
"Haloo..." Ucap mamah Alex.
"Mamah, aku rindu." Ucap Elsa baru tiba dibandara.
"Kamu sudah datang nak?" Tanya mamah Alex.
"Ini. baru sampai mah." Ucap Elsa. Dengan gaya sensasionalnya.
"Cepat datang kerumah ya. Mamah juga rindu sama kamu, kalau perlu tidur disini saja, sama mamah." Ucap mamah Alex.
"Okey ma. tunggu Elsa dirumah." Ucap Elsa dan mematikan ponselnya.
"Aku juga sangat merindukan mu Alex? Dengan aku begini, aku yakin kau akan mencintaiku lagi." Ucap Elsa. Tersenyum lepas dan berjalan menuju mobil yang menjemputnya.
"Hai, katrin." Ucap Chelsia.
"Hei... bagaimana, kerja disini lumayan melelahkan bukan?" Ucap Katrin.
"Ya, begitulah... Tapi aku harus bertahan. setidaknya, kehidupan disini lebih layak dibanding tinggal di pulau." Ucap Chelsia.
"Jadi, keluargamu masih tinggal disana?" Tanya Katrin.
"Hemmm. Aku sudah tidak punya apa apa lagi. Ibu dan ayahku, sudah lama pergi. mereka dibunuh oleh orang orang berduit." Ucap Chelsia, tersenyum menunduk.
"Maksudnya?" Tanya Katrin Kaget.
"Ceritanya sangat panjang... Oia kamu sudah makan siang?" Tanya Chelsia.
"Belom." Jawab Katrin.
"Hai... kalian disini ternyata. Aku cariin kesana kemari, ternyata disini.... Udah pada makan siang belom" Tanya Sasa.
"Belom... ini mau pergi makan siang." Jawab Katrin.
"Jadi kalian, mau makan siang tanpa aku? Wah wah..." Ucap Sasa. Becanda.
"Haha... nyari orang sibuk susah ya, katrin?" Ucap Chelsia.
"Hmmm... sejak kapan, aku sibuk untuk kalian berdua." Ucap Sasa sambil berjalan bersama Chelsia dan Katrin, menuju restauran hotel.
"Oh yah... Kapan yah... Aku ingat ingat dulu. haha." Ucap Katrin. tertawa bersama.
"Mamaaaaa... " Ucap Chelsia masuk kerumah Alex. dan melihat mamah Alex sedang duduk santai diruang tamu.
"Elsaaa.... Kamu cantik sekali nak?" Ucap mamah Alex.
"Mamah, juga terlihat sangat muda sekarang." Ucap Elsa. Memuji mamah Alex.
Mamah Alexpun tersipu malu.
"Oia... Ini oleh oleh untuk mamah dan untuk Alex." Ucap Elsa.
"apa ini?" Ucap mamah Alex.
pasti mamah suka..." Ucap Elsa.
"ya ampun, cantik sekali... mamah suka banget. makasih sayang" Ucap mamah Alex.
Elsa memberikan berlian termahal untuk mamah Alex.
Tiba tiba Alex turun dari tangga, melihat Elsa dan mamah duduk bersama, diruang tamu.
"Hai Alex" Ucap Elsa. Berjalan menemui Alex.
"Elsa?" Ucap Alex. Kaget melihat Elsa ada dirumahnya.
"Apa kabar?" Ucap Elsa. langsung memeluk dan mencium pipi kiri dan pipi kanan Alex.
Alex merasa risih dengan kehadiran Elsa.
"Baik..." Ucap Alex. ketus, berjalan menuju ruang tamu, dan memakai sepatunya.
"Alex. Nanti kamu pulangkan?" Ucap mama Alex.
"Enggak, ma... Alex masih sangat banyak pekerjaan dikantor." Ucap Alex.
"Baiklah..." Saut mamah Alex.
"Alex pergi dulu." Ucap Alex. Menunduk memberi hormat kepada mamanya.
"Hati hati. Jaga kesehatan ya nak." Ucap mamah Alex.
"Elsa... Ayo sini." Ajak mamah Alex.
"Bagaimana mah, rencana kita?" Tanya Elsa.
"Rencana kita harus berhasil. Hari ini kita akan menemuinya dihotel tempatnya bekerja." Ucap mamah Alex.
"Mah aku ingin lihat foto fotonya... Siapa tau Elsa kenal wanita itu... Ucap Elsa.
"Tunggu sebentar, mamah ambil dikamar dulu." Ucap mamah Alex. Pergi mengambil foto Sasa.
"Kali ini kau tidak akan bisa lepas dariku." Ucap Elsa dalam hati.
"Lihat ini... dan ini foto terahir mereka bertemu." Ucap mamah Alex. meletakkan semua foto Alex bersama Sasa.
"Baiklah... kita mulai pertunjukannya." Ucap Elsa. Tersenyum kepada mamah Alex.merencanakan sesuatu, agar hubungan Alex dan Sasa berahir.
"Lagi mikirin kamu. Kamu lagi apah?" Tanya Sasa.
"Aku baru dari rumah, ganti baju. Kamu sudah makan?" Tanya Alex.
"Udah. tadi sama Chelsia dan Katrin." Ucap Sasa.
"Bagaimana dengan Chelsia? apa dia betah, kerja disana?" Tanya Alex.
"Ya... apa lagi dia sudah punya teman baru. sepertinya dia lupa ada sahabatnya disana." Ucap Sasa.
"Syukurlah... Entah apa jadinya, jika dia hidup sendiri dipulau itu. " Ucap Alex.
"Oia... Kapan kerjaan mu akan selesai?" Tanya Sasa.
"Kenapa? Sudah rindu yah?" tanya Alex.
"Apa kau tidak merindukanku?" tanya Sasa lagi.
"Hemmm Rindu enggak yah?" Saut Alex.
"Ohhhh, jadi kamu tidak rindu... Baiklah." Jawab Sasa.
"Hahaha... jika aku tidak rindu. lalu kenapa aku menelponmu." Ucap Alex tertawa.
"Entahlah..." Ucap Sasa. Cemberut.
"Hah.. seandainya aku bisa membawa mu kemanapun aku pergi, pasti akan ku bawa selalu." Ucap Alex. merayu.
"Ohhh ya? Aku tidak percaya." Ucap Sasa.
"Kau tidak percaya padaku?" Ucap Alex.
"Hmmm... tidak." Ucap Sasa. menggelengkan kepalanya.
"Haruskah aku kesana membuktikannya?" Tanya Alex.
"Ohhh... Tidak tidak... aku hanya bercanda." Ucap Sasa.
"Setelah pekerjaanku ini selesai. Aku akan menjemputmu, dan membawamu pergi menemui mamahku." Ucap Alex.
"Baiklah... aku masih kerja. nanti kita sambung lagi." Ucap Sasa.
"Ya... Hati hati dan jaga dirimu yah." Ucap Alex.
"Okeh... Daaa.... Mmmmuuuuaaahahhhhh." Cium Alex dari vidio callnya.
"Hahahhaa.... Ia... Mmmuaahhhh..." Saut Sasa dan mematikan ponselnya. malu.
Alex tertawa, melihat Sasa membalas ciumannya.
"Saa... Ada yang memanggilmu." Ucap Security
"Siapa?" Tanya Sasa.
"Sepertinya dia orang penting. Tapi aku tidak mengenalnya." Ucap Security.
"Dimana dia?" Tanya Sasa.
"Diruangan pak Dude." Ucap security.
"Oh, baiklah. Makasih ya pak." Ucap Sasa. Berjalan cepat menuju ruangan pak Dude.
Tok...tok..tok...
"Ya masuk." Ucap mamah Alex.
"Selamat sore buk. Apa, ibu yang memanggil saya?" Tanya Sasa. Menunduk dan memberi hormat kepada mamah Alex.
"Ya... langsung saja. Jika kamu ingin bekerja disini. Kamu harus jauhi Alex dahulu." Ucap mamah Alex.
"Maksudnya buk... Saya tidak mengerti." Ucap Sasa.
"Kamu tidak mengerti atau pura pura tidak mengerti." Ucap mamah Alex.
"Tunggu, kita pernah jumpakan? tunggu tunggu, dipesta ulang tahun pengusaha muda kaya raya Roy Sanjaya. Ia kan?" Tanya Elsa.
"Oh yah... Ternyata seleramu tinggi juga yah. tidak kusangka. wanita miskin kaya kamu, bisa bermimpi jadi orang kaya. Hahahahaha." Ucap mamah Alex tertawa bersama Elsa.
Sasa masih berdiri tegar. tidak peduli apa yang mamah Alex dan Elsa katakan, sama sekali tidak dipedulikannya. Karna rasa cinta yang begitu besar untuk Alex.
"Dengar. aku dan Alex akan melangsungkan pernikahan. sebelum kamu jauh berharap terhadap Alex. sebaiknya lepaskan Alex sekarang juga. atau kau akan menerima penghianatan yang sangat menyakitkan batinmu." Ucap Elsa.
"Maaf, sebelum Alex yang memintaku untuk meninggalkannya. maka aku tidak akan meninggalkan Alex." Ucap Sasa.
Plakkk.... Tampar Elsa.
"Kau tau, kau sudah merebutnya dariku. jika ada seseorang merebut kesukaanku. maka habislah kau. Ayo mah, kita pergi." Ucap Elsa. Kessal mendengar Ucapan Sasa.
"Dasar wanita murahan. Cuihhhh." Ucap mamah Alex. meludahi Sasa.
Merekapun pergi.
Sasa sangat sedih mendengar ucapan Elsa. Air matanya terus menetes, betapa sakitnya penghinaan yang mamah Alex dan Elsa berikan padanya.