
"Hi... Sudah lama menunggu?" Ucap Sasa. melihat Roy duduk dikursi taman, samping kontrakannya.
Sementara Chelsia, langsung masuk kedalam rumah kontrakannya.
"Aku masih baru datang..." Ucap Roy. Melihat Chelsia pergi.
"Ayo masuk." Ajak Sasa masuk kedalam kontrakannya.
"Wah... Siapa yang mencarikan mu kontrakan elit ini?" Tanya Roy.
Tiba tiba Sasa, berhenti dari langkahnya.
"Ehh, kamu pasti sudah haus... mau minum yang bersoda?" Tanya Sasa balik. Tidak menjawab pertanyaan Roy.
"Boleh..." Ucap Roy.
"Besok terahir aku tinggal disini, lusa aku akan pindah kerumah lamaku." Ucap Sasa.
"Mmm, lalu siapa yang akan menemanimu disana?" Tanya Roy
"Kan ada Chelsia." Ucap Sasa. Memberikan minuman kaleng bersoda.
"Oh..." Saut Roy.
"Roy, aku mau bicara sesuatu padamu." Ucap Sasa.
"Yah, Ceritalah." Ucap Roy.
"Sebenarnya aku..." Tiba tiba ucapan Sasa terputus.
"Sasa..." Panggil Chelsia dari pintu kontrakan Sasa.
"Hei... Mau kemana?" Tanya Sasa melihat Chelsia berdandan cantik.
"Aku mau pergi sebentar. Kamu jaga diri, yah." Ucap Chelsia.
"Baiklah. hati hati, ya..." Ucap Sasa.
"Daaa..." Chelsia melambaikan tangan.
"Hah... Sampai mana tadi. Aaaa sudahlah, Aku lupa." ucap Sasa.
"Kamu sudah makan malam belum?" Tanya Roy.
"Belom..." jawab Sasa.
"Keluar yuk... aku lapar." Ajak Roy.
"Mmmmm, Ayok. Aku ambil jeket dulu, yah?" Saut Sasa.
"Okey. Aku tunggu diluar." Ucap Roy.
Setelah mengunci kamar kontrakannya, Sasapun menemui Roy dibawah.
"Ayo..." Ajak Sasa. Masuk kedalam mobil.
"Kita makan dimana?" Tanya Roy.
"Kemana ajah deh, yang penting makan." Ucap Sasa.
"Oia ya, Saa. Ini..." Ucap Roy memberikan sesuatu.
"Apa ini?" Tanya Sasa. mengambil dari tangan Roy.
"Ponsel untuk kamu." Ucap Roy.
"Oooo, Ya ampun. Ini kan mahal sekali, Roy." Ucap Sasa.
"Ya... Kamu pakai yah. Bapak dan ibu disana kewalahan mau nelpon kamu. Kemaren aku singgah kerumah. mereka bilang, kalau mau nelpon kamu, pasti lewat Chelsia dulu kan?" Tanya Roy.
"Mmmm." Saut Sasa mengangguk.
"Dan, akupun bisa terus terusan nelpon kamu." Ucap Roy.
"Makasih yah, Roy." Ucap Sasa. tersenyum lebar.
"Sama sama Sasaaa." Ucap Roy.
Sasa menatap Roy yang begitu peduli padanya.
"Okey, sudah sampai." Ucap Roy.
"Kuliner kampung?" Tanya Sasa.
"Ya... Ayo, disini masakannya enak enak loh." Ucap Roy.
Sasa langsung terbayang akan Alex. Duduk berdua, becanda tawa, bahkan mengabadikan momen kebersamaan mereka waktu itu.
"Ayooo... Saa." Ajak Roy membukakan pintu mobil untuk Sasa.
Roy mengulurkan tangannya. Sasapun menyambut dengan senyuman.
"Kamu udah pernah kesini belum?" Tanya Roy.
"Udah. Kemaren bersama Chelsia." Ucap Sasa.
"Oww... Berarti kamu udah tau donk, makanan disini enak enak semua?" tanya Roy.
"Mmmm... Yah." Saut Sasa melihat kesekelilingnya.
"Okeh tunggu disini, aku pesan dulu yah." Ucap Roy. lalu pergi memesan.
Saat Sasa terbayang akan dirinya dan Alex ditempat itu. Tiba tiba Roy mengagetkannya.
"Dor.... Mikirin apa hayo?" Tanya Roy. lalu duduk.
"Ihhh, Kamu. Kaget tauuu..." Ucap Sasa merengut.
"Maaf maaf, enggak baik malam malam menghayal." Ucap Roy. menatap Sasa.
"Siapa yang menghayal?" Ucap Sasa. mengelak.
"Eemmm... Wangi sekali." Ucap Roy melihat pesanannya sudah tiba.
"Wah, banyak sekali Roy." Ucap Sasa. melihat makanan yang dipesan Roy, penuh, memenuhi meja makan.
"Okey. Ayo makan." Ucap Roy. mulai mencicipi.
"Mmmm... Yang ini pasti enak, nih." Ucap Sasa.
"Coba yang ini. Enak sekali." Ucap Roy. menyuapi Sasa.
Sasapun menatap Roy. Lalu menerima suapan dari Roy.
"Mmmm Enak." Ucap Sasa.
Tiba tiba Sasa mual...
"Kamu kenapa, Saa?" Tanya Roy.
Uuuuuwwwooeeekk... Uuuwek...
"Ahhh... Kenapa pusing sekali." Ucap Sasa.
"Kamu lagi enggak enak badan yah?" Tanya Roy.
"Enggak tau nih, Tiba tiba mual gitu." Ucap Sasa.
Masih berdiri dengan posisi membungkuk. Roy yang melihatpun, menekan nekan bagian pundak Sasa.
"Ya, sudah. Habis ini kita pulang saja yah. Mungkin kamu masuk angin, kali." Ucap Roy.
"Yah..." Saut Sasa.
"Tunggu aku ambil air putih dulu, yah?" Ucap Roy.
Roy yang sempat panik. Melihat kondisi Sasa yang sangat lemah.
"Makasih... Roy." Panggil Sasa.
"Mmm?" Saut Roy.
"Maafin aku. Gara gara aku, nafsu makan kamu jadi hilang." Ucap Sasa. matanya memelas.
"Sekarang, yang penting itu kamu." Ucap Roy.
Tiba tiba Alex lewat melihat Roy dan Sasa disebelah pohon, dan tidak jelas melihat wajah mereka. Alex melihat Roy memegang pundak Sasa. Sementara Sasa tersenyum melihat Roy.
Tiba tiba ingatan Alex terganggu lagi. Alex melihat kuliner kampung itu, seperti ada urusannya dengan masa lalunya.
"Tempat apa ini?" Tanya Alex. melihat lokasi kuliner kampung.
"Restoran ini, cukup terkenal Pak. Disini disediakan makanan seafood, dan lainnya." Ucap supir Alex.
Alex terdiam dan terus melihat kearah restauran tersebut.
Merekapun melaju dan pergi menuju rumahnya.
"Sudah baikan?" Tanya Roy.
"Mmm..." Saut Sasa.
"Ya sudah, ayo kita pulang." Ajak Roy.
"Tapikan, kita belum siap makan?" Ucap Sasa.
"Kamu masih mau makan?" Tanya Roy.
Sasapun mengangguk, tidak tega meninggalkan makanan yang begitu banyak Roy pesan untuknya.
"Ya sudah, ayo kita makan lagi." Ucap Roy.
"Kamu tidak jijik?" Tanya Sasa.
"Jijik kenapa? Ayo makan." Ajak Roy.
Sasa tersenyum melihat Roy yang begitu baik padanya.
"Aku telah salah mencintai orang. Dialah yang selalu hadir dan sudah baik padaku." Ucap Sasa. Dalam hati. Menatap Roy, yang sedang menikmati makannya.
"Mmm... kamu tau, aku sangat merindukanmu." Ucap Sasa.
"Oh yah. mungkin itu penyebabnya, aku ingin sekali menemuimu." Ucap Roy. bersandar dan melihat Sasa.
Tiba tiba Sasa mengingat ucapan Alex, yang sama persis dengan yang dikatakan Roy barusan.
"Hah." Saut Sasa. menatap Roy, Tersipu malu.
...
"Sasa kemana yah?" Tanya Chelsia. Mencoba membuka pintu rumah kontrakan Sasa.
"Kenapa?" Tanya Ricky.
"Sasa tidak ada, Kyy." Ucap Chelsia.
"Kemana dia?" tanya Ricky.
"Aku yakin mereka pasti pergi?" Tanya Chelsia
"Mereka?" Tanya Ricky.
"Aku meninggalkannya bersama Roy." Ucap Chelsia.
"Emm... Tunggu aku telepon Roy, dulu." ucap Ricky
"Yah, tanya dia." Ucap Chelsia.
Kring... kring... kring...
"Ricky?" Ucap Roy.
"Siapa?" Tanya Sasa.
"Ricky menelpon, aku angkat dulu yah." Ucap Roy.
"Yah," Saut Sasa.
"Halo..." Jawab Roy.
"Apa kau, bersama Sasa?" Tanya Ricky
"Ya, dia bersamaku." Ucap Roy."
"Baiklah, Aku dan Chelsia menunggu disini." Ucap Ricky.
"Okeh..." Ucap Roy. menutup ponselnya.
"Dia, bilang apa?" Tanya Sasa.
"Mereka menunggu kita dirumah kontrakan." Ucap Roy.
"Ow..." Saut Sasa.
"Udah siap makan?" tanya Roy.
"Mmmm." Sasa mengangguk
"Kita menunggu dirumah kontrakanku saja, yok." Ajak Chelsia.
"Yah." Saut Ricky.
"Oia, Kyy. Besok lusa kami akan pindah kerumah Sasa yang lama." Ucap Chelsia membuka pintu.
"Lohh, kenapa? Apa rumah inu kurang mewah?" Tanya Ricky.