You'R My Destiny

You'R My Destiny
Alex hilang 3



Suara ban menyeret diaspal dan rem yang tidak terelakkan Alex.


Serak... Alex menabrak trotoar...


"Aku akan pergi selamanya. Kau tidak mencintaiku lagi." Ucap Alex.


Pyuuuuuusssss.... Suara mobil jatuh kesungai. Alex terlepas dari sabuk pengamannya. kepalanya menghantam kaca depan mobil sehingga Alex keluar dari mobilnya.


Derasnya arus sungai membawa Alex sampai dikampung nelayan. Dan ditemukan seorang nenek.


Nenek itupun membawa dan merawat Alex. memberikan Alex ramu ramuan jaman dulu. melumuri tubuh Alex dengan obat alami.


Dua minggu sudah Alex berbaring dirumah nenek Dian. Sementara nenek dian, tinggal hanya sebatang kara. nenek Dian menyembunyikan Alex dirumahnya, agar Alex bisa istirahat dan pulih total.


Saat nenek Dian. melap tubuh Alex, jari tangan Alex mulai bergerak. Nenek Dian tersenyum bahagia atas reaksi Alex, yang akan sadarkan diri.


"Aku bilang apa.... Dia masih hidup. Anak yang tampan sekali. andai saja, cucuku masih hidup. akan ku nikah kau dengannya." Ucap nenek Dian. Masih membersihkan tubuh Alex dari obat sisa kemaren dan ingin membalurinya kembali dengan obat obatan alami.


"Sasa... Ayo, kita bisa terlambat." Ajak Chelsia.


"Ia... aku segera kesana." Ucap Sasa mengambil peralatan kerjanya.


"Ya ampun, Sasaaaaa." Ucap Chelsia.


"Ia... ia... ayo." Ajak Sasa.


"Pak Dude bisa marah besar pada ku jika aku selalu menunggumu." Ucap Chelsia.


"Dia tidak akan marah." Saut Sasa.


Kling... Pesan dari Katrin.


"Tunggu sebentar..." Ucap Sasa.


"Ada apa lagi?" tanya Chelsia.


"Aku sudah mengundurkan diri." pesan Katrin.


"Dari siapa?" Tanya Chelsia.


"Katrin, mengundurkan diri." Ucap Sasa.


"Sudahlah, mungkin dia ingin menikah dengan Daniel. Ya kan" Ucap Chelsia.


"Tapi, Katrin pernah janji. Kalau aku dan dia tidak akan pernah keluar dari hotel grand suaka, apapun yang terjadi." Ucap Sasa. masih bingung.


"Kalau masih penasaran. nanti kita temui Katrin kerumahnya. Sudah bisa kita pergi?" Tanya Chelsia.


"Baiklah... Ayo..." Ajak Sasa.


"Pasti kita sudah sangat terlambat." Ucap Chelsia.


Merekapun berlari menuju hotel.


"Ya ampun, kenapa tubuh ini sangat berat sekali." ucap Sasa. merasa berlari sedikit, tapi sudah sangat lelah.


"Kenapa Saa?" tanya Chelsia.


"Mmm, enggak apa apa." Ucap Sasa dan terus berlari.


Merekapun sampai. tiba tiba Sasa terjatuh pingsan.


"Sasaaaaa." Jerit Chelsia.


Security yang melihat Sasa terjatuh, membantu mengangkat Sasa, kesalah satu kamar yang kosong. Tubuh Sasa sangat dingin.


"Apa dia belum Sarapan?" Tanya Security kepada Chelsia.


"Sudah Pak, dia sudah sarapan tadi pagi." Ucap Chelsia. melihat Sasa kawatir.


"Sudahlah. mungkin saja Sasa kurang minum air putih." Ucap Security


"Ia... mungkin pak." Ucap Chelsia. duduk disamping Sasa.


"Ah... Uhuk... uhuk... Sakit sekali..." Ucap Alex. membuka perlahan matanya. pandangannya masih kabur dan seakan bumi berputar tiga ratus enam puluh derajat.


"Nak... Kau sudah sadar?" Tanya nenek dian.


"Jangan paksa... nanti kamu bisa pingsan. Buka saja matanya pelan pelan. perlahan akan pulih total." Ucap nenek dian. tersenyum melihat Alex yang sudah membaik.


"Kenapa kepalaku sakit sekali?" tanya Alex.


"Itu karna kamu tidur terlalu lama." Ucap nenek dian. Memeriksa obat dibagian tangan Alex.


"Dimana mamaku?" Tanya Alex.


"Kamu harus istrahat dulu, tidak bisa banyak gerak. Nanti setelah kamu bisa buka mata dan bisa duduk, baru kita bercerita semuanya." Ucap nenek Dian tersenyum.


....


"Haaahhhhh.... Haaaaa...." Sasa mengigau.


"Sasa? Sasa?" Ucap Chelsia membangunkan Sasa. yang mengigau. menangis seperti kesakitan.


Sasapun sadar.


"Chelsia? Kenapa aku ada disini?" tanya Sasa.


"Tadi itu kamu pingsan, Pak satpam yang membawamu kesini. Kamu sedang tidak enak badan yah?" Tanya Chelsia.


"Entahlah, akhir akhir ini aku memang seperti pusing dan mual." Ucap Sasa, menyentuh kepalanya.


"Ohhh, ya ampun. Pokonya besok kamu harus cuti kerja dulu. Kamu istrahat total dulu. baru bekerja lagi." Ucap Chelsia.


"Aku bisa kok, hanya rasanya tidak bisa terlalu capek. itu saja." Ucap Sasa. Duduk dan bersandar.


"Tapi wajahmu sangat pucat Saa. Kamu harus jaga kesehatan loh." Ucap Chelsia.


"Oh yah? Seperti hantu?" Tanya Sasa. Becanda.


"Ihhh, masih sempat sempatnya becanda. Aku serius, wajah kamu sangat pucat Sasa." Ucap Chelsia.


"Hemmm... Baiklah." Jawab Sasa.


"Ya sudah, Aku izin dulu sama pak menejer. Aku akan antar kamu pulang. Tunggu disini." Ucap Chelsia. lalu pergi.


Sasapun terpaksa menurut. dan tersenyum melihat Chelsia sahabatnya sangat peduli padanya.


"Kenapa akhir akhir ini, aku sangat tidak enak badan yah? bawaannya mual dan pusing. Apa mungkin aku sedang mengalami darah rendah. Inikan ciri ciri darah rendah." Ucap Sasa dalam hati.


"Hi... Ayo, kita pulang." Ucap Chelsia.


"Makasih yah..." Ucap Sasa.


"Iaaaa..." Ucap Chelsia, tersenyum lebar.


Merekapun pergi menuju rumah kontrakan.


......


"Ahhhh... kelihatannya saja dekat. ternyata lelah juga yah." Ucap Chelsia. mereka sampai dirumah kontrakan Sasa.


"Chel..." Panggil Sasa.


"Mmmm." saut Chelsia.


"Entah kenapa, beberapa hari ini. hatiku tidak tenang, seperti ada yang kurang... Tapi aku tidak tau apa..." Ucap Sasa.


"*Ya ia... Alexmu belum ditemukan... Kekasih hatimu itu benar benar hilang Sasaaaa*." Ucap Chelsia dalam hati.


"Hi... Kenapa diam?" tanya Sasa.


"Haaaa. Emmm mungkin saja kurang tidur, kurang minum atau kurang vitamin c..." Ucap Chelsia.


"Apa ia yah?" tanya Sasa belum menyadari.


"Aku tau, kamu masih mencintainya. Tapi aku juga sakit hati saat kamu dihianati oleh Alex bajingan itu, tapi klo dipikir pikir. Alex kasihan juga yah, apa ini hanya salah paham saja? makanya Alex nekat mengakhiri hidupnya? Tidak tidak, jelak jelas aku lihat sendiri mereka bermesraan." Ucap Katrin dalam hati. Menatap Sasa


"Heiii... kenapa menatapku begitu?" tanya Sasa. Melihat Chelsia, seperti orang yang sedang merencanakan sesuatu.


"Saa..." Ucap Chelsia. duduk dan memberikan Sasa air putih hangat.


"Terimakasih." Ucap Sasa. mengambil air putih dari Chelsia.


"Coba kamu fikir fikir. Tadikan kamu bilang, kalau kamu merasakan seperti ada yang hilang. Coba kamu ingat ingat, apa itu yang hilang..." Ucap Chelsia.


"Mmmm aku tidak tau, tapi sesekali jantungku berdetak kencang. lalu, hilang. apa coba?" Tanya Sasa.


"Coba kamu tanyak hati kamu paling dalam..." Ucap Chelsia. Menyalakan televisi.


"Tidak ada...." Jawab Sasa lagi.


"Tidak ada?" Tanya Chelsia.


"Ya, tidak ada." Jawab Sasa. Bingung.


"Baiklah. Jika tidak ada, Aku pulang dulu." Ucap Chelsia.


"Pulang? kenapa wajah mu mencurigakan sekali." Tanya Sasa. masih belum mengerti bahwa Chelsia ingin Sasa mengingat Alex lagi.


"Mmm... Daaaa... Malam ini, coba ingat, apa yang pernah membuat hatimu tergerak dan jantungmu berdegup kencang." Ucap Chelsia. Menyentuh dagu Sasa lalu pergi.


"Hemmm Dasar. Bikin orang penasaran saja. Emang apah coba yang pernah buat hatiku bergerak dan jantung ku berdegup kencang? mmmmm apa Alex? ahhh jantungku kenapa seperti melemah begini?" Ucap Sasa sendiri dirumahnya dan menyentuh jantungnya, lalu duduk disofa.