuk dalam perangkap kita." Ucap mamah Alex.


"Ihhh... Aku sudah tidak sabar mah." Ucap Elsa. Duduk disamping mama Alex.


"Tenang... Kamu harus tenang. Jika tidak, bisa kacau rencana kita." Ucap mamah Alex.


"Ia mah." jawab Elsa.


....


"Selamat sore Pak. Selamat sore Pak GM... Pak GM... Sore Pak..." Ucap setiap karyawan, menunduk hormat kepada Alex GM.


Alex terus berjalan. hanya menunduk sedikit, menyapa kembali karyawannya.


"Buk... Pak Alex. sudah datang." Ucap supir pribadi yang berjaga dibawah.


"Okeh..." Jawab Elsa.


Elsapun dengan cepat membuka pintu ruangan direktur utama.


"Sudah datang?" Tanya mamah Alex.


Elsa mengangguk dan menelpon salah satu Office girl, mengantar kopi keruangan direktur utama.


"Ini Buk..." Ucap Office girl. memberikan secangkir kopi.


Elsapun cepat cepat memasukkan bubuk kedalam kopi yang akan diberikan kepada Alex. Lalu duduk santai disamping mamah Alex.


"Elsa? Mama? Sedang apa disini?" Tanya Alex. Curiga.