You'R My Destiny

You'R My Destiny
Hari sebelum Alex hilang 3



Ting.... Suara pesan ponsel Sasa.


"Pulanglah bersama Chelsia." Pesan Alex.


"Ya." Balas Sasa singkat.


"Kenapa dia cuek sekali?" Tanya Alex merasa ada yang tidak beres.


"Kenapa Aku merasa, hubungan ini semakin sulit. Bahkan Elsa tidak menyerah untuk mendapatkannya." Ucap Sasa diruang ganti.


"Apa kamu sudah makan malam?" Pesan Alex.


"Sudah." Balas Sasa.


Alex semakin merasa aneh dengan balasan pesan Sasa. Alexpun langsung menelpon Sasa.


Kring... kring... kring...


Sasa tidak mengangkat telepon dari Alex. hanya melihat ponselnya dan tidak ingin bicara.


Sasa masih merasa kesal kepada Elsa dan mamah Alex, yang melabraknya tadi sore.


"Ayolah Saa. angkat teleponnya... Ada apa ini." Ucap Alex. merasa tidak tenang.


"Love? Angkatlah..." Ucap Chelsia. melihat Sasa memelototi ponselnya.


"Huff... Halo..." Jawab Sasa.


"Kenapa lama sekali mengangkatnya. Aku kawatir. Dimana kamu sekarang?" Tanya Alex.


"Aku baru selesai kerja. ini mau pulang bareng Chelsia." Ucap Sasa.


"Oh ya? Aku mau bicara dengan Chelsia." Ucap Alex.


Sasapun memberikan ponselnya kepada Chelsia.


"Siapa?" Tanya Chelsia.


"Alex." Jawab Sasa.


"Ohhh... Halo Alex. apa kabar?" Tanya Chelsia.


"Baik... Apa kau melihat ada sesuatu dengannya?" Tanya Alex.


"Entahlah... Tadi siang masih baik baik saja. Entah kenapa, Sasa Sasa tiba tiba murung." Ucap Chelsia.


"Aku cuga merasa begitu. Dia membalas pesanku dengan jawaban singkat." Ucap Alex.


"Ya sudah... Jika ada masalah, selesaikanlah baik baik." Ucap Chelsia.


"Yah... Akupun tidak tau, apa salah ku." Ucap Alex.


"Mungkin saja dia sedang kelelahan, Lex." Ucap Chelsia.


"Ya... Mungkin saja. Ya sudah kalau begitu. Mungkin dia juga tidak ingin diganggu." Ucap Alex.


"Ya... Tunggu saja sampai dia baikan. Maklumlah wanita." Ucap Chelsia.


"Baiklah... Terimakasih." Ucap Alex.


"Sama sama." Jawab Chelsia. mematikan ponselnya.


"Apa katanya?" Tanya Sasa.


"Tidak ada. Hanya menanyakan kabar saja." Ucap Chelsia. memberikan ponsel Sasa.


"Tidak mungkin. Kalian bicaranya kan lama..." Ucap Sasa.


"Hemm... Saa. Jika ada sesuatu yang mengganggu hatimu. jangan libatkan Alex. Dia tidak tau apa apa. Ceritakan padanya. Bukankah dia sedang fokus mengerjakan sesuatu, dan kau akan selalu mendukungnya?" Tanya Chelsia.


"Hemm... Sebenarnya, tadi mamah Alex dan mantan tunangannya datang menemui aku." Ucap Sasa. Duduk sambil memegang tas kerjanya.


"Apah? buat apa? apa yang mereka lakukan padamu?" Tanya Chelsia kaget.


"Hemmm... Mereka memintaku, untuk meninggalkan Alex. Mereka juga bilang aku wanita murahan." Ucap Sasa. tidak sadar air matanya jatuh.


"Oh... ya ampun. Terus Alex sudah tau?" Tanya Chelsia. Jengkel.


"Tidak tidak... Dia tidak boleh tau. Aku tidak mau pekerjaannya jadi terkendala. Hanya karna masalah kecil ini. Tunggu setelah dia menyesaikan pekerjaannya." Ucap Sasa.


"Oia... Katrin mana?" Tanya Sasa. menghapus air matanya.


"Oh... Tadi dia izin, mau dinner katanya." Ucap Chelsia.


"Oh..." saut Sasa.


"Ya sudah... Ayo kita pulang." Ucap Chelsia.


"Yah..." Jawab Sasa.


"Apa aku harus kesana sekarang? Yah...aku harus kesana." Ucap Alex. Sementara pekerjaannya harus siap besok untuk dipersentasekan. Alex sangat gelisah sampai sampai, Alex lupa mengerjakannya lagi. Alex takut menelpon Sasa. Takut Sasa akan marah padanya.


Kling... Pesan dari Sasa.


"Aku sudah sampai dirumah. Istrahatlah. besok harus kamu membuktikan, bahwa tidak ada yang mampu menyaingi kekasihku. Semangat. I love you" Pesan Sasa membuat Alex menjadi tenang. dan bersemangat. Alex tersenyum lebar membaca pesan Sasa. dan mencium ponselnya.


"I love you too. Terimakasih, sudah mengerti aku." Ucap Alex. sendiri diruang kerjanya.


Kring... kring... kring...


"Halo, Ricky. Persiapkan semua file untuk besok." Ucap Alex.


"Besok? Bukankah lusa?" Tanya Ricky heran.


"Aku ingin masalah ini cepat selesai. Waktuku sudah habis untuk ini. Ini membuat ku dan Sasa jadi tidak bisa bertemu." Ucap Alex.


"Alex... ingat, ini juga demi masa depanmu bersamanya." Ucap Ricky.


"Ya... Aku akan menyelesaikannya malam ini. Jangan kawatir." Ucap Alex.


"Tapi Lex. Sudah dua hari ini kau tidak istrahat? istrahatlah lah dulu. besok aku akan kesana membantumu." Ucap Ricky.


"Tidak. Ini tinggal sedikit lagi. Dan buat pengumuman. Besok ada rapat, dan disana aku juga akan memecat dengan tidak hormat. Semua penghianat yang suka bermain dengan uangku." Ucap Alex.


"Baiklah... Jika kau menginginkan itu." Ucap Ricky.


"Okeh... Sampai jumpa besok." Ucap Alex. Dan mematikan ponselnya.


Menatap foto Papanya yang dipajang dimeja kerjanya. Kepandaian Papah Alex, turun seratus persen kepada Alex. tidak ada yang mampu menandingi kepandaiannya. Bahkan wajah yang tampan itu, Alex juga mewarisinya dari papah Alex, Raka Buming.


Alex tersenyum miring. Merasa dirinya sama persis dengan Papahnya.


"Aku tidak akan mengecewakanmu pah. tidak akan." Ucap Alex. Kefoto yang dipajang dimeja kerjanya.


"Mah. Setelah Alex selesai mengerjakan projeknya. Aku akan mulai dari hotel grand suaka. aku penasaran. Sejauh mana hubungan mereka selama ini. Aku mau lihat reaksi Sasa ketika aku nanti mencium Alex." Ucap Elsa. merencanakan sesuatu dengan mamah Alex.


"Yah... Pasti mereka akan berantam besar. Terjadilah adu mulut dan akhirnya, berpisah. hahahahha." Ucap mamah Alex.


"Iiihhhh Aku juga sudah tidak sabar, mah. melihat wajah polos menjijikan itu murka." Ucap Elsa. Merasa jijik melihat Sasa.


"Mamah juga, pengen mereka cepat cepat putus. Apa kata teman teman mamah nanti. jika mereka sampai menikah... Oh ya ampun tidak tidak... ini tidak boleh terjadi." Ucap mamah Alex.


"Tenang, mah. Alex pasti akan menikah denganku." Ucap Elsa.


"Ia sayang. mamah tidak mau punya menantu miskin dan tidak sederajad dengan Alex. Dimana wajah mama ini." Ucap mamah Alex.


"Elsa juga tidak menyangka mah. Ohhhh ya ampun, aku ingat wanita itu mah. Dia orang yang Alex tabrak lima bulan lalu, dilampu merah itu mah. Yang Elsa pernah cerita ke mamah." Ucap Elsa mengingat kembali dirinya dan Alex pernah bertemu dengan Sasa.


"Apah?" Tanya mamah kaget.


"Ia mah, Alex juga memberinya uang satu juta waktu itu." Ucap Elsa.


"Ya ampun... Kenapa bisa bertemu lagi?" Ucap mamah Alex.


"Aku yakin, Dia pasti merencanakan sesuatu untuk Alex, mah." Ucap Elsa.


"Hemm... ini tidak boleh dibiarkan, Alex harus kita pisahkan dari wanita sialan itu." Ucap mamah Alex.


"Ia, mah... Pokonya rencana kita harus berhasil." Ucap Elsa. berhasil menghasut mamah Alex.


"Hah... Berhasil. Sekarang tinggal menjalankan rencana. Aku tidak rela kau bersama dengan wanita murahan itu. Aku tidak iklas. Dan akan ku buktikan. Kau akan milikku selamanya. Alex Raka Buming." Ucap Elsa dalam hati.


"Ya sudah... ini sudah malam. Ayo kita tidur." Ucap mamah Alex.


"Ya... Semalat malam mah." Ucap Elsa. lalu pergi tidur dikamar tamu dekat kamar Alex.