You'R My Destiny

You'R My Destiny
Sangat cantik



"Kenapa kesini?" tanya Sasa keluar dari mobil.


"Kita akan berbelanja." Ucap Ricky.


"Saa. Aku disini saja yah. Aku malu..." Ucap Chelsia.


"Kenapa harus malu. kita kan pakai baju. Ayo." Ucap Sasa. tersenyum.


"Saa." Ucap Katrin menahan tangan Sasa.


Ricky melihat Chelsia menolak ikut kedalam. Akhirnya Ricky menggenggam tangan Chelsia. mengajak masuk kedalam.


Sasa dan Alex kaget melihat reaksi Ricky.


Chelsiapun menarik tanga Sasa untuk bersajalan bersama.


"Ahhh... tunggu." Ucap Sasa.


"Haha... " Saut Alex. Melihat Sasa seperti tertarik. berjalan sangat cepat.


Langkah Ricky sangat panjang membuat Chelsia dan Sasa berlari pelan.


"Okeh... disini." Ucap Ricky.


"Salon?" Tanya Chelsia.


"Ya. Masuklah." Ucap Ricky mendorong Chelsia kedalam salon.


"Temani dia." Ucap Alex. Baiklah.


Alex dan Rickypun menunggu diluar. Tiba tiba Sasa keluar dan memberitahukan ke Ricky, Chelsia tidak mau di sentuh oleh karyawan salon.


Rickypun pergi masuk kedalam salon. dan memilih gaya yang akan diaplikasikan ke Chelsia, dan memilih paket termahal.


"Tapi..." Ucap Chelsia.


"Kau mau bekerjakan? perusahaan manapun tidak akan mau menerima dengan penampilanmu yang seperti ini." ucap Ricky


"Cepat kerjakan." Ucap Ricky. Lalu keluar dari Salon.


"Gimana, dia sudah mau?" Tanya Sasa.


"Mmmm." Saut Ricky. tersenyum.


"Aku kesana dulu." Ucap Sasa.


"Oia. bagaimana soal penghianat itu. aku tidak sabar ingin membuangnya pelan pelan. dari dunia ini." Ucap Ricky


"Tunggu setelah mereka masuk kerja dulu. agar kita lebih fokus menyelesaikan semua." Ucap Alex.


"Baiklah." Ucap Ricky, membelakangi salon.


Sementara Alex memperhatikan Sasa dan Chelsia didalam.


setelah selesai, Sasa dan Chelsia keluar dari salon.


"Lihat... Dia lebih indah dari yang kau kira." Ucap Alex.


Rickypun melihat Alex. dan Alex menunjuk kearah Chelsia. Ricky terpukau melihat betapa cantiknya Chelsia.


"Heiii... habis ini. Kemana?" Tanya Alex. Menepuk pundak Ricky yang terpelongo.


"Haaa?" Tanya Ricky. masih terpukau.


"Setelah ini kita kemana?" Tanya Alex lagi.


"Ohhh... Ke toko baju." Ucap Ricky. tiba tiba mengalihkan pandangannya.


Sasa dan Alex saling menatap, lalu tertawa. Melihat Ricky salah tingkah.


"Ikuti aku. Ucap Ricky, berjalan lebih dulu. sambil tersenyum.


"Ayo..." Ajak Alex kepada Sasa dan Chelsia.


Sasa dan Chelsia berjalan mengikuti Alex dan Ricky, ke toko pakaian.


"Ikuti aku, Sasa tunggu disini." Ucap Ricky.


"Ohh... Baiklah. Ada Alex menemaniku, Ya kan?" Tanya Sasa ke Alex.


Alex menggeleng gelengkan kepalanya.


"Aku juga akan pergi." Ucap Alex.


"Baiklah. Aku akan tunggu disini sendiri." Ucap Sasa.


Ricky dan Chelsiapun pergi berbelanja. Ricky berjalan memilih baju dan celana untuk Chelsia. Saat Ricky mengambil baju, sesekali mencocokan baju kebadan Chelsia.


"Kenapa semua pakaian ini, dicocokkan padaku?" Tanya Chelsia pelan.


"Ini semua untukmu." Ucap Ricky. sambil memilih pakaian untuk Chelsia.


"Tapi kenapa banyak sekali." Ucap Chelsia.


"Okeh... Cukup. pergi ke ruang ganti dan coba satu persatu." Suruh Ricky.


"Tapi ini sangat banyak." Ucap Chelsia.


"Ohhh... ya sudah kalau tidak mau coba." Ucap Ricky.


Rickypun mengantar pakaian yang dia pilih kekasir.


"Bungkus." Ucap Ricky kepenjaga kasir.


Ricky kembali berjalan dan mencari sepatu dan tas untuk Chelsia.


"Berikan kakimu." Ucap Ricky. mencocokkan sepatu ke kaki Chelsia.


Chelsia yang enggan memberikan. Malah ditarik oleh Ricky.


"Pelan pelan." Ucap Chelsia.


"Oh... Kakimu nomor, tiga delapan ternyata." Ucap Ricky. dan mengambil beberapa sepatu kerja dan sepatu untuk jalan jalan.


"Kau tidak ingin menemaniku?" Tanya Alex.


"Haaaa?" Saut Sasa.


"Ayolah temani aku belanja." Ucap Alex.


"Baiklah." Jawab Sasa.


Saat menemani Alex berbelanja. Sasa melihat Ricky memperlakukan Chelsia dengan baik.


"Sudah jangan melihat mereka begitu. Nanti orang bilang, kau akan merebut laki laki itu." Ucap Alex tersenyum


"Haaa? Merebut?" Tanya Sasa, kaget.


"Ayo..." Ajak Alex menarik tangan Sasa untuk tidak melihat Chelsia dan Ricky.


Sasa tersenyum melihat Alex. Merekapun pergi berbelanja sama. Saat Alex sedang memilih kemeja untuknya. Alex melihat Sasa sedang memandang seseuatu.


Alex mendekat dan melihat apa yang Sasa lihat. Sasa berjalan dan melihat sepatu yang sangat cantik. Saat Sasa melihat harga sepatu tersebut, Sasa sangat terkejut. Karna harga sepatu tersebut sangat mahal.


"Haaa... Lima juta? mahal sekali?" Ucap Sasa dalam hati.


"Kau suka?" Tanya Alex.


"Haa? Tidak. Ayo kita kesana." Ajak Sasa. Lalu pergi.


"Kenapa kau tidak memintaku membelinya. Aku kan pacarmu... 'Ayolah Lex belikkan itu untukku' Harusnya kau bilang begitu padaku. Sudah kewajiban seorang pacar untuk membelinya." Ucap Alex. berdiri dekat sepatu tersebut.


"Loh dimana Alex?" Tanya Sasa. mencari Alex.


"Hai... cari siapa?" Tanya Alex, berjalan cepat.


"Kamu dari mana?" Tanya Sasa.


"Oh tadi aku kesana sebentar... Belikan ini." Ucap Alex.


"Kalian sudah selesai belanja?" Tanya Ricky.


Sasa dan Alex heran melihat Ricky membawa belanjaan yang sangat banyak.


"Chelsia mana?" Tanya Sasa


Chelsiapun berjalan dari belakang Ricky mendekati Sasa.


"Hoooo... Cantiknyaaaa." Ucap Sasa melihat Chelsia memakai gaun.


"Ternyata Ricky bukan cuma Asisten handalan, dia juga perancang kelas atas." Ucap Alex tertawa.


"Hah... sudahlah, Aku sangat lelah ayo kita pergi." Ucap Ricky, membawa barang belanjaan, sampai menutupi wajanya.


"Hahaha... Perjuangan yang berat kayanya ini." Ucap Alex tertawa bersama Sasa.


Setelah sampai diparkiran. Chelsia membantu Ricky memasukkan belanjaannya ke bagasi. sementara Sasa dan Alex masuk kedalam mobil.


"Ini buat kamu." Ucap Alex memberikan sesuatu untuk Sasa.


"Apa?" Tanya Sasa, Bingung.


"Pakai itu dihari pertamamu kerja." Ucap Alex.


Sasa melihat yang dibelikan Alex untuknya.


"Sepatu? Tapi ini sangat mahal..." Ucap Sasa.


"Sudahlah. Itu tidak seberapa dibanding senyummu." Ucap Alex. menatap kedepan mobil. tersenyum melirik Sasa.


Sasapun tersenyum, mendengar ucapan Alex.


"Sudah... Ayo kita pergi." Ucap Ricky. membukakan pintu mobil untuk Chelsia.


"Terimakasih." Ucap Chelsia.


Merekapun pergi mencari kontrakan untuk Sasa dan Chelsia. Sesampainya disana. Ricky pergi bertanya pada orang orang yang lewat.


"Dekat dekali. Lihat, itu hotelnya." Ucap Sasa. menunjukkannya pada Chelsia.


"Apa semudah itu kita bekerja disana?" Tanya Chelsia.


"Tenang saja. Ada orang yang dengan mudah mempersilahkan kita bekerja disana." Ucap Sasa melirik Alex.


"Ow..." Saut Chelsia tersenyum. Dan melihat hotel grand suaka.


"Okeh... Sudah ketemu." Ucap Ricky. menemukan rumah sewa.


"Dimana?" Tanya Sasa.


"Dih... Belakang hotel. Huh, sangat lelah." Ucap Ricky menghela nafas.


Merekapun pergi menuju rumah sewa tersebut. setelah sampai disana, Ricky kembali turun dan menanyakan soal rumah sewa tersebut.


Rumah yang hanya ada dua lantai, dan dilantai kedua, ada dua kamar, yang sedang kosong. Sasa dikamar pertama dan Chelsia dikamar kedua. Mereka diantar oleh pemilik rumah sewa tersebut. dan menjelaskan, ada ruang tamu, dapur, kamar mandi dan kamar tidur. Nenek pemilik kamar itupun menjelaskan bahwa hanya dirinyalah yang tinggal dirumah sebesar itu. Dan meminta kepada Sasa dan Chelsia untuk selalu menjaga kebersihan. Karna nenek tersebut sangat pembersih, tidak suka dengan semak dan ada sampah yang kotor disekeliling rumahnya.