You'R My Destiny

You'R My Destiny
menuju hari pernikahan



"Pagiii..." Ucap Sasa mencupit wajah katrin dari belakang.


"hahh... ada apa ini. seperti kecipratan uang seratus juta." Ucap Katrin memakai seragam kerjanya.


"Kenapa sedikit sekali... hahahha." Ucap Sasa lalu pergi kekamar mandi


"Ada yang tidak beres ini." ucap Katrin


"Alex... Kamu sudah datang?" ucap Ricky membawa berkas yang sudah menumpuk.


"Yah... Apa ada masalah semalam?" tanya Alex. Membaca berkas satu persatu.


"tidak usah kawatir... Bahkan satu tahunpun kau menghilang, Aku bisa menyelesaikan semua pekerjaanmu." Ucap Ricky


"hmmm... Bagus, tidak percuma aku membayarmu mahal mahal." Ucap Alex, mulai menandatangani, berkas berkas yang menumpuk.


"Sayangnya, Aku melakukan ini hanya demi persahabatan." Ucap Ricky, mengambil beberapa berkas yang sudah ditanda tangani Alex, lalu pergi.


Alex kaget dengan jawaban Ricky sahabatnya. Alex tersenyum, karna sampai sekarang. Ricky memang belum pernah mengecewakannya.


"Sasa mana sih?" Ucap Katrin, menunggu ditangga.


"Hee... sudah lama nunggu yah?" Ucap Sasa, melihat Katrin duduk mengantuk ditangga.


"Ayo... sebelum pak Dude datang." Ucap Katrin


Merekapun membersihkan ruangan pak Dude. Katrin yang membersihkan lantai. Sedangkan Sasa, membersihkan bagian meja, kursi dan perabot lainnya.


Tiba tiba Sasa menemukan undangan pernikahan Alex dan Elsa. Sasa melihat tanggal yang ada diundangan pernikahan Alex dengan Elsa, tinggal dua hari lagi.


Sasa tersenyum melihat undangan pernikahan Alex dan Elsa.


"Heh... Undangan siapa itu?" Ucap Katrin.


"Pernikahan pak Alex GM dan Elsa." Ucap Sasa.


"Wah... Pak Alex memang tanpan, begitu juga calonnya. Sangat cantik. Cocoklah pokonya. Ia kan?" Ucap Katrin


"Haa... Ia. Cocok sekali." Ucap Sasa, tersenyum dibelakang Katrin.


"Andai saja mereka mengundang kita. Aku reka, menghabiskan gajiku satu bulan, untuk membeli gaun, buat menghadiri pesta pernikahan pak Alex GM." ucap Katrin. Tidak tau kalau Alex dan Sasa sudah pacaran. Dan saling mencintai.


"Sayangnya itu tidak akan mungkin." Ucap Sasa. Lalu pergi.


"Hey... Tunggu, bukankah kita karyawannya... berarti kita diundang dong." Ucap Katrin


"jangan mimpi pokonya." Ucap Sasa


"Kenapa?" Ucap Katrin sambil berjalan membawa peralatannya.


"Karna tidak ada hungannya denganmu. Ini pernikahan kelas atas, hanya orang orang elit yang akan hadir. Bukan seperti kita." Ucap Sasa


"Oh begitu... Berartiii... tidak ada yang mengganggu mu lagikan... Pantas saja kau tersenyum." Ucap Katri. semakin mengiris hati Sasa.


"Mmm..." Saut Sasa terus berjalan.


Tuuuut....tuuutt... Alex menelepon Ricky.


"Ada apa? tidak bisakah kau, tidak menggangguku satu menit saja?" Ucap Ricky. yang baru menghela nafas, Karna pekerjaannya baru saja selesai.


"Cepat keruanganku sekarang!" Tegas Alex


"Mmm, Baiklah." Ucap Ricky dan mematikan ponselnya.


Saat Ricky berjalan menuju ruangan Alex. Ricky melihat mamah Alex bersama Elsa, berjalan menuju ruangan Alex. Ricky langsung berbalik badan. Ingin menghindar dari Mamah Alex dan Elsa.


"Ricky..." Panggil mamah Alex


"Ya, Buk." Jawab Ricky senyum terpaksa.


"Dimana Alex..." Ucap mamah Alex


"Ada diruangannya Buk..." Ucap Ricky singkat.


"Ikuti Aku." Ajak mamah Alex. berjalan menuju ruangan Alex


"Baik, Buk." ucap Ricky


Merekapun berjalan menuju ruangan Alex.


clep... suara pintu ruangan Alex.


Mamah, Elsa dan Ricky melihat Alex tersenyum berdiri didekat kaca.


"Alex..." Panggil mamah


Sontak Alex tekejut. melihat mamah Elsa dan Ricky. Alexpun langsung mematikan Ponselnya.


"Kenapa tidak meneleponku dulu." Ucap Alex.


"Mamah kebetulan lewat bersama Elsa. Terus Mamah singgah deh" Ucap mamah


"Ada apa?" Tanya Alex


"Aku tidak sabar menunggu hari pernikahan kita. Tinggal dua hari lagi." Ucap Elsa, menyentuh siku Alex.


'Hah... wanita bodoh..." Ucap Ricky dalam hati


Alex melepaskan tangan Elsa dari sikunya.


"Alex... jangan sampai kamu buat malu keluarga Raka Buming. Belum pernah dalam sejarah keluarga Raka Buming, ada pertunjukan memalukan." Ucap mamah Alex


"Mah... Tidak kah mamah tau perasaan Alex sekarang?" Ucap Alex


"Tinggal satu hari lagi Alex... Tidak ada alasan apapun lagi" Ucap mamah Alex


Tidak terima dengan penjelasan mamanya. Alex pergi meninggalkan mereka.


"Alex... kemana Kamu?" Tanya Mamah.


Ricky mengikuti Alex dari belakang.


"Alex... jelaskan baik baik pada ibu presdir... siapa tau dia bisa terima." Ucap Ricky


"Tidak ada yang perlu dijelasin. Mamah tidak akan mengerti." ucap Alex dan terus berjalan.


"Alex.. Kamu mau kemana?" Ucap Ricky berhenti dari langkahnya. Dan kembali bekerja.


Alex pergi dengan mobil mewahnya.


sementara mamah Alex dan Elsa masih diruangan Alex


"Mah... Bagaimana kalau Alex tidak mau menikah denganku?" ucap Elsa.


"itu tidak bisa terjadi. Pokonya Kamu dan Alex akan tetap menikah. Apapun yang terjadi." Ucap mamah Alex.


Elsa tersenyum miring, mendengar mamah Alex akan memaksa Alex.


"Ayo kita pulang... kita masih banyak urusan, yang akan kita persiap untuk pernikahanmu dan Alex." ucap mamah Alex


"Bagaimana ini? sementara Alex semakin mencintai Sasa. Aku takut sesuatu akan terjadi pada Alex dan Sasa. Ini tidak benar, Aku harus berjaga jaga." Ucap Ricky dalam hati.Dan akan selalu memperhatikan keadaan Sasa dan sahabatnya Alex.


Setelah Sasa menyelesaikan pekerjaannya. Sasa pergi naik keatas hotel. berjalan lambat, rasanya tubuhnya seperti tersayat pisau tajam. Sasa tidak bisa membohongi perasaannya. Yang memang benar benar cinta pada Alex.


"Kenapa Aku harus sedih, bukankah dia akan bahagia. Sepertinya Aku tidak pantas untuknya. Akan banyak hal buruk yang kau dapati setelah bersamaku. Dan kau juga akan menderita bersama ku, Sigadis miskin. Seharusnya, Aku tidak membukakan hatiku untukmu. Hanya akan menambah luka hatiku saja. Haaahhhh... Aaaaaaa. Aku harus melepasmu. Tapi kenapa tubuh jadi sesakit ini. Jantungku seperti melemah. hahh... aaaaa." Ucap Sasa, Lalu menangis...


Tanpa sengaja Katrin datang ingin membersihkan lantau atas hotel.


Katrin mendengar Sasa bicara sendiri dan melihat Sasa menangis.


"Alex... Aku harus bisa melepasmu. walau hanya sebentar aku merasakan cinta darimu. semua yang kiita lakukan, akan aku simpan. semoga dikehidupan kedua, kita bisa bersama. Hah aaàhhhh... Haaaa." Ucap Sasa


Katrin pun mendekat.


"Ternyata? Alex dan Sasa." Ucap Katrjn dalam hati.


Tiba tiba Sasa berbalik arah. Dan melihat Katrin yang terdiam.


"Katrin? sejak kapan kamu disini?" Tanya Sasa, dan mengusap Air matanya.


"Kamu mencintai? Pak Alex?" Tanya Katrin.


"Apa? Kamu hanya salah dengar." ucap Sasa dan pergi.


"Tunggu." Ucap Katrin menahan tangan Sasa.


"Sampai kapan Kamu menutupi ini dari aku? Aku sahabatmu bukan?" Ucap Katrin memegang kedua tangan Sasa.


Sasa hanya terdiam dan memelototi Katrin. Katripun langsung memeluk Sasa. Katrin bisa merasakan apa yang Sasa rasakan sekarang.


Alex yang sangat marah mendengar penjelasan mamanya. Alex pergi menemui Sasa kehotel grang suaka.


"Pak... selamat sore Pak..." Ucap Setiap karyawan yang Alex lewati.


Alex tidak memperdulikan sapaan karyawannya. Dan tetap berjalan menuju lantai atas hotel.


"Maafkan Aku... Aku sedang tidak ingin bercerita." ucap Sasa menunduk.


"Baiklah. kapanpun kamu mau cerita. Aku siap mendengarnya." Ucap Katrin dan melihat Alex ada dibelakang Sasa.


"Iah. makasih Ya Katrin." Ucap Sasa yang tidak ingin bercerita.


"ya... Aku pergi dulu yah." Ucap Katrin.


katrinpun pergi. Dan tidak menyapa Alex.


Alexpun mendekati Sasa dari belakang. Dan memeluk Sasa.


"haaa. Alex" sontak Sasa terkejut. Dan menghapus air matanya.


"Kenapa Kamu menangis?" Ucap Alex dan mengusap wajah Sasa. mereka saling mentap.


"Alex... besok, mau kah kau menemaniku?" Ucap Sasa


"Kencan?"Ucap Alex yang juga menyembunyikan perasaannya.


"Yah... Mau yah?" Ucap Sasa


"Baiklah... Seumur hidupku juga akan ku habiskan bersamamu." ucap Alex


Jantung Sasa semakin melemah. Tetapi Sasa masih sanggup tersenyum didepan Alex.


Alexpun memeluk Sasa sangat erat. Membuat air mata Sasa semakin deras, membasahi pipinya. Alex mencium kening Sasa.


"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Alex. Yang lupa. Bahwa Sasa sudah pernah melihat undangan pernikahannya bersama Elsa.


"Aku hanya bahagia. Menemukan orang yang sangat mencintai aku." Ucap Sasa.


Alex tersenyum mendengar yang diucapkan Sasa. Alex tidak tahan melihat wajah Sasa yang sangat indah, bibirnya yang tiba tiba memerah dan matanya berkaca kaca menatap dirinya. Alexpun langsung mencium bibir merah Sasa. Ciuman merekapun memanas. sampai tangan Sasa mengalung, dileher Alex. Tangan Alex turun ke pinggang Sasa dan menarik tubuh Sasa agar lebih dekat lagi.


Alex melepaskan ciumannya.


"Aku mencintaimu... sangat mencintaimu."Ucap Alex ketelinga Sasa


Sasa pun merasakan bisiskan maut Alex. Sasa meraih bibir Alex untuh menciumnya lagi. Sasa sangat menikmati ciuman Alex. Alex dan Sasa memainkan ciuman mereka semakin bergairah. tangan Alex turun ke leher Sasa. turun lagi kebahu, sampai kepinggang Sasa. Alex menahan ciumannya. menahan segala rasa yang mengebu gebu saat itu. Takut Alex semakin jauh.


Sasa melihat Alex yang menahan ciumannya. untuk tidak terlalu jauh melakukannya. Sasa tersenyum kepada Alex. Alexpun kembali mencium kening Sasa.


kring... kring... kring... telepon Ricky.


"Ada apa?" jawab Alex.


"Nanti sore, Ada jadwal untuk pemotretan. dan juga pergi bersama Elsa kebutik. Untuk memilih pakaian, yang akan kau kenakan dua hari lagi." Ucap Ricky


"Berikan jadwal dan tempatnya padaku." Ucap Alex didepan Sasa.


"Siapa?" Tanya Sasa


"Itu Ricky... Masalah kantor." Ucap Alex


"Kau berbohong, tapi aku juga tidak ingin mendengarnya." Ucap Sasa, dalam hati.


"Oia... jangan lupa besok. Aku tunggu ditaman kota yah." Ucap Sasa.


'"Baiklah. Aku ada kerjaan mendadak. Besok kita jumpa jam sembilan pagi yah." Ucap Alex.


"Luangkan waktumu satu hari bersamaku. Akan menjadi kisah terindah untuk kita berdua." Ucap Sasa.


"Kenapa kesannya, Kita seperti ingin berpisah yah?" Ucap Alex


"Tidak... Sudah sana, nanti kamu bisa terlabat." Ucap Sasa. Mendorong Alex menuju pintu masuk. Dan pergi berjalan lewat tangga darurat.


"Semoga aku bisa. ini juga yang terbaik buat kita. Aaahhhhh... Ada apa dengan jantung ku? Kenapa seperti melemah, sakit sekali." Ucap Sasa menangis sendiri diatap hotel.


Kring.. kring... kring... Telepon Katrin.


"Halo Katrin..." Jawab Sasa


"masih bersamanya diatas?" Ucap Katrin


"Tidak... tinggal aku sendiri." Ucap Sasa, dengan suara menangis.


"baik aku akan kesana." Ucap Katrin


Sasa mematikan ponselnya. dan duduk disudut hotel. terdiam membayangkan semua yang terjadi antara Sasa dan Alex. Sasa merasa, ini tidak adil.


"Saa..." Ucap Karin


"Yah..." Saut Sasa


"Siapa yang tau soal hubungan mu ini dengan pak Alex" Tanya Katrin


"Tidak ada." Ucap Katrin Sasa singkat.


"Syukurlah... setidaknya kamu baik baik saja. Bahaya berurusan dengan orang kaya. Apa lagi posisinya seperti sekarang ini." Ucap Katrin


"Aku tau, Katrin. Aku juga akan melakukan hal benar untukku. Dan ini sudah aku putuskan matang matang." Ucap Sasa memandang kedepan dengan tatapan kosong.


"Baiklah... Aku tidak ingin, Kamu terluka dengan ulah mereka." Ucap Katrin.


"mmm... Oia, Aku mau minta tolong padamu." Ucap Sasa


"Apah?" Jawab katrin


Sasa membisikkan sesuatu kepada Elsa. dan berjanji untuk tidak memberitahukan kepada siapapun.


"Kamu yakin Saa?" Tanya katrin.


Sasa menjawab dengan mengangguk. Sementara Katrin hanya bisa terdiam. Dengan keputusan Sasa.


"Baiklah... semoga keputusan mu ini tidak membuatmu menyessal nanti." Ucap Katrin. Memegangi kedua tangan Sasa.


Sasa tersenyum kepada Katrin.


merekapun kembali bekerja bersama. Dan Sasa melihat setiap sisi hotel. juga melihat salah satu ruangan. Pertama kali Alex menciumnya disana. Sasa tersenyum dan menyentuh pintu kamar terebut.


Lalu berjalan meninggalkan kamar tersebut. Dan pergi keruang ganti. tempat Sasa dan Katrin, Istirahat.


Sasa memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


"Alex... Bagaimana kalau Sasa tau?" Ucap Ricky


"Aku akan pergi bersamanya. dan meninggalkannya disana, sampai acara itu selesai. Setelah selesai. Aku akan jelakan semua kepada Sasa." Ucap Alex


"Baiklah... Akan ku urus." Ucap Ricky yang masih takut melakukan rencana Alex


"Ricky... Ini kali pertama aku memberontak. Dan ini kali pertama aku mencintai seorang wanita. dan ingi memilikinya seumur hidupku. Aku melakukan ini hanya menjaga kondisi mamah, agar tidak jatuh sakit lagi. Tapi aku juga tidak ingin kehilangan cinta ku." Ucap Alex kepada Ricky yang masih bimbang.


"Okeh..." Ucap Ricky. Berkorban demi Sahabatnya Alex. Ricky melihat mata Alex yang penuh dengan kayakinan. Akan hidup bahagia bersama Sasa.


Sesampai dirumah Sasa memanggil ayah dan Ibunya. Membicarakan sesuatu. Bahkan membuat ayah dan ibunya sangat kaget. Sasa menjelaskan satu persatu. sehingga ayah dan ibunya mengerti, akan tujuan Sasa melukan semua itu.


"Kamu yakin Nak?" Tanya Ayah


" Ia Yah... Sasa yakin. Asal kita tetap bersama." Ucap Sasa kepada ayah dan ibunya.


"Baiklah nak... Ibu sama Ayah, akan selalu mendengarmu. Apa lagi ini berurusan dengan kebahagian mu." Ucap ibu melihat putrinya yang punya semangat juang tinggi.


"Ya Nak... Ayah juga akan ikut apa kata, Putri Ayah. Apa lagi ini menyangkut soal kebahagian Putri, Ayah." Ucap ayah Sasa. mencium kening putrinya.


"Terima kasih Buk... Ayah?" Ucap Sasa kepada ayah dan ibunya.


"Baiklah kalau begitu. Ayah dan Ibu, urus yang lain dulu yah." Ucap ibu dan ayah lalu pergi.


"Ya Buk." Ucap Sasa tersenyum kepada ayah dan ibu Sasa.


Sasa pergi menuju kamarnya. dan duduk ditempat tidurnya.


"maafkan Aku Lex. ini yang terbaik buat aku dan kau... Aku sangat mencintaimu... teramat mencintaimu. Aku takut rasa ini semakin menjadi. membuat ku gila akan cintamu, wajah indah mu dan bibir yang menciumku. Membuat ku sadar akan cintamu." Ucap Sasa mulai membereskan kamarnya. agar tidak ada yang tersisa sedikitpun.