
Merekapun pulang dan mengantar Chelsia.
"Terimaka kasih." Ucap Chelsia.
"Ya... Lain kali kamu hati hati yah. jangan berjalan sendiri lagi." Ucap Sasa.
"Saya tidak punya siapa siapa lagi." Ucap Chelsia. menunduk dan menangis.
"Maafkan aku. lalu siapa teman mu tinggal disni" Tanya Sasa.
"Tidak ada. Mengisi kekosongan, saya bekerja paruh waktu. apapun saya lakukan demi memenuhi hidup saya." Ucap Chelsia.
Ricky merasa kasihan kepadanya.
"Kenapa aku merasa kasihan padanya." Ucap Ricky. dalam hati.
"Emmm, gimana kalau kamu ikut aku, kerja dihotel." Ucap Sasa.
Alex langsung melihat Sasa.
"Yakin?" Tanya Alex. Tersenyum lebar. tidak menyangka Sasa akan bekerja dikota lagi.
"Iah... asal kamu mau menerima aku dan Chelsia di hotel itu lagi." Ucap Sasa.
"Ya... Baiklah. kalau begitu, bantu Chelsia membereskan barang barangnya." Ucap Alex.
"Tapi." Ucap Chelsia.
"Ssttt... sudah ayo, aku bantu. sebelum dia berubah pikiran." Ajak Sasa.
"Terima kasih..." Ucap Chelsia.
Merekapun keluar. pergi menuju gubuk Chelsia. Membereskan isi rumah dan membawa bajunya yang hanya sedikit saja.
"Alex... Kamu yakin bawa wanita itu?" Tanya Ricky.
"Kenapa? Aku tau dia wanita yang baik." Ucap Alex. Memainkan ponselnya.
"Entahlah... aku juga merasa kasihan padanya." Ucap Ricky.
"Hah... sejak kapan kau peduli pada wanita." Tanya Alex.
"Semalam. sebelum dia siuman, saat aku melihatnya. jantungku berdegup kencang. Aku heran, kenapa tiba tiba aku merasakan hal yang aneh padanya." Ucap Ricky.
"Bukankah, kau merasakan hal yang sama saat melihat wanita cantik" Ucap Alex, senyum miring.
"Alex... Aku serius. tidak pernah aku bercerita tentang wanita denganmu." Ucap Ricky.
"Dengar... jika jantungmu berdetak saat bersamanya. itu tandanya kau harus menjaganya. mungkin saja itu cinta." Ucap Alex. meletakkan ponselnya dan melihat kearah Ricky.
"Hah... Aku masih belum bisa memastikan itu." Ucap Ricky.
Duk... suara pintu mobil Ricky.
"Ayo... Berangkat." Ucap Sasa
Ricky melihat Chelsia lagi dari kaca sipion. Duduk dengan tatapan kosong, tubuh yang masih lemas. membuat Ricky semakin tidak tega.
"Ayo Kyy... Jalan." Ucap Sasa. melihat Ricky tidak bersemangat.
"Hei... Ada apa?" Tanya Alex.
"Haa... terus Sasa, ikut kekota?" Tanya Ricky.
"Ia... tapi sebelum kita berangkat. kita kerumah ku dulu yah." Ucap Sasa ingin izin ke ibu dan ayahnya.
"Baiklah." Saut Ricky. sesekali melirik Celsia.
Merekapun pergi. kerumah Sasa.
"Tenang saja. semua akan baik baik saja." Ucap Sasa.
"Sudah sampai. Ayo keluar..." Ajak Alex.
"Tidak. tidak... Kalian tunggu disini saja. biar aku izin sendiri." Ucap Sasa.
"Kenapa? aku ikut saja." Ucap Alex.
"Alex, aku tidak mau, ayah berfikir. Aku kembali kesana, hanya karna ingin bersamamu. Jika aku yang izin sendiri, ayah pasti mengizinkan." Ucap Sasa.
"Okey..." Ucap Alex. terdiam,
"Okeh, tunggu disini... aku hanya sebentar." Ucap Sasa. lalu pergi.
"Ayah, ibu. Sasa pulang." Ucap Sasa.
"Sudah kembali kamu, nak... Ibu sangat kawatir, terjadi sesuatu padamu." Ucap ibu Sasa.
"Ya sudah... Kamu mau kemana bawa tas?" Tanya ibu
"Sasa mau kekota buk. Cari kerja." Jawab Sasa.
Ayah Sasa sangat terkejut mendengar ucapannya.
"Apah? tidak tidak... tidak boleh." Ucap ayah Sasa. menahan tas Sasa.
"Ayah... Sasa tidak mau bergantung sama ayah dan ibu terus. Semalam Sasa bertemu dengan gadis yang ditabrak Alex, dia sangat cantik dan baik. Dia tinggal sebatang kara. Ibu dan ayahnya sudah meninggal, karna ulah orang. Dan aku juga tidak mau hal itu terjadi sama ayah dan ibu. Setelah Sasa dapat pekerjaan bagus. Sasa janji, akan jemput ayah dan ibu kekota lagi. dan kita hidup bersama dikota." Ucap Sasa
"Tapi nak, bagaimana dengan tempat tinggalmu?" Tanya ibu Sasa.
"Aku akan tinggal bersama Chelsia. dekat dengan tempat kerja Sasa kemaren. untuk sementara, Sasa balik ke tempat kerja Sasa dulu." Ucap Sasa. Sambil menyusun baju dan peralatan lainnya.
"Baiklah. Ayah izinkan. Tapi kamu mesti hati hati. Jangan keluyuran. dan ingat rendah hati. Okeh." Ucap ayah.
"Baik ayah. Terimakasih." Ucap Sasa memeluk ayahnya.
"Ibu doakan kamu jadi anak yang sukses, ya nak. Ingat, harus tetap tau diri. dan jangan lupa telpon ayah dan ibu terus." Ucap ibu Sasa.
"Baik bu, Pasti. Ibu sama Ayah juga harus jaga diri. jangan terlalu diporsir jualannya. jaga kesehatan. aku akan sering berkunjung kesini." Ucap Sasa. lalu memeluk ibunya.
"Ya sudah, mereka pasti sudah menunggumu. pergilah..." Ucap ayah.
"Okeh.. sudah siap." Ucap Sasa.
"Sini ayah angkat tasnya." Ucap ayah Sasa.
"Makasih ayah." Ucap Sasa.
Ayah Sasapun pergi mengantar Sasa. Alex yang melihat ayah Sasa mengangkat tas, langsung keluar membantu ayah Sasa.
"Sini pak, biar saya bantu." Ucap Alex.
"Alex... Tolong jaga anak saya. Dia harta satu satunya yang paling berharga untuk saya. kumohon." Ucap ayah Sasa.
"Pak, jangan memohon begitu. Saya janji. selama saya bernafas, Saya akan selalu menjaganya." Ucap Alex menatap Sasa.
"Baiklah." Ucap ayah Sasa. Matanya berkaca kaca.
"Buk... Ayah... Sasa pergi dulu yah... Daaaa." Ucap Sasa.
"Yah... Hati hati." Ucap ayah Sasa.
Merekapun pergi.
"Ayah... pasti rumah ini akan sepi lagi." Ucap ibu
"Buk... Anak kita sudah besar, kita harus terima itu. Apa lagi ini menyangkut dengan cita citanya. Pokonya kita harus rajin rajin menabung. siapa tau bisa bantu sedikit buat Sasa." Ucap Ayah.
"Tapi ibu, belum puas ayah. Sasa baru kembali dari kejadian kemaren, sekarang? malah pergi lagi." Ucap ibu Sasa.
"Ya sudah... kita bikin adek Sasa, saja yok." Ucap ayah... bercanda. Paham betul perasaan istrinya.
"Ihhh... ayah ada ada saja." Ucap ibu.
"Emang kenapa? siapa yang marah" Tanya Ayah tertawa.
"Kita sudah tua ayah, mana bisa lagi." Ucap Ibu. tersenyum malu.
"Yang penting kita usaha dulu, yah. siapa tau saja bisa..." Ucap ayah.
"Ayaaaah." Saut ibu tertawa mesra bersama ayah Sasa.
....
Setelah menyebrang. Alex, dan Ricky berniat mencari tempat tinggal untuk Sasa dan Chelsia. Mereka mencari rumah dekat hotel grand suaka.
Ricky melihat keadaan Chelsia yang memprihatinkan. Bahkan baju untuk bekerjapun tidak ada. Ricky memutar mobilnya dan pergi kemall, untu belanja kebutuhan Chelsia.
"Loh... kenapa belok? Tanya Alex.
"Aku ingin membelanjakannya baju dan pakaian yang layak untuk dipakainya bekerja besok." Ucap Ricky.
"Ohhh, baiklah." Ucap Alex. Melihat kebelakang.
Sementara Sasa dan Chelsia sedang Tidur. tidak tau mereka dibawa kemana.
"Sudah sampai... Ayo banguni mereka." Ucap Ricky.
"Sasa... Saa... Chelsia... Heiii, bangunlah. Kita sudah sampai." Ucap Alex.
"Oh ya... Ya ampun, aku ketiduran." Ucap Sasa.
Chelsia hanya diam. Belum akrab dengan Sasa, Alex dan Ricky. Dia hanya mengikuti, kemana Sasa pergi. dan menuruti keinginan Sasa padanya. Dia percaya, Sasa wanita yang baik. dan akan menjadikannya sahabat terbaik sepanjang masa.